CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 111: Visum?


__ADS_3

"Cepat, jangan sampai kita terlambat," kata Pak Bisma dengan suara keras. Dia benar benar takut dengan apa yang ada dalam pikirannya.


"Tenang saja, Pak," ujar Pak Aditya menenangkan. "Nona Chayra tidak mungkin berbuat di luar norma masyarakat," sambung beliau dengan suara di buat tenang. Beliau takut rasa panik yang muncul dari Pak Bisma bisa membuat kinerja jantung nya kacau.


Dokter berpesan kepada Pak Aditya agar menjaga emosi Pak Bisma , jangan sampai terguncang apalagi depresi.


"Siapa yang tahu apa yang akan dia perbuat," bentak Pak Bisma. " Buat apa dia ke rumah laki laki itu jika tidak berniat baik?"


Astaga! Ingin Pak Aditya mengurut dada. Namun tidak berani. Malah sekarang dia yang di marahi. Kenapa Pak Bisma tega berpikiran seperti itu?


"Tenang saja ,Pak, CEO Rakhan pasti juga akan meminta nona Chayra untuk pulang. Beliau orang yang berpikiran jernih," sambut Pak Aditya mencoba menenangkan.


Pikiran jernih apa? sungut Pak Bisma dalam hati. Di rumah aku saja dia berani membuat leher Chayra penuh dengan ciuman, apalagi jika di rumahnya sendiri?


***


"Apa maksud kamu, Re?" tanya Chayra dengan wajah kaget. Rhea sudah tidak virgin lagi?


Rakhan tidak mungkin melakukannya kan? Apalagi di ruang tamu!


"Jangan percaya dia!" tandas Rakhan marah. "Mana mungkin aku melakukan nya, kamu bisa lihat aku masih memakai celanaku," sambungnya membela diri.


"Lalu bagaimana dengan yang itu?" Ujar Rhea sembari menunjuk sehelai celana dala* berenda yang tergeletak di atas karpet. "Apakah CEO tidak ingat telah melepaskannya?" ujarnya lagi .


"Jika bukan dengan yang itu, anda telah merengutnya dengan jari anda," balas Rhea.


What? Apa ini? jari Rakhan merengut keperawanan Rhea? batin Chayra .


"Don't believe her," pinta Rakhan memohon. " Aku tidak mungkin melakukannya, satu satunya orang yang aku cintai hanyalah kamu," dia berusaha meraih tangan Chayra tapi Chayra melepaskannya dengan perasaan jijik.


"Yang aku tidak percaya itu kamu!" tunjuk Chayra marah. " Kamu tahu kenapa aku ke sini? Aku ingin mengajak kamu ....aku ingin..." ucapannya tercekat di tenggorokan.


"Kamu ingin apa?" tanya Rakhan. Penampilan Chayra malam ini memang terlihat berbeda. Dia memakai pakaian yang begitu menggoda.

__ADS_1


Apakah Chayra berencana untuk menggodanya?


"Ya itu, dengan itu aku ingin membuat kakek segera menikahkan kita tapi, kamu telah melakukannya pada Rhea," jawab Chayra membenarkan.


Hah, aku memang sudah gila. Ingin menyerahkan kehormatan aku pada laki laki ini, tapi ternyata dia tidak layak mendapatkan nya," geramnya kesal.


Apa? Wajah Rakhan mengernyit. Chayra sampai berpikiran senekat itu, apa Pak Bisma memaksanya untuk segera menikahi Damon?


"Listen to me ( dengarkan aku)," kata Rakhan dengan suara pelan. "Aku tidak melakukannya pada Rhea, untuk sedikit ciuman itu memang betul, karena aku menyangka dia adalah kamu, tapi aku belum segila itu sampai berpikiran untuk tidur dengannya," sambungnya berusaha menyakinkan Chayra.


"Keterlaluan!" sentak Chayra marah. " Apa kamu pikir sedikit ciuman sana sini itu seperti menempelkan stiker di mobil? Rhea itu tidak pernah berdekatan dengan laki laki lain, kamu adalah yang pertama buat dia," balas nya emosi.


Sebenarnya yang membuat dia sangat marah karena Rakhan sudah mencium perempuan lain selain dia! Dia merasa di khianati!


