
"Apa maksudmu?" sambar Damon. Apa Chayra akan melakukan tindakan nekat?
"Ini ambil!" seru Chayra seraya mendorong Alsava dengan kekuatan penuh.
Alsava terhuyung dan menimpa Damon yang tidak sempat menghindar. Mereka jatuh berhimpitan.
Melihat Damon dan Alsava sudah jatuh di lantai , Chayra bergegas lari. Dia berlari keluar dari mall. Di pintu keluar ,dia berhenti sesaat. Dia memutuskan untuk naik ojek online yang kebetulan baru menuruni penumpang di lobi utama mall.
"Tunggu!" seseorang mencegat tangannya.
Chayra berbalik badan. "Kamu?"
***
Mama merebahkan dirinya di atas ranjang. Tas tangannya beliau taruh di atas nakas di samping tempat tidur .
Dreet... ponsel mama Rhea yang masih berada di dalam tas tangannya. Dengan malas ,Mama mengeluarkan ponsel itu dari tasnya .
Hm, dia lagi, gerutu mama tak suka. Mama memutuskan untuk mematikan ponselnya sementara waktu. Beliau takut jika Rhea sudah meretas ponselnya. Satu ucapan saja dari Efron bisa mengakhiri hidupnya bersama Farras.
****
Damn! Efron melempar ponselnya ke dinding kamar hotel. Aleasaa berani mematikan telepon darinya. Beliau tidak akan memberikan kesempatan kepada Aleasaa untuk pergi darinya.
Rhea adalah harapan nya untuk mewarisi bisnisnya, setelah Eouin terbaring koma di rumah sakit dan entah kapan akan tersadar lagi.
Beliau juga masih menyimpan perasaan cinta pada Aleasaa. Pernikahan nya dengan Marja Eleabs, mamanya Eouin sudah berakhir begitu Eouin lahir. Beliau tidak mencintainya dan tersiksa hidup dengannya. Sebagai hiburan, beliau berganti ganti pasangan layaknya berganti baju. Namun sampai saat ini, masih Aleasaa yang bertahta di hatinya.
Kring ...kring, ponsel yang tergeletak di lantai berdering. Efron mengambil ponsel itu. Ponsel itu masih utuh meski dilempar dengan begitu kuat. Hanya lecet di bagian layar monitornya.
Hm...tekhnologi WT memang luar biasa, gumam Efron. Beliau terpaksa mengaguminya.
Dahi Efron berkerut saat melihat siapa yang menelepon nya. Sebuah nomer yang tidak di kenal. Tapi nomer itu nomer telepon Indonesia. Beliau tidak punya teman di sini.
Efron menerima panggilan telepon itu dan menekan speaker. Suara seorang gadis terdengar di seberang sana.
Rhea? Efron terperanjat.
****
"Bangun!" teriak Damon karena Alsava masih terbaring di atas tubuhnya. Tidak ada tanda tanda gadis itu akan berdiri dari tubuhnya.
"Aku, aku tidak bisa, punggungku terasa sakit," Alsava berdalih. Tidak dapat CEO Rakhan, Damon boleh juga.
__ADS_1
"Punggung kamu patah aku juga tidak perduli," seru Damon kesal. Dia mendorong tubuh Alsava ke pinggir dengan kasar. Lalu berdiri dengan cepat.
"Jangan pergi dulu," cegah Alsava sigap. Dia memegang lengan Damon kuat kuat. Dia bertekad tidak akan membiarkan Damon pergi. Kesempatan mendapatkan laki laki muda dan mapan tidak akan datang dua kali.
"Pergi!" Damon mendorong Alsava dengan kasar sampai gadis itu jatuh dan terantuk di dinding.
"Apa sih bagusnya Chayra? Aku lebih cantik dari dia," seru Alsava tidak terima.
"Kamu mana bisa di bandingkan dengan Chayra," sengat Damon tertawa. " Pulang ke rumah dan berkaca dengan benar," sambungnya sambil bergegas pergi.
Sementara itu di lobi utama mall, Chayra tertahan di sana. Seseorang memegang tangannya dengan sangat kuat.
"Siapa kamu? Lepaskan aku," kata Chayra. Dia mengibas ngibaskan tangannya agar lepas dari pegangan laki laki itu. Namun tenaga nya tidak sebanding dengan laki laki itu.
"Maaf Nona, jangan mempersulit saya," pinta laki laki berbadan tegap dan berambut cepak itu.
