
Pfuhh....
Chayra menarik nafas lega. Dia meletakkan ransel di atas nakas lalu menghempaskan badannya di atas sofa . Di sebelah Damon yang masih dalam kondisi off. Dia sedikit berdebu. Namun , Chayra belum berniat untuk mengaktifkan nya hari ini. Dia ingin menikmati hari.
Setelah beberapa hari menginap di rumah Rhea, senang rasanya bisa kembali ke apartemen. Bisa berbuat sesuka hati . Tanpa risau di cecar pertanyaan tentang CEO Rakhan.
Chayra mengambil konsol PS 4 yang tersimpan di dalam rak kabinet berbahan kayu jati mahoni Berau, yang berada di bawah televisi. Dia juga mengeluarkan headset dan kontroler dual shock 4. Dia ingin bermain game.
Chayra menancapkan kabel HDMI dan kabel power PS4 ke televisi. Kemudian saat dia hendak memencet tombol power , ponselnya berbunyi.
Dia berjalan ke arah nakas lalu mengambil ransel dan mengeluarkan ponsel dari dalam nya. Telepon dari Rhea.
" Ra, laki laki yang di tahan di kantor polisi itu, dia ..dia mati .." kata Rhea begitu Chayra menekan tombol menerima. Dari nada suaranya terdengar dia seperti terguncang .
"Siapa?" tanya Chayra heran. Otaknya masih belum terkoneksi dengan arah pembicaraan Rhea.
"Laki laki yang menyerang aku waktu itu," jawab Rhea menjelaskan. "Tadi siang, ada yang menjenguk nya, kata polisi , seorang pengacara dan dua orang asistennya. Kemudian baru saja polisi memberitahu, laki laki itu mati di dalam sel nya," dia mengakhiri ceritanya.
"Mati? Kenapa?" tanya Chayra lagi. Dia merasa heran kenapa suara Rhea bergetar.
"Belum tahu. Mayatnya sedang di otopsi," lanjut Rhea.
"Ya sudah, kamu tunggu saja hasilnya," sahut Chayra santai. Dia bersiap hendak menyalakan tombol power televisi. Lalu memulai game terbaru yang terdapat dalam konsol PS4.
"Bagaimana aku bisa tenang? Laki laki itu sudah mati. Ada orang yang telah membunuhnya. Pasti orang hebat. Karena bisa membunuh seorang tahanan polisi. Dan orang itu sedang mengincar aku. Kamu juga dalam bahaya, Ra," teriak Rhea di telepon.
Wah, betul juga. Langkah Chayra tertahan di depan konsol PS4. "Terus? Apa rencana kamu?" tanya Chayra ingin tahu.
"Minta Damon untuk menyelidiki laki laki itu. Aku punya foto KTP dia. Aku kirim ke WA sekarang," sahut Rhea. Dia mematikan sambungan telepon. Sedetik kemudian, sebuah pesan masuk ke telepon Chayra.
Chayra membuka pesan dari Rhea. Isi pesannya sebuah foto KTP.
Pufh...Chayra menarik nafas. Dia terpaksa menunda bermain game. Tahu kan bagaimana Rhea?
Chayra melangkah mundur mendekati Damon . Dia memindai QR Code di tengkuk Damon . Selang beberapa detik, Damon bergerak.
Teeet....treet ....
Damon mulai bicara .
__ADS_1
Identifikasi robot di mulai.
Nama: 081212
Berasal dari prototipe robot no induk: 2012
Awal produksi tahun 2015
Ada apa dengan Damon? Chayra menggaruk rambut. Kenapa Damon terlihat aneh?
"Damon? Kamu mengenali aku tidak?" Chayra mendekatkan muka.
Damon menatap fokus ke wajah Chayra. " Memindai lapisan iris...warna iris hazel, Ukuran bola mata 24,2 mm, ukuran sagitalnya 24 mm..." katanya sambil menatap Chayra.
"Are you oke?" tanya Chayra kuatir. Kenapa Damon bertingkah aneh seperti ini?
"Tuan telah di kenali. Selamat malam putri Chayra," senyum Damon.
Pffh...Chayra menarik nafas lega. Tadi dia sempat kuatir melihat Damon.
"Karena Damon sudah dimatikan selama beberapa hari, jadi harus memindai dari awal," terang Damon.
Damon menatap foto KTP di ponsel Chayra. " Pencarian di mulai, nama Didi Riyadi, No Nik 1409......" dia memulai pencarian data.
