CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 97 : Kekesalan Rakhan


__ADS_3

Rhea segera masuk dengan langkah bergegas. Dia meletakkan tasnya di meja paling depan. Dia ingin begitu Rakhan memasuki kelas, akan langsung melihatnya.


Beberapa mahasiswi yang masuk belakangan pada melirik saat melewati Rhea. Tumben, Rhea duduk di bangku barisan paling depan, batin mereka. Biasanya, Rhea duduk di deretan paling belakang sambil menguap kebosanan.


"Dosennya sudah datang," kata Galang, mahasiswa yang sering telat datang, berlari masuk kelas.


Hm, Rhea mengambil kotak make up dari tasnya. Memberikan sedikit sentuhan blush on berwarna merah jambu di pipinya. Kemudian dia memastikan bibirnya masih terpulas dengan sempurna.


"Stt ..dosennya sudah masuk ,Re," bisik Nadia, yang duduk di sebelah Rhea. Dia pemegang nilai A untuk setiap mata kuliah.


"Ya," Rhea menutup kotak kosmetik lalu memasukkan kedalam tasnya.


Dia menatap ke depan kelas sambil tersenyum manis. Dalam sedetik ,senyumnya pun hilang.


Itu Taksa!


****


Chayra baru saja akan membuka pintu mobilnya, ketika dia melihat Damon datang mendekat.


Mau apa dia datang ke mari? batinnya kesal. Sebentar lagi jam makan siang, dia sudah berjanji akan melakukan video call dengan Rakhan.


"Aku mau mengajak kamu makan siang," kata Damon begitu dia mendekat. "Kamu naik mobilku saja, nanti mobilmu di ambil Pak Dar," sambungnya lagi.


Pak Dar adalah supir kantor.


"Maaf, aku tidak bisa," tolak Chayra tegas. Lebih baik dia makan sendirian di kamar sambil video call dengan Rakhan daripada makan siang bareng si Damon ini.


"Kakek yang meminta aku untuk mengajak kamu makan siang," timpal Damon.


" Meski kakek tidak menyuruh pun aku juga akan tetap mengajak kamu untuk makan siang bareng," lanjutnya. "Setelah kakek memberitakan perjodohan kita, kita bahkan belum pernah bicara berdua, " sambungnya lagi sambil tersenyum.


Dih, ngapain juga kakek nyuruh si Damon ngajak makan siang bareng, gerutu Chayra dalam hati. Tapi, kalau di tolak, aku pasti akan di ceramahi kakek, batinnya lagi.


"Ya, udah, " putus Chayra.


"Ayo," ajak Damon dengan senyum bahagia. Akhirnya setelah sekian lama, dia bisa berduaan juga dengan Chayra.


Dari kejauhan, ada empat pasang mata yang melihat kejadian di lapangan parkir gedung E.

__ADS_1


"Chayra dengan Mas Damon? Berarti video viral kemaren itu bukan hoax? Chayra memang calon istrinya Mas Damon?" kata hati Arfan sedih.


Setidaknya , dia sekarang merasa terhibur. Masih ada orang lain yang patah hati juga selain dia.


"Chayra pergi berduaan dengan Damon?" Taksa mengernyit. Apakah ini harus dilaporkan pada CEO? batinnya dilema.


****


"Kamu mau makan di mana?" tanya Damon sambil menyalakan mesin mobilnya. Tadi dia ke kampusnya Chayra bersama Pak Dar, jadi sekarang dia yang menyopir mobil sementara Pak Dar membawa mobil Chayra pulang ke rumah.


"Terserah," balas Chayra ogah ogahan. Sepanjang jalan matanya terus menatap ke arah jendela.


Astaga! dia menggaruk rambutnya. Dia lupa memberikan pesan pada Rakhan agar tidak meneleponnya. Karena dia saat ini sedang bersama Damon. Namun, jika dia memberi tahu, dia takut Rakhan akan cemburu.


"Kata kakek, kamu suka makanan di Blue restoran, bagaimana kalau kita makan di sana?" kata Damon mengusulkan.


Blue restoran? Chayra mengernyit. Itukan Restoran favorit Rakhan.Tapi hari ini Rakhan akan makan di kantor sambil video call dengan dia. "Iya," balasnya pendek.


Lagipula letak blue restoran paling dekat dari kampusnya di banding Restoran yang lain.


