CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 29: Kemana Laki Laki Jahat Itu Pergi?


__ADS_3

" Saya sudah mengetuk pintu," jawab Taksa pelan.


CEO Rakhan memberikan isyarat mata , menyuruh Taksa tetap berdiri di tempat . Kemudian matanya beralih kembali menatap Chayra .


"kamu pikirkan tawaran aku tadi," putus CEO Rakhan pada Chayra. Dia kembali duduk di kursinya.


"Tidak perlu CEO, saya tidak mau tinggal di rumah anda," sahut Chayra cepat.


Rhea pasti akan mengejarnya dengan golok jika mendengar dia tinggal di rumah CEO Rakhan!


Apaaa? CEO Rakhan mengajak Chayra tinggal di rumahnya? Apa aku tidak salah dengar? kata Taksa dalam hati.


Apakah ini benar CEO Rakhan Khaizurran? CEO yang di gelari The Ice Man, oleh beberapa media massa? CEO yang tidak pernah menggubris puluhan wanita cantik yang mengajaknya kencan, sekarang malah mengajak seorang gadis lugu tinggal di rumahnya? Taksa mendadak shock.


"Kenapa?" CEO Rakhan menengadah. Menatap dingin. Sedikit sakit hati. Niat baiknya di tolak mentah mentah.


"Anu ..itu...Anda kan calon suami Rhea," jawab Chayra memberikan alasan. "Karena itu saya tidak mungkin tinggal di rumah anda," sambungnya lagi.


"Hm...karena Rhea ya?" gumam CEO Rakhan. Jika dia menolak perjodohan ini, tidak saja akan membuat ayahnya dan ayahnya Rhea murka, kucing kecil ini juga pasti tidak akan menerimanya. Satu satunya cara adalah, membuat Rhea yang membatalkan perjodohan ini. Dia akan mencari caranya.


"Baiklah," CEO Rakhan menurut. "Sekarang kamu pesan makanan tadi, bayar pakai E- Wallet," perintahnya.


"Bayar dengan E-Wallet ya..." Chayra menggaruk garuk rambutnya.


"Tidak punya?" CEO Rakhan merasakan keresahan Chayra.


"Punya sih..." Chayra menjawab pelan. Tapi tidak ada saldonya, lanjutnya dalam hati.


"Taksa, kamu transfer ke E- Walletnya dia," CEO Rakhan berpaling ke arah Taksa,yang masih berdiri di dekat pintu. "Minta Nomor ponsel atau username dia ,lalu transfer," sambung nya sambil menyebutkan sejumlah nominal. "Nanti aku ganti."


"Baik, CEO," Taksa menghampiri Chayra. Kemudian dia mengeluarkan ponsel dari kantong kemejanya. "Username atau nomor ponsel yang terdaftar di E- Wallet?" tanyanya.


"Nomor ponsel," sahut Chayra seraya menyebutkan nomor ponselnya.


Taksa mengetik nomor ponsel Chayra lalu mentransfer uang sebanyak yang di perintahkan CEO Rakhan. " Sudah ya," dia memperlihatkan layar monitor ponselnya pada Chayra.

__ADS_1


"Terimakasih," senyum Chayra.


"Terimakasih nya pada CEO saja," balas Taksa tidak enak hati. Dia memasukkan kembali ponsel ke dalam kantong kemejanya.


"Setiap bulan kamu transfer sebanyak ini ke E- Walletnya dia," perintah CEO Rakhan.


Setiap bulan? Sebanyak ini? Chayra bukannya senang , tapi was was dan curiga. Kenapa CEO ini mendadak baik hati?


Setiap bulan? Sebanyak ini? CEO Rakhan bercanda? Ini jumlahnya beberapa kali lipat di atas UMR kota Jakarta. Bahkan nyaris setengah dari gaji yang aku terima setiap bulan, batin Taksa bicara.


Namun dari sisi positifnya, Aku tetap berkantor di sini," Hati Taksa berkata lagi. Tidak mungkin kan aku transfer uang ke E- Wallet dari Somalia?


"Maaf CEO, uang yang di transfer ke E-Wallet saya jumlahnya terlalu banyak," Chayra memberanikan diri untuk bicara. Dia memutar tubuh , menghadap CEO Rakhan. " Saya...."


"Tidak bisa kah kamu mengucapkan terimakasih?" potong CEO Rakhan sebal. Gadis ini malah mengucapkan terimakasih pada Taksa, tapi kepada dia justru tidak.


"Terimakasih CEO," jawab Chayra buru buru.


"Caramu mengucapkan terimakasih itu, tidak


tulus dari hati. Wajah kamu kaku," tukas CEO Rakhan .


"Terimakasih CEO," Kata nya tersenyum lebar. Memperlihatkan delapan gigi atas nya yang putih dan tersusun rapi.


"Senyum kamu jelek. Tidak simetris," tandas CEO Rakhan sambil memalingkan muka. Menyembunyikan wajahnya yang memerah.


