
Tanpa menunggu lama, beberapa orang petugas keamanan masuk ke dalam ruangan CEO.
"Bawa perempuan itu pergi!" perintah Rakhan begitu mereka masuk.
"Maaf Nona," kata salah seorang petugas keamanan itu sebelum memegang lengan Rhea. " Ayo ikut kami keluar."
"Apa hak kalian membawa aku?" jerit Rhea. " Aku ini calon istri CEO Rakhan!" tegasnya.
"Maaf Nona, tadi CEO sudah memerintahkan untuk membawa anda keluar," sahut petugas yang lain.
"Aku tidak mau!" jerit Rhea. " Jangan berani sentuh aku!" teriaknya marah.
"Sudah!" Ujar Rakhan angkat bicara. " Bawa perempuan ini keluar dari perusahaan!" perintahnya.
"Apa?" Rhea melotot. " Anda tidak bisa bersikap seperti itu kepada saya!" jeritnya tak rela. " Saya calon istri anda!" katanya mengingatkan .
"Baru calon kan?" balas Rakhan mencemooh. " Lagipula kamu juga tahu aku terpaksa menikahi kamu. Jika nanti aku menemukan cara licik kamu untuk menjebak aku, tunggu saja balasannya!" tegasnya mengancam.
"Mana ada," elak Rhea. " Semua ini gara gara perempuan murahan itu!" ucapnya sambil menunjuk Chayra dengan marah. " Jika tidak ada dia ,aku pasti sudah menjadi istri anda!"
"Maaf Re, bukannya kamu tidak mau di jodohkan dengan Rakhan?" timpal Chayra mengingatkan.
"Kamu membayar aku 70 juta untuk mengalihkan perhatian CEO WT kepada aku, karena kamu tidak mau di jodohkan," lanjutnya.
"Apa?" Cetus Rakhan kaget. " Seriously?"
Chayra mengangguk. " Maaf Rhea, aku terpaksa mengatakan nya karena aku tidak mau di salahkan terus," katanya pada Rhea.
Ingatan Rakhan bagai flashback ke beberapa bulan yang lalu. Saat pesta para CEO di Hotel Grand Duke.
Ternyata ini maksud dari penampilan mereka yang aneh waktu itu, batin nya. Chayra berpenampilan begitu gemerlap sedangkan Rhea penampilannya seperti anak cosplay. Tujuannya untuk menyodorkan Chayra kepada aku. Benar benar perempuan licik, nilainya dalam hati. Dan sekarang dia bertindak seolah olah korban. Playing victim!
Cosplay adalah hobi berpakaian seperti karakter dalam komik, video games atau animasi.
"Ternyata begitu," kata Rakhan seolah mengerti. "Jadi ini semua kesalahan kamu. Tidak pantas kamu menjatuhkan kesalahan itu pada Chayra," putusnya.
"Itu dulu sebelum aku kenal dengan anda, CEO," ujar Rhea seperti menahan tangis.
Bagus, sekarang dia menangis, ejek Rakhan dalam hati.
Rhea menangis? Chayra terkejut. Sejak dia mengenal Rhea, temannya itu tidak pernah menangis. Karena dia selalu mendapatkan apa yang diinginkannya. Jika sekarang Rhea menangis mungkin karena dia tidak bisa mendapatkan Rakhan.
__ADS_1
"Katakan pada CEO, jika aku sudah meminta kamu untuk membatalkan perjanjian itu! Kamu juga sudah aku minta untuk mencomblangi aku dengan CEO. Kamu selalu mengatakan iya, tapi buktinya? Malah kamu menyodorkan diri sendiri. Dasar perempuan murahan!" teriak Rhea membabi buta.
Petugas keamanan yang berjumlah enam orang itu hanya bisa menundukkan wajah. Mereka tidak tahu harus bersikap apa. Perempuan yang sangat di cintai CEO malah di kata Katai dengan kasar oleh perempuan yang baru saja di akui CEO sebagai calon istri di media. Tapi tidak di kehidupan nyata.
"Shut up! ( Tutup mulut !)" bentak Rakhan kesal. " Bawa dia pergi, sejauh jauhnya!" perintah nya pada ke enam petugas keamanan yang tetap berdiri kaku di tempatnya.
"Siap CEO!" kata mereka serempak.
