
"Rakhan memang sangat pantas untuk Rhea," ujar mama setuju. " Tapi sayangnya, Rakhan tidak mencintai Rhea," sambungnya dengan nada prihatin.
Rakhan tidak mencintai Rhea? mendadak Efron teringat cuplikan judul link berita yang di kirim Edward ke pesan singkatnya, waktu itu.
"Maksud kamu, Rakhan mencintai gadis lain yang bernama Chayra? Aku baca beberapa berita mengenai perkelahian Rakhan dengan pria lain. Mereka tengah memperebutkan Chayra," ujar Efron menegaskan.
"Aku tidak percaya Rakhan bisa mencintai Chayra . Rhea lebih segalanya di banding anak itu. Chayra itu gadis yang tidak tahu untung. Dia di tampung Rhea di apartemen ketika dia kabur dari rumah," beber mama Rhea dengan nada marah. "Pasti dia yang menggoda Rakhan ," lanjut beliau menuduh.
"Seandainya tidak ada dia, aku tidak perlu bersusah payah untuk menghubungi kamu," sambung beliau penuh emosi.
"Kalau begitu aku harus bertemu kasih pada gadis itu," seringai Efron.
"Apa?" mata mama Rhea membelalak marah. Efron ini benar benar bisa membuat beliau marah. Beda dengan Farras ,yang selalu bisa membuat beliau tenang dan nyaman.
"Jangan marah dulu," pungkas Efron cepat. Beliau tidak ingin mendapat kemarahan dari Aleasaa. Simpati dari mantan pacarnya ini sangat beliau inginkan.
"Berkat Chayra, kamu mau menghubungi aku. Bukankah itu bagus? Aku jadi tahu jika punya anak perempuan yang cantik dan pintar, aku juga bisa kembali memiliki kamu," jelas Efron yang malah membuat mama Rhea tambah murka.
"Mimpi!" teriak mama Rhea sambil berdiri dari kursi.
"Aku punya cara untuk bisa membuat Rakhan kembali pada Rhea," kata Efron yang seketika membuat mama Rhea kembali duduk.
"Caranya?" tanya mama Rhea ingin tahu.
"Off course ( tentu saja) , kill that girl ( bunuh gadis itu)!" jawab Efron tegas.
***
"Aku tidak percaya kamu mengajak aku dinner," kata Damon sambil duduk di hadapan Chayra.
Dia hampir tak mempercayai telinganya sendiri saat mendapat telepon dari Chayra . Gadis itu mengajaknya bertemu di sebuah restoran bertema romantis di tengah kota. Di roof top , tempat duduk paling indah dan paling mahal di restoran itu. Karena bisa memandang jantung kota Jakarta di malam hari.
"Mau makan apa?" balas Chayra sambil tersenyum manis. " Aku tidak tahu makanan kesukaan kamu, jadi aku belum memesannya," sambungnya dengan nada lembut yang menggetarkan hati Damon.
__ADS_1
Ada apa dengan gadis ini ya? tanya Damon dalam hati. Mendadak begitu baik dan ramah.
"Pilihkan saja menunya apa, aku akan makan semua," jawab Damon.
Selama hidup mengembara sejak 3 tahun silam, dia tidak perduli lagi sama makanan. Selama makanan itu bisa di makan, dia akan memakannya.
"Hm, baiklah," sahut Chayra sambil mengambil daftar menu. Dia membaca semua menu yang tertera di dalam daftar menu.
Australian pure black Angus, Italian kiwami rancher with pure breed Japanese...baca Chayra dalam hati. Ada begitu banyak menu, dan dia tidak tahu Damon suka makanan yang mana.
Eh, ini ada Bombay brassiere khazana curry, batinnya lagi. Dia ingat Rakhan pernah memesan menu itu dan Rakhan makan dengan nikmat.
Bombay brassiere khazana curry terdiri dari kepiting Davon, truffle putih, kaviar beluga ,daun emas dan beberapa bahan mahal lainnya.
What? harga seporsi 45 juta? Mata Chayra terbeliak. Debet tabungannya bisa terkuras jika membayar tagihan ini. Tapi tak apalah, siapa tahu melihat kesungguhan hatinya, Damon bersedia mengabulkan permintaan nya.
