CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 23: Tech Savvy


__ADS_3

"Apa maksudnya itu?" lagi lagi Chayra dan Rhea bertanya serempak.


"Berdasarkan KBBI atau kamus besar bahasa indonesia, definisi ciri ciri atau sifat atau perilaku adalah suatu tanggapan atau reaksi individu terkait rangsangan atau lingkungan," Damon menjabarkan.


"Itu kami tahu, " sengat Rhea. "Maksud melankolis itu apa?"


"Melankolis itu orang yang memiliki sifat introvert, menyukai musik,perfeksionis,detail, penuh perhitungan, cerdas secara interpersonal, public speaking rapi...." Damon menjabarkan.


"Wah.." Chayra dan Rhea saling berpandangan.


"Tidak heran ,world tech berkembang pesat dengan begitu cepat," Rhea berpendapat . "Pemiliknya seorang yang perfeksionis." tambahnya kagum.


"Pasti mengerikan punya bos seperti itu," pikir Chayra. Untung Pak bos cafe orangnya santai dan pengertian.


"Katamu, CEO Rakhan menyukai musik, musik seperti apa?" tanya Rhea ingin tahu.


Damon memandang Chayra.


Huh, mulai lagi, dengus Rhea. Jika Damon ini manusia, akan aku kutuk jadi batu, dengusnya lagi.


"Lakukan saja," pinta Chayra dengan nada letih. Lama lama dia bosan menjadi perantara.


"Dari berbagai foto dan video, CEO Rakhan sepertinya penyuka melodi melodi klasik. Dia dan nona Blossom beberapa kali pergi ke aula konser di berbagai negara. Pernah ke Symphoni Hall di Boston, Amerika serikat, Kanzerthaus di Berlin,Jerman, musikverein di Wina ,Austria..."


"Lagu favorit," potong Rhea tidak sabar. Dia tidak suka membayangkan CEO Rakhan dengan perempuan lain. Meski perempuan itu sudah mantannya.


Damon memandang Chayra.


Chayra menganggukkan kepala, isyarat untuk mengikuti perkataan Rhea.


"Serenade no 13 for strings on G major atau Eine kleine Nachtmusik karya W.A. Mozart, Fantaise impromtu in C# minor op 6.6 yang merupakan solo piano ciptaan Chopin..."


"Waduh," Rhea menepuk keningnya. "Selera musiknya mengerikan," gumamnya dengan nada frustasi.


Pfft...Chayra menutup mulutnya. Berusaha menahan tawa yang nyaris keluar. Dia tidak bisa membayangkan Rhea duduk manis mendengarkan musik musik klasik itu. Rhea kan pencinta musik EDM sejati. Skrillex adalah artis idolanya.


Musik EDM merupakan singkatan dari Electronic Dance Music yang di hasilkan oleh para disc jokey dengan menggunakan teknik remix untuk menghasilkan irama baru.


"Mungkin sebaiknya kamu belajar mendengarkan musik musik itu," saran Chayra menyeringai.


"Kamu betul ,Ra," angguk Rhea sependapat. "Aku akan mengganti musik EDM di akun Deeze ku dengan musik musik klasik," sambungnya lagi sambil melangkah masuk ke dalam kamar.


Berselang semenit kemudian, terdengar musik klasik mengalun dari video player MP5 dari dalam kamar.


"Judulnya, Eine kleine Nachtmusik," Damon memberitahu.

__ADS_1


Chayra meringis. Kecut . Padahal tadi dia asal ngomong saja. Tapi Rhea menganggapnya serius. Sekarang terpaksa dia harus ikut mendengarkan .


Bahkan sampai malam, musik klasik itu terus mengalun tanpa henti. Dan Damon terus memberitahunya setiap judul lagu yang terdengar dari MP5 itu.


"Judulnya Bagatelle No 25 in A mayor atau Fur Elise, simphoni karya Beethoven, " ujar Damon memberitahu ketika Chayra hendak masuk ke dalam kamar.


Chayra hanya mengangguk. Seandainya tidak ada Damon, dia akan tidur di sofa di ruang tamu. Biarpun Damon sebuah robot, tetap dia merasa tidak nyaman.


"Jangan lupa matikan lampu," pesan Chayra . " Kamu juga matikan daya," katanya sebelum menutup pintu kamar.


"Baik, putri," angguk Damon. Dia segera mematikan saklar lampu. Seketika ruangan di dalam apartemen gelap gulita.


Kemudian Damon duduk di atas sofa, lalu mematikan dayanya sendiri.


"Sudah tidur," desis Reindra seraya melepaskan matanya dari teropong binocular yang sedari tadi menempel di kedua bola matanya.


Nyaris seharian teropong itu setia menempel di matanya. Pak Taksa berpesan jangan sampai lengah. Keberadaan gadis yang tinggal di gedung apartemen seberang ,harus terus terpantau.


Dia meletakkan teropong itu di atas nakas yang berada di bawah jendela. Kemudian dia mengambil ponsel yang terletak di sebelahnya.


Dia harus menelepon CEO.


"Sudah tidur,CEO," lapor Reindra.


"Ya sudah, besok kamu kembali lagi mengikuti dia dari pagi," perintah CEO Rakhan


Reindra meletakkan kembali ponselnya di atas nakas.Kemudian dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Mata Reindra menatap plafon ruangan dengan perasaan berkecamuk.


