
Chayra menyetir mobilnya dengan kecepatan penuh. Dia ingin meminta kejelasan dari Rakhan mengenai Konferensi press itu. Bagaimana mungkin Rakhan setuju untuk menikahi Rhea? Apa benar Rakhan sudah melecehkan Rhea?
Damn! Dia melihat di kaca spion. Tak berapa jauh di belakang mobilnya, ada beberapa mobil mengikutinya dengan kecepatan yang sama dengannya. Dari mobilnya, dia sudah tahu itu mobil dari perusahaan kakeknya.
Dia yakin, di belakang mobil mobil itu ada mobil Damon.
Dia menurunkan kecepatan mobilnya lalu membuka laci dasboard dan mengeluarkan sebuah telepon mobil wireless dari dalamnya. Dia menekan nomor ponsel Damon.
Damon mengangkat telepon itu pada deringan pertama.
"Berhenti mengikuti aku, jika tidak, aku akan menabrakkan diri," ancam Chayra.
"Baik, aku akan menuruti kamu," jawab Damon cepat. "Kamu jangan bertindak gegabah. Ingatlah, kakek sangat menyayangi kamu," sambungnya berusaha menenangkan Chayra.
Menyayangi aku? Hah, geram Chayra dalam hati. Dia mematikan sambungan telepon lalu melemparkan ponsel itu ke atas jok di sebelahnya.
Jika benar benar menyayangi aku, pasti lebih mendahulukan kebahagiaan aku. Padahal Damon sudah menyerah tapi kakek tetap memaksa! batinnya kesal.
Dia menekan pedas gas dengan kakinya sekuat mungkin. Mobil kembali melaju kencang.
****
" CEO," bisik Taksa di telinga Rakhan. Dia tidak bisa menunggu sampai mereka tiba di ruangan CEO.
"Hm?" sahut Rakhan sambil terus berjalan menuju lift khusus ke ruangan CEO di lantai 9.
"Drone kita memantau pergerakan sebuah mobil keluar dari rumah komisaris Orang Tua Group. Mobil itu di kendarai oleh Nona Chayra," bisik Taksa memberitahu.
"Di belakangnya ada beberapa mobil yang mengikuti," lanjutnya melaporkan.
Akhirnya Chayra bisa keluar juga, batin Rakhan senang. Semenjak kejadian malam itu, dia sudah menugaskan drone untuk memantau pergerakan Chayra. Dia ingin menjelaskan masalah itu kepada Chayra. Tapi gadis itu tidak pernah muncul sampai hari ini.
"Tugaskan sekelompok orang untuk menjamin keselamatan nya," perintah Rakhan. " Bawa dia ke sini. Pastikan semua area bersih dari wartawan, " lanjutnya lagi memerintah.
"Baik, CEO," ujar Taksa mengikuti perintah.
****
"Aku pikirkan dulu," ujar mama Rhea sambil mematikan sambungan telepon.
"Kenapa mama tidak setuju dengan syarat laki laki itu?" sambut Rhea kesal.
"Apa kamu pikir keluarga Khaizurran dan keluarga Hadiyan akan mengakui kamu jika mama bersama laki laki itu?" sahut mama Rhea tak kalah kesal.
__ADS_1
"Mama bisa menunggu bersama dia begitu aku sudah menikah dengan Rakhan," balas Rhea tak mau kalah. "Aku tidak mau kita hanya duduk berpangku tangan melihat kekalahan," sambungnya sewot.
"Pikiran mu pendek," timpal Mama Rhea sambil memukul kepala Rhea dengan ponsel beliau.
"Kamu pikir papa akan tinggal diam melihat mama bersama laki laki itu? Apalagi laki laki itu akan mengumumkan kamu adalah anaknya. Apa kamu pikir keluarga Khaizurran akan membiarkan kamu menjadi menantunya?" semprot beliau.
Hm, benar juga, aku Rhea dalam hati. "Terus rencana mama bagaimana? Aku tidak bisa ke WT, karena di larang papa. Kata papa supaya aku tidak di tanya macam macam oleh wartawan," ujarnya meminta pendapat.
"Siapa bilang kamu tidak bisa?" senyum mama Rhea misterius. " Mitha baru saja mengirim pesan singkat pada mama. Papa kamu sudah meninggalkan WT begitu juga dengan para wartawan."
"Jadi aku bisa ke WT?" kata Rhea menegaskan.
"Ya, kamu jangan lupa serbuk kristal putih itu. Masih ada kan?" balas mama.
