
"Rhea?" ujar mama kaget. Pasti Efron sengaja memeluk aku untuk memancing Rhea keluar dari mobil, geram beliau dalam hati.
Rhea! Anakku! kata hati Efron. Ini pertama kali nya dia melihat nya. Cantik. Tinggi dan langsing. Wajahnya mirip Aleasaa ketika masih muda.
"Siapa laki laki ini ma? Dia berani memeluk mama!" kata Rhea ketus.
Melihat cara dia melihat mama , sepertinya mereka punya hubungan di masa lalu. Apa laki laki ini Efron Finn yang di bicarakan mana waktu itu? batin Rhea.
Meski umurnya terlihat lebih tua dari papa, tapi dia sangat gagah. Wajahnya khas bule dengan hidung tinggi yang mancung, nilai Rhea dalam hati.
"Apa dia Efron Finn yang mama bicarakan itu?" tanyanya . "Mantan pacar mama?" dia menekankan suara pada kata mantan pacar.
God! Efron terkesima. Dia tidak percaya jika Aleasaa menceritakan dia kepada Rhea. Apa aku masih ada di hati Aleasaa?kata hatinya. Ada rasa bahagia di dalamnya.
"Iya," kata Mama Rhea mengakui. Percuma menyangkal. Karena itu memang kenyataannya.
" Tidak ada yang perlu di bicarakan, ayo kita pulang," sambung beliau sambil mengamit Rhea.
"Kenapa Om ini memeluk mama?" tanya Rhea dingin. Dia diam di tempat. Tidak bergerak. Dia mencium aroma yang berbeda dari mamanya. Jenis pelukan laki laki bule itu lebih dari pelukan mantan pacar yang terlupakan.
"Saya ingin mencegah Aleasaa pergi," jawab Efron dengan bahasa Indonesia yang fasih.
"Shut up!( diam kamu)," bentak mama Rhea ketus. " Let her go," sambung beliau.
"Aku tidak mau pergi," potong Rhea. Tingkah laku mamanya sangat mencurigakan. Belum pernah dia melihat mamanya begitu ketus pada seseorang, meski sebenci apapun mama pada orang itu.
"Nurut sama mama," kata Mama membujuk. "Laki laki ini bukan orang baik," sambung beliau sambil menarik tangan Rhea.
"Sampai di rumah kamu juga harus mengatakan kenapa kamu bisa ada di sini," sambung beliau mengingatkan.
"Bukankah Mama juga harus mengatakan kenapa mama bisa berada di sini dengan mantan pacar dan di peluk oleh dia?" balas Rhea sambil menunjuk Efron dengan wajah tak suka.
*****
"Bagaimana hasil dari pekerjaan kamu sebagai dosen?" tanya Rakhan begitu Taksa masuk ke dalam ruangannya.
"Fail, CEO," jawab Taksa.
"Gagal! Rhea bahkan tidak sekalipun mengangkat muka selama pelajaran berlangsung . Dia juga menolak ketika saya memintanya untuk menjadi asisten selama pelajaran berlangsung," lapornya.
Ide untuk menjadikan Rhea sebagai asisten selama pelajaran berlangsung adalah ide dari Rakhan. Siapa tahu dengan otak cemerlang Taksa , Rhea bisa terpesona.
Kisi kisi dari pelajaran itu juga di dari hasil pemikiran Rakhan.
__ADS_1
"Maaf CEO, saya rasa Rhea Hadiyan tak akan pernah tertarik dengan saya, " kata Taksa mengeluarkan pendapat. " Perempuan yang sudah jatuh cinta pada Anda, mana mungkin bisa beralih pada saya?" sambungnya lagi.
Mana bisa aku di samakan dengan CEO? batin Taksa. Seberapapun aku di poles tetap tidak akan bisa mengalahkan karisma dan pesona CEO Rakhan," hatinya berkata lagi.
"Kamu itu kurang berusaha," kecam Rakhan. " Mana mungkin pengajaran Pak Asep gagal," sambungnya lagi.
Untuk public speaking and comunication skill, Pak Asep memang tiada duanya, batin Taksa lagi.
Tapi untuk teori dan praktek bercinta, resep dari Pak Asep mungkin tidak manjur. Wong beliau juga dua kali gagal menikah, kata hatinya.
"Besok kamu usaha lebih keras lagi untuk menarik perhatian Rhea," perintah Rakhan.
