
" Bagaimana hasilnya?" tanya Rakhan setelah menunggu sekitar 4 jam setelah pengambilan sampel dari tubuhnya.
"Maaf CEO , kami belum bisa menemukan obat penawarnya," jawab Pak Thamrin sedih. " Komposisi obat peluntur ingatan itu terlalu banyak dan rumit. Pasti lah seorang jenius biologi yang membuatnya!"
Efron Finn! Pasti dia! dengus Rakhan marah.
***
Setelah kepergian Rakhan dan Pak Farras, semua orang yang berkumpul di ruang tamu villa Efron Finn langsung bubar.
Beruntung mereka tidak mengundang orang lain, kecuali dua orang saksi dan penghulu. Sisanya anak buah Efron. Sehingga mereka tidak terlalu malu dan takut tersebar di media sosial.
"Bagaimana ini Om?" tanya Rhea setelah mereka hanya duduk berdiam diri selama beberapa jam.
"Tenang saja. Tim biologi WT tidak akan bisa membuat obat penawarnya dalam waktu singkat," balas Efron penuh percaya diri.
"Komposisi obat itu aku yang buat. Untuk saat ini masih aku yang terjenius di bidang biologi," sambung beliau pongah.
Laki laki sialan, geram Mama Rhea. Beliau mengambil sendal yang di pakainya lalu melemparkannya ke arah Efron.
Sendal dengan ujung runcing setinggi 7 cm itu melayang menuju kearah di mana Efron berdiri. Berjarak beberapa depa dari beliau.
Hap! Efron dengan sigap mengambil sendal itu dengan tangan kanannya.
"Kenapa kamu melempar sendal pada ku?" tanya beliau kesal.
"Semua ini gara gara kamu!" tunjuk mama Rhea marah. Beliau berdiri dari kursinya.
Setelah sekian lama beliau hanya diam. Sekarang beliau sudah tidak sanggup memendam nya di dalam hati.
"Kamu memalsukan hasil test DNA Rhea, kamu memaksa aku untuk menikah dengan kamu. Kamu sialan!" sembur beliau penuh emosi.
"Kalau begitu kenapa kamu tidak ikut saja dengan Farras waktu dia mengajak kamu? Sepertinya dia sudah memaafkan kamu," timpal Efron santai.
"Kamu tidak mau ikut kan? Kalian berdua tidak mau ikut kan? Sekarang stop omong kosong nya, ikut aku ke kamar," sambung beliau sambil menarik tangan mama Rhea.
"Aku tidak bisa, aku sedang masa Iddah," jawab mama Rhea cepat. " Kamu tahukan seharusnya perempuan di masa Iddah tidak boleh di nikahi ."
Masa Iddah adalah masa tunggu seorang perempuan yang telah bercerai untuk menikah lagi.
Jika seorang perempuan menikah sebelum masa Iddah selesai, maka pernikahannya di anggap tidak sah dan harus mengulang pernikahannya setelah masa Iddah selesai.
"Aku tidak ingin kamu kembali pada Farras," aku Efron. "Gampanglah itu, nanti kita menikah lagi ."
__ADS_1
Hah, siapa yang mau menikah lagi dengan dia, sungut mama Rhea dalam hati.
"Aku tidak mempermasalahkan kebohongan Om," tandas Rhea. " Asal Om berjanji Rakhan akan menikahi aku!"
"Tenang saja, obat itu masih bertahan sampai akhir Minggu ini. Setelah itu kita akan menyuntikkan dosis terakhir. Begitu Rakhan mendapatkan dosis terakhir itu, dia tidak saja tidak mengingat Chayra ,dia akan menuruti semua keinginan kamu," beber Efron.
Jika obat itu berhasil pada Rakhan, aku akan memberikan nya pada Aleasaa, batin beliau sambil menatap mama Rhea lekat lekat.
Mama Rhea bergidik. Perasaannya mendadak menjadi aneh dan juga takut. Apa obat itu juga akan di suntikkan pada ku? batin beliau was was.
"Saat ini aku percaya pada Om," putus Rhea.
"Kalian istirahat saja di kamar. Masalah hari ini tidak perlu di pikirkan," kata Efron menyuruh.
"Baik," angguk Rhea.
"Ayo , Ma," ajaknya karena namanya masih saja berdiri dengan wajah kesal.