Pak Bisma memang sudah menawarkan Chayra black card, tapi gadis itu menolaknya. Dia tidak terlalu suka berbelanja. Lagipula dia pernah mendengar jika perusahaan kakeknya sedikit mengalami keguncangan ketika kakeknya masih berobat di Rochester. Dia tidak ingin membebani kakeknya dengan pengeluaran nya yang besar.
"Untuk aku..." Chayra berhenti bicara sebentar. Matanya melirik ke arah tulisan dessert. Dia tidak ingin makan besar malam ini.
The Frozen haute Chocholate ini sepertinya enak, kata hatinya. Es krim yang terdiri dari campuran 28 jenis cocoa, yang 14 di antaranya termasuk varian termahal.
Harga seporsinya 30 juta? Mata Chayra terbelalak lagi.
Sejak ibunya meninggal 5 tahun yang lalu, dia tidak pernah di ajak makan di restoran mewah.
Ini kali pertamanya dia makan di restoran mewah dan membayar sendiri.
"Ada apa?" tanya Damon ingin tahu. Dia khawatir melihat wajah Chayra yang resah. Apa gadis ini tidak membawa cukup uang? dia membatin.
"Nanti biar aku yang bayar," kata Damon seakan mengerti isi pikiran Chayra.
"Jangan, aku yang mengajak kamu ke sini, tentu saja aku yang akan membayarnya," senyum Chayra.
__ADS_1
Senyum tidak pernah lepas dari bibirnya. Dia bertekad ingin menyenangkan hati Damon.
"***"
"Apa maksudmu?" Mata Mama Rhea terbelalak kaget. "Kamu ingin membunuh Chayra?"
"Apa sih yang tidak untuk anak perempuan aku," tegas Efron.
Bulu kuduk mama Rhea merinding mendengarnya. Dia tak meragukan perkataan Efron. Laki laki itu tidak pernah ragu melakukan apapun. Meski itu perbuatan kriminal!
"Kamu pulang dulu. Tenangkan Rhea. Urusan Rakhan aku yang bereskan. Kamu tidak perlu berpikir lagi," pungkas Efron sambil meletakkan tangannya di atas telapak tangan mama Rhea.
Kali ini mama Rhea membiarkan saja. Dia membiarkan laki laki itu meletakkan tangannya di atas telapak tangannya lalu meremas tangan perempuan yang masih di cintainya itu dengan gerakan lembut.
*****
"Kakek cerita kalau kamu adalah pendonor tulang sumsum belakang aku," Chayra memulai cerita setelah mereka selesai memakan makanan yang di hidangkan di atas meja.
"Maaf, aku tidak tahu, karena kakek kemudian melakukan mind terapi padaku, sehingga aku melupakan kejadian itu. Terima kasih karena kamu sudah berbaik hati sebagai pendonor aku," tutupnya sambil tersenyum lembut.
"Tidak apa," timpal Damon. Senyum Chayra benar benar manis. Dia tidak bisa melepaskan mata dari bibir Chayra yang merekah bak bunga mawar.
"Aku juga tidak tahu jika anak perempuan yang menerima donor sumsum tulang belakang aku adalah kamu, anak perempuan yang aku temui di London Eye beberapa bulan sebelumnya," tuturnya.
"Aku baru tahu setelah bertemu dengan dokter yang melakukan operasi itu sekitar lima bulan yang lalu di negara S. Beliau memberikan sebuah kartu nama yang sudah lama kepadaku. Barulah saat itu aku menyadari jika anak perempuan itu adalah kamu," sambungnya lagi.
"Kemudian kamu menemui kakekku dan meminta menjadi suami aku sebagai imbalannya?" tukas Chayra yang mendadak kesal.
Mata Damon yang lekat menatap bibirnya membuat dia tak suka.
"Iya, apakah salah?" timpal Damon dengan ekspresi tak merasa bersalah.
"Tentu saja salah, karena kamu memaksakan kehendak. Aku tidak mencintai kamu! Bisakah kamu membatalkan permintaan itu?" balas Chayra.
__ADS_1