Gila, senyumnya indah. Bahkan lebih indah daripada senyumnya Blossom, kata hati CEO Rakhan.


Senyum Chayra jelek? Meski Taksa tidak bisa melihat bagaimana senyuman Chayra tapi kenapa CEO jadi suka mencela? Wajah CEO juga mengapa jadi merah begitu ? Apa CEO kepanasan? Apa AC nya kurang dingin? Desis hati Taksa bertanya tanya.


"Hiih.." gerutu Chayra pelan. Cocoklah CEO ini dengan Rhea . Mulutnya sama sama pedas. Tapi dia tidak berani membantah. Nasibnya terikat oleh hutang 3 trilyun. Huahh...nasibku, ingin dia menangis. Tapi tak jadi. Tak ingin membuat CEO Rakhan tahu. Lalu menggunakannya untuk semakin menindas dia.


"Jangan senyum seperti itu lagi," CEO Rakhan mengeluarkan titah. Bisa membuat banyak laki laki berlutut mengemis cinta, lanjut hatinya. "Pesan makanan tadi," perintahnya lagi.


"Baik ,CEO," Chayra mengangguk patuh. Dia memencet nomor telepon Miaw miaw cafe untuk melakukan pemesanan makanan.

__ADS_1


"Maaf ,CEO, apa anda ingin saya menurunkan suhu AC?" tanya Taksa . " Saya lihat wajah anda memerah..."


"Tidak usah," tukas CEO Rakhan menyela. Kuatir Chayra mendengarnya. " Bagaimana tadi tugasmu?" dia mengalihkan topik pembicaraan .


"Sudah beres ,CEO," jawab Taksa cepat. " Tidak harus membayar penalti, karena status Mbak Chayra adalah karyawan paruh waktu dan tidak terikat kontrak. Cuma pemilik cafe meminta Mbak Chayra tetap bekerja Sampai ada penggantinya."


"Mulai hari ini dia adalah karyawan di sini. Tidak mungkin bekerja di tempat lain," tandas CEO Rakhan kesal.


" Saya sudah mendapatkan pengganti Mbak Chayra, CEO, tapi dia baru bisa bekerja 2 hari lagi, karena saat ini masih terikat kontrak kerja di tempat lain," sahut Taksa.


"Kamu kerja di sana selama 2 hari," putus CEO Rakhan.


Apa? Aku kerja sebagai pelayan cafe?Taksa menunjuk dirinya tanpa suara. lidahnya terasa patah. Wajahnya rusuh .


Bukan nya baru beberapa jam yang lalu, CEO Rakhan mengatakan kalau aku adalah asisten CEO di kantor. Mengurusi segala urusan kantor.


Lalu kenapa sekarang aku juga harus bekerja sebagai pelayan cafe? Taksa pening mendengar keputusan CEO Rakhan.


Awalnya,dia mengira akan di puji oleh CEO Rakhan karena sudah mendapatkan pengganti Chayra untuk bekerja di cafe. Tapi malah sekarang justru dia yang harus menggantikan Chayra. Nasib, oh nasib ..jerit hatinya.


"Iya, kamu," CEO Rakhan mengangguk tegas. "Pagi kamu kerja di sini, siang kerja di cafe," lanjut nya memberikan perintah .


"Baik, CEO," Taksa hanya bisa mengangguk pasrah. lemas.


Sementara itu, sebuah sedan mewah Toyota Century berhenti di depan lobby utama apartemen Bougenville. Mobil itu milik papa Rhea. Mobil mewah khusus kalangan super VIP dan di Indonesia hanya tersedia 3 unit saja.


Di belakang mobil Toyota berhenti mobil BMW touring milik Rhea, yang di bawa Mas Teguh, sopir mama.


Mendengar Rhea di serang di jalan setapak di parkiran apartemen, mama Rhea langsung menyuruh sopirnya untuk mengambil mobil Rhea.


Mama Rhea takut jiwa Rhea akan kembali terancam jika terus memakai mobil itu. Menurut Mama Rhea, karena mobil itu sudah di kenali sebagai mobil Rhea, maka Rhea harus memakai mobil yang baru.


Sedan convertible keluaran terbaru seharga Rp. 1, 62 billion akan menjadi tunggangan Rhea berikutnya.


Rhea membuka pintu belakang Toyota Century, lalu duduk di joknya yang berlapis seratus persen wol. Di hadapan nya, terdapat sebuah layar 11,6 inci yang berisi 20 channel siaran televisi. Namun saat ini, dia tidak tertarik untuk menyalakan nya.

__ADS_1


Pikirannya masih tertuju pada laki laki jahat tadi. Tiga orang anggota security sudah melaporkan kalau mereka tidak menemukan orang dengan ciri ciri yang di sebut Rhea.


Kemana laki laki jahat itu pergi?


__ADS_2