CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 44: I Found The Item ( Aku menemukan barangnya)


__ADS_3

"What? Are you nuts?" tandas CEO Rakhan gusar. Minta saham 20 persen sama saja dengan merampoknya.


"Gue ga gila, ini pemikiran waras," sahut Jalled santai. " Coba Lo pikir, ini menyangkut kelangsungan gue di keluarga. Kalau keluarga gue tahu, gue sembunyikan informasi ini, gue bisa di tendang dari rumah. Lo tahu kan, keluarga adalah segala nya bagi gue," sambungnya panjang lebar. Berusaha melunakkan hati CEO Rakhan.


Benar juga, hati Rakhan sependapat. Tapi ini 20 persen saham World Tech. Bagaimana bisa dia memberikan nya begitu saja pada orang lain?


"Ayolah, Lo kan masih punya 30 persen saham. Not bad hah?" Jalled membujuk.


"Not bad pala Lo," CEO Rakhan kesal. Jika dia memberikan Jalled 20 persen saham, dia hanya punya sisa 30 persen saham, kedudukannya di World Tech tidak akan kuat. 50 persen saham yang tersisa, 20 persennya di miliki khalayak umum, 30 persennya di bagi rata untuk 3 orang dalam keluarga Rakhan. Dan seandainya Rayan tahu si bodoh ini memiliki 20 persen saham, World Tech grup di pastikan hancur.


"Another choice? " Ujar CEO Rakhan meminta pilihan. " Cek 1 Miliar?" dia membuka penawaran.


Gila aja! Mana mau aku menukar 20 persen saham World Tech dengan 1 miliar, kekeh Jalled dalam hati . " 20 persen saham," katanya teguh. " Lo ga mau kan Chayra jadi mempelai om gue, jadi Tante gue," sambungnya lagi.


"Gue harus cross check dulu dengan Chayra," CEO Rakhan memutuskan.


" Lo ga percaya gue?" tantang Jalled. "Apa Lo mau gue telpon Om Jaeson?"lanjutnya.


"Percaya, tapi gue harus bicara sama Chayra," sahut CEO Rakhan menenangkan. " Gue juga mesti ngomong sama pengacara tentang pelepasan saham," sambungnya lagi.


"Okay," Jalled mengangguk. " Tapi Lo harus bayarin biaya hotel sama makan gue. Lo tahukan berapa biaya menginap di Hotel Grand Duke, kamar VIP," katanya tidak mau rugi.


"Maksud Lo?" CEO Rakhan merasa marah. Sudah minta 20 persen saham, sekarang mau di bayarin biaya hotel? Belum lagi tagihan makan di Blue ice !


" Lo kan tahu gue ga punya uang, ongkos pesawat dan biaya hotel di tanggung Om Jaeson. Hari ini Om Jaeson mau balik ke Denpasar," kata Jalled dengan nada memelas. " Gue tunggu kepastian nya dalam Minggu ini," sambungnya menekankan.


Rakhan tidak boleh tahu,jika kemaren Om Jaeson setuju Om Agung membayar utangnya.


Utang itu akan di bayarkan begitu Pak Tua, kakek dari pihak mamanya Chayra kembali dari berobat di luar negeri. Dan itu satu bulan lagi. Siapapun tahu, aset perusahaan Pak Tua tidak kalah banyak di banding aset World Tech.


Aku harus membuat Om Jaeson membatalkan kesepakatan itu, batin Jalled. Dia kenal kelemahan Om Jaeson . Gadis muda berdada montok. Seperti Chayra.


"Ongkos tutup mulut sementara," seringai Jalled tanpa malu malu. " Tidak banyak, cukup 100 juta."


"30 juta," putus CEO Rakhan. " kirim kan norek Lo," dia mengambil ponsel dari kantong jasnya.


"Okay, tapi waktunya jadi 2 hari," sambut Jalled. "30 juta mana cukup untuk satu Minggu," sambungnya menjelaskan.


"Norek," balas CEO Rakhan dingin. Dua hari cukup baginya untuk menghentikan kesepakatan bodoh ini.


*****

__ADS_1


Haaahhh..


Chayra menghempaskan tubuhnya di atas kasur.


"Putri tidak apa apa?" Damon mengintip dari depan pintu yang memang sudah terbuka.


Dia merasa kuatir. Begitu membuka pintu Chayra bergegas masuk kamar tanpa mengucap sepatah pun.


"Sedikit sakit perut, tapi sudah mendingan. Sudah minum obat," jelas Chayra.


Iya, setelah dia berhasil menarik paksa plastik yang berisi kantong obat dari tangan Taksa. Orang itu begitu gigih mempertahankan nya, sampai akhirnya , Chayra mengancam berteriak minta tolong, barulah Taksa melepaskan tangannya.


"Di kantor apakah laki laki itu menganggu Putri?" tanya Damon. Dia masih berdiri di depan pintu.


"Laki laki yang mana?" Chayra mengernyit.


"Saya melihat dia memeluk putri dan menggigit," Damon menunjuk bibirnya. "Sampai bengkak..."


Blush ..pipi Chayra merah. Malu. Di ingatkan kembali. " Kamu tahu dari mana?" potongnya.


