CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 80: Sayalah yang mengejar cintanya!


__ADS_3

Rhea baru saja keluar dari kelas ketika melihat sejumlah orang, lebih tepatnya, mahasiswi, berjalan cepat melewati nya. Penasaran, dia mencegat salah seorang yang melintas di hadapannya.


"Ada CEO keren dan ganteng di kampus kita. Juga masih muda. Kabarnya, dia menuju ke perpustakaan," jawab mahasiswi yang di cegat Rhea.


CEO muda, keren dan ganteng? Rhea mengerutkan dahi. Siapa ya? Karena penasaran,dia ikut mengayunkan kaki menuju perpustakaan.


Belum lagi sampai di perpustakaan, Rhea melihat Rakhan berjalan menggandeng Chayra ke arah parkiran mobil. Semakin penasaran, dia mengikuti dari belakang.


Ya, Tuhan! Rhea menutup mulutnya. Jantungnya serasa di remas. Hatinya panas. Dia melihat pasangan yang tidak tahu malu itu berciuman di tempat parkir. Dia segera melangkahkan kaki melewati mereka lalu berhenti beberapa langkah di hadapan mereka.


"Ehm..." Rhea berdehem. Keras. Kencang.


Rakhan melepaskan ciumannya. Dia menoleh ke arah suara. Rhea? Dia mengernyit tak suka.


Rhea? Chayra kaget luar biasa. Apalagi karena Rhea mendapati dia sedang berciuman dengan Rakhan.


"Oh, jadi kamu seperti ini ya," tukas Rhea sinis. "Pulang dari luar negeri bukannya menghubungi aku malah mengambil calon suamiku," sambungnya pedas.


"Aku sudah mengirim pesan dan menelepon kamu, tapi kamu tidak pernah membalas nya," Chayra berusaha membela diri. "Dan tentang CEO..."


"Chayra tidak pernah mengambil aku dari kamu," sergah Rakhan menyela kalimat Chayra. "Karena aku tidak pernah menjadi calon suami kamu," lanjutnya yang membuat wajah Rhea memutih bak kapas.


"Tapi CEO setuju untuk menikah dengan aku," tandas Rhea berani. Dia tak akan pernah melepaskan Rakhan pada siapapun. Hanya Rakhan yang pantas bersanding dengannya.


"Aku menyesalinya sekarang," balas Rakhan kesal. Kenapa perempuan yang berdiri dihadapannya ini begitu keras kepala?


"Maaf, sebaiknya kalian menyelesaikan masalahnya secara pribadi. Aku tidak mau ikut campur, permisi," kata Chayra mengambil kesempatan untuk melarikan diri.


"Kamu tidak boleh pergi," Rhea menyambar tangan Chayra. " Katakan bagaimana cara kamu merayu CEO? " dia melihat seluruh tubuh Chayra dengan pandangan menghina. " Apa dengan tubuhmu?" sinisnya.


Apa? Wajah Chayra merah menahan marah. Dia tak menyangka Rhea begitu rendah memandang dirinya.


"Chayra tidak perlu merayuku," Rakhan angkat bicara. " Aku sudah jatuh cinta padanya sejak pertama kali melihatnya di Grand Duke hotel malam itu," dia menatap wajah Chayra dengan sorot mata selembut sutra.


"Tidak mungkin!" teriak Rhea tidak terima. "Jika CEO terpesona oleh penampilan nya, itu semua yang dia pakai adalah milikku!" dia menandaskan.

__ADS_1


" Jika aku tahu begini jadinya, aku tidak akan pernah mengambil kamu dari halte bis!" tandasnya menyesali. " Dasar tidak tahu membalas budi!" dia menghempaskan tangan Chayra yang sedari tadi di pegangnya.


Deg! Jantung Chayra berhenti berdetak. Rhea mengingatkan dia tentang balas budi. Rhea dan keluarga nya sudah banyak membantunya. Jika tidak ada mereka, pastilah dia sudah menikah dengan Om tua yang mesum itu.


Gawat! Rakhan melirik Chayra. Dia melihat ucapan Rhea seketika meluluhlantakkan kepercayaan diri Chayra . "Katakan berapa harga yang harus di bayar untuk melunasi hutang budi itu," kata Rakhan cepat.


"CEO tidak perlu bertanya," Rhea tersenyum simpul. "Anda pasti tahu jawabannya!"


"You are crazy! (kamu gila)" tukas Rakhan kesal.


"Ya, aku memang gila," Rhea tertawa. Dia berbalik badan lalu tiba tiba berlari dan menabrakkan diri ke sebuah mobil sedan yang terparkir di sana.


"Rhea!!" Chayra menjerit. Kenapa Rhea begitu nekat?


