
Rhea duduk di bangku di sebelah Rakhan. Dia merasa sangat gugup. Tak percaya jika sebentar lagi dia akan menjadi istrinya Rakhan. Dia melirik laki laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
Dia sangat tampan, aku beruntung bisa menikah dengannya, batinnya.
"Apakah kita bisa mulai, Pak?" tanya Pak Penghulu pada Efron yang duduk di sebelahnya.
"Silahkan, Pak," jawab Efron. Akhirnya aku akan menikahkan Rhea. Mereka berdua akan berhutang pada ku selama nya, batin beliau.
"Bapak bapak sudah siap?" tanya Pak Penghulu pada dua orang laki laki yang masing masing duduk di sisi kiri dan kanan meja. Mereka berdua bertindak sebagai saksi pernikahan.
"Siap, Pak," angguk kedua laki laki itu secara serempak.
"Baiklah, kalau begitu mari kita mulai," kata Pak penghulu.
Efron mengulurkan tangan pada Rakhan yang duduk di hadapannya. Beliau menjabat tangan Rakhan yang juga sudah terjulur.
Akhirnya, Rhea menikah juga, batin mama Rhea terharu. Beliau duduk di barisan paling depan. Beliau mengusap ujung kelopak mata yang mulai berair.
Kasihan CEO, batin Taksa yang duduk di deretan di belakang mama Rhea.
"Saya nikahkan kamu dengan anak....." suara Efron yang menggema di ruangan hening itu mendadak terhenti oleh suara suara ribut dari luar.
Suara itu semakin jelas karena kehebohan itu masuk ke dalam ruangan.
Semua kepala menatap ke arah pintu masuk yang memang sengaja di buka. Menanti siapa orang yang berani berbuat kerusuhan di rumah orang.
"Nona jangan masuk!" cegah beberapa orang pengawal yang mengikuti dari belakang.
Chayra? gumam Mama Rhea kaget. Dari mana anak itu tahu Rhea akan menikah di sini?
Chayra? kata hati Taksa. Dari mana Chayra tahu CEO akan menikah di sini?
Chayra? desis Rhea kaget. Bagaimana bisa Chayra sampai di sini? batinnya.
Chayra? gumam hati Rakhan begitu mendengar suara desis Rhea.
Sepertinya dia pernah mendengar nama itu. Dimana ya? Otaknya mulai berkelana untuk mengingat.
Ya itu! Dia teringat pada sebuah buket bunga Alastroemeria di dalam lemari di ruangan kerja di rumahnya. Buket bunga itu di ikat oleh sebuah pita yang di atasnya di tempel sebuah kertas kecil. Kertas kecil itu tertulis, aku pergi menemui kakek di Rochester, Chayra.
Chayra! Rakhan terkesiap. Apakah gadis itu yang sudah mengirimkan dia buket bunga itu? Lalu siapa Chayra?
Dia melirik Rhea yang terlihat gelisah. Ada hubungan apa Rhea dengan gadis itu?
__ADS_1
"Rakhan, aku mau bicara!" kata Chayra begitu dia berdiri tak jauh dari tempat Rakhan berada .
"Nona!" seru pengawal yang masih mengikutinya di belakang.
"Diam!" hardik Kevin yang datang bersama Chayra. Dia menuruti perintah Damon untuk membawa Chayra ke pernikahan Rakhan.
"Dengan aku?" tunjuk Rakhan heran. " Ada perlu apa dengan aku?"
"Jangan dengarkan dia," cegah Rhea sambil menahan tangan Rakhan . " Dia ini teman akrab yang aku ceritakan itu," lanjutnya.
"Oh," timpal Rakhan. Tapi gadis itu tidak ada wajah wajah penggoda. Lagipula tanpa menggoda pun, dia bisa mendapatkan laki laki manapun yang dia mau, nilainya.
Andai aku bertemu dengan dia terlebih dahulu, aku tak akan mau menikah dengan Rhea, kata hatinya menyesal.
"Jangan perdulikan dia, oke?" bujuk Rhea.
"Tapi dia pernah mengirimi aku sebuah buket bunga," kata Rakhan.
"Apa?" ujar Rhea kaget. Tidak ada foto , ternyata ada buket bunga! batinnya gelisah.
