CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 73: Cinta Yang Terobsesi


__ADS_3

"Nona itu pergi bersama seorang laki laki," jawab Doorman.


Laki laki? Rakhan mengangkat sebelah alis. Kecewa. Karena sudah berharap bisa bertemu Chayra. "Siapa?"


"Maaf CEO, saya tidak menanyakan namanya, umurnya sekitar 40 tahun , berwajah Asia, dan nona memanggilnya Om," jawab doorman.


Berwajah Asia? Memanggil om? Apakah orang itu om nya Chayra? Mungkin karena Rhea tidak datang mengantarkan Chayra, mereka ke sini untuk menjemputnya, kata hati Rakhan menduga duga . " Oke, terimakasih," dia duduk kembali ke dalam mobil dan menutup pintu.


"Kita ke Hot Spring hotel and spa," kata Rakhan pada pak supir.


"Baik, CEO," sahut Pak supir.


"Telepon Jun, suruh dia mencari informasi tentang keluarga Chayra, aku tunggu dalam waktu 10 menit, tidak boleh kurang," perintah Rakhan pada Taksa yang duduk di sebelahnya." Langsung ke ponsel aku," sambungnya.


"Baik, CEO," sahut Taksa cepat. Kalau berhubungan dengan Chayra, CEO tidak bisa menunggu lama,batinnya.


Tidak sampai 10 menit, ponsel Rakhan dalam kantong celana bergetar. Dari Jun.


Rakhan mengeluarkan ponsel dari kantong celananya. Dia mengaktifkan earphone wireless di ponselnya lalu memasangkan headset bluetooth di telinga kanannya.


"CEO," suara Jun terdengar.


"Ya?" balas Rakhan.


"Ayahnya Nona Chayra bernama...." Jun mulai bicara. " Kemudian ayahnya menikah lagi dan mempunyai...." dia melanjutkan informasinya. " Keluarga ibunya ,tepatnya kakeknya, adalah pemilik Pak Tua Group...." dia masih bicara.


Hm...Pak Tua Grup adalah perusahaan FMCG terkemuka di Indonesia,gumam Rakhan dalam hati.


Perusahaan FMCG (Fast Moving Consumer Goods) adalah perusahaan yang memproduksi barang yang di pakai langsung oleh konsumen untuk keperluan pribadi.


"Pak Bisma sekarang masih dalam perawatan di The Mayo Clinic di Rochester ,Amerika," Jun menutup laporannya.


"Sekarang kamu cek CCTV di Hot Spring, " perintah Rakhan lagi.


"Terlihat Nona Chayra memasuki lobi hotel sekitar 10 menit yang lalu, CEO," kata Jun cepat. Dia tahu, CEO pasti akan menyuruhnya kembali meretas CCTV Hot Spring ,jadi dia sudah meretasnya lebih dulu.


"Bersama seorang laki laki berwajah Asia, berumur sekitar 40 tahun, CEO," lanjut Jun.


"Good Job," puji Rakhan.

__ADS_1


****


"Sampai berapa lama kita di sini?" tanya Lio tak sabar. Sudah lewat 10 menit mereka berdiam diri di dalam mobil yang di sewa Damon.


"Sabar dulu," sahut Damon sambil mengarahkan teropong binokular nya ke seberang jalan . Ke arah Hot spring hotel and Spa.


Teropong binokular adalah teropong yang bisa di pegang dengan tangan dan bisa di bawa kemana mana.


"Jangan minta aku menemani untuk menculik gadis itu, aku ini seorang ahli komputer bukan pengawal bayaran," tukas Lio sebal.


Seharusnya, dengan menemukan Damon dan Eouin terbaring koma di rumah sakit, dia bisa kembali ke Jakarta . Bisa berkumpul bersama keluarga.


Tapi nyatanya, Damon malah mengajaknya membuntuti Chayra. Sejak dari Down Town Grand Hotel sampai ke sini.


"Aku tidak ingin menculik nya, aku hanya sedang mencari kesempatan untuk mendekatinya," jawab Damon santai.


"Bukannya tadi ,gadis itu tidak ingin kamu dekati? Malah lari? Lagipula saingan kamu itu ,CEO Rakhan. Bukannya meremehkan, tapi kamu tidak sebanding dengan nya," kata Lio sinis. Selain harta, penampilan fisik CEO Rakhan jauh lebih menawan.


"Kekayaan bukan faktor utama untuk mendekati seorang gadis, aku punya sesuatu yang CEO Rakhan tidak punya," balas Damon penuh percaya diri.


"Halu," Lio tergelak. "Kapan kamu balik ke Jakarta? Sudah lebih 3 tahun ,kamu meninggalkan keluarga mu, apakah kamu tidak kangen mereka?" lanjutnya berusaha menguras perasaan kekeluargaan Damon.


