CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 121: Let You Go ( Membebaskanmu)


__ADS_3

Pak Bisma merasakan nafasnya tersengal sengal saat melihat siaran televisi itu. Sangat memalukan! geramnya. Beliau terduduk di atas sofa di ruang kerja.


Kenapa Damon diam saja melihat ini? batin beliau kecewa.


"Telepon Damon sekarang juga!" perintah beliau pada Pak Aditya yang masih setia berdiri di dekat sofa.


"Baik ,Pak," kata Pak Aditya. Beliau segera mengeluarkan ponsel dari dalam kantong jasnya. Tanpa membuang waktu, beliau segera menelepon Damon.


Dert.....dert....Ponsel Damon yang berada dalam kantong kemejanya bergetar. Dia tersenyum miring . Tanpa melihat siapa yang menelepon , dia sudah tahu siapa itu .


"Selamat siang, Pak," jawab Damon setelah dia memencet tombol menerima panggilan.


"Pak Damon, di mana anda sekarang? Pak Bisma tidak tenang setelah melihat siaran televisi itu," jawab Pak Aditya.


"Tenang saja ,Pak. Tolong sampaikan pada Pak Bisma, semuanya dalam kendali saya," sahut Damon sambil melihat siaran live streaming yang tersaji beberapa depa dari matanya.


Live streaming adalah acara yang di siarkan secara langsung dan dapat di saksikan saat itu juga.


"Baiklah," putus Pak Aditya sambil mematikan sambungan telepon.


"Kata Pak Damon, semuanya sudah dalam kendali beliau, anda bisa tenang sekarang," ujar Pak Aditya sembari memasukkan ponsel ke dalam kantong kemejanya.


"Baiklah, aku percaya dia," sahut Pak Bisma tenang. Dadanya sudah tidak terasa sesak lagi.


*****


"Bagaimana ini ?" tanya Chayra resah karena melihat Rakhan diam saja.


"Usir mereka!" perintah Rakhan sambil mematikan siaran televisi. "Lalu jebloskan ke dalam penjara karena sudah menyiarkan fitnah, melanggar UU ITE!" perintahnya lagi.


"Maaf CEO, tapi mereka melakukan live streaming di luar gedung WT, kita tidak bisa mengusirnya," jawab Taksa hati hati.


"Ugh, benar juga," sambut Rakhan mengiyakan. "Panggil saja polisi, minta mereka menangkap mereka karena menganggu keamanan," lanjut nya memerintahkan.


"Baiklah CEO," angguk Taksa patuh . Kenapa Rhea Hadiyan membuat ulah? Apa tidak takut dengan pembalasan CEO Rakhan? batinnya bergidik.


"Darimana mereka mendapatkan foto foto itu?" tanya Chayra begitu Taksa meninggalkan ruangan.


"Bukankah semua foto yang tersimpan di dalam memori Damon sudah di musnahkan?" tanyanya lagi karena Rakhan hanya diam saja.


"Memang," angguk Rakhan. " Tapi Damon adalah pencipta robot 01212, mungkin saja dia punya micro chip penyalin memori," sambungnya mengira ngira.

__ADS_1


"Hah," Chayra menarik nafas. "Entah bagaimana reaksi kakek melihat foto foto itu," lanjutnya resah. " Aku harus pulang untuk menenangkan kakek," putusnya.


Tak! Sekonyong konyong, Rakhan menggerakkan telapak tangannya memukul tengkuk Chayra.


Bugh! Tubuh Chayra seketika lemas tanpa sempat melawan. Dengan cepat Rakhan memeluk tubuh Chayra sebelum jatuh mencium karpet.


"Maaf sayang," bisiknya di telinga Chayra lalu mencium bibirnya dengan lembut. "Aku tak akan membiarkan kamu pergi lagi."


*****


Good, desis Damon sambil memasukan ponsel ke dalam kantong kemejanya. Pak Tua itu sangat percaya padaku, desisnya lagi.


Matanya kembali menatap live streaming yang masih berlangsung.


"Aku tidak percaya Chayra, sahabatku tercinta tega menikung aku dari belakang," urai Rhea dengan tangis pura pura.


"Foto foto yang aku tunjukkan tadi sudah cukup sebagai buktinya," bebernya sembari memperlihatkan beberapa foto dari galeri ponselnya. Foto itu adalah foto ciuman Rakhan dan Chayra di dalam ruangan CEO ketika Chayra bekerja sebagai asisten CEO Rakhan.


