CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 77: Aku Milikmu Selamanya


__ADS_3

"Beruntung peluru itu mengenai bandul kalung yang aku pakai. Kemudian aku kabur melarikan diri. Bersama Nino, kami pergi ke Negara S, asal negara Nino. Di rumahnya, kami meneruskan proyek pembuatan robot," Damon masih lanjut bercerita.


"Jadi kamu kabur dengan membawa robot itu?" tanya Lio.


"Tentu saja," sahut Damon. " Robot itu akan aku berikan kepada Chayra. Setelah selesai, aku mencari alamat Chayra dan mengirimkan padanya. Aku ke bar bersama Nino untuk merayakan keberhasilan kami sekaligus perpisahan karena kami akan menempuh hidup masing masing. Aku memberikan cek kepada Nino. Tapi dia menolak dan menginginkan transfer setiap bulan. Kemudian dia pamit pulang lebih dulu," dia berhenti sebentar bercerita. Raut muka sedih terpancar di wajahnya.


Lio mendengarkan dengan serius.


"Ketika aku tiba di rumah, aku tidak menemukan Nino. Dia juga tidak membawa ponsel. Aku terus mencari. Sampai akhirnya, aku menemukan dia tidak sadarkan diri di lorong dekat perumahan. Aku tidak tahu siapa pelakunya. Tapi kuat dugaan ku itu Pak Eouin," sambungnya melanjutkan.


Lio mengangguk. "Memang Bos. Karena beberapa hari kemudian, kami menggeledah rumah itu."


"Aku baru tahu jika Pak Eouin bisa sekejam itu," geram Damon .


"Dia memang kejam," Lio sependapat.Teringat lagi semua orang yang harus merelakan nyawanya karena gagal dalam tugas.


"Aku bawa Nino ke rumah sakit. Diagnosa dokter, Nino vegetatif. Lalu aku memindahkan Nino ke Desa M," Damon menutup ceritanya.


"Sekarang dia ada di mana? Apakah tidak apa apa kamu tinggal?" tanya Lio heran.


"Saat penggerebekan oleh CEO Rakhan, Nino di bawa ke Rumah sakit. Sementara aku di masukan ke dalam penjara," jawab Damon.


"Jadi yang terdeteksi di Desa M itu kamu?" timpal Lio. "Bos juga ke sana, tapi dia di tipu oleh CEO Rakhan. Di ajak berputar putar oleh salah satu helikopter WT keliling angkasa Desa M," lanjutnya yang diiringi tawa Damon.


"Dan kemudian heli itu di tembak jatuh," kata nya kemudian yang membuat Damon menghentikan tawanya


Damon sedikit merasa beruntung di temukan oleh CEO Rakhan lebih dulu. Jika yang menemukan dia adalah Pak Eouin mungkin dia tak akan ada di dunia ini lagi.


****


"Jadi begini cara kamu menghentikan orang bicara?" kata Chayra setelah Rakhan melepaskan ciumannya.


"Hanya padamu," balas Rakhan dengan senyum di kulum.


Ya, Tuhan! Chayra merasa wajahnya merah menahan malu. Senyum Rakhan membuatnya berdebar.


"Seseorang tak sengaja mengirim video tanpa gambar ke komputer WT, aku mendengar kamu dan Eouin," Rakhan membelai rambut Chayra. " Apa saja yang sudah di sentuhnya?"

__ADS_1


"Aku ..." suara Chayra tercekat di kerongkongan. Dia tidak ingin mengingat kejadian menjijikan itu.


"Apakah di sini?" Rakhan menciumi lehernya. " Di sini juga?" dia melanjutkan sampai ke dada.


"Apa yang kamu lakukan?" Chayra berusaha melepaskan diri. Ciuman Rakhan sangat meresahkan.


"Untuk membersihkan tubuhmu dari tangan Eouin," kata Rakhan.


Bukan tangan. Tapi bibirnya, geram Chayra dalam hati. " Jangan diingatkan lagi," katanya marah.


"Maaf, aku datang terlambat," sesal Rakhan. "Aku sampai di sana, kamu sudah tidak ada."


"Iya, Damon menyelamatkan aku. Dia menembak orang yang akan menangkap aku dan Lio menembak Pak Eouin yang datang kemudian," sahut Chayra memberitahu.


"Iya, Eouin sudah memberitahu," kata Rakhan cemburu. Seharusnya dialah yang menyelamatkan Chayra. "Tapi siapa Lio?" tanyanya heran.


"Dia kepala IT di perusahaan Pak Eouin. Sepertinya dia teman lamanya Damon," jawab Chayra ."Ternyata Damon itu laki laki yang kamu tangkap di Desa M, dia memakai topeng kulit sintesis untuk mengelabui kita," sambungnya sewot.


