CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 32: Kamu suka Dia?


__ADS_3

"Chayra?" Arfan berdesis heran saat melihat Chayra berjalan ke arah parkiran Gedung E. Setahunya, sepulang kuliah, Chayra biasanya pergi ke cafe di seberang jalan, untuk bekerja paruh waktu di sana.


Mata Arfan mengikuti terus langkah kaki Chayra sampai gadis itu masuk ke dalam mobil SUV luxury berwarna silver. Dia melihat sang supir yang terlihat masih muda membukakan pintu mobil untuk Chayra.


Apa benar desas desus yang mengatakan Chayra seorang sugar baby? Pemilik mobil itu pastilah orang kaya. Di pasaran, harga mobil itu mencapai milyaran rupiah. Tadi juga penampilan Chayra berbeda dari biasa. Dia mengenakan gaun yang tampak mahal. Arfan membatin.


"Kamu suka dia?"


Suara yang berasal dari belakang nya, serta merta membuat Arfan menoleh ke belakang. Walau sebenarnya, tanpa menoleh pun,dia sudah tahu siapa orangnya. Mas Lio!


"Bukan urusanmu," tukas Arfan tak suka. " kenapa ke sini?" tandasnya.


"Kasar sekali," jawab Lio. "Bagaimanapun juga aku ini kakakmu," lanjutnya mengingatkan.


"Sudah tidak lagi, sejak Mas Lio memutuskan hubungan keluarga 3 tahun lalu," balas Arfan ketus.


Lio menghela nafas kasar. "Sekarang aku kembali ," katanya memberitahu.


"Seharusnya tidak ke sini, tapi langsung ke rumah," balas Arfan dingin. "Kemaren mama memasak semua makanan favoritmu dan menyuruh aku membeli cake sarang semut kesukaanmu di toko langganan," urainya . "Mama menunggu di ruang tamu sampai larut malam," dia menatap kakaknya dengan emosi yang susah payah di tahan.


Mama? Ada rasa haru terbersit di dalam hati. Ada setumpuk kerinduan yang membuncah di dada. Selama ini dia juga menanggung rindu di lubuk hati. Tapi, semua ini terpaksa dia tahan. Sampai dia bisa menemukan Damon. Dia yakin, Bos tahu di mana Damon berada. Karena kontak terakhir yang dia lihat di riwayat telepon di ponsel Damon, adalah nomor ponsel Bos.


"Mama tahu dari mana aku ada di sini?" tanya Lio kaget .


"Tante Dian melihatmu di bandara," jawab Arfan.


"Tante Dian tetangga depan rumah?" kata Lio menegaskan.


Arfan mengangguk. "Aku mau pulang, banyak tugas," putus nya sambil berjalan meninggalkan Lio . Dia menuju tempat mobilnya di parkir. Tidak berapa jauh dari tempatnya berdiri.


"Aku ikut," Lio mengejar.


******


Di dalam mobil, Chayra duduk dengan perasaan gelisah. Jika tidak teringat punya utang pada CEO Rakhan, dia tidak akan mau datang ke kantor itu lagi. Apalagi dengan memakai gaun melambai ini . Ini adalah pakaian Rhea, yang dia di paksa untuk memakai nya .

__ADS_1


Kemaren, setelah Taksa melihat adegan berpelukan itu, CEO Rakhan langsung melepaskan pelukannya dan duduk di kursi kerjanya. Dia tidak bicara lagi sampai Chayra minta diri karena sudah di jemput Pak Sumir, sopir papanya Rhea .


Bahkan saat Taksa masuk ruangan karena di telepon CEO Rakhan, CEO Rakhan juga tidak bicara. Dia menandatangani dokumen yang di bawa Taksa lalu menyuruh Taksa keluar dengan gerakan tangan.


Satu satunya kalimat yang kemudian keluar dari mulut CEO Rakhan adalah, mulai besok, pulang kuliah akan di jemput sopir.


Chayra langsung mengangguk tanpa bicara. Dia ingin cepat cepat keluar dari ruangan itu. Sikap CEO Rakhan yang sedingin es membuat dia tidak nyaman.


Dan sekarang dia akan bertemu dengan CEO Rakhan lagi, desahnya dalam hati.


"Sudah sampai ,Mbak," Taksa membukakan pintu mobil.


Nasibku, jadi supir pribadi, setelah ini harus bekerja di cafe, kemudian balik lagi ke kantor untuk mengantarkan Chayra pulang, merintih hati Taksa. Tapi apalah daya, dia hanya seorang pegawai.


