
Sesampainya di apartemen pribadinya, Rhea menyuruh Edward dan kedua orang lainnya untuk membaringkan Rakhan di atas sofa.
Setelah Rakhan terbaring sempurna, dia menyerahkan obat penawar bubuk kristal putih itu pada Edward. Dia meminta laki laki itu untuk menyuntikkan obat penawar itu.
Dengan sigap Edward mengambil obat penawar itu lalu menyuntikkannya pada bagian lengan Rakhan.
Rhea menunggu beberapa saat. Namun Rakhan tidak juga menunjukkan tanda tanda akan siuman.
"Kenapa Rakhan belum bangun juga?" tanyanya resah pada Edward yang masih berdiri di samping sofa.
"Sebaiknya anda tanya pada Tuan Finn saja ,Nona," jawab Edward. Sebenarnya dia tahu jawabannya, tapi pertanyaan itu menurutnya lebih pantas di jawab oleh Tuan Finn.
"Rakhan akan bangun paling cepat tiga hari lagi," suara Efron terdengar menjawab seiring terbukanya pintu depan.
"Apa?" teriak Rhea kaget. Dia menoleh ke arah pintu.
Efron melangkah mendekati sofa di ikuti mama Rhea di belakangnya nya. Rhea melihat wajah mamanya tampak tertekan.
Setelah Rakhan menjadi milikku, aku akan buat perhitungan dengan laki laki tua itu, geramnya dalam hati.
"Kenapa begitu lama?" lanjutnya bertanya.
"Karena dosis obat yang di suntikkan adalah dosis full, jadi tubuh Rakhan memerlukan waktu untuk memproses obat itu," jelas Efron.
"Jadi setelah siuman, Rakhan tidak akan koma lagi?" tanya Rhea lagi.
"Tentu tidak," jawab Efron. " Tapi kamu harus siap siap bertanggung jawab atas perbuatan yang kamu laku kan pada dia," senyum beliau.
."Kamu bisa bayangkan apa yang akan dia lakukan untuk membalas semua perbuatan kamu," sambung beliau yang seketika menggetarkan hati Rhea.
"Tapi tentu aku tidak akan membiarkan itu terjadi," lanjut beliau sambil meraih tangan Mama Rhea yang langsung di tepis oleh mama Rhea .
"Ya," kata Rhea. Dia tahu itu. Tapi jika meminta bantuan lagi pada Efron bagaimana dengan mama nya? Sesaat dia merasa dilema.
"Ma ..." katanya sambil menatap mamanya.
"Dalam waktu tiga hari kita sudah harus menjadi suami istri," kata Efron mengingatkan.
"Apa kamu memegang janji mu?" tanya mama Rhea memastikan.
"Apa pernah selama ini aku mengingkari janji?" jawab Efron dengan suara dalam.
__ADS_1
"Begitu aku menikahi perempuan itu aku langsung mencari kamu. Hanya saja kamu tidak mau menemui aku," sambungnya mengingatkan.
"Siapa yang mau bertemu suami orang? Pikir!" sentak mana Rhea penuh emosi.
"Ma, jika mama tidak mau kita bisa mencari jalan lain," sela Rhea.
Rasanya egois bagi dirinya jika memaksakan mamanya.
"Kita sudah terlalu jauh untuk mundur," jawab mama Rhea sedih.
Ini semua salahku. Andai aku tidak menghubungi Efron untuk meminta obat obat itu, batin beliau menyesali.
Hah, memang benar. Menyesal itu selalu belakangan, batin beliau lagi.
"Kita tidak punya banyak waktu," kata Efron mengingatkan.
"Sekarang biarkan aku dan Rhea pulang. Tidak adil bagi Farras untuk aku mengakhiri 24 tahun perkawinan kami begitu saja . Aku ingin bicara baik baik dengan dia. Ingin berterima kasih atas kebaikan dan cinta yang telah kami terima selama ini," pinta Mama Rhea sendu.
Efron menatap dalam. Perempuan yang dia cintai ini ternyata sudah tidak mencintai dia lagi. Hatinya milik laki laki lain. Tapi who's care? ( siapa yang perduli?). Aku akan berbuat apa saja untuk mendapatkan dia, tekad beliau dalam hati.