****


"Bagaimana ini pa? Rhea kemana?" tanya mama Rhea panik. Waktu sudah menunjukan jam setengah sebelas malam. Sangat berbahaya buat Rhea berada sendirian di luar sana. Meski anaknya itu jago beladiri, tetap saja membuat mama Rhea merasa kuatir.


"Tenang saja, kita bisa melacak keberadaannya, semua mobil Rhea di lengkapi sinyal GPS, kita bisa tahu di mana dia," jawab papa cepat.


Dengan bergegas mama Rhea segera menuju kamarnya di lantai bawah untuk mengambil ponsel suaminya.


Tidak berapa lama, Mama Rhea datang dengan membawa ponsel suaminya.


Papa Rhea segera menelepon Teddy Ansel, kepala IT In Tech untuk menyuruhnya memantau GPS mobil Rhea. Tidak berapa lama kemudian beliau menutup ponsel dengan wajah muram.


"Kenapa sayang?" tanya mama Rhea kuatir. Wajah suaminya yang suram membuat beliau resah.


"Apa Teddy sudah menemukan di mana mobil Rhea berada?" tanya beliau lagi karena suaminya tak kunjung bicara.


"Iya," jawab Papa Rhea . " Mobil terdeteksi di cluster premium di pinggiran Jakarta. Di rumah Rakhan!"


****

__ADS_1


"Dengarkan aku dulu," kata Rakhan memohon. Belum pernah selama hidupnya, dia memohon kepada seseorang. Tapi, kehilangan Chayra adalah hal yang paling menakutkan dalam hidupnya .


"Rhea datang kemari tanpa aku minta. Ketika aku suruh pulang, tiba tiba aku merasakan sesuatu yang aneh ...." ujarnya menjelaskan.


"Merasakan hal aneh apa CEO?" potong Rhea berani. Dia harus menggunakan kesempatan ini untuk menggoyahkan kepercayaan Chayra pada Rakhan.


"Anda merasa pusing, lalu aku menolong anda untuk membawa anda duduk ,tiba tiba anda mendorong saya ke sofa lalu melakukannya pada saya," lanjut nya dengan suara memelas.


"Saya tidak menolak karena saya pikir anda menginginkan nya. Lagipula, saya juga akan menjadi istri anda," sambungnya pelan.


"Tapi saya tidak mengira, anda malah mengingkarinya," ujarnya sambil sesenggukan.


"It's just gibberish( ini omong kosong) ! " tukas Rakhan marah. " Kamu tahu aku kan sayang? Kita sering berduaan dan aku tidak melakukan hal yang tidak senonoh padamu," ujarnya pada Chayra.


Tidak senonoh ya? Chayra mengernyitkan dahi. Apa ciuman di sekujur tubuh aku yang sering di lakukan Rakhan bukannya termasuk tindakan tidak senonoh? batinnya.


"Yah, setidaknya aku tidak tidur denganmu, lagipula kamu juga menyukainya kan?" ujar Rakhan membela diri seakan tahu pikiran Chayra.


"Hm..." Chayra berdehem. Dia tidak ingin Rhea mengetahui masalah percintaannya.


Dasar perempuan tidak tahu diri, geram Rhea dalam hati. Ternyata Chayra sering di cium Rakhan. Ciuman Rakhan memang sangat memabukkan. Aku bahkan sampai lupa diri, batinnya dalam hati.


"Kamu harus percaya, Aku tidak merenggut kesucian Rhea. Aku hanya ingin tidur dengan perempuan yang telah menjadi istriku," kata Rakhan berusaha menyakinkan Chayra.


"Kamu tahu kan bagaimana usahaku untuk menikah dengan kamu? Bagaimana aku bisa beralih pada perempuan lain?" sambungnya lagi begitu melihat Chayra mulai terlihat goyah.


"CEO mungkin memang setia pada kamu, Ra," sela Rhea cepat. Dia tidak boleh membuat Chayra mempercayai ucapan Rakhan.


"Tapi menurutmu , jika CEO Rakhan melakukan nya pada aku dengan memaksa aku, bukankah aku akan melawan?" lanjutnya lagi.


"Tapi CEO melakukannya dengan lembut, jika ada CCTV di ruangan ini ,kita bisa membuktikannya," tantangnya berani.


"Tidak perlu kamera CCTV," tukas Rakhan marah. "Jika memang aku merenggut kesucianmu, kita bisa ke dokter untuk melakukan visum," sambungnya kesal.

__ADS_1


Visum? batin Rhea dalam hati.


__ADS_2