CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 72: Aku Hanya Menginginkan Dia


__ADS_3

"Yeah...That's me Lio, I am back ( aku kembali)," Damon menyeringai. Dia menyimpan topeng kulitnya di dalam kantong celana.


Itu memang Damon! Lio terpaku di tempat. Orang yang selama hampir 3 tahun di cari carinya.


"Lio, cepat tembak laki laki itu dan tangkap gadis sialan itu!" terdengar teriakan Eouin dari arah belakang. Dia berlari sambil menahan sakit. Damn! Gadis itu akan menerima akibatnya!


Lio berbalik. Dia melihat Eouin semakin mendekat.


Damon mengarahkan pistolnya ke arah Eouin. Tepat membidik jantung.


"Tangkap ini!" Eouin melemparkan pistol ke arah Lio.


Lio segera menangkapnya.Lalu dengan secepat kilat dia mulai menembak. Mempraktekan pelajaran menembak yang selama ini dia pelajari.


Bugh! Eouin jatuh mencium tanah. Dia tak sempat menghindar. Tak sempat juga merasa heran. Kenapa Lio berkhianat.


Peluru Lio menembak dada Eouin. Darah mengalir membasahi tubuhnya.


Dor! Lio menembak anak buah Eouin yang berdiri di sebelahnya .Laki laki itu jatuh terduduk. Timah panas itu menyambar kakinya.


"Ayo," Lio berlari menghampiri Damon dan Chayra. " Kita harus meninggalkan tempat ini."


"Ayo!" Damon menarik tangan Chayra yang masih diam mematung.


Ada apa ini? Kenapa Lio malah menembak Eouin? Dan sekarang aku harus pergi bersama dua laki laki tak jelas ini? batin Chayra . "Aku tidak mau ikut," dia menampik tangan Damon.


"Ck," Damon berdecak. Tak sabar. Dia mengulurkan tangan lalu mengendong Chayra.


"Heh ...lepaskan!" Chayra menggoyang goyangkan badannya.


"Oke, " Damon melepaskan gendongannya.


"Jangan di bawa gadis itu!" Lio menyela. "Kita akan berurusan dengan CEO Rakhan," dia mengingatkan.


"Tidak mungkin," Damon bersikeras. " Aku kemari justru karena dia."


"Kamu ingin menukar dia dengan robot itu?" tanya Lio.


"Siapa perduli dengan robot itu. Aku bisa membuatnya lagi. Aku hanya menginginkan dia," balas Damon tegas. " Robot itu aku buat juga untuk dia."


Hah? Chayra tidak bisa menahan rasa kagetnya. Bagaimana bisa Damon di buat untuk nya? Dia bahkan tidak mengenal laki laki ini!


" Apa maksudmu?" tanya Lio tak kalah heran.


"Seperti yang kamu dengar," timpal Damon santai. " Aku membuat robot itu untuk Chayra," sambungnya.


"Wait ...coba kamu jelaskan lagi. Lebih detail. Mundur beberapa tahun ke belakang. Supaya aku mengerti," kata Lio.


"Nanti saja ceritanya," balas Damon. " Kita sudah terlalu lama di sini," katanya lagi. " Ayo," dia berusaha menggapai tangan Chayra .


Chayra mengibaskan tangannya. Kemudian dia berlari sekencang yang dia bisa.

__ADS_1


"Jangan lari!" Damon mengejar.


Tapi Chayra sudah berlari menjauh. Beruntung ada sebuah taksi lewat. Dia segera mencegat lalu masuk ke dalamnya.


"Damn!" Damon menendang gumpalan tanah. Marah dan kesal bercampur baur.


"Lupakan saja dia," kata Lio yang menyusul. "Dia wanitanya CEO Rakhan."


"Di mana dia menginap?" tanya Damon. Dia tidak mengindahkan perkataan Lio.


"Down Town Grand Hotel," jawab Lio. "Jangan katakan kamu mau ke sana," katanya cemas.


"Tentu saja aku mau ke sana," seringai Damon.


*****


Rhea merasakan wajahnya merah menahan malu. Dia baru saja melihat video rekaman CCTV di luar Elmer's cafe yang di kirim Taksa ke ponselnya.


Sungguh memalukan melihat dia memeluk dan berusaha menciumi Taksa, sementara laki laki itu berusaha menghindar.


Dia, Putri Kampus tahun ini, berusaha mencium seorang laki laki, laki laki yang bahkan tidak masuk kriterianya!


"Mama yakin rekaman CCTV itu sudah di hapus?" tanya Rhea memastikan.


"Iya," angguk mama. " Mama baru saja menelepon pihak keamanan hotel untuk mengecek perkataan Aspri Rakhan. Mereka membenarkannya. Rekaman itu sudah di hapus," urai mama lega.


