CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 138 : Pastikan Pernikahan Rakhan berjalan lancar tanpa gangguan!


__ADS_3

Rasa penasaran Taksa terjawab oleh kedatangan Pak Thamrin sesaat kemudian. Dari hasil penyelidikan Tim biologi, di ambil kesimpulan jika bubuk kristal putih itu di produksi oleh Cloud inc.


"Kita bisa membuat obat penawar racun itu ,Pak," kata Pak Thamrin mengakhiri laporannya.


"Tidak perlu, Pak," geleng Taksa. " Rhea sudah memberikan CEO obat penawarnya . Yang perlu kita buat obat penawar dari penghapus ingatan," sambungnya begitu teringat perkataan Chayra.


"Obat penawar dari penghapus ingatan?" ujar Pak Thamrin kaget. " Apa anda punya sedikit sisa obat itu ?"


"Tidak," geleng Taksa lagi. " Obat penghapus ingatan itu bahkan belum ada," lanjutnya.


"Jika obat itu belum ada, bagaimana mungkin kami membuat obat penawarnya? Kami butuh meneliti komposisi obat itu untuk mengetahui kandungan zat aktif yang di milikinya. Dari kandungan zat aktif itu lah nanti kami akan mencari zat lain yang bisa meredamnya," beber Pak Thamrin menjelaskan cara kerja Tim beliau.


"Ya, aku tahu," ujar Taksa muram. Apakah sampai di sini saja akhir cerita cinta CEO dengan Chayra? batinnya.


**#


Mama Rhea menunggu di ruang tengah rumahnya sampai tengah malam. Namun suaminya tak kunjung pulang. Sampai akhirnya beliau tertidur di atas sofa di ruang tengah.


Beliau terbangun esok paginya. Karena di bangunkan oleh Mbok Isah, salah satu pelayan di rumahnya. Mbok Isah memberitahu jika Pak Farras menunggu di ruang kerja.


Farras sudah pulang? kata mama Rhea kaget. Beliau buru buru berdiri dari sofa dan bergegas masuk kamar mandi tamu yang berada di sebelah ruang tengah. Tidak mungkin kan menghadap suaminya dengan wajah bantal?


Setelah membersihkan wajah dengan pembersih wajah yang terdapat di kamar mandi, beliau bergegas menuju ruang kerja yang terletak tak jauh dari kamar mandi tamu.


Beliau masuk ke dalam ruang kerja setelah mengetuk pintu. Didalam ruang kerja, beliau melihat suaminya duduk di kursi kerja. Wajahnya terlihat lelah.


Beliau melangkah masuk. Seketika suasana canggung mengular di dalam ruangan.


Papa Rhea menggerakkan tangan beliau untuk meminta istrinya duduk di kursi di hadapannya. Melihat istrinya menunggu semalaman di ruang tengah membuat hati beliau sakit. Istrinya itu bahkan tidak mau menunggu di dalam kamar tidur mereka .


"Ini kan yang kamu mau?" kata beliau begitu istrinya duduk di hadapannya. Beliau mengansurkan selembar kertas.


Mama Rhea membaca tulisan yang tertera di atas kertas itu. Tertulis Surat perceraian .


"Ya," angguk beliau lirih. " Sayang, aku minta maaf ..."


"Bawa surat ini. Aku sudah menandatangani nya," sela papa Rhea dingin.

__ADS_1


"Ya," angguk mama Rhea.


"Kamu sudah bisa menikah sekarang. Karena jika menunggu surat pengadilan akan memakan waktu paling cepat 3 bulan," jelas papa Rhea dingin.


Ya Tuhan. Aku tidak menyangka pernikahan aku akan berakhir seperti ini, beliau membatin.


"Terimakasih," sahut Mama Rhea lemah. Beliau tidak sanggup untuk berkata kata. Karena jika keluar satu patah kata akan langsung mendorong banjirnya air mata.


Papa Rhea hanya diam. Tidak membalas ucapan itu. Ingin beliau bertanya apa kekurangan beliau sebagai suami dan ayah, sehingga dua perempuan yang paling di cintainya lebih memilih laki laki lain.


Namun harga diri yang tinggi membuat beliau menelan kalimat itu mentah mentah.


****


Sejak kembali ke rumah, Chayra hanya berguling guling di atas kasur. Dia sama sekali tidak keluar kamar. Tidak pergi kuliah. Tidak juga membezuk Damon di rumah sakit, meski kakeknya terus memaksa.


