
"Jangan memaksa," Pak Aditya menekan pintu supaya tertutup.
"Maaf Pak, tapi saya memaksa," timpal Rakhan sambil terus menahan daun pintu dengan kekuatan tangannya.
"Kenapa lama sekali?" Pak Bisma muncul di ruang tamu.
"Ini Pak, ada yang memaksa masuk," kata Pak Aditya sambil menoleh ke belakang. Dia masih terus menekan pintu agar bisa menutup.
"Siapa? Bukakan saja pintunya, aku ingin lihat," ujar Pak Bisma ingin tahu. Siapa orang yang nekad memaksa masuk ke rumahnya?
"Baik, Pak," jawab Pak Aditya lega. Tenaga muda Rakhan terlalu kuat untuk di lawan. Apalagi orang itu terlihat berkeras hati.
"Silahkan masuk,CEO," Pak Aditya membuka pintu.
"Terimakasih," jawab Rakhan sambil melangkah masuk ke dalam.
****
"Kamu belum cerita kemana saja kamu selama ini," kata Lio sambil mengamati Damon yang tengah sibuk meretas CCTV rumah sakit yang hendak di datangi Pak Bisma. "Dan kenapa kamu bisa berhubungan dengan Bos," tanyanya penuh rasa ingin tahu.
" Di WT Nevada, " sahut Damon. " Saat Pak Eouin keluar dari WT, dia mengajak aku. Dia berjanji akan memberikan akses tak terbatas padaku agar aku bisa mengeksplorasi kelebihan robot yang aku buat. Tidak semata hanya robot perawat manula seperti yang diinginkan CEO Rakhan," ceritanya sambil mengamati kamera CCTV rumah sakit.
"Dari CCTV di ruang administrasi, jadwal kontrol Dokter jantung hari ini mulai jam 2 siang," kata Damon sambil melihat ke arah Lio. "Kita akan datang ke sana sebelum jam 2 siang," putusnya .
"Lalu?" kata Lio ."Ceritanya," lanjutnya.
"Aku mengajak Nino, kepala robotika WT Nevada, sebab robot itu belum sepenuhnya terakit. Dia setuju karena diimingi gaji besar," ujar Damon menyambung ceritanya.
" Sebelum bertemu Pak Eouin ,aku mencari tahu perusahaan yang dia dirikan. Setelah aku selidiki ternyata perusahaannya berafiliasi dengan sebuah perusahaan yang diduga banyak melakukan transaksi ilegal. Dan perusahaan itu milik ayahnya Pak Eouin," lanjutnya bercerita.
Afiliasi artinya bekerja sama atau anak cabang suatu perusahaan.
"Kemudian Pak Eouin menelepon aku mengajak bertemu. Dia akan membicarakan masalah kepindahan aku ke Clouds Inc. Aku pun datang. Kedatangan aku lebih cepat dari waktu yang di tentukan. Dan itu membuat aku mendengar percakapan dia dengan ayahnya di telepon. Ternyata dia hanya menginginkan robot itu . Begitu dia menyadari aku mendengar percakapannya, dia langsung menembak aku. Tepat di jantung," cerita Damon masih berlanjut.
****
Rhea baru saja menghabiskan slice ( potongan) terakhir keju panggang yang ada di piring, ketika ponsel nya berdering. Dari Miku. Dengan berkerut, dia mengangkat telepon.
"Selamat malam Bu," suara Miku menyapa sopan.
"Di sini pagi ,Bu," balas Rhea. "Ada apa?" tanyanya lagi.
"Begini Bu, Kemaren saya di pecat dari WT, saya tidak tahu apa kesalahan saya...." cerita Miku lirih.
__ADS_1
Di pecat? Rhea mengangkat sebelah alis. kalau begitu Miku sudah tidak berguna lagi untuknya.
"Bisakah anda memasukan saya beker..."
"Maaf, tidak bisa," potong Rhea. Dia sudah tahu kelanjutannya . "Saya sedang sibuk," dia segera mematikan sambungan telepon. Lalu memblokir nomor telepon Miku .
"Dari siapa ,Re?" tanya mama ingin tahu. Raut muka Rhea yang kesal membuat mama penasaran.
"Sekretaris CEO Rakhan. Dia di pecat dan minta di masukan kerja di perusahaan papa," jawab Rhea. "Aku tidak mau."
"Kalau dia sampai di pecat, berarti dia melakukan kesalahan fatal, kamu jangan ikut campur," pesan mama sambil memasukan sepotong quiche bayam keju ke dalam mulut.
Quiche adalah makanan sejenis pie yang berasal dari Perancis.
"Iya, Ma," angguk Rhea. Kenapa Miku Sampai di pecat? Apa karena sudah memberinya informasi tentang CEO Rakhan di Caliente? Waktu dia menyebut nama Miku, wajah CEO Rakhan terlihat marah, batinnya menduga duga.
Sambil makan, mama terus memperhatikan Rhea. Sejak mendapat telepon tadi pagi dari asisten Pak bisma, wajahnya anaknya itu seperti di tekuk delapan. Membawanya ke restoran rating bintang 5 tetap membuatnya terlihat kesal. Di tambah lagi dengan telepon barusan. Hilang sudah wajah cantik milik anaknya tersayang.
