CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 141: Kehebohan di acara pernikahan


__ADS_3

"Bagaimana Putri?" tanya Damon dengan suara mendesak.


Chayra menatap Rakhan lebih lama lagi. Berusaha mencari sisa sisa kenangan yang mungkin masih ada. Namun, pancaran bola mata Rakhan kosong. Dia tidak menemukan apa apa di sana.


"Maaf kamu siapa?" tanya Rakhan. Dia merasa risih di tatap dengan begitu intens.


"Dia bukan siapa siapa!" sergah Rhea maju menghalangi Rakhan. Dia tidak ingin Rakhan tergoyahkan oleh kata kata yang mungkin keluar dari mulut Chayra.


"Pergi kamu dari sini!" usirnya sambil mendorong Chayra.


Chayra terhuyung, nyaris jatuh mencium ubin. Beruntung lengan kokoh Damon menangkap tubuhnya.


"Putri, anda tidak apa apa?" tanya Damon kuatir. Dia melihat Chayra nampak linglung.


"Jangan ganggu calon suami aku!" hardik Rhea. " Dasar perempuan murahan!" hujat nya.


"Siapa yang murahan?" sentak Chayra kesal. Dia menepis tangan Damon yang masih memegang tubuhnya.


"Justru kamu yang murahan. Kamu memakai cara licik untuk mendapatkan Rakhan," balasnya menghardik Rhea.


What? Rhea terperanjat. Gadis sialan ini bahkan sudah punya keberanian untuk menindas nya!


"Kamu tidak punya bukti," tantang Rhea.


"Sudah lah, Ra," kata mama Rhea sambil berjalan mendekat. " Anggap saja ini sebagai balas Budi atas kebaikan Rhea pada kamu," sambung beliau mengingatkan.


Balas Budi? Cara licik? sebenarnya apa yang terjadi ini? batin Rakhan bingung.


"Maaf sebelumnya," ujar pak penghulu sambil berdiri dari kursi. " Acara pernikahan ini masih akan di lanjutkan atau di tunda? Saya masih ada jadwal untuk menikahkan pasangan pengantin di tempat lain," lanjut beliau memberitahu.


"Tunggu sebentar lagi, ya ,Pak," jawab Efron mencegah. Beliau tahu bagaimana pentingnya pernikahan ini untuk Rhea. Dan juga untuk dirinya sendiri. Jika dia bisa melancarkan upacara pernikahan ini, Rhea akan banyak berhutang padanya.


"Benar ,Pak. Tunggu sebentar lagi," timpal Mama Rhea meminta waktu pada pak penghulu. Beliau tidak mau pengorbanannya menjadi sia sia.


"Ya, Pak . Tunggu sebentar lagi," kata Rhea meminta pengertian pak penghulu.


"Baiklah," jawab pak penghulu kembali duduk. Beliau tidak tega menolak permintaan dua orang perempuan yang cantik itu.


"Tapi jangan lama lama," sambung beliau mengingatkan.


"Baik,Pak, tidak akan lama," Efron yang menjawab.


"Kehadiran kalian tidak di butuhkan di sini," kata beliau pada Chayra dan Damon. Beliau berdiri dari kursinya.

__ADS_1


"Tidak perlu mengusir, aku akan pergi," timpal Chayra marah. " Bangkai busuk yang di simpan akan tercium juga baunya," katanya sambil berjalan menjauh.


"Apa katamu?" sergah Rhea marah. Dia melompat menerjang punggung Chayra.


Chayra yang tidak menyangka akan sergapan Rhea, jatuh tersungkur ke lantai.


"Beraninya kamu!" hardik Damon marah. Dia mengayunkan tinju mengarah pada tubuh Rhea.


Rhea yang sudah siap dengan perlawanan Damon, meliukan tubuh menghindari pukulan itu lalu lari kembali ke meja akad nikah .


"Apa yang kamu lakukan?" kata Rakhan begitu Rhea berdiri di dekatnya. "Kamu sudah menyakiti gadis itu!"


"Sekarang kamu bahkan membela dia?" tanya Rhea tak percaya. "Dia mengatakan sesuatu yang buruk tentang aku."


"Jika tidak benar kenapa kamu merasa tersinggung?" kata Rakhan menyelidiki.


"Aku marah karena dia berani padaku. Dia tidak tahu diri," ungkap Rhea marah.


"Dia ingin merebut kamu. Lalu apa aku akan diam saja?" sambungnya.


"Siapa yang merebut siapa?" sela Chayra sambil berdiri. "Damon tunjukkan pada mereka buktinya!" perintahnya.