Dia sudah bekerja di World Tech,sejak perusahaan itu berdiri, lima tahun yang lalu. Sejak itu juga dia tercatat sebagai petugas keamanan. Tetapi kenapa sekarang pekerjaannya beralih menjadi seorang penguntit? Pengintai? Lalu siapa gadis yang menjadi target pengintaian ya? Gadis itu terlihat seperti gadis baik baik.


"Jangan banyak tanya, kerjakan saja!" perintah Taksa ketika menugaskan dia. "Bertanya tanya lagi kamu akan pindah tugas ke Somalia," Taksa mengancam.


Somalia? Reindra bergidik. Siapa yang mau di pindahkan ke sana? Apalagi dia baru saja menikah. Baru seminggu. Masih penganten baru.


Ah, Reindra mendesah. Jadi ingat istri. Dia ingin menelepon. Tapi, dia teringat lagi pesan Taksa.


Tidak boleh menelepon, tidak boleh memberitahu tentang apartemen ini. Katakan saja kamu ada tugas dinas menemani CEO di luar kota. Jika melanggar, siap siap ke Somalia!


Ancaman yang sangat menakutkan.


Seandainya boleh bawa istri ke sini, Reindra mendesah parau. Ranjang ini terlalu empuk untuk di tiduri seorang diri. Kamar mandi nya juga terlalu luas untuk mandi sendiri. Gairahnya sebagai penganten baru terpaksa harus di pendam,entah sampai kapan.


Akhirnya Reindra terlelap seraya memeluk erat guling sebagai pengganti istrinya.

__ADS_1


Sekitar ratusan ribu kilometer jauhnya, di sebuah rumah di pinggir kota, sekelompok pria berotot menerobos masuk ke dalamnya.


Mereka menemukan semua barang yang ada di dalam rumah sudah berserakan di lantai.


"Sepertinya ada orang yang mendahului kita, Bos," kata salah seorang laki laki berotot pada laki laki yang berdiri di belakangnya.


"Cari terus, siapa tahu masih ada yang bisa di temukan," balas laki laki yang di panggil bos.


"Siap!" laki laki itu mengangguk.


"Kami menemukan resi pengiriman barang terselip di bawah pintu , Bos," lapor seorang laki laki dari dekat pintu masuk. Dia memberikan secarik kertas yang ditemukannya pada Bos.


"Nama jasa pengiriman, No resi, nama dan alamatnya sudah di coret, yang tersisa hanya kota tujuannya," desis Bos sambil mengamati kertas yang ada di tangannya. "Panggil Lio, suruh dia masuk membawa laptop yang ada di dalam mobil," perintahnya pada laki laki yang memberinya resi pengiriman.


"Baik ,Bos," kata laki laki itu.


Tidak berapa lama kemudian, seorang laki laki bertubuh jangkung dan berwajah serius, masuk membawa laptop. Dia meletakkan laptop di atas meja di ruang tamu. satu satunya, perabotan yang masih utuh berdiri.


Tanpa banyak bicara, laki laki itu membuka laptop dan langsung masuk ke dalam program windows 10. Memulai peretasan.


"Bagaimana lio?" tanya Bos. Dia ikut duduk di lantai di sebelah Lio.


"Aku sudah masuk ke dalam semua sistem komputer jasa pengiriman, Bos. Tidak ada satupun yang mengirimkan barang ke Jakarta pada jam itu. Kecuali A.R Ekspedisi. Aku tidak bisa meretas sistem nya, passwordnya terlalu strong dan limit login hanya 4 kali," lapor Lio. Dia menggaruk garuk rambutnya yang keriting. Bingung. " Selain kita ada juga yang berusaha meretas A.R, tapi gagal, Bos," sambungnya


"Siapa?" tanya Bos ingin tahu.


"World Tech,Bos," sahut Lio.


"World Tech? Tidak bisa meretas ?" Bos tergelak. Dia merasa geli. World Tech, perusahaan teknologi ternama di dunia, tidak bisa meretas sistem komputer sebuah perusahaan jasa pengiriman level menengah?


"Sini ,aku yang kerjakan," kata Bos penasaran.


"Silahkan, Bos," Lio menggeser laptop ke hadapan Bos.


Bos mulai menggerakkan jari jarinya di atas tombol keyboard laptop. Gerakan jarinya cepat dan lincah. Dia mengetik sembarang angka,simbol dan huruf. Dia melakukan metode brute force attack.


Brute force adalah menebak penggunaan kata sandi secara acak. Biasanya para peretas memiliki wordlist dalam jumlah banyak untuk menebak kemungkinan password.


Serangan ini tingkat keberhasilannya tergantung seberapa kuat password keamanan komputer yang akan di retas. Bisa dalam hitungan menit, bahkan bisa juga dalam hitungan tahun.


"Done!" Bos melepaskan jari jarinya dari atas keyboard .


Sebuah resi pengiriman barang muncul di layar monitor laptop. No resi 14109113092802. Nama penerima, Chayra Minara. Alamat, apartemen...


Amazing. Lio bersiul. Kagum. Bos menyelesaikannya dalam hitungan 10 menit saja. Bos memang Tech Savvy. Jago teknologi.

__ADS_1


"Pesankan tiket pesawat untukku. Aku akan mengunjungi Chayra Minara," perintah Bos. Bola matanya yang berwarna hitam pekat tampak berkilat.


__ADS_2