Diapun sebenarnya juga kesal. Namun impian untuk di nikahi Rakhan membuat dia membuang perasaan itu jauh jauh.
*****
Setiap hari Rakhan sibuk menghitung hari. Dia tidak sabar menunggu hasil penelitian dari lab biologi.
Setelah beberapa hari berselang, Taksa masuk ke kantornya dengan langkah bergegas.
"Maaf, belum CEO," jawab Taksa.
"Terus? Kenapa kamu masuk ruangan aku dengan buru buru begitu?" timpal Rakhan tak bisa menahan rasa kecewanya.
"Chayra, CEO," kata Taksa .
"Chayra? Kenapa dia?" tanya Rakhan dengan dahi berkerut.
"Apa anda tidak ingin tahu bagaimana kabarnya?" ujar Taksa balik bertanya.
"Memangnya kenapa dia?" balas Rakhan acuh. " Aku tidak mengingat dia sedikitpun," sambungnya.
"Oh, kalau begitu mungkin anda tidak akan tertarik untuk mendengar kabarnya," putus Taksa.
"Memangnya kenapa dia?" tanya Rakhan dengan nada lelah. Dia bosan mendengar perkataan Taksa yang seperti berteka teki.
"Kalau anda tidak tertarik untuk mendengarnya, aku tidak akan mengatakan nya," putus Taksa.
__ADS_1
Ya , Tuhan! Rakhan mengetuk keningnya. Apa salahnya hingga dia punya asisten seperti ini?
"Cepat katakan! Kalau tidak aku akan memotong gaji mu selama tiga bulan!" ancamnya kesal.
"Chayra akan menikah besok pagi , CEO," kata Taksa mengabari. "Sudah menjadi headline di semua berita cetak dan online," sambungnya memberitahu.
"Oh, baguslah," timpal Rakhan. Hanya berita Chayra menikah saja? Kenapa Taksa mesti heboh begini? batinnya heran.
"Apa anda tidak ada niat untuk menghentikan pernikahan itu? Aku yakin Chayra masih mencintai anda," ujar Taksa heran.
"Biarkan saja," balas Rakhan santai. "Jika dia memutuskan untuk menikah, berarti dia sudah melupakan aku. Lagipula untuk apa aku menghentikan pernikahan itu? Aku sama sekali tidak ingat dengan dia," lanjutnya panjang lebar.
"Ya kan, seperti yang sudah saya katakan tadi, percuma saja saya memberitahu anda," ujar Taksa menyesali.
Jika ingatan CEO sudah kembali, bisa di pastikan CEO akan menyesalinya, kata hatinya.
***#
"Bagaimana hasil nya?" tanya Rhea begitu dia masuk ke dalam ruangan kerja Efron .
"Apa Om sudah berhasil menyuntikkan sisa dosis obat itu pada Rakhan?" lanjutnya bertanya.
"Belum," geleng Efron. "Selama beberapa hari ini dia di jaga sangat ketat. Edward dan yang lainnya tidak bisa mendekatinya."
"Lalu bagaimana ini?" timpal Rhea gusar. "Bagaimana jika Rakhan teringat semuanya lalu mencari Chayra?" lanjutnya kuatir.
"Tenang saja, Edward baru saja mengabari berita baik," senyum Efron.
"Berita baik apa?" tanya Rhea.
"Besok pagi, Chayra akan menikah dengan Damon Alterio. Dan aku sudah memberikan instruksi untuk memastikan acara itu berjalan lancar," jawab Efron.
"Bagus," senyum Rhea. Jika Chayra sudah menikah dengan Damon, Rakhan pasti tidak akan menganggu Chayra lagi, meskipun dia sudah mendapatkan ingatannya, batinnya puas.
"Kamu tahu kan apa imbalannya jika aku membantu kamu," kata Efron mengingatkan.
"Demi kamu, aku membatalkan keinginan untuk membalas dendam pada Damon yang sudah membuat anakku terbaring koma di rumah sakit," lanjut beliau.
Glek, Rhea menahan air liur. Ternyata memang tidak ada yang gratis di dunia ini, batinnya.
"Om tenang saja, apapun keinginan om asalkan tidak melanggar hukum, aku akan menyetujuinya," jawab nya.
"Deal," seringai Efron.
__ADS_1
***
Maaf telat update ya readers, di karenakan sedang suasana lebaranš¤