"Dasar kamu perempuan jal*Ng! Murahan! Cheaper! I hate you Chayra ( aku benci kamu), I swear i Will make your life wretched! ( aku bersumpah akan membuat hidup kamu celaka)!" teriak Rhea menyumpahi Chayra.
Rhea, desis Chayra tak percaya. Dia tak menyangka Rhea bisa berkata sekejam itu padanya.
"Tenang saja, dia tidak akan bisa berbuat apa apa pada kamu," bisik Rakhan menenangkan Chayra.
"Tidak ada gunanya kamu marah pada Chayra. Karena Chayra tidak bersalah," tukasnya pada Rhea. " Chayra sudah beberapa kali mencoba untuk mengingatkan aku kepada kamu. Tapi aku tidak mau," katanya lebih lanjut.
"Tidak mungkin," kata Rhea tak percaya. Tidak mungkin Rakhan lebih memilih Chayra di banding dia jika Chayra tidak mencoba cara licik.
" Cepat bawa dia pergi!" perintah Rakhan. Dia tak sudi melihat Rhea lebih lama lagi.
" Mari Nona," kata keenam petugas keamanan itu.
***
Damon melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah hampir satu jam tapi Rhea atau Chayra belum keluar juga. Apa yang terjadi di dalam ruangan CEO? batinnya.
"Bagaimana Pak?" tanya Kevin Hiller, sang pengawal bayangan melalui ponsel. Dia berada dalam mobil di depan Damon.
" Kita tunggu sebentar lagi," putus Damon menjawab. Dia menatap keluar jendela mobil.
Tak berapa lama kemudian, Rhea keluar dari gedung WT dengan raut muka marah.
"Itu dia," desis Damon. "Bawa dia padaku," perintahnya menugaskan Kevin.
"Baik, Pak," jawab Kevin sambil membuka pintu mobil.
Sementara itu Rhea berjalan menuju basement tempat mobilnya di parkir. Dia ingin cepat cepat sampai ke rumah. Dia ingin membicarakan langkah balas dendam pada Chayra dengan mamanya.
"Nona Rhea? Silahkan ikut saya," tiba tiba seorang laki laki berumur 30an berdiri di depannya.
"Ya," jawab Rhea. Wajah marahnya berganti heran. " Siapa kamu? Apa mau kamu? Jangan coba coba dengan aku ya, aku pemegang sabuk hitam taekwondo," ujarnya mengingatkan.
__ADS_1
"Tenang saja Nona, saya tidak akan berani," balas laki laki itu. " Atasan saya ingin bertemu anda," katanya lagi.
"Siapa atasan kamu? Aku tidak mau ikut sembarang orang," sergah Rhea waspada.
"Anda akan tahu setelah bertemu orangnya," timpal laki laki itu dengan suara misterius.
" Aku tidak mau di ajak bertemu sembarang orang. Katakan siapa dia," tukas Rhea.
"Aku!" sebuah suara bariton terdengar dari arah punggung Rhea yang membuat dia secara refleks menoleh kebelakang.
Suara bariton adalah salah satu dari 3 tipe suara laki laki.
Bariton adalah suara yang berat dan dalam.
"Kamu?" tunjuk Rhea heran. "Kamu mau apa!"
"Pak," kata laki laki yang hendak mengajak Rhea pada Laki laki yang baru saja tiba. " Kenapa anda turun dari mobil?"
"Kamu terlalu lama," dengus Damon, laki laki yang muncul di belakang punggung Rhea itu.
"Aku ingin mengajak bekerja sama," katanya pada Rhea.
"Aku yakin kamu tidak akan menolak karena tujuan kita sama," seringainya.
"Aku tidak akan mudah di ajak bekerja sama," dengus Rhea.
" Aku punya cara untuk menghadapi mereka," kata Damon tak mengindahkan keberatan Rhea.
" Bagaimana caranya?" tanya Rhea ingin tahu.
" Playing victim!" pungkas Damon santai.
"Playing victim?" Ulang Rhea mengernyitkan dahi.
***
Maaf ya readers jika sekarang otor sering telat up novel CEO melankolis ini , di karenakan otor juga harus up novel Fake love .
Otor harap readers tetap setia untuk terus membaca novel otorš
Love sekebon untuk readers semuaš„°
__ADS_1