CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 40: Jangan Panggil Aku, CEO!


__ADS_3

Menjelang siang, Rhea baru memutuskan untuk bangun dari ranjangnya. Sedari tadi dia hanya berguling guling di atas ranjang sambil menonton berbagai acara di panel LED, televisi layar datar yang menempel di dinding kamar. LED itu baru saja di belikan papanya. Keluaran terbaru. Belum ada di pasaran. Dia tidak tahu apa kelebihannya dari LED yang lain. Dia tidak terlalu memperhatikan. Isi kepalanya penuh dengan nama Didi Riyadi .


Dari hasil pencarian Damon yang di laporkan Chayra kemaren malam, Didi itu seperti


seseorang dari negeri antah berantah,


he's coming out of nowhere. Tidak ada kerabat. Manusia sendirian. Dan mati juga sendirian, tidak ada yang menangisi. Bahkan kata polisi pemakaman nya tadi pagi tidak di hadiri satupun keluarga.


Dari Pak Jaya, polisi yang menangkap Didi, Rhea mendapat informasi bahwa seorang pengacara dan dua asisten yang menjenguk Didi dalam tahanan, tidak pernah muncul lagi. Dari hasil penelusuran polisi, identitas mereka ternyata palsu.


Rhea mengambil ponsel di atas nakas di samping ranjang. Dia ingin Damon mencari informasi lagi tentang Didi. Dan Damon tidak akan bergerak jika bukan Chayra yang menyuruhnya.


Dia menekan nomor ponsel Chayra. Tidak tersambung. Dia menekan lagi. Masih tidak tersambung. Menekan lagi. Tetap tidak tersambung.


Tumben ini Chayra. Ponselnya mati, batin Rhea heran. Sudah lah, dia meletakkan ponsel kembali ke atas nakas. Nanti dia akan ke apartemen saja. Sekalian membawa setelan baju kerja Chayra yang tertinggal dalam lemari nya .


****


"I am waiting," tegur CEO Rakhan. Matanya menatap tajam ke arah Chayra yang masih diam di tempat.


"Eh,iya...," Chayra ragu sejenak. " Bagaimana kalau bagian ini kita lewati saja? lanjut ke pembahasan berikutnya," katanya menyarankan. Syukur syukur,CEO ini setuju,harapnya dalam hati.


"Kenapa? Kamu keberatan?" tanya CEO Rakhan dingin.


"Bukan, bukan ,CEO," Chayra buru buru menjawab." Saya hanya tidak pernah mencium seseorang. Saya takut akan melukai anda," alasannya.


"Memangnya bibir kamu terbuat dari besi?" tukas CEO Rakhan sebal. Ini orang ada ada saja alasannya. " Masih ingat rules yang aku katakan beberapa hari yang lalu?" katanya mengingatkan.


"Iya, masih ingat, CEO," Chayra menundukkan muka. Aduh, bagaimana ini ya? Aku harus menemukan alasan yang tepat. Aku tidak bisa mencium CEO ini, hatinya memutuskan.


"Jangan panggil aku, CEO," CEO Rakhan mengingatkan. " Pacar aku tidak boleh memanggil ku CEO," dia mengulangi lagi.


"Panggil apa?" timpal Chayra bimbang.

__ADS_1


"Bagaimana kalau sayang?" CEO Rakhan mengusulkan. Senyum terkulum di bibirnya.


"Sa...sa...saya..Ng?" ulang Chayra grogi.


"Yang lancar,"pinta CEO Rakhan.


"Sayang," cicit Chayra.


"Iya, sayang," balas CEO Rakhan cepat. Menggoda gadis ini ternyata sungguh menyenangkan. Mendadak dia punya hobi baru. "Sekarang cium aku," perintah nya. "Jangan sampai aku mengulanginya lagi," dia menatap Chayra lekat lekat.


" Anu, begini, tahukah anda menurut academy of general dentist, berciuman dapat menularkan lebih dari 500 jenis kuman dan berbagai penyakit?" Chayra menemukan alasan. Biasanya para CEO kan penyuka kebersihan. Tidak mau terjangkit penyakit dan virus. Akan sangat merepotkan jika mereka sakit. Bisnis taruhannya ." Tentu anda tidak ingin kan?" dia menebar senyum manis.


"Aku hanya menyuruhmu mencium pipi, atau sebenarnya kamu ingin mencium yang lain?" CEO Rakhan mendekatkan wajahnya. Menggoda . Memprovokasi.