Dia berlari mengejar Rhea berusaha mencegah. Namun terlambat. Rhea sudah terbaring di bumper depan mobil itu kemudian jatuh terkulai di bawah mobil.


"Rhea..." Chayra menggoyangkan badan Rhea. Dia sangat ketakutan. Bagaimana pun juga Rhea adalah temannya.


"Jangan di goyang terus badannya," kata Rakhan yang datang menyusul.


"Bagaimana ini?" Chayra menahan Isak tangis. "Rhea seperti ini karena aku."


"CEO, saya sudah menelepon Pak Made. Beliau setuju untuk bertemu kita di Blue restoran 20 menit lagi," kata Taksa yang datang kemudian. Wajahnya yang lega dan bahagia sontak berganti raut muka saat melihat Chayra memeluk tubuh Rhea yang terlihat lemas . "Ada apa ini CEO?" tanyanya bingung.


"Batalkan janji ketemu,"perintah Rakhan segera. "Kamu telepon ambulans segera," perintahnya lagi.


"Eh, iya, baik CEO," sahut Taksa.


****"


" Ada apa?" tanya Pak Bisma saat melihat Pak Aditya, masuk ke dalam ruangan dengan wajah tegang.


"Mbak Chayra baru saja menelepon," Pak Aditya memberitahu. "Mbak Chayra ada di rumah sakit..."


"Rara di rumah sakit? Kenapa?" sambar Pak Bisma cepat.

__ADS_1


"Anda tenang saja," balas Pak Aditya cepat. " Mbak Chayra tidak apa apa, temannya yang sakit, jadi ...."


"Kita jemput Rara sekarang," putus Pak Bisma sambil berdiri dari kursi.


"Sebentar lagi Anda ada rapat dengan dewan komisaris dan CEO," jawab Pak Aditya mengingatkan. Hari ini adalah rapat pertama Pak Bisma di perusahaan setelah absen selama lebih kurang 1 tahun.


"Tidak ada yang lebih penting dari pada Rara," timpal pak Bisma.


***""


Suasana dalam ruang perawatan VVIP rumah sakit sangat hening meski dokter telah meninggalkan ruangan sekitar setengah jam yang lalu .


Chayra duduk di sofa bersisian dengan Rakhan sementara papa dan mama Rhea duduk di seberangnya . Taksa memilih untuk berdiri di belakang Rakhan. Mereka saling berpandangan tanpa mengucapkan sepatah katapun.


" Bisa beritahu Tante, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya mama Rhea.


"Aku juga tidak tahu kenapa Rhea tiba tiba menabrakkan dirinya ke mobil yang sedang terparkir," jawab Chayra bingung. "Kejadiannya terjadi begitu saja, Tante," jelasnya lagi.


"Apa kamu sedang bertengkar dengan Rhea?" tanya mama lagi. "Dan bagaimana bisa Rakhan ada bersama kalian?"


"Sebenarnya kejadiannya seperti ini, Tante," Rakhan angkat bicara. " Aku menginginkan untuk membatalkan rencana perjodohan itu tapi Rhea menolaknya. Kemudian dia berlari menabrakan dirinya ke mobil," dia memberitahu yang sebenarnya.


"Kamu tidak ingin menikah dengan Rhea?" Papa Rhea terperanjat. "Kenapa? Bukannya kamu sudah setuju?"


"Apa benar yang pernah di katakan Rhea? Kalau Chayra berusaha merebut Rakhan?" Mama Rhea menyela.


"Jangan bicara sembarangan," tegur papa tidak enak hati.


"Betul ,Pa. Kami pergi ke Caliente sampai Rochester untuk menyusul Rakhan agar terhindar dari jerat rayuan Chayra," balas mama tidak senang. " Setelah kejadian ini baru mama percaya dengan apa yang di katakan Rhea," sambung mama sambil menatap Chayra dengan tajam.


Jadi Rhea menyusul Rakhan sampai ke Rochester? Chayra terperanjat.


"Maaf, Tante tidak boleh menyalahkan Chayra," pungkas Rakhan cepat . "Chayra tidak pernah menjerat saya dengan rayuan. Justru sayalah yang mengejar cintanya ," ungkapnya tanpa malu.


"Apa?" mata mama melotot kaget. Bagaimana bisa Chayra membuat Rakhan begitu tergila gila?

__ADS_1


" Kamu tidak bisa memutuskan perjodohan ini sesuka hati," tukas Papa Rhea. Bagaimanapun Rakhan adalah menantu yang sangat potensial.


Krek ...pintu terbuka dari luar. Semua yang tengah duduk di sofa menatap ke arah pintu. Pak Bisma masuk di sertai Pak Aditya di belakangnya.


__ADS_2