"Aku berjanji akan kembali dengan surat perjanjian perceraian," tegas Mama Rhea karena Efron hanya diam saja.
Hah, dia menggunakan Rhea untuk menekan aku, batin Mama Rhea kesal.
"Aku tidak ingin kehilangan kalian berdua," ujar Efron meminta pengertian mama Rhea.
Aleasaa tidak akan berani ingkar janji jika Rhea ada bersama ku, kata hati beliau.
Tidak ingin kehilangan kalian, hah, sejak kapan kamu memiliki kami? ejek mama Rhea dalan hati.
"Trust me ( percaya padaku)," jawab mama Rhea.
"Baiklah, usahakan urusan nya selesai secepat mungkin," kata Efron.
"Ya," angguk mama Rhea. " Aku pergi dulu," sahut beliau sambil melambai pada Rhea.
Pengorbanan mama akan aku balas dengan yang setimpal, batin Rhea.
****
Taklama setelah Taksa pergi bersama Reindra, Kevin hillers datang . Dia terlihat kaget ketika mendapati Damon terkulai lemas di atas aspal.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? Apa anda baik baik saja Nona?" tanyanya panik. Jika sampai cucu satu satunya pemilik orang tua grup terluka, hidupnya juga akan segera berakhir.
"Tidak apa apa," jawab Chayra pendek.
"Syukurlah," sahut Kevin lega. " Tadi saya di larang ikut oleh Pak Damon. Beliau menyuruh saya untuk berjaga di rumah Pak Bisma. Setelah lama tidak mendapat kabar dari beliau, Pak Bisma menyuruh saya untuk menyusul kemari. Takut terjadi apa apa," urainya menceritakan.
"Hm," ucap Chayra tak perduli. "Aku mau pulang," katanya.
Nona Chayra mau pulang? Kevin tersentak kaget. Tidak menyangka Chayra lah yang meminta untuk pulang.
"Baik Nona," jawab Kevin cepat. Sikap Chayra ini mempermudah pekerjaan nya. Tadi sebelum berangkat ,dia sudah di wanti wanti oleh Pak Bisma untuk membawa Chayra pulang. Apapun itu resikonya.
"Bawa robot itu!" tunjuk Chayra pada Damon si robot yang tergeletak tak jauh dari Damon.
"Lalu bagaimana dengan Pak Damon?" tanya Kevin.
Chayra mengamati Damon. Wajahnya terluka parah. Jikapun kakek memaksa dia untuk menikahi Damon, di lihat dari lukanya, sepertinya butuh waktu yang lama untuk sembuh. Sementara itu dia sudah punya rencana lain untuk melarikan diri.
"Langsung bawa ke rumah sakit," perintah Chayra.
"Baik Nona," sahut Kevin. Hm, ternyata Nona Chayra masih perhatian pada Pak Damon, nilainya dalam hati.
****
Dengan memakai kursi roda, Taksa di bawa ke ruang UGD Rumah sakit WT. Dia langsung di periksa secara intensif. Beruntung dia tidak mengalami cedera yang serius. Hanya luka luar di bagian tengkuk dan pangkal paha.
Namun dokter tetap meminta dia untuk di rawat di rumah sakit selama dua hari. Sebagai upaya untuk memulihkan lukanya.
Setelah perawat memasang selang infus, ponsel yang terletak di sebelah bantal nya berbunyi. Dari Samuel Herring.
Tadi dalam perjalanan menuju rumah sakit WT, dia menelepon Samuel untuk menyelidiki orang yang bersama Rhea membawa Rakhan. Dia juga mengirimkan foto orang itu melalui pesan singkat ke nomor ponsel Samuel.
Dan sekarang Samuel memberitahu hasil penyelidikannya.
Hm... Taksa berpikir keras begitu dia mematikan sambungan telepon dari Samuel.
Laki laki yang membawa CEO Rakhan ternyata anak buah dari Pak Efron Finn, pemilik Cloud inc, ayah dari Eouin.
Lalu bagaimana bisa menjadi anak buah nya Rhea? Pasti Rhea ada hubungannya dengan Pak Efron, sehingga anak buahnya bisa menjadi suruhannya Rhea, batinnya berkata kata.
Apa racun yang di berikan Rhea merupakan racun keluaran Cloud inc? batinnya lagi.
__ADS_1