Bukti? apa yang di maksud gadis itu? batin Rakhan.


Bukti apa? Rhea dan mamanya saling bertukar pandang.


"Bukti ini!" pungkas Damon sambil menatap tajam ke arah dinding. Di bawah tulisan pernikahan Rhea dan Rakhan bermunculan slide video secara cepat.


Apa itu? Semua orang yang berada di dalam ruangan itu menahan nafas.


Sekalipun slide itu bermunculan secara cepat, Rakhan bisa mengenalinya. Itu mata visual robot 081212!


Semua slide itu berisikan video ciuman dirinya dengan gadis yang bernama Chayra.


Ada yang di dalam ruangan kantor, di sebuah rumah, di lab Nevada, di kamar hotel....Ya, Tuhan! Rakhan meremas rambutnya.


"Cukup!" perintah Chayra. Wajahnya merah menahan malu. Tapi apa boleh buat, dia juga terpaksa.


"Baik, putri," angguk Damon patuh. Slide pun berhenti. Dinding kembali kosong.


"Apa itu tadi?" kata Rhea seraya bertukar pandang dengan mamanya.


"Seperti video pria dan wanita," jawab mama Rhea.

__ADS_1


"Itu semua video aku dan gadis yang bernama Chayra. Video yang menunjukkan aku dan dia adalah sepasang kekasih," jelas Rakhan heran.


"Sepertinya ada yang hilang dari ingatan aku," sambungnya melanjutkan.


"Apa ini yang kamu katakan sebagai bukti?" katanya minta penjelasan pada Chayra.


"Video editan!" sergah Rhea marah. Robot sialan! Chayra sialan, sumpahnya dalam hati.


"Itu bukan editan," jawab Rakhan. "Itu memang aku dan gadis itu," lanjutnya.


"Bagaimana bisa aku dan gadis itu? Sementara aku tidak punya ingatan sedikitpun dengan kamu," sambungnya minta kejelasan.


Gawat ini, desis Efron. Beliau memberikan isyarat pada anak buahnya yang berdiri tak jauh dari Chayra untuk melancarkan tembakan pada gadis itu.


Seiring dengan anggukan anak buah Efron, sebuah peluru meluncur deras ke arah Chayra.


"Hati hati Putri!" seru Damon yang melihat pergerakan peluru itu. Dia dengan sigap melindungi tubuh Chayra lalu membalikan arah peluru itu kembali pada penembaknya.


Argh ....anak buah Efron yang tadi menembakan peluru jatuh bersimbah darah . Peluru meluncur masuk ke dalam rongga jantungnya. Dia ambruk mencium lantai.


Suasana ruangan segera bergemuruh. Pak penghulu dan dua saksi pernikahan sontak berdiri dari kursi.


"Kita pergi," putus Damon sambil memeluk Chayra dan membawa gadis itu pergi dari ruangan itu dengan gerakan kilat.


"Tenang ...... tenang!" teriak Efron. Dia menyuruh anak buahnya yang lain untuk membawa anak buahnya yang terkapar di lantai ke rumah sakit terdekat.


"Maaf, Pak. Semua kejadian ini sebaiknya bapak selesaikan dulu ,barulah di lanjutkan lagi acara pernikahannya," kata Pak penghulu dengan raut wajah tertekan.


"Seperti yang saya katakan tadi, saya harus menikahkan pasangan pengantin lain," dalih beliau.


"Ini hanya kesalahpahaman saja, Pak," jawab Efron cepat.


"Iya, Pak. Gadis tadi sudah pergi. Kita bisa melanjutkan acara pernikahan," timpal Mama Rhea.


"Maaf, Pak, saya rasa pernikahan nya di undur saja ..." jawab Pak penghulu cepat. Beliau takut terjadi kejadian yang mengguncang jiwa lagi.


"Nikahkan mereka sekarang!" tegas Efron dengan pandangan mata mengintimidasi.


"Aku tidak mau!" sela Rakhan. " Aku minta jawaban yang jelas dulu dari Rhea," jawabnya.


Ayahnya Rhea, Efron Finn adalah pemilik Cloud inc, yang salah satu perusahaan nya bergerak di bidang farmasi dan rekayasa obat biologis. Jangan jangan seperti yang di katakan Chayra, mereka melakukan sesuatu pada ingatan ku, batinnya.


"Aku tidak melakukan apa apa. Hubungan kita ini murni atas dasar cinta," jawab Rhea memelas.

__ADS_1


__ADS_2