"Bukankah dia sudah dalam penjara? Kenapa dia bisa bebas?" Rakhan mengerutkan dahi. " Nanti aku akan suruh Taksa untuk mencari tahu."


Chayra mengangguk.


"Tidak bisakah kita bicara dengan normal?" Chayra mendorong tubuh Rakhan menjauh dari nya. "Tidak enak jika terlihat kakek," dia beralasan.


"Berarti kalau tidak ada kakek,boleh ya?" Rakhan mengedip nakal.


Hmm....Chayra memoyongkan bibirnya. Laki laki ini sangat pintar membolak-balik kata.


"Aku akan membereskan urusanku dengan Rhea, tunggu aku ya," Rakhan mengelus rambut Chayra.


CEO ini, Selalu saja punya alasan untuk menyentuhku,gumam Chayra dalam hati. "Boleh aku minta sesuatu?' pinta nya pelan.


"Apa?" Rakhan bergegas bertanya. Belum pernah Chayra meminta sesuatu padanya .


"Tetap bersama Rhea ya?" Chayra menggenggam telapak tangan Rakhan. "Rhea sangat menyukai kamu ," katanya lagi. Ada rasa sesak di dada, saat dia mengucapkannya.


"Tidak!" tukas Rakhan marah. "Bagaimana mungkin kamu menyuruh aku bersama perempuan lain?"tandasnya tak percaya. Dia menatap mata Chayra lekat lekat. Dia menggenggam erat tangan Chayra yang menggenggam tangannya.

__ADS_1


"Kamu tidak tahu, bagaimana Rhea menyelamatkan hidupku," Chayra melarikan matanya dari tatapan mata elang Rakhan. Tangannya gemetar dalam genggaman tangan Rakhan.


" Sekitar enam bulan yang lalu, aku kabur dari rumah. Aku berdiri bingung di halte bis, tak tahu mau kemana. Aku takut menghubungi kakek, karena kakek sedang dalam persiapan operasi. Rhea yang kebetulan lewat, turun dari mobil dan mengajakku ikut bersamanya," katanya lagi.


Hutang Budi, desis Rakhan risau. Sepertinya ini tidak akan mudah, gumamnya dalam hati.


"Padahal itu pertama kali kita bertemu. Dia sudah memberikan banyak bantuan padaku. Kamu tahu, aku kabur dari rumah hanya membuat sebuah koper, semua kartu dan tabungan di blokir papa," Chayra mengangkat muka,meminta pengertian Rakhan."Aku tidak mau di anggap orang yang tidak tahu membalas Budi," tutupnya sedih .


"Aku akan bertanya pada Rhea,berapa harga untuk membayar hutang budi mu," balas Rakhan . "Aku akan membayar seberapapun yang dia minta," dia menatap Chayra dengan sepenuh hati.


"Tidak semua bisa di bayar dengan uang," timpal Chayra. Dia melepaskan genggaman tangannya.


"Kamu pasti paham apa yang di inginkan Rhea," dia menunduk. Melarikan matanya dari tatapan Rakhan. Hatinya semakin sakit. Ini pertama kalinya dia menyukai seseorang. Dan sekarang harus membuang rasa itu sejauh mungkin.


"Aku rasa Rhea bukanlah orang bodoh," timpal Rakhan. "Dia tidak mungkin mau bersama orang yang tidak mencintainya. Aku milikmu selamanya," dia menatap Chayra dengan penuh arti.


Ya ,Tuhan! Chayra merasa hatinya semakin tak menentu. Antara harus melupakan atau tetap setia menanti.


"Sudah lebih lima menit!" Langkah kaki memasuki taman samping di sertai suara tegas, mengagetkan mereka.


"Silahkan CEO Rakhan pulang," usir Pak Bisma.


"Baik, saya pulang dulu, Kek," pamit Rakhan.


"Jangan ganggu cucuku sebelum urusanmu dengan anak CEO In Tech selesai," Pak Bisma mengingatkan.


"Baik, saya janji," kata Rakhan. " Tapi nanti jika urusan saya dengan Rhea selesai, saya harap kakek mau merestui," lanjutnya.


"Tergantung Rara," tegas Pak Bisma.


"Baiklah, saya permisi dulu," kata Rakhan minta diri .


" Kamu di sini saja, tidak usah mengantar CEO ini," Pak Bisma menahan tangan Chayra yang hendak mengikuti Rakhan.


"Lehermu kenapa?" Pak Bisma menunjuk beberapa bekas merah di leher jenjang Chayra.


Rakhan seketika menoleh.

__ADS_1


"Di gigit nyamuk, Kek," jawab Chayra malu.


"Lainkali kalau di gigit lagi, tepuk sampai mati," tukas Pak Bisma sambil melirik Rakhan dengan tajam.


__ADS_2