CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 109: Aku akan membantumu!


__ADS_3

Membunuh Chayra? Rhea terperanjat. Sebenci apapun dia pada seseorang, dia tidak pernah terpikirkan untuk membunuh orang tersebut.


Tapi ini Chayra! Gadis yang sudah mengambil calon suaminya.


Mungkin ide untuk melenyapkan gadis itu tidaklah buruk, batin Rhea dengan mata berkilat marah.


Apa yang di pikirkan anak bodoh ini? gumam Mama Rhea dalam hati. "Kamu jangan berpikiran untuk berbuat kejahatan, " kata beliau mengingatkan.


"Aku tidak ingin turun tangan, biarkan saja laki laki itu yang melakukannya," balas Rhea ringan.


"Jika laki laki itu menginginkan aku sebagai anaknya, tentu dia akan berbuat yang terbaik untuk aku. Mama tidak usah kuatir aku berbuat kejahatan," sambungnya santai.


"Kamu jangan bodoh!" kecam mama. "Kamu pikir Efron akan melepaskan kamu jika dia berhasil membunuh Chayra? Dia itu laki laki terkejam yang pernah mama temui dalam hidup ini . Entah bagaimana dulu mama bisa jatuh cinta padanya," sesal beliau.


"Lalu apa rencana mama?" tanya Rhea ingin tahu. " Apa mama akan membiarkan Chayra dengan Rakhan?" tuntutnya kesal.


"Tentu saja tidak," pungkas mama cepat. " Kristal putih itu semacam obat pemikat . Kamu tempelkan kristal putih itu ke tubuhnya Rakhan, terserah di mana saja. Bau yang di keluarkan kristal putih itu akan mengacaukan sistem syaraf di otak Rakhan. Dia akan mengikuti semua perkataan kamu," jelas beliau.


"Apa mama menyuruh aku melakukan trik kotor pada Rakhan? Seperti yang telah di lakukan Blossom dulu? Menyerahkan keperawanan aku?" tuduh Rhea.


"Tidak perlu sampai ke sana. Kita cukup menjebak dia dengan berbagai foto yang seolah olah dia melecehkan kamu. Dia pasti tak akan berkutik," timpal mama.


"Jangan berpikir untuk berhubungan sek* dengan laki laki tanpa menikah apalagi jika laki laki itu dalam keadaan tidak sadar," tegas beliau .


Nama baik keluarga Hadiyan harus tetap terjaga, batin beliau.


Seminggu lagi terlalu lama, pikir Rhea. Blossom juga akan datang dalam waktu empat hari lagi.


Aku tidak bisa menunggu selama itu. Apapun bisa terjadi sewaktu waktu. Bisa Blossom yang menggagalkan rencananya atau Chayra, kata hati nya lagi.


Orang buta pun bisa tahu jika Chayra tidak menyukai Damon. Chayra itu benar benar teman makan teman, gerutunya dalam hati.


"Aku mau tidur dulu ma," pamit Rhea.


Tidur di jam delapan malam? Mama Rhea mengernyit. " Apa kamu sakit?" tanya beliau kuatir. Tidak biasanya Rhea tidur jam delapan malam.


"Aku capek," balas Rhea cepat. "Capek pikiran, mau istirahat," sambungnya dengan nada lemah yang segera membuat mama nya merasa bersalah.

__ADS_1


"Ya, sudah, istirahatlah," ujar mama. " Semua perkataan Efron tadi jangan di masukkan ke hati. Dia hanya asal bicara," lanjut beliau menenangkan.


"Mama juga istirahat, mama terlihat sangat lelah," balas Rhea.


"Iya," angguk mama. Pertemuan hari ini dengan Efron memang sangat membuatnya lelah dan marah.


"Mama ke kamar dulu," kata mama sambil berjalan menuju kamarnya. Kamar itu terletak tidak berapa jauh dari ruang tengah.


Mata Rhea mengikuti punggung mamanya sampai punggung itu menghilang dari balik pintu kamar.


Dia menunggu agak lama. Kemudian dia melangkahkan kaki menaiki tangga. Dia masuk ke dalam kamar untuk mengambil Tote bag yang berisi serbuk kristal putih itu. Lalu dia keluar dari kamar dengan langkah pelan.


Maaf ma, aku tidak bisa menunggu sampai satu Minggu lagi, katanya dalan hati. Malam ini Rakhan harus jadi milikku!