******
CEO Rakhan meremas rambutnya. Kesal. Geram. Mengkal hati.
Baru pulang dari kantor, baru saja mau bersandar di sofa refleksi berbahan kulit sintetis import, Taksa menelepon dia. Langsung dari Rumah Sakit . Mengabari berita buruk.
Orang itu, Didi Riyadi, di temukan meninggal di dalam selnya. Tubuhnya kaku dan membiru. Kemungkinan di racun. Dari hasil otopsi, di temukan bahwa paru parunya mengalami penumpukan cairan, yang menyebabkan sulit bernafas. Badannya menjadi kejang dan membiru. Racun yang di temukan dalam tubuhnya adalah risin.
Risin berasal dari protein beracun buah biji jarak dan tidak ada penyembuhnya.
Fyi, ini penampakan buah biji jarak ya readers, jadi kalau ketemu dengan buah semacam ini hati hati ya, karena merupakan racun paling berbahaya di dunia.
" Maaf ,CEO, kami datang terlambat," kata Taksa dengan nada pelan. Perlu waktu untuk mengumpulkan pengacara yang tidak di kenal publik. CEO Rakhan meminta jangan sampai di sorot media. Jika meminta bantuan pengacara kondang, di jamin berita ini akan tersiar luas di berbagai media.
__ADS_1
"Sudah, tidak perlu meminta maaf," timpal CEO Rakhan. Sekarang dia harus memikirkan cara lain untuk mencari informasi.
"Minta retina korban pada dokter forensik," ujar CEO Rakhan sedetik kemudian. "Kemudian kirimkan ke laboratorium kita yang berada di Nevada," lanjutannya lagi.
"Baik,CEO," sahut Taksa lega. Tadinya dia sudah pasrah akan di marahi CEO Rakhan habis habisan. Karena gagal dalam tugas.
Tapi, hei, ini sebenarnya bukan bagian dari tugas aku , ya kan? Hati Taksa berkata. Aku ini seorang sarjana akuntansi. Tugasku seharusnya membuat laporan keuangan perusahaan. Bukannya berhubungan dengan tahanan polisi, hatinya berkata lagi.
"Bagaimana, Pak?" tanya Aydan Arsalan, salah seorang pengacara muda yang dia bawa.
"Berdasarkan arahan CEO, kita akan..." Taksa menjelaskan langkah selanjutnya.
Aydan mengangguk. "Baik,Pak," katanya.
Taksa berjalan kembali menuju ruang otopsi yang tadi dia tinggalkan bersama tiga orang pengacara.
****
Chayra memasang platinum wireless stereo headset di kedua telinganya. Bersiap untuk main game Uncharted : A Thief End 4.
"Petualangan Nathan Drake di mulai," gumam Chayra sambil memencet tombol kontroler nya. Karakter Nathan Drake sangat lihai. Dia berlari, melompat , berenang dengan sangat cepat. " Keren," gumamnya lagi seraya terus memencet kontroler.
"Jangan ambil arah sana ,Putri," tiba tiba Damon mengambil alih kontroler dual shock 4 yang tengah di pegangnya. " Nanti ada jebakan di sana," sambungnya.
"Damon, aku tidak perlu di beritahu," Chayra mengambil lagi kontroler yang di pegang Damon .
Ini game yang tengah di mainkan Chayra ya readers, apa sudah ada yang pernah memainkannya?
Tingkah laku Chayra dan Damon tak luput dari pengawasan seseorang dari apartemen seberang. Reindra mengamati melalui teropong binocular yang menempel di kedua matanya. Setelah beberapa hari dia tidur di rumah, bergelut bersama istrinya, sekarang harus kembali ke apartemen, membuat dia lemas. Namun apa mau di kata, tugas dari CEO Rakhan tidak boleh di tolak. Ke Somalia hukuman nya.
"Chayra dengan seorang laki-laki?" Reindra mengerutkan dahi. Harus di laporkan pada CEO!
Reindra segera mengambil ponsel yang tergeletak di atas nakas.
"Hanya berdua saja? Apa kamu tidak lihat ada orang lain di sana?" berondong CEO Rakhan.
"Dari sini saya hanya melihat mereka berdua saja ,CEO , sepertinya mereka sedang bermain game," balas Reindra. "Sekarang saya tidak bisa melihat lagi dengan jelas ,CEO, mereka sudah menutup gordennya," lapornya lagi.
__ADS_1
Kucing kecil itu dengan seorang laki-laki? Apakah itu saudaranya? CEO Rakhan mengira ngira. Atau... pacarnya?