CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 149: I will never lose her again!


__ADS_3

Mata mama Rhea terbelalak. Nyaris keluar dari kelopaknya saat beliau masuk ke dalam rumah Rakhan.


"Apa yang terjadi ini? Bukannya kamu bilang Rhea bersama Mike Morris? Tapi kenapa ini bisa terjadi? " cecar beliau pada Efron yang berdiri termangu di sebelahnya.


"Ya betul, " timpal Efron mengiyakan. "Aku sudah meminta Mike untuk menjaga Rhea dengan ketat, " lanjut beliau bingung.


Tapi kenapa Rhea bisa terkapar di lantai sendirian? tidak ada sesiapa pun di ruangan ini, batin beliau heran.


"Sayang... " kata mama Rhea menghambur ke arah Rhea yang terbaring di lantai. Beliau tak mengindahkan perkataan Efron.


"Sayang... " ulang beliau sambil menepuk nepuk pipi Rhea.


Rhea diam tak bergeming.


"Dia pingsan, " kata Efron. "Biar aku gendong, kita bawa pulang. Aku punya obat untuk menyadarkan dia, " lanjut beliau lagi.


"Siapa yang mau ikut dengan kamu? " sebuah suara tegas di depan pintu mengagetkan Mama Rhea dan Efron.


*****


Sesampainya di rumah sakit WT, Rakhan tidak melepaskan tangannya sedetikpun dari Chayra.


I will never lose heran again, batinnya bertekad.


Tangannya hanya sebentar saja terlepas dari tangan Chayra, saat Chayra melakukan transfusi darah untuknya.


Melihat luka menganga di lobang perut Rakhan, dokter menyarankan untuk melakukan operasi. untuk kebutuhan operasi di perlukan beberapa kantong darah, karena Rakhan sudah banyak kehilangan darah.


"Aku tidak mau menerima darah orang lain, aku hanya mau menerima darah Chayra dalam tubuhku, " kata Rakhan kala itu.


Ha? Chayra terperangah. "Aku? " tunjuk nya kaget.


"Ya, kamu. Golongan darah kamu B rhesus negatif, sama dengan aku, " kata Rakhan seakan mengerti pikiran Chayra.


"Bagaimana kamu tahu? " tanya Chayra makin heran.


"Aku pernah menyelidiki kamu, saat kita bertemu di hotel Grand Duke, " jelas Rakhan.


"Kamu sudah mengingatnya? " tanya Chayra lagi. Matanya berbinar bahagia.


"Sedikit, " balas Rakhan. "Tapi aku sudah meminta tim biologi WT untuk menyelidiki serbuk putih di dalam pouch silver itu, " tambahnya.


"Sedikit juga tidak apa apa, yang penting kamu sudah mengingat aku, " timpal Chayra senang.


"Ayo nona, kita ke lab untuk melakukan pengambilan darah, " kata seorang perawat datang menyela.


"Setelah selesai transfusi darah, kamu kembali ke sini, aku tidak mau melakukan operasi jika kamu tidak berada di samping aku! " kata Rakhan memerintah.

__ADS_1


Dan begitulah, Chayra duduk di samping Rakhan selama operasi berlangsung. Dia menundukkan wajah, tak berani melihat proses operasi itu. Meski di dalam ruangan operasi itu di putar lagu kesukaan Chayra (Rakhan yang memintanya, supaya Chayra tidak bosan di dalam ruangan operasi), dia tetap saja merasa takut.


Bunyi pisau bedah, bunyi gunting operasi, suara dokter yang meminta perawat mengambilkan alat bedah dan suara dokter yang menganalisa luka Rakhan, membuat dia tidak bisa menikmati lagu kesukaannya.


Ini pertama kalinya dia berada di ruang operasi dan menjadi saksi proses operasi. Sangat mengerikan!


***


Tanpa menoleh, Mama Rhea sudah tahu kalau itu suara mantan suaminya. Ayah kandung Rhea.


Farras? kata hati Efron saat beliau berbalik badan.


"Kenapa kamu di sini? Kamu sudah tidak berhak lagi. Karena Aku sudah menikahi Aleaasaa, otomatis Rhea sudah menjadi anakku, " kata beliau sebal.


Kenapa laki laki ini bisa muncul di sini? batin beliau kesal.


"Akulah yang lebih berhak. Meski kamu sudah menikahi ibunya, tapi dia tetap anak kandung aku, " tegas Farras.


Beliau berjalan ke depan. Mendorong tubuh Efron yang tidak mau memberikan jalan.


"Kamu tahu dari mana Rhea ada di sini? " tanya mama Rhea saat melihat Farras menunduk untuk menggendong Rhea.