Apakah ini pengawal bayangan yang di sewa kakek untuk mengawasi aku? kata Chayra dalam hati.
"Lepaskan Chayra!" seru Arfan dari jauh. dia berlari mendekat.
"Ini bukan urusan anak kecil," balas laki laki itu sambil mendorong Arfan yang bergerak mendekat.
"Lepaskan Chayra!" teriak Arfan sembari menghujam pukulan tangannya ke arah laki laki itu.
"Lepaskan dia!" perintah Chayra. "Aku akan ikut dengan kamu," sambungnya merasa kasihan melihat Arfan meringis kesakitan.
"Jangan, Ra! Aku sudah berjanji akan melindungi kamu," cegah Arfan. Dia berusaha menahan tangannya dari pitingan tangan laki laki itu. Namun dia kalah tenaga.
"Pergi sana!" kata laki laki itu seraya melepaskan pitingan tangannya dan menendang Arfan dengan sekuat tenaga. Arfan jatuh terduduk tak berapa jauh dari Chayra berdiri.
"Sudah, fan, kamu pulang saja, aku tidak apa apa," kata Chayra menenangkan. "Laki laki ini juga suruhan dari kakek," sambungnya lagi.
"Tapi jika kamu ikut dia, kamu akan di nikahkan dengan Mas Damon kan? " sahut Arfan tak rela. Ini kesempatan dia untuk bisa menjadi pahlawan di mata Chayra.
"Lepaskan Chayra," seru Arfan sambil berdiri lalu berlari ke arah laki laki itu.
Duk! laki laki itu kembali menendang Arfan sambil terjatuh sementara tangannya masih memegang erat tangan Chayra.
"Dia bukan lawan kamu, Fan," kata Chayra iba. Dia melihat darah mulai menetes keluar dari kaki Arfan.
"Aku tak perduli," Arfan kembali berdiri dan mulai menyerang laki laki itu dengan tangannya yang terkepal.
Saat laki laki itu menghindarkan tubuhnya dari tinju Arfan, Chayra menginjak kaki laki laki itu sekuat tenaga sampai pegangan tangannya pada tangan Chayra terlepas.
__ADS_1
Kemudian Chayra berlari meninggalkan lobi utama mall.
"Biarkan Chayra pergi," Arfan mencegat laki laki itu untuk mengejar Chayra.
"Minggir!" laki laki itu menepis tubuh Arfan lalu mengejar Chayra yang terus berlari.
*****
"Rhea?" Cetus Efron tak percaya. Rhea berinisiatif meneleponnya.
" Anda tahu nama saya? Apakah mama yang memberitahu?" tanya Rhea cepat. Sudah sejauh mana hubungan mama dengan laki laki ini?
"Bagaimana jika kita bertemu di suatu tempat?" balas Efron menawarkan. Ini kesempatan bagus untuk memberitahu Rhea tentang sebuah kenyataan jika dia adalah ayah kandungnya.
***
"Berhenti, Nona!" seru laki laki itu sambil mengejar Chayra.
"Aku tidak mau," cibir Chayra.
"Kamu mau kemana sih?" tahu tahu Damon sudah berada di hadapan Chayra.
"Kenapa kamu tiba tiba sudah berada di sini?" tunjuk Chayra heran. Dia melihat Alsava mendekap erat tubuh Damon.
"Aku lewat pintu belakang mall," tunjuk Damon. "Aku di beritahu Nanggar, kamu berlari menunju pintu belakang mall," jelasnya .
Nanggar? Apakah maksud Damon adalah pengawal bayangan itu?
"Kamu sebaiknya pulang, kasihan kakek. Jantung kakek tidak akan kuat menerima kenyataan jika kamu kabur dari rumah," saran Damon.
"Kakek..." Chayra terdiam sesaat. Tapi..apakah dia sanggup menukar kebahagiaan nya dengan kesehatan kakek?
"Benar Nona, Pak Bisma hanya punya nona seorang sebagai keluarga," timpal Nanggar yang berhasil menyusul Chayra.
"Ayo pulang," Damon menangkap tangan Chayra dan menariknya ke arah tempat parkir mobil.
Chayra menurut tanpa berusaha melawan. Kesehatan kakek memang yang lebih utama.
"Chayra, kamu juga tidak boleh melupakan kebahagiaan kamu sendiri," kata Arfan dengan nafas terengah engah.
Kebahagiaanku sendiri? Chayra merasa tergugah.
"Jangan perdulikan dia!" tegas Damon melihat Chayra mulai bimbang.
__ADS_1