"Baiklah, CEO," jawab Taksa pasrah. Nasib bawahan tergantung atasan, rintihnya dalam hati.
Meski aku bertelanjang dada memperlihatkan otot perut rata tetap saja tidak sebanding dengan otot sixpack CEO Rakhan, sambungnya lagi.
Metode apa lagi yang harus di tetapkan untuk meraih perhatian Rhea? kata hatinya.
***
Sampai di rumah, Chayra langsung masuk kamar dan tidak keluar lagi meski di ketuk Pak Bisma beberapa kali.
Sepanjang perjalanan dia juga hanya diam. Dia merasa kesal karena Pak Bisma bersikeras menikahkan dia dengan Damon.
Jelas jelas dia tidak mencintai Damon.
Dia tak sanggup menukar kebahagiaan dirinya dengan kesehatan jantung kakeknya.
Chayra mengambil ranselnya , lalu mengisi dengan sejumlah baju dan uang. Dia memutuskan untuk kabur dari rumah. Dan akan kembali jika kakeknya membatalkan perjodohannya.
Dia menulis di secarik kertas lalu meletakkan nya di atas meja belajar.
Pengawal bayangan yang di perintahkan kakek baru akan bergerak jika dia keluar dari rumah.
Dia akan membuat pengawal bayangan tidak melihat dia pergi dari rumah.
****
"Aku beri kamu waktu dua Minggu," kata Efron.
"Apa maksudnya ma?" tanya Rhea heran. Berani sekali laki laki itu mengancam mamanya.
"Bukan masalah penting," balas mama sambil menggandeng tangan Rhea untuk beranjak pergi dari cafe itu.
__ADS_1
Pasti masalah penting, kata hati Rhea. Laki laki itu sampai membooking cafe hanya untuk berduaan dengan mamanya.
"Apa perlu sample dari aku?" teriak Efron. "Aku bersedia memberikannya, terserah kamu mau yang mana!" teriaknya lagi.
"Sample apa ma? Maksudnya apa? Apa mama menyembunyikan sesuatu dari aku?" cecar Rhea sambil berjalan mengikuti arah kaki mamanya.
"Jangan dengarkan dia!" tukas mama.
Aleasaa tidak menginginkan sample darah, rambut atau kulit aku, batin Efron. Apa dia akan mengambil sampel dari Farras? dia menduga duga.
Meski Aleasaa mengambil sampel milik Farras, Rhea tetap anakku! katanya dalam hati.
Dia mengambil ponsel dari dalam kantong celana.
"Ikuti terus Nyonya Farras , jangan sampai lepas," katanya memberi perintah melalui telepon.
"Beres Tuan," jawab Edward di ujung telepon.
****
Chayra keluar dari kamar melalui jendela. Lalu mengendap endap sampai ke halaman depan. Dia terhenti di depan gerbang. Gerbang pagar rumah Pak Bisma terlalu tinggi untuk di panjat.
Dia juga tidak bisa melewati sela sela gerbang karena terlalu kecil.
"Nona mau kemana," sapa pak satpam yang sedari tadi melihat gerak gerik Chayra melalui kamera CCTV.
"Aku mau pergi membeli hadiah kejutan untuk kakek," jawab Chayra. "Tolong bukakan pintu, tapi ini rahasia, kakek jangan sampai tahu," pesannya.
Pak satpam melihat Chayra dengan teliti. Nona hanya memakai tas selempang kecil. Sepertinya memang hanya pergi sebentar .
"Baiklah, hati hati nona," pesan pak satpam sambil memencet tombol membuka pagar.
"Terima kasih, Pak," kata Chayra tersenyum manis. Beruntung ranselnya sudah di lempar keluar dari pagar.
"Nona tidak membawa mobil?"tanya pak satpam heran.
"Tidak," geleng Chayra. " sedang malas," sambungnya.
****
Arfan tiba di cafe lebih cepat setengah jam dari waktu yang di tentukan. Dia sangat bahagia ketika mendapat telepon dari Chayra.
Untuk mengisi waktu sambil menunggu dia melihat ke sekeliling. Ini adalah kali pertama dia berkencan dengan seorang gadis. Dan itu gadis yang paling di sukai nya
__ADS_1
"Arfan? " sapa Damon ketika dia melewati meja Arfan.
Mas Damon?