"Lalu apakah anda akan membatalkan pernikahan dengan Rakhan Khaizurran?" tanya Bebeto, salah seorang pengawal Chayra yang bertugas sebagai reporter dadakan.


"Tidak!" jerit Rhea. " Perempuan itu yang salah. Dia yang telah merayu Rakhan. Aku hanya ingin dia tahu diri. Menyingkir dari kehidupan kami selamanya!" tegasnya.


"Kamulah yang harus menyingkir dari kehidupan aku!" cetus Rakhan dengan ekspresi dingin.


"Aku tidak mau, aku tidak bersalah," balas Rhea.


"Katakan saja nanti pada polisi. Mereka sedang dalam perjalanan menjemput kamu," timpal Rakhan.


Apa? Polisi? Mata Rhea terbelalak. Bagaimana ini? Bukankah Damon mengatakan dengan dia membocorkan hubungan terlarang Rakhan dan Chayra, Rakhan akan memutuskan hubungan dengan Chayra karena tidak mau menanggung malu? Lalu kenapa sekarang malah Rakhan akan menjadikan dia sebagai pesakitan?


"Aku tidak percaya," seringai Rhea berusaha percaya diri.


Sial! Kemana itu Damon? Apa laki laki sialan itu akan membiarkan aku di tangkap polisi?


Damon masih menonton dengan santai dari tempatnya. Dasar gadis bodoh, kekehnya pelan.


Dengan terbukanya skandal perselingkuhan antara Rakhan dan Chayra, Pak Bisma tidak punya pilihan lain selain menikahkan aku dengan Chayra, batinnya gembira.


Pak tua itu pasti berusaha secepat mungkin untuk memperbaiki reputasi cucunya yang sudah tercemar, batinnya lagi.


"Kamu tidak perlu percaya. Tinggal tunggu saja," seringai Rakhan.

__ADS_1


" Oh ya, aku akan membebaskan kamu sebagai calon istri. I Will let you go!" katanya sambil berbalik badan.


"Tidak!" jerit Rhea. Dia menarik tangan Rakhan. " Kamu tidak bisa seperti ini," teriaknya frustasi.


Aku tak bisa kehilangan Rakhan, batinnya gelisah. Dengan cepat dia mengeluarkan serbuk kristal putih dari dalam kantong celana jeans-nya lalu menempelkannya ke tangan Rakhan.


"What the hell," Desis Rakhan sambil membalikkan badan. Chayra? gumamnya pelan. Bukankah gadis itu terbaring di atas sofa di dalam ruangan ku? batin nya heran.


Good! seringai Rhea. Bubuk kristal putih itu sudah bekerja.


"Katakan pada mereka sayang," kata Rhea dengan nada lembut . " Kita akan segera menikah," katanya menekankan pada kalimat menikah.


"Ya ,betul . Kami akan segera menikah," kata Rakhan menurut.


Wah! Damon terperangah. Obat apa yang telah di berikan Rhea Sampai Rakhan seperti kerbau yang di cocok hidungnya. Sayang sekali Chayra tidak melihat. Kemana dia? katanya dalam hati.


" Cari Chayra ," katanya menelepon Kevin.


"Baik, Pak," sahut Kevin.


***


Apa yang terjadi ini? Taksa terbelalak melihat Rakhan berciuman dengan Rhea. Baru saja dia melihat atasannya itu bergumul dengan Chayra dan sekarang berciuman dengan gadis lain?


"CEO," bisik Taksa di belakang Rakhan.


"Ada apa?" kata Rakhan marah. Dia melepaskan bibirnya dari Rhea.


"Mengapa anda dengan Nona Rhea...." sahut Taksa bingung. Dia tidak bisa melanjutkan kalimatnya.


"Rhea? Siapa Rhea?" semprot Rakhan cepat. "Jelas jelas aku bersama dengan Cha..."


Rhea buru buru menutup mulut Rakhan dengan jemarinya yang lentik. " Sepertinya kamu sudah lelah," katanya. " Kami pergi dulu," sambungnya pada Bebeto.


"Ya, baiklah. Having fun( selamat bersenang senang) ," timpal Bebeto.


*****


Kenapa sekarang justru Rakhan berciuman dengan Rhea? desis Tante Rauna bingung. Bukankah Rakhan tidak suka pada gadis itu? batin beliau sambil mematikan ponsel.


Beliau sedikit kecewa pada Rakhan. Karena beliau masih berharap Chayra menjadi menantunya.

__ADS_1


****


Mama Rhea tersenyum melihat live streaming yang baru saja berakhir di televisi. Rhea menyelesaikan semuanya dengan sempurna!


__ADS_2