"Keluarga apa yang kamu maksud?" timpal Damon sinis. " Mereka semua parasit. Menumpang hidup. Menghabiskan gaji bulanan ku untuk membiayai hidup mereka. Jika aku tidak pernah bertemu Chayra, mungkin aku sudah lama tidak ada di dunia ini," pandangannya menerawang.


"Oh, ya , Adik," Damon kembali ceria. "Selama aku menghilang, aku lupa menghubunginya. Bagaimana kabar Adik tercintaku itu? Kapan kalian akan menikah?" dia menyenggol tubuh Lio. Menggoda temannya itu.


"Dia sudah tiada. Tidak lama setelah kamu menghilang. Terkena kanker sirosis yang tiba tiba saja ada," ujar Lio sedih. Dia menahan air mata di ujung pelupuk mata. Teringat cintanya yang harus kandas sebelum naik pelaminan.


Oh, My God! Damon terdiam. Adiknya,satu satunya keluarganya yang paling dia sayangi. "Aku akan mendatangi makamnya bersama Chayra sebagai kakak iparnya," sahutnya setelah terdiam lama.


Lio menatap Damon lekat lekat. Apakah temannya ini masih waras?


Mereka tinggal bertetangga sejak umur 5 tahun, bersekolah di sekolah yang sama lanjut kuliah. Hanya terpisah saat Damon bekerja di laboratorium WT Nevada.


Lalu dimana dan kapan Damon bertemu Chayra? Lio berpikir keras .Temannya itu belum bercerita sama sekali.


"Ceritakan di mana dan kapan kamu bertemu Chayra?" tanya Lio dengan keingintahuan yang membuncah.


"Beberapa tahun yang lalu, aku bertemu dengan dia di London, saat dia sedang tour keliling Eropa Barat bersama keluarganya," jelas Damon sambil terus memantau melalui teropong.

__ADS_1


"Waktu kamu ke London untuk seminar? Sebagai perwakilan Mahasiswa IT?" tanya Lio menegaskan.


Seingatnya, Damon memang pernah bercerita bertemu gadis kecil di London. Mereka duduk bersebelahan saat menaiki London Eye.


London Eye adalah sebuah bianglala raksasa setinggi 135 meter.


"Iya," Damon mengangguk membenarkan.


"Terus?" Lio menunggu kelanjutan ceritanya.


"Terus apa?" tanya Damon sambil terus memantau.


"Hanya itu?" tandas Lio tak percaya.


"Ya, hanya itu, tidak mungkin kan kamu meminta anak umur 12 tahun sebagai pacar?" tukas Damon. " Dia sangat suka robot, sejak itu aku bertekad membuatkan dia sebuah robot pintar," lanjutnya.


"Setelah selesai, aku akan mengirimkan kepadanya. Aku meminta alamat rumahnya tapi katanya, pesan ibunya,tidak boleh sembarang memberikan alamat rumah pada orang lain," sambungnya. "Aku hanya di beritahu nama lengkapnya dan dia berasal dari Jakarta," dia mengakhiri ceritanya.


Oh, cinta yang terobsesi ternyata, gumam Lio. "Kamu mengingatnya, sementara dia sudah melupakan kamu," sindirnya.


"Aku pasti sudah memenangkan hatinya jika saja tidak di gagalkan Pak Eouin," tukas Damon kesal.


"Oh, ya, kenapa kamu menghilang secara tiba tiba?" tanya Lio ingin tahu.


"Karena Pak Eouin ...eh, mobil yang membawa Chayra dari hotel tadi sekarang keluar hotel," Damon menurunkan teropongnya. "Chayra dan laki laki itu berada di dalamnya," dia menyalakan mesin mobilnya.


"Lio, cari pemilik mobil itu," perintah Damon pada Lio. Kepalanya di tolehkan ke belakang sebagai isyarat memberitahu bahwa laptop ada di kursi belakang.


Lio berpindah tempat ke belakang. Dia menyalakan laptop. Lalu memulai peretasan.


"Mobil itu milik usaha penyewaan mobil. Dan penyewanya bernama Aditya Anggabaya , pekerjaannya karyawan PT Pak Tua, Indonesia," kata Lio memberitahu.


" Siapa itu? Apa hubungannya dengan Chayra?" tanya Damon. "Mobilnya mengarah ke bandara," kata nya lagi.


"Sepertinya Chayra akan di bawa ke tempat kakeknya berada," balas Lio. "Kakeknya di rawat di The Mayo Clinic, di Rochester. laki laki yang membawanya mungkin suruhan kakeknya," lanjutnya mengira ngira. "Heh ...kamu tidak berniat akan ke sana kan?" katanya lagi.


"Tentu saja aku akan ke sana," seringai Damon.


__ADS_1


Dukung karya otor terbaru ya readers🥰🙏🤗


Terimakasih.


__ADS_2