Sementara berjarak beberapa mobil di belakang, terdapat mobil Taksa mengikuti.


Dia pikir setelah memberikan kuliah yang melelahkan selama satu setengah jam, dia bisa pulang ke rumah untuk beristirahat. CEO memberinya waktu tiga jam untuk beristirahat sebelum kembali bekerja di kantor.


Tapi semuanya buyar karena jempolnya yang menelepon CEO.


****


Sekitar setengah kemudian, Damon dan Chayra sampai di Blue restoran. Chayra menolak ketika di ajak Damon untuk makan di ruangan VIP restoran itu. Dia tidak ingin berduaan saja dengan Damon. Dia memilih meja yang terletak di pojok ruangan di bawah jendela.


"CEO, Damon dan Chayra masuk ke dalam blue restoran," lapor Taksa melalui telepon.


"Kamu tunggu saja di sana, perhatikan terus mereka!" perintah Rakhan.


"Maksud CEO, saya menunggu di depan restoran?" tanya Taksa . Sebentar lagi jam makan siang, masa dia harus menunggu di depan restoran? Dia kan juga mau makan.


"Masuk ke dalam lah," balas Rakhan kesal. Masa perintah segampang itu masih juga tidak mengerti?


" Cari tempat duduk yang terdekat dari tempat mereka makan," sambungnya .

__ADS_1


"Kalau mereka makan di ruangan VIP, kamu masuk saja ke dalam, pura pura salah masuk," perintahnya lagi.


Ini sebenarnya aku seorang asisten CEO atau aktor sinetron? kata hati Taksa .


****


"Kamu tidak memesan makanan?" tanya Damon setelah melihat pelayan hanya membawakan segelas milkshake strawberry di hadapan Chayra.


"Aku sedang diet," balas Chayra. Padahal sebenarnya dia ingin cepat cepat pulang . Masih ada waktu sekitar satu jam lagi untuk melakukan video call dengan Rakhan.


Karena Chayra tidak memesan makanan, Damon juga hanya memesan segelas freddo capuccino. Yaitu minuman kopi yang di sajikan dingin.


"Aku ingin bertanya sesuatu pada kamu," kata Chayra . Dia berhenti menyeruput milkshake.


"Apa?" tanya Damon dengan wajah serius.


"Kenapa kamu setuju untuk menikah dengan aku? Apakah karena jabatan?" tanya Chayra ingin tahu.


Dia masih teringat bagaimana dia di sekap oleh Damon di Desa M. Dan bagaimana dia di jadikan tameng ketika menghadapi Rakhan yang datang untuk menyelamatkan nya.


"Jangan bilang cinta, karena aku tidak percaya," sambungnya sinis.


"Kamu benar. Karena cinta," timpal Damon. Suara terdengar tulus. Matanya juga memancarkan cahaya cinta yang membuat Chayra merasa silau untuk melihatnya.


"Cinta?Hah, aku masih ingat bagaimana kamu menjadikan aku tameng sewaktu di desa M," tukas Chayra tambah sinis.


"Itu karena aku masih ragu apakah kamu benar Chayra yang aku cintai. Kita bertemu beberapa tahun lalu di Inggris, kita duduk bersisian di London eye," jelas Damon.


London eye? Bukankan itu ketika aku masih berusia 12 tahun? Chayra mengernyit. "Kamu jatuh cinta pada anak kecil berumur 12 tahun?" dia menegaskan.


Damon mengangguk. "Aku sudah terpesona saat melihat kamu pertama kali. Kamu begitu manis dan cara bicaramu dengan mata yang berbinar membuat aku terpukau. Kamu bercerita menginginkan sebuah robot. Dan aku mengirimkannya untuk kamu," terangnya.


Huh, gombal, dengus Chayra dalam hati. Dia kembali menyeruput milkshake nya .


" Walau sekarang robot itu sudah kembali ke WT, tapi aku adalah penciptanya. Tidak sulit bagiku untuk membuatnya lagi," katanya menyakinkan Chayra.


"Memberikan seorang gadis barang curian itu bukan laki laki sejati," tiba tiba Rakhan berdiri di meja mereka. Wajahnya dingin. Matanya menyorot penuh amarah.


Huk , Chayra hampir tersedak milik shake.

__ADS_1


Rakhan! Kenapa dia mendadak bisa berada di sini?


__ADS_2