CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 82: Eureka


__ADS_3

"Good day (Selamat siang ),CEO Farras," sapa Blossom dengan senyum ramah terkembang.


Dia memberi isyarat kepada asisten nya untuk meletakkan sebuah buket bunga anyelir yang berwarna pink cerah ke atas meja di samping tempat tidur pasien.


Rhea melirik tak suka. Tapi tak bicara. Ingin lihat perkembangannya dulu. Kenapa tiba tiba Blossom bisa muncul di kamar perawatan nya?


Bunga anyelir melambangkan cinta dan kasih sayang. Merupakan salah satu bunga yang mewakili ucapan semoga cepat sembuh untuk orang yang sedang sakit .


(Percakapan selanjutnya dengan menggunakan bahasa Inggris ya readers, secara Blossom adalah warga negara Amerika serikat)


"Maaf jika saya langsung ke mari," ujar Blossom menjawab keheranan yang terpancar di wajah semua orang yang berada dalam ruangan itu.


"Tidak apa apa, " jawab Papa Rhea . "Apakah kamu langsung dari bandara?" tanya beliau.


"Iya, CEO, " sahut Blossom. "Ketika saya keluar dari bandara, sekretaris anda menelepon saya. Untuk membuat jadwal ulang bertemu anda. Katanya anak anda masuk rumah sakit. Karena itu saya langsung kemari," jelasnya panjang lebar.


Apa ini model yang di bicarakan papa? batin mama Rhea. Cantik. Elegan, nilai beliau dalam hati. "Hm..." beliau berdehem .


"Oh, iya, kenalkan ini istri saya," Papa Rhea tersadar mendengar suara mama yang berdehem. "Ma, ini brand ambassador perusahaan kita yang baru," sambung beliau memperkenalkan Blossom.


What? Mata Rhea melotot. Blossom brand ambassador perusahaan kita? Apa papa tidak tahu kalau perempuan itu mantan pacarnya CEO Rakhan?


" Senang bertemu anda, Nyonya Aleeasa," sapa Blossom sambil menjulurkan tangan. "Tidak menyangka bisa bertemu dengan anda."


"Kamu kenal dengan saya?" Mama Rhea merasa takjub. Beliau menjabat tangan Blossom beberapa lama sebelum akhirnya mereka saling melepaskan tangan.


"Tentu saja, siapa yang tidak kenal anda? Salah satu dari 10 model top dunia," senyum Blossom.


"Anda membuat saya malu," senyum mama Rhea.


What? Mata Rhea melotot lagi. Bahkan mama juga ramah terhadap Blossom? "Ehm..." gantian dia yang berdehem.


"Oh,iya, ini anak saya yang sedang sakit,"ujar mama tersadar. Setelah sekian lama tidak lagi menjadi model, di kenali oleh seorang model internasional,membuat beliau sempat lupa diri. "Namanya Rhea."


"Cepat sembuh ya Rhea," kata Blossom simpatik. Dia menjulurkan tangan, mengajak bersalaman.


Cih, pura pura ramah, kata Rhea dalam hati. " Tanganku di infus," katanya menolak uluran tangan Blossom .


Mama melirik tajam. Tangannya yang di infus tangan kiri, kenapa Rhea tidak mau bersalaman?


Papa menatap Rhea dengan tajam. Apa Rhea cemburu pada Blossom? Tidak biasanya, anak itu tidak ramah pada orang asing.


Hah, tidak suka padaku ya? seringai Blossom dalam hati. Kenapa? ini kan baru pertama kali kita bertemu.

__ADS_1


Setelah basa basi yang membosankan menurut Rhea, akhirnya Blossom pamit.


"Kamu kenapa?" tanya Mama begitu Blossom pergi .


"Apa mama tahu jika Blossom itu mantan pacarnya CEO Rakhan?" tukas Rhea.


"Hah?" mama terperangah. " Papa?" beliau menoleh ke arah suaminya .


"Mantan mama, itu juga sudah setahun yang lalu," jawab papa membela diri .


"Jadi papa sudah tahu?" belalak mama dan Rhea berbarengan.


"Iya, kan sebelum memutuskan untuk memakai dia sebagai brand ambassador, pihak kita menyelidiki latarbelakang nya," sahut papa.


"Papa..." pekik Rhea kesal. Urusan dengan Chayra belum kelar sekarang muncul lagi mantan pacarnya CEO!


"Tenang saja, Blossom tidak akan macam macam," hibur papa. " Dia profesional."


" Mungkin, kamu bisa banyak belajar dari Blossom," mama mendadak mendapat ide.


"Belajar bagaimana?" Bibir Rhea monyong. " Kalau dia sukses memikat CEO, pasti statusnya bukanlah mantan."