****


Menjelang malam, Rakhan baru sampai di rumahnya. Para pelayan yang sudah menunggunya di pintu masuk, dia suruh kembali ke kamar masing masing.


Dia sudah terlalu lelah malam ini. Persoalan kantor tidaklah terlalu menguras pikirannya. Kegagalan Taksa memikat Rhea di hari pertamanya bertugas sebagai dosen itu yang membuatnya sakit kepala.


Bahkan Rhea tidak menatap saya sedetikpun, kata kata Taksa siang tadi di kantor terngiang ngiang lagi.


Aku yang selama ini begitu perkasa dalam dunia bisnis ternyata gagal dalam menyusun rencana untuk menyingkirkan seorang gadis, batinnya lagi.


Perempuan memang sulit untuk di mengerti, kata hatinya kesal. Sudah jelas jelas aku tidak mencintai Rhea tapi gadis itu tetap memaksa untuk menjadi istrinya!


Sambil mengomel tak jelas, Rakhan berjalan melewati ruang tamu ,langkahnya terhenti begitu seorang gadis memanggil namanya.


****


"Bagaimana acara makan malamnya?" tanya Pak Bisma begitu melihat Pak Ming masuk kedalam ruang tengah untuk meletakkan kunci mobil.


"Maaf, saya tidak tahu, Pak," jawab Pak Ming sambil menundukkan kepala. Beliau tidak menyangka jika Pak Bisma duduk di ruang tengah. Biasanya jam segini, Pak Bisma sudah berada di dalam kamarnya.


"Mana Chayra?" tanya Pak Bisma lagi. Beliau memang sengaja menunggu Chayra di ruang tengah ini.


Tadi beliau menelepon Damon untuk menanyakan acara makan malam mereka. Damon menjawab baik baik saja.

__ADS_1


Namun, beliau bisa menangkap nada gelisah dalam suara Damon. Dan sekarang Pak Ming juga terlihat gelisah.


Aduh, gawat ini. Bagaimana cara aku mengatakan nya pada Pak Bisma? bisik hati Pak Ming takut.


"Katakan di mana Chayra!" tegas Pak Bisma sambil mengeraskan suara.


"Maaf, Pak, nona memaksa saya, jika saya tidak mau ,nona akan meloncat keluar dari mobil," sahut Pak Ming dengan nada ketakutan.


"Apa maksud kamu?" tanya Pak Bisma tambah marah. Beliau sudah merasakan firasat buruk.


"Nona minta saya mengantarkan ke suatu tempat ," jawab Pak Ming dengan nada lemas.


"Kemana?" tanya Pak Bisma dingin.


"Ke daerah di pinggiran kota Jakarta," ujar Pak Ming. Lalu beliau menyebutkan tempat di mana Chayra turun dari mobil.


Itu perumahan elit, kata Pak Bisma dalam hati. Kabarnya perumahan para CEO di sana. Termasuk Rakhan ,CEO WT. Apa Chayra ke rumah Rakhan?


"Siapkan mobil," perintah beliau. "Kita akan ke sana sebelum terlambat."


"Baik, Pak," jawab Pak Ming lega. Beliau merasa bersyukur, Pak Bisma tidak memarahinya.


***


"Mau apa kamu ke sini?" tegur Rakhan tak suka.


"Tentu saja untuk menemui CEO Rakhan," senyum Rhea. Dia bangkit dari sofa di ruang tamu.


"Kenapa para pelayan mengizinkan kamu masuk?" tanya Rakhan heran. Aku akan memecat semua pelayan itu, geramnya dalam hati.


"Jangan marahi mereka, aku yang memaksa masuk," balas Rhea mengerti kekesalan Rakhan.


Dia dengan berani mendekati Rakhan dan tanpa terlihat menempelkan semua serbuk kristal putih itu ke badan Rakhan.


"Mau apa kamu?" Rakhan mendorong Rhea menjauh.


"Tentu saja, aku ingin menghabiskan malam dengan kamu," bisik Rhea dengan suara gemetar. Ini pengalaman pertama nya dengan seorang laki laki.

__ADS_1


"Kamu gila!" tukas Rakhan kesal. Tapi entah kenapa dia merasakan pusing yang menyiksa di kepala.


"Aku bisa membantumu, mari aku antarkan ke kamar," balas Rhea sambil menuntun Rakhan.


__ADS_2