"Masih ma, aku kemaren pakai cuma sedikit," jawab Rhea cepat. " Aku pergi dulu ma, bye," teriaknya girang.
*****
"Sial!" Efron melemparkan ponselnya ke dinding. Ponsel itu jatuh berderai ke lantai. Perempuan itu sudah berani menutup telepon ku! beliau membatin marah.
Edward yang berdiri di dekat pintu bergidik ngeri. Terbayang olehnya betapa marah bosnya itu. Seperti nya sudah level maksimum.
Aku akan membatalkan pernikahan itu! tekad Efron penuh emosi.
"Ya, Tuan," sahut Edward mendekat.
"Jemput gadis itu, bagaimanapun caranya!" perintah Efron tegas.
" Baik,Tuan," angguk Edward patuh. Gadis yang malang, batinnya dalam hati.
****
Kret....pintu ruangan CEO terbuka. Rakhan yang tengah meneliti dokumen perencanaan proyek langsung mengangkat muka. Senyum lebar menghiasi bibirnya.
Hm, Taksa menarik nafas. Dia tak sanggup melihat adegan romantis yang akan terjadi di depan matanya.
"Permisi CEO," pamitnya tahu diri.
Rakhan tidak menyahut. Mata dan pikirannya sudah tertuju pada sesosok yang berdiri canggung di depan pintu.
"Kenapa kamu diam saja?" katanya sambil berdiri dari kursi kerjanya.
"Aku mau minta kejelasan dari kamu," balas Chayra kesal. " Kamu sudah bohong padaku. Kenapa kamu tiba tiba ingin menikah dengan Rhea?" dia memonyongkan bibirnya. " Berarti kamu benar melakukan pelecehan kepada dia," sungutnya.
__ADS_1
Bibir yang sangat indah, gumam Rakhan. Dia tidak mendengar segala Omelan Chayra. Matanya sudah terfokus pada bibir itu.
"Kenapa kamu diam saja ..um....um.." Chayra tidak bisa bicara karena bibirnya sudah di tutup oleh Rakhan.
Huh, selalu begini, gumamnya dalam hati. Dan aku selalu kalah, batinnya resah.
"Aku rindu kamu," rintih Rakhan sambil menurunkan bibirnya ke leher Chayra. Dia mengisap leher itu sampai meninggalkan tanda merah di sana.
"Ini bukti kepemilikan aku," katanya sambil terus meninggalkan beberapa tanda merah di tempat lain.
BraK! Pintu ruangan CEO terbuka dengan gerakan kasar. Sepasang sejoli yang tengah di mabuk cinta itu tersadar.
Siapa yang berani menerobos masuk ke ruangan CEO! geram Rakhan di dalam hati.
****
"Nona Chayra sudah masuk ke dalam WT tower, Pak Damon," lapor seorang penjaga bayangan melalui ponsel. " Apa instruksi anda selanjutnya?"
"Kita tunggu saja," kata Damon santai tapi dengan segudang rasa cemburu di hati.
"Baik ,Pak," sahut penjaga bayangan. Dia merasa kagum kepada Damon yang tidak menunjukan rasa amarahnya padahal calon istrinya tengah bersama mantan pacarnya.
Aku akan biarkan saja dulu, nanti pada saatnya juga aku yang jadi pemenang nya, batin Damon dalam hati.
"Pak, saya melihat Nona Rhea Hadiyan masuk ke gedung WT," lapor pengawal bayangan begitu dia melihat sekelebat bayangan Rhea.
Nah, ini yang di tunggu, gumam Damon menyeringai. Pertunjukan akan segera di mulai!
****
"Dasar perempuan jal*ng!" teriak Rhea sambil mengayunkan tendangan ke arah Chayra.
Dengan sigap Rakhan memutar tubuh Chayra lalu menahan tendangan itu dengan kakinya.
Rhea terpental jatuh. Tendangan Rakhan memang sangat kuat bertenaga.
"Siapa yang menyuruh kamu masuk?" kata Rakhan marah.
"Siapa yang berani melarang aku?" teriak Rhea . "Aku adalah calon istri anda!" tegasnya .
Sial! Dengan adanya Chayra, aku tidak bisa memakai serbuk kristal putih itu, gumamnya dalam hati.
"Keluar! Tunggu giliran kamu bertemu aku," usir Rakhan. Dia memencet interkom. Memanggil petugas keamanan perusahaan.
__ADS_1