"Taksa, " sahut Farras singkat.


"Aku ikut, " kata mama Rhea mengekor di belakang Farras yang tengah menggendong Rhea.


Apa? Mama Rhea terhenyak. Belum pernah selama beliau mengenal Farras, laki laki itu memperlakukan dia dengan begitu dingin.


"Tapi Rhea anakku, dia juga membutuhkan aku, " timpal mama Rhea tak rela.


"Gara gara kamu, Rhea jadi seperti ini, " balas Farras dengan sorot mata membunuh. "Kamu tidak bisa jadi ibu yang baik, " sambung beliau yang serta merta membuat Mama Rhea tertegun.


Dada beliau serasa di tusuk ribuan jarum. Sakit sekali.


Semua memang karena aku. Aku yang terlalu memanjakan dia. Sehingga dia berpikir bisa mendapatkan semuanya. Aku juga yang sudah mengenalkan dia pada Efron, laki laki sampah ini, batin beliau sedih.


"Ini semua memang salah aku, " kata mama Rhea dengan nada pelan.


"Ayo kita pulang, " kata Efron mengamit lengan Mama Rhea. Entah kenapa, melihat Aleaasaa sedih, beliau pun merasakan hal yang sama.


"Jangan membantah, " lanjut beliau saat mama Rhea menepis tangannya. "Percuma saja kamu mengikuti Farras, dia tidak akan mau menerima kamu!"


"Biarkan aku sendiri, " tukas mama Rhea.


"Kamu mau kemana?" tanya Efron kuatir.


"Menurutmu? Aku sudah kehilangan anakku, " tandas mama Rhea.

__ADS_1


"Kamu masih ada aku, " kata Efron menyakinkan. " Selama 30 tahun, aku terus menerus mencintai kamu , " lanjut beliau dengan sorot mata menyakinkan.


"Terus mencintai aku tapi masih bisa punya anak dengan perempuan lain, " dengus mama Rhea.


"Aku hanya menyentuhnya sekali. Itupun saat aku mabuk, kamu boleh tidak percaya tapi itulah kenyataannya, " sahut Efron dengan. wajah serius.


"Sayangnya aku tidak mencintai kamu, " sentak mama rhea ketus. "Tinggalkan aku, jangan pernah ikuti aku! " sambung beliau sembari berjalan melangkah keluar.


Mimpi! dengus Efron. Aku tak akan mau kehilangan kamu lagi! tekad beliau dalam hati.


****


Rakhan siuman beberapa jam setelah operasi selesai. Dia di bawa ke dalam ruang perawatan super VIP.


"Kamu masih di sini, " senyum Rakhan saat melihat Chayra duduk di sebelah tempat tidur pasien.


"Tentu saja, " balas Chayra tersenyum. " Meski kamu tidak memegangi tanganku terus, aku tetap akan di sini sampai kamu sembuh, "sambungnya.


" Terimakasih, " ujar Rakhan senang.


" Kamu masih memakai gaun penganten, aku akan telefon Taksa untuk membawakan kamu pakaian ganti, " kata nya begitu dia menyadari Chayra masih memakai pakaian penganten nya.


"Ini telefon kamu, " kata Chayra sambil meletakkan ponsel Rakhan di telapak tangannya.


"Waktu saat akan di operasi, perawat memberikan ponsel kamu pada aku, " jelasnya.


"Terimakasih, " sahut Rakhan. Dia memandangi wajah Chayra. "Kenapa aku bisa melupakan wajah secantik ini, " sesalnya.


Dia mengelus tangan Chayra dengan tangan kirinya yang tidak di pasangi selang infus.


"CEO! " pintu ruangan tiba tiba terbuka.


Chayra segera menarik tangannya. Mukanya merah padam.


Mata jeli Pak Thamrin, kepala tim biologi WT melihat semuanya. Apa aku berbuat salah dengan masuk tiba tiba? batin beliau bertanya tanya.


"Ada apa, Pak? " tanya Rakhan merasa sedikit terganggu. Padahal Chayra sebentar lagi akan luluh dalam pesonanya.


"Maaf CEO, menganggu anda, " jawab Pak Thamrin merasa bersalah. "Isi pouch silver yang tadi anda serahkan sudah saya teliti. Ternyata benar itu adalah obat untuk peluncuran ingatan, " jelas beliau.


Perempuan sialan! kutuk Rakhan dalam hati. Selama ini dia belum pernah mengutuk orang. Dan Rhea adalah orang pertama yang membuatnya sangat marah.


"Lalu apa anda bisa membuat penawarnya? " tanya Rakhan tak sabar.


***


Maaf ya readers, telat up, di karenakan otor sibuk di real life🙏

__ADS_1


__ADS_2