"Dari sini kita lanjut ke Highland Park ya?" ajak mama. "Di sana selain terdapat arboretum, juga ada pohon marples Jepang yang cantik dan berbagai spesies asli yang eksotik,"urai mama panjang berusaha membuat Rhea tertarik.
Arboretum adalah koleksi pepohonan yang luas dengan tujuan untuk pendidikan dan penelitian.
Siapa yang suka lihat pepohonan? Yang ada tambah suntuk, kata hati Rhea. Namun melihat wajah mama yang sepertinya ingin ke sana, dia juga tidak bisa menolak. Terpaksa mengangguk.
****
Rakhan melangkah masuk. Tak berapa jauh dari pintu depan, berdiri seorang laki laki tua yang penuh kharisma.
"Selamat pagi, Pak Bisma," sapa Rakhan sembari menjulurkan tangan. Mengajak bersalaman.
Ini rupanya Rakhan, CEO WT. Tampan. Aura pemimpin memancar kuat. Tak heran, Rara dan anak CEO In Tech sampai berebut, kata hati Pak Bisma.
"Silahkan duduk," sambut Pak Bisma sembari menjabat tangan Rakhan yang terjulur. Kemudian menyalami tangan Taksa yang juga sudah terjulur.
"Terimakasih, Pak," Rakhan duduk di sofa, di ikuti Taksa yang duduk di sebelahnya.
"Tidak perlu basa basi, aku sudah tahu kamu ke sini untuk bertemu Rara, cucuku kan?" pungkas Pak Bisma cepat. Beliau duduk di sofa di seberang Rakhan.
Rara? Apakah yang di maksud Chayra? kata Rakhan dalam hati.
"Ingin bertemu anda juga,Pak. Untuk meminta restu," jawab Rakhan sopan.
"Sebaiknya kamu selesaikan dulu urusanmu dengan anaknya CEO In Tech," timpal Pak Bisma. " Kalian sudah bertunangan dan akan segera menikah. Aku tidak akan membiarkan cucuku menjadi orang ketiga di antara kalian," sambungnya tegas.
__ADS_1
Sudah bertunangan dan akan segera menikah? Apakah itu yang di katakan Rhea? Rakhan mengerutkan dahi. Pantas saja Pak Bisma tidak ingin di temui, batinnya.
"Saya ingin meluruskan berita, Pak," kata Rakhan tenang. "Saya dan Rhea Hadiyan belum bertunangan apalagi akan menikah. Masalah pertunangan itu baru pembicaraan antar keluarga saja," jelasnya.
"Tapi kamu setuju untuk bertunangan dengan nya kan?" tukas Pak Bisma.
"Iya,betul. Tapi ...."
"Laki laki itu yang di pegang adalah omongannya," potong Pak Bisma tak suka. " Kalau tidak ada yang mau di katakan lagi, silahkan keluar," beliau menunjuk pintu keluar di mana Pak Aditya masih berdiri.
Wah, CEO di usir! Taksa terbelalak.
"Bisakah saya bertemu Chayra?" tanya Rakhan dengan raut wajah penuh harap.
"Tidak!" kata Pak Bisma tegas.
"Kakek, " Chayra muncul di ruang tamu. "Aku tunggu di meja makan dari tadi....CEO Rakhan?" dia menutup mulutnya. Kaget.
Kucing kecil? desis Rakhan.
Mereka saling bertatapan penuh damba.
"Kamu tunggu di dalam, kakek mau mengantar CEO ini keluar, dia sudah mau pulang," suara Pak Bisma menyadarkan pasangan yang saling melempar pandangan penuh cinta itu.
"Saya belum mau pulang, Pak," balas Rakhan cepat. "Saya ingin membicarakan sesuatu dengan Chayra ."
"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi," tandas Pak Bisma tak suka. Beliau tak ingin Rakhan menggoyahkan iman cucunya dengan kalimat kalimat menyesatkan. Cucunya terlalu baik untuk laki laki buaya darat seperti dia.
" Ada," timpal Rakhan bersikeras.
"Tidak ada!" balas Pak Bisma lebih keras lagi.
"Kek, aku mau bicara sebentar dengan CEO Rakhan," kata Chayra di antara persitegang Pak Bisma dan Rakhan.
"Mari, CEO, kita bicara di taman," sambungnya setelah Pak Bisma mengangguk. "Kakek di sini saja," lanjutnya menghentikan langkah Pak Bisma yang ikut membuntuti di belakang Rakhan.
"Hanya 5 menit, tidak boleh lebih!" teriak Pak Bisma yang di balas anggukan kepala Chayra.
Chayra melangkah ke taman kecil di samping ruang duduk. Rakhan berjalan mengikutinya.
"Seperti yang di katakan kakek, kita tidak..."
Rakhan langsung mencium bibir Chayra. Menguncinya sampai Chayra hanya bisa pasrah menerima.
__ADS_1