" Vision," Damon menunjuk matanya. "Vision ini terhubung dengan tuan robot. Begitu putri scan saya, semua aktifitas putri langsung terjangkau oleh vision," jelasnya.


Oh,My God! Chayra bergidik ngeri. Dia sudah tidak punya privasi! "Ehm...sekarang kamu off dulu ya, biar istirahat," perintahnya beralasan.


Tapi aku kan mau mandi! jerit Chayra dalam hati.


seram rasanya , membayangkan Damon bisa melihat dia mandi dan berganti baju. Meski Damon itu sebuah robot.


"Baiklah, nanti malam saja kamu off," putus Chayra. Aku tidak usah mandi, cukup ganti baju," batinnya.


"Baik, Putri, saya akan memanaskan makanan," kata Damon sebelum pergi.


"Iya, terimakasih," sahut Chayra. Dia membalikkan badan. Tidur terlentang. Segala memori tadi pagi yang tersimpan di pusat otak, muncul lagi dalam bayangan.


"My First kiss," Chayra mengelus bibirnya seraya tersenyum malu.


"Putri," desis lirih Damon yang tengah berada di dapur. Chayra yang tersenyum sambil meraba bibir muncul dalam vision. Dia memegang dadanya. Serat serat optik yang berada di dalam nya, bergetar. Terasa sakit. Perasaan apa ini?


Damon segera mencari informasi dalam otaknya. "Perasaan cemburu?" dia kaget ketika menemukan jawabannya. "Apa itu cemburu?" dia kembali mencari penjelasan nya. " Cemburu adalah perasaan tidak ingin kehilangan orang yang di sayangi," katanya mengulangi tulisan yang keluar dari otaknya. " Putri jangan sampai tahu," putus nya.


****

__ADS_1


Semenjak pulang dari cafe dessert, Lio langsung menemui Bos di dalam kamar hotel nya. Mengabarkan bahwa dia telah menemukan gadis yang bernama Chayra Minara. Bos segera menyuruh dia mencari informasi tentang Chayra Minara secara detail.


"Tidak banyak informasi tentang Chayra Minara ini , Bos," kata Lio setelah berhasil meretas komputer kampus dan dinas kependudukan. " Sepertinya seseorang yang berkuasa telah menyimpan informasi penting tentang dia," lanjutnya.


"Kalau begitu, kita langsung tanya pada yang bersangkutan saja," putus Bos.


"Maksud ,Bos?" tanya Lio. " kita menculiknya?" dia menekan kan pada kalimat menculiknya.


"Ya, " angguk Bos. " Siapkan pasukan Mercenaries," perintah nya.


Mercenaries atau tentara bayaran, adalah sekelompok orang yang siap berperang demi uang.


Bos menyuruh Mercenaries untuk menculik Chayra? Wah...Lio terperanjat sekaligus takjub.


Biasanya Mercenaries hanya di turunkan Bos untuk tugas penting dan berbahaya. Nampaknya Bos tidak main main untuk mendapatkan barang itu.


"Siap, Bos," kata Lio.


"Perintah kan mereka untuk beraksi malam ini," perintah Bos lagi.


"Tapi Bos,mereka kan berada di Negara S, " kata Lio. " Kemungkinan baru bisa beraksi besok pagi," sambungnya.


" Beberapa hari yang lalu,aku sudah menyuruh Ethan menghubungi mereka. Sekarang mereka sudah berada di Jakarta, beritahu mereka untuk ke sini. Aku akan menjelaskan detail tugasnya," sahut Bos.


" Baik,Bos," angguk Lio kagum. Memang pantas Eouin Finn ini menjadi Bos. Semua tindakannya sudah di perhitungkan dengan matang.


Tidak berapa lama,pasukan Mercenaries yang berjumlah sepuluh orang sudah berkumpul di dalam kamar hotel VVIP milik Bos. Bos menjabarkan tugas yang akan mereka kerjakan.


"Ambil gadis itu , cari barangnya,lalu bawa semua langsung ke bandara. Sudah ada jet pribadi menunggu di sana," instruksi Bos.


"Siap ,Bos," kesepuluh orang itu menjawab serempak.


Tepat jam 12 malam, pasukan Mercenaries mulai beraksi. Lima orang memanjat dinding untuk masuk ke unit apartemen Rhea, sedangkan lima orang lagi menunggu di bawah. Tanpa banyak kesulitan,mereka berhasil masuk ke dalam unit apartemen melalui jendela.


Orang yang masuk pertama langsung menuju ke dalam kamar dan menemukan Chayra sedang tertidur pulas. Dia membekap mulut Chayra dan membuat gadis itu tak akan bangun lagi sampai besok hari. Kemudian dia membopong Chayra keluar dari kamar.


Empat orang yang masuk belakangan, mulai mengitari kamar,menjadi barang yang di maksud Bos.


"Found the item," kata orang yang membopong Chayra begitu melihat temannya masuk.


"What is this?" orang yang masuk belakangan menyorotkan senternya ke arah sofa. Dia melihat sebentuk orang sedang duduk diam tak bergerak. Dia melangkah mendekat dengan senter terus mengarah ke sana.

__ADS_1


"I found the item," katanya setelah mendekat. " Sebuah Robot humanoid."


__ADS_2