"Mereka putus karena Pak Ravez tidak menyukai Blossom," Papa angkat bicara.


"Dari gosip para asisten," kata papa memberitahu. "Asistennya Blossom yang mengatakan nya pada Mila," sambung beliau.


"Nah, kamu kan sudah mendapatkan restu dari ayahnya Rakhan, kamu tinggal memikat Rakhan, itu bisa di pelajari dari Blossom," kata mama memberikan usul.


"Mama ada ada saja, Blossom itu ke sini untuk bekerja," tukas papa tak senang. "Lagi pula masa Rhea belajar untuk memikat laki laki? Yang harus di pelajari Rhea, bagaimana menjalankan perusahaan," tandas beliau.


"Ide mama lumayan," ucap Rhea mengacuhkan papanya.


"Aduh!" Papa menepuk dahinya. "Jangan sampai untuk memikat laki laki harus merendahkan harga diri," pesan beliau akhirnya. " Camkan itu!"


"Iya, pa," senyum Rhea. " Papa tenang saja."


Papa menatap kuatir. Kenapa jawaban Rhea justru membuatnya tambah tidak tenang?


****


Prang!


Pak Ravez melempar jam meja zaman renaisans seharga jutaan dolar ke arah Rakhan.

__ADS_1


Jam itu melewati Rakhan dan jatuh mengenai dinding.


"Tahu apa salah mu?" tukas Pak Ravez marah.


" Aku tidak salah," balas Rakhan. "Apakah mempertahankan cinta itu salah?" sambungnya dingin. " Aku bukan papa yang bisa menikah dengan wanita yang tidak di cintai."


"Diam!" hardik Pak Ravez. " Aku tidak memaksa kamu untuk menikahi Rhea, tapi kamu yang menyetujui nya. Kenapa sekarang tiba tiba ingin membatalkannya? Mau di taruh di mana muka papa?"


"Dulu aku salah, " aku Rakhan. Karena di putus cinta secara sepihak oleh Blossom membuat dia mati rasa. Tapi siapa mengira,jika ternyata dia bisa jatuh cinta lagi. Malah lebih dalam dari cintanya pada Blossom.


"Papa tidak mengizinkan kamu membatalkan pernikahan itu, kecuali Rhea sendiri yang membatalkannya," kata Pak Ravez memutuskan.


Mengharap Rhea membatalkan pernikahan sama saja dengan mengharapkan ikan memanjat pohon! Mustahil! Impossible!


Aku harus mencari cara supaya Rhea membatalkan pernikahan yang tidak berguna ini, tekad Rakhan dalam hati. " Aku pulang dulu," katanya dingin. Dia tidak ingin berlama lama di rumah ini. Tanpa menunggu jawaban dari papanya, dia melangkah keluar dari ruangan kerja.


Pak Ravez menatap punggung anaknya sampai menghilang dari balik pintu, dengan wajah marah.


"Cari tahu siapa gadis yang sekarang bersama Rakhan," kata Pak Ravez begitu telepon nya tersambung.


*****


Setelah di rawat selama tiga hari di rumah sakit, akhirnya Rhea di ijinkan untuk pulang. Dia pulang di temani papa dan mamanya. Berbagai buket bunga dan bingkisan yang di terima nya, di berikan kepada perawat di sana.


Sampai di rumah, Rhea langsung menuju ke kamarnya. Merebahkan diri di kasur sembari mencari inspirasi. Aku harus menemukan jalan untuk menaklukkan CEO Rakhan, tekadnya. Tidak perduli bagaimana pun caranya!


****


"Kamu tahu bagaimana caranya agar di benci seorang gadis?" tanya Rakhan sambil mengambil dokumen yang di letakkan Taksa di atas meja kerjanya.


Huhuhu...Ingin rasanya Taksa menangis. Inilah bedanya dia dengan CEO Rakhan. Jika CEO Rakhan memikirkan bagaimana agar di benci seorang gadis, dia justru sibuk memikirkan bagaimana di sukai seorang gadis.


"Maksud anda, gadis itu Rhea Hadiyan?" tanya Taksa.


"Iya, siapa lagi," tukas Rakhan. "Papa mengatakan pernikahan itu bisa di batalkan jika Rhea sendiri yang membatalkannya."


Eureka! I find it! Rakhan tersenyum tiba tiba.


Eureka artinya, aku menemukan sesuatu, terjemahan dari bahasa Yunani.


Dada Taksa berdesir. Mendadak dia merasa tidak nyaman. Senyuman CEO terasa aneh di matanya.


***

__ADS_1


Maaf ya readers,telat update, di karenakan kemaren otor sedang sakit.


__ADS_2