"Baguslah," Rhea ikut merasa lega. Pengaruh alkohol memang buruk. Bisa bisanya dia menempel begitu erat dengan Taksa?


Kring...kring


"Kenapa Nona belum juga mengantarkan Nona Chayra ke sini?" suara asisten kakek, orang yang selama ini berkomunikasi dengan Rhea.


"Maaf, Bukannya saya tidak mau, tapi Chayra sudah di culik," timpal Rhea.


Chayra di culik? Mama memasang telinga.


"Di culik?" asisten kakek terperanjat. " Bagaimana bisa?"


"Begini......" Rhea menceritakan semua yang di katakan oleh Rakhan.


"Mohon Nona tunggu di sana, kami akan pergi ke sana," putus asisten kakek. " Tolong di share lock."


"Baik," kata Rhea. Diapun mengirimkan peta lokasi hotel di mana dia menginap saat ini.


"Tolong jelaskan semuanya pada mama," kata mama tegas begitu Rhea mematikan sambungan telepon.


******


Rakhan terkesiap menyaksikan pemandangan yang ada di depannya. Dia nyaris tak percaya pada matanya. Dia melihat Eouin terbujur lemas bersimbah darah. Seperti nya masih hidup. Karena masih terdengar bunyi nafas yang sesak.


Tidak berapa jauh dari tempat Eouin tergeletak, Rakhan melihat tiga orang laki laki , yang juga bersimbah darah. Dua orang sudah tak bernyawa. Sementara satu lagi masih hidup. Tapi terlihat lemas.

__ADS_1


"Periksa di dalam rumah!" perintah Rakhan pada Tom dan dua temannya.


Semoga kamu baik baik saja kucing kecil, harap Rakhan dalam hati.


"Baik, CEO," Tiga orang itu mengangguk serempak. Kemudian mereka masuk ke dalam rumah.


"Telepon ambulans!" perintah Rakhan pada Taksa yang berdiri diam termangu.


"Eh, iya, CEO," jawab Taksa kaget. Pemandangan di depan matanya, sungguh membuat dia ngeri. Siapa orang yang telah melakukannya?


"Bertahanlah, sebentar lagi ambulans datang," bisik Rakhan di telinga Eouin.


"Kenapa kamu mau menolongku?" balas Eouin tersengal sengal. Nafasnya sudah terasa di tenggorokan.


"Biar bagaimanapun juga Lo pernah jadi sahabat gue," balas Rakhan. Amarahnya seketika runtuh melihat kondisi Eouin.


"Chayra sudah di bawa mereka," kata Eouin memberitahu .


Apa? Ingin Rakhan berteriak histeris. "Siapa mereka?" dia berusaha tenang.


"Damon dan...." Eouin tidak melanjutkan kalimatnya. Dia sudah tidak sadarkan diri.


Damon? Taksa mengernyit. Apa itu Damon yang dulu Kepala IT WT di Nevada?


Damon? Rakhan mengerutkan dahi. Setelah 3 tahun, akhirnya dia muncul lagi. Apa orang itu membawa Chayra untuk di tukarkan dengan 081212? dia menebak nebak sendiri.


"Telepon Tom, kita pergi dari sini," perintah Rakhan pada Taksa. "Kembali ke hotel," putusnya.


Damon pasti menginginkan robot itu, batin Rakhan. Apapun akan dia berikan agar Chayra bisa kembali dengan selamat!


****


Sebuah taksi berhenti di depan lobi utama Down Town Grand Hotel. Sebelum doorman ( penjaga pintu di hotel ),bergerak membukakan pintu, penumpangnya sudah turun keluar.


"Bisa tolong panggilkan CEO Rakhan?" pinta Chayra, si penumpang .


"Maaf Nona, CEO Rakhan sedang pergi," jawab doorman. Dia mengenali gadis itu sebagai teman CEO Rakhan.


"Anu, Hm...apa saya bisa meminjam uang?" tanya Chayra malu malu. " Untuk membayar ongkos taksi."


"Saya yang akan membayarnya," suara di belakang Chayra yang menjawab.


*****


Sebuah mobil mewah memasuki lobi utama Down Town Grand Hotel. Doorman mengenali sebagai mobil CEO Rakhan. Dia bergegas membukakan pintu.


"Terimakasih," kata Rakhan sambil turun dari mobil.


Doorman menimbang sejenak,sebelum akhirnya bicara, " Maaf CEO, tadi gadis yang bersama anda menanyakan anda."


Rakhan mengangkat sebelah alis. " Chayra?" tanyanya ingin memastikan.

__ADS_1


"Maaf ,CEO, saya lupa menanyakan namanya," doorman menyesali keteledorannya.


"Iya, Chayra. Hanya dia yang aku ajak ke hotel ini," kata Rakhan. " Sekarang dimana dia?"


__ADS_2