"Tidak apa apa," balas Rakhan menenangkan Rhea.
"Mau bicara apa?" kata nya setelah Rhea terlihat tenang. Dia berdiri dari kursinya.
"Aku memang ingin menikah dengan Rhea. Itu tidak ada hubungannya dengan kamu kan?" jawab Rakhan tenang.
"Apa kamu sudah gila? Keluar dari sini," timpal Rhea yang secara tiba tiba mendekati Chayra. Dia mendorong Chayra sampai terjatuh.
"Rhea," ucap Rakhan cepat. Dia buru buru mencekal tangan Rhea. Tidak menyangka gadis itu akan bertindak sekasar ini.
"Aku tidak bisa membiarkan orang ini mengacaukan acara pernikahan kita," tandas Rhea.
"Singkirkan gadis itu," bisik Efron pada Edward Cullen yang berdiri tak jauh dari nya.
"Siap, Tuan!" angguk Edward. Dia segera merangsek ke depan. Dengan satu tangan dia menarik Chayra sampai berdiri.
"Heh, bisa sopan sedikit pada nona?" sentak Kevin.
Bugh! Kevin langsung terkapar di hajar satu tangan Edward.
Kevin yang tidak menduga hanya bisa pasrah menerima pukulan.
Setelah Kevin tak berdaya, Edward menarik tubuh Chayra menjauh dari Rakhan.
__ADS_1
"Jangan terlalu kasar," kata Rakhan prihatin.
"Tidak usah perduli sama orang itu," ucap Rhea. " Ayo kita lanjutkan acara pernikahan kita," bujuknya.
"Katakan kalau kamu sudah tidak ingat aku!" teriak Chayra. Hatinya sakit melihat Rakhan bersikap dingin padanya.
"Kamu pergi dari sini!" usir mama Rhea sambil berdiri dari kursi. Beliau tidak tahan melihat kegigihan Chayra. Takut anak buah Efron dan juga Rhea akan bertindak lebih jauh terhadap gadis itu.
"Ayo pergi!" kata Edward sambil kembali menarik tangan Chayra.
"Lepas!" teriak Chayra melawan. Dia mengibaskan tangannya sampai lepas dari cengkeraman tangan Edward.
"Rasakan ini," tukas nya sambil menendang tulang kering Edward.
"Ouch," Edward meringis. Tulang kering kakinya terasa sakit. " Gadis sialan!" teriaknya sambil mengayunkan pukulan.
"Argh ..." Chayra berteriak. Dia tidak sempat melawan, hanya bisa bersiap menerima pukulan.
Namun tiba tiba sekelebat bayangan lewat dan tubuh Edward melayang jatuh menyeruduk dinding.
"Damon ..." desis Chayra. Siapa lagi yang bisa berbuat seperti itu jika bukan Damon? pikirnya.
"Jangan berpikir untuk menyakiti putri selagi aku masih ada!" teriak Damon.
"Anda tidak apa apa, Putri?" katanya sambil menoleh pada Chayra yang berdiri di belakangnya.
"Tidak apa apa, terimakasih," senyum Chayra.
Eh, ini kan robot humanoid 081212 yang di produksi lab Nevada, batin Rakhan.
Tapi kenapa robot itu malah menurut pada Chayra? Bukankah robot itu menghilang sejak 3 tahun lalu? batinnya tak habis pikir.
"Apa yang ingin anda inginkan? Apakah anda mau saya membawa pengantin laki laki itu?" tunjuk Damon ke arah Rakhan.
"Jangan coba coba membawa Rakhan!" teriak Rhea.
"Apapun yang di inginkan putri, saya akan melakukan nya, meski itu harus meledakkan rumah ini," tukas Damon.
Menarik, seringai Efron . Robot humanoid ini menarik. Sayang Eouin tidak bisa mendapatkan nya, batinnya dalan hati.
"Rakhan," ujar Chayra sambil menatap dalam dalam bola mata Rakhan.
Matanya menyelami bola mata itu. Mencari kebenaran. Manik manik mata Rakhan terlihat jujur. Tidak ada yang tersembunyi di sana.
__ADS_1
Chayra menelan ludah. Terasa pahit. Dia sudah melihat dengan lebih jelas. Sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan. Rakhan sudah melupakannya!