"Bagaimana kabar Rakhan ya?" kata nya sambil menatap langit langit kamarnya.


Sudah empat hari berlalu tapi belum ada juga berita. Bahkan Pak Taksa juga tidak memberi tahu aku, katanya lagi.


Dia menghela nafas. Mungkin benar kata Rhea, Rakhan sudah di beri obat penghilang ingatan. Aku tidak perlu lagi berharap, batinnya bertekad.


Setelah empat hari tak ada berita, akhirnya CEO mengirim pesan juga, batinnya.


CEO menyuruh aku untuk menggantikan tugas sebagai CEO selama beberapa hari, karena CEO akan menikah, dia membaca pesan itu.


CEO akan menikah? Apakah dengan Rhea? ketik Taksa ingin tahu.


Iya. Tapi jangan sampai keluarga aku tahu. Karena status Rhea yang secara mendadak menjadi anak Pak Efron Finn, balas Rakhan mengetik.


Rhea anak Pak Efron Finn? Kenapa bisa? Taksa ingin bertanya lagi tapi tidak jadi. Takut membuat atasannya itu menjadi marah.


Orang kantor juga tidak perlu di beritahu. Cukup kamu saja yang datang ke pernikahan aku empat hari lagi . Nanti aku beritahu jadwal acara dan tempatnya , ketik Rakhan lagi.


Siap, CEO, balas Taksa mengetik. Hah, berakhir sudah kisah percintaan CEO dan Chayra, katanya dalam hati.


Nampak nya CEO memang sudah di beri obat peluntur ingatan itu. Karena tadi CEO jelas jelas mengetik akan menikah dengan Rhea, dia membatin.

__ADS_1


Tidak seperti beberapa hari yang lalu, CEO masih menyebut nyebut nama Chayra. Masih mengira bersama Chayra padahal tengah bersama Rhea.


Seperti nya obat peluntur ingatan itu sangat mengerikan, batinnya lagi.


*****


Kevin hillers berdiri menunggu di samping tempat tidur Damon. Dia sudah berdiri di sana beberapa menit sebelum dokter datang untuk visite.


Visite adalah kunjungan dokter bersama perawat ke kamar pasien rawat inap.


Setelah dokter dan perawat pergi dari ruangan, barulah dia melaporkan hasil penyelidikan nya.


Pada hari dia membawa Damon ke rumah sakit ini, Damon menyuruhnya untuk menyelidiki orang yang ikut bersama Rhea.


"Hm ...jadi orang itu adalah anak buah dari Efron Finn? Dan sekarang Nyonya Farras Hadiyan menjadi Nyonya Efron Finn?" kata Damon takjub.


" Waw ....ouch," ujarnya sambil memegang bibirnya karena membukanya terlalu lebar.


"Iya, Pak," angguk Kevin. " Hati hati, Pak," katanya prihatin. " Wajah anda baru kemaren di buka perbannya," lanjutnya mengingatkan.


"Iya," dengus Damon kesal. Gara gara tendangan Rakhan, dia sampai harus menjalani operasi wajah. Operasi retak tulang pipi, retak tulang hidung dan retak rahang. Rasa sakit yang dia alami membuat dendamnya semakin menyala.


"Lalu apa kamu yakin Rakhan akan menikahi Rhea?" tanya nya memastikan.


"Ya ,Pak. Saya mendengar sendiri mereka sedang mengurus semua dokumen terkait pernikahan itu," jawab Kevin menyakinkan.


"Bagus," timpal Damon puas. Dia tidak perlu berusaha keras untuk menyingkirkan Rakhan. Karena Rakhan sendirilah yang memutuskan untuk menyingkirkan Chayra.


"Apa kamu tahu kenapa Rakhan memutuskan untuk menikahi Rhea?" tanyanya ingin tahu.


"Dari kamera pengintai yang aku letakkan di dalam apartemen Rhea, mereka menyuntikkan obat peluntur ingatan pada Pak Rakhan , Pak," urai Kevin.


Hm...ternyata mereka lebih kejam dari yang aku duga, batin Damon. Tapi siapa yang perduli?


"Apa perintah anda selanjutnya Pak?" tanya Kevin.


"Kapan pernikahan Rakhan akan di langsungkan?" tanya Damon.

__ADS_1


"Empat hari lagi,Pak," jawab Kevin.


"Pastikan pernikahan Rakhan berjalan lancar tanpa gangguan!" perintah Damon.


__ADS_2