Jarak yang begitu dekat membuat Chayra kembali berdebar. Berada di dekat CEO ini sungguh membuat jantung nya tidak sehat. "Aku, saya, ah ..." dia bingung mau menjawab apa.


"Aku akan menolongmu," putus CEO Rakhan dengan suara serak.


Menolongku? apa maksud ...belum tuntas Chayra berpikir, bibir CEO Rakhan sudah mampir di atas bibirnya. Dia mencoba menolak, tapi tangan CEO Rakhan membungkus tubuhnya.


Mendapati Chayra tidak menolak, CEO Rakhan memperdalam ciumannya. Dia memasukkan lidahnya melewati barisan gigi Chayra.


Chayra terkejut. Ciuman apa ini? Dia ingin menolak. Namun CEO Rakhan tidak memberikan kesempatan kepada nya untuk melawan. Dia terus memperdalam ciumannya.


Chayra hanya bisa pasrah dan saat dia mulai menikmati nya, CEO Rakhan berhenti menciumnya.


"Ini namanya French kiss," bisik CEO Rakhan di telinga Chayra. Suaranya terdengar serak. "Apakah kamu suka?" tanyanya dengan deep voice yang meresahkan jantung Chayra.


"Ah .." Chayra membuka mata. Pipinya terasa merah dan panas.


"Mau lagi? Berbagi 500 jenis kuman?" goda CEO Rakhan .


Mau, spontan hati Chayra berteriak. "Tidak," geleng nya tersipu.

__ADS_1


"Tidak mau lagi? Tapi kenapa kamu masih memeluk aku?" bisik CEO Rakhan di telinganya.


Hah? Oh, My ,God! Kenapa aku bisa begitu memalukan seperti ini? Chayra buru buru melepas pelukannya. " Maaf, saya..." dia menunduk. Menahan malu.


CEO Rakhan tertawa kecil. Dilihat dari sikapnya yang malu malu mau, dia tahu, gadis ini mulai menyukainya.


CEO Rakhan menjulurkan tangannya. Hendak meraih wajah Chayra yang masih tertunduk. Tiba tiba ponsel yang berada di dalam kantong celananya bergetar . Dia mengeluarkan ponsel itu lalu melihat nama Taksa di layar monitor.


Hah, menganggu saja. Awas saja,kalau bukan berita penting, batin CEO Rakhan kesal.


"Hm?" CEO Rakhan menempelkan ponsel di telinga kanannya. Terdengar suara panik Taksa di ujung sana . " Biarkan naik," dia mematikan sambungan telepon lalu memasukkannya kembali ke dalam kantong celana.


"Kamu siap siap, sebentar lagi ada yang mau datang," kata CEO Rakhan memberitahu.


"Iya," Chayra mengangguk. Dia mengangkat muka.


Hmph...tawa CEO Rakhan hampir menyembur melihat Chayra. Bibir gadis itu bengkak. Apakah dia seganas itu?


"Kenapa? Ada yang salah di wajahku?" Chayra bertanya heran.


"Bibirmu bengkak," CEO Rakhan berbisik di telinga Chayra.


What? Chayra terbelalak. Bengkak? Kenapa bisa? Dia meraba raba bibirnya . Bibir atasnya terasa lebih tebal dari biasa. Bibir bawahnya juga. Apakah bengkak? Tapi kenapa tidak berasa sakit?


CEO Rakhan menahan ludah. Melihat Chayra meraba raba bibirnya,membuat dia ingin kembali mendaratkan ciuman di sana. Kenapa dia menginginkan lagi? Padahal gadis itu sama sekali tidak bereaksi. Hanya terpaku diam seperti manekin. Belum pernah dia merasakan hal seperti ini. Bahkan tidak saat dia bersama Blossom.


"Nanti kita sambung lagi," putus CEO Rakhan yang seketika membuat wajah Chayra pias.


Chayra hanya diam. Tidak menjawab. Sikap CEO Rakhan yang begitu mesra, membuat dia jengah.


CEO Rakhan kemudian berjalan ke arah kursi kerja dan duduk di sana. " Kamu berdiri di sampingku, jangan bicara apa apa, tundukan saja wajahmu," Instruksinya. "Jangan sampai bibirmu yang bengkak itu terlihat."


"Iya," sahut Chayra. Bibir bengkak ini, seberapakah bengkaknya? Dia jadi resah memikirkan nya.

__ADS_1


Tanpa ada suara ketukan, tiba tiba pintu terbuka dari luar. Seseorang dengan langkah lebar melangkah masuk.


__ADS_2