"Terimakasih, Pak," Chayra keluar. "Mulai besok bapak tidak usah membuka dan menutup pintu mobil lagi," ujarnya memberitahu. " Aku malu, " katanya mengakhiri ucapannya. Dia dapat merasakan puluhan tatapan iri di areal parkir kampus, sewaktu Taksa membuka dan menutup pintu mobil untuknya.


"Nanti kamu katakan pada CEO saja," timpal Taksa.


"CEO Rakhan yang menyuruh?" tanya Chayra kaget.


"Iya," angguk Taksa.


"Oh," Chayra menyahut linglung. "Apakah CEO Rakhan menyuruh bapak membuka dan menutup pintu mobil untuk perempuan lain?" tanyanya ingin tahu.


"Kamu orang pertama," balas Taksa. " Cepat naik, CEO tidak suka menunggu," sambungnya mengakhiri percakapan. Dia takut Chayra akan bertanya tanya lagi.


"Baik ," Chayra mengangguk. Dia segera menarik langkah menuju lobby kantor. Untuk kemudian naik lift ke ruangan CEO Rakhan.


Sampai di lantai 9, Chayra berjalan ke ruangan CEO Rakhan.


Tok ..tok..tok.. Chayra mengetuk pintu dengan sopan.


"Masuk," suara bariton CEO Rakhan terdengar dari dalam.


Chayra membuka pintu dan melangkah masuk. Dia melihat CEO Rakhan tengah duduk di kursi kerja sambil membaca dokumen yang terbentang di atas mejanya.

__ADS_1


"Selamat siang, CEO," sapa Chayra. Dia berdiri di samping CEO Rakhan. Lebih tepatnya berjarak 1 meter dari CEO Rakhan.


"Siang," balas CEO Rakhan tanpa menoleh. "Sudah tahu tugas mu apa?" tanyanya sambil membalik lembar dokumen.


"Belum," geleng Chayra. " Anda belum memberitahu job description nya," sambungnya lagi.


"Apakah masih perlu di beritahu?" CEO Rakhan menoleh. Oh, My God! dia terperanjat. "Baju apa yang kamu pakai ini?" tunjuknya tak suka.


"Baju Rhea, CEO," sahut Chayra. " Saya semalam tidur di rumah Rhea,karena tidak membawa baju ganti, saya memakai baju dia," lanjutnya menjelaskan.


"Kamu memakai baju ini ke kampus?" tanya CEO Rakhan menekankan.


"Iya, saya dari kampus langsung kesini, CEO," jawab Chayra. "Memangnya kenapa?" tanyanya heran.


"Baju ini tidak cocok untuk kamu," Tukas CEO Rakhan. Bagian dada Chayra yang lebih berisi dari pada Rhea, membuat gaun itu nampak sesak di bagian dada. CEO Rakhan tidak senang membayangkan banyak mata yang telah mampir ke sana. "Sampai kapan kamu menginap di rumah Rhea?"


"Kata Rhea sampai laki laki jahat itu di tangkap," jawab Chayra.


Dan selama itu, kucing kecil ini akan memakai baju yang menyempit di bagian dada? batin CEO Rakhan resah. " Nanti sepulang kantor, kamu mampir di mall, beli beberapa baju yang layak ," perintahnya . " Bayar dengan E- Wallet."


"Tidak perlu, CEO," jawab Chayra cepat. Dia merasa tidak enak. Jawaban apa yang harus dia berikan jika Rhea melihat dia membawa kantong belanjaan?


"Atau kamu mau seragam office girl?" CEO Rakhan memberikan pilihan


"Bukan begitu, CEO," sahut Chayra. "Saya tidak enak pada Rhea..."


"Apa hubungan nya dengan dia?" sela CEO Rakhan tidak senang.


"Rhea calon istri Anda kan?" Chayra mengingatkan


"Iya sih," jawab CEO Rakhan ambigu. "Tapi kamu pembantu aku. Aku tidak suka melihat kamu memakai baju kekecilan seperti ini," jelasnya.


"Baju ini sama sekali tidak kekecilan, CEO," timpal Chayra sewot. " Kalau kekecilan, saya pasti tidak bisa memakai ..."


"Kalau kamu terus bicara, aku akan mencium mu," CEO Rakhan memotong kalimat Chayra. Dia berdiri dari kursi kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2