
" Nona Chayra tidak ada di rumah Pak Bisma! Nona Chayra menghilang," lapor Kevin hillers saat melihat Damon turun dari mobil.
What? Apa? Mata Damon terbelalak. Jelas jelas dia sudah menyuruh robot itu untuk membawa Chayra ke rumah Pak Bisma. Tapi kenapa Chayra tidak ada?
"Kamu tahu kemana dia?" tanyanya.
Kevin menggeleng. "Robot itu sejak keluar dari WT terbang menghindari radar kita, Pak. Jadi saya tidak tahu dia pergi kemana membawa Nona Chayra," jelasnya.
Hm, Damon berdehem. Dia masuk kembali ke dalam mobil lalu mengambil laptop yang berada di bangku belakang.
Dia membuka laptop, menekan tombol power lalu membuka aplikasi snap map untuk mencari keberadaan Chayra dan robot itu.
Aplikasi snap map adalah aplikasi yang berfungsi untuk mengetahui lokasi seseorang.
Snap map ini bisa mengirimkan lokasi secara real time kepada orang lain.
Dia menekan gambar lingkaran di bawah layar monitor laptop untuk mengaktifkan mode kamera.
Kemudian muncul peta dunia lengkap. Dia menekan ikon GPS yang berada di kanan bawah laptop untuk memperbesar area lokasi pencarian.
Dia menggeser geser kursor untuk mencari keberadaan mereka. Dia terus menggerakkan kursor itu untuk beberapa lama. Sampai kemudian dia lelah dan menyerah. Chayra dan robot itu tidak bisa di temukan!
****
Sial! gerutu Rhea. Mama tidak membiarkan aku pergi!
"Ya ," angguk Rhea menurut. Dia juga ingin tahu minuman apa yang menjadi kesukaan Rakhan.
Tak berapa lama, muncul Ani, salah seorang pelayan di rumah Rhea. Dia membawa sebuah nampan berisi satu gelas kaca. Gelas itu berisi oranye juice.
Orange juice? Jadi ini minuman kesukaan Rakhan? batin Rhea heran. Dia tidak menyangka minuman kesukaan Rakhan begitu biasa.
"Jangan salah kira," ujar mama Rhea seakan mengerti pikiran anaknya. "Orange juice ini terbuat dari jeruk asli Florida. Rasa jeruknya manis dan segar. Tidak perlu di tambah gula," lanjut beliau lagi.
" Silahkan di minum," kata beliau begitu Ani meletakkan gelas berisi orange juice itu di hadapan Rakhan.
"Ya, Tante," kata Rakhan sambil meraih gelas itu lalu meminumnya. " Rasanya benar benar orange juice dari jeruk asli Florida," sambungnya kaget.
" Tante tahu dari mana minuman kesukaan saya?" tanyanya ingin tahu. Dia meletakkan kembali gelas itu di atas meja setelah meminumnya beberapa teguk.
__ADS_1
" Dari mamamu, " jawab mama Rhea. " Sebagai mertua kamu, Tante tentu harus tahu apa yang menjadi kesukaan kamu," beber beliau.
Mama! jerit Rhea dalam hati. Kalau saja dia duduk di sebelah mamanya, akan langsung dia cubit untuk menyadarkan. Apalah daya, dia duduk di sebelah Rakhan.
"Ya, tapi bukankah aku akan menikah dengan Chayra? Apakah Tante sudah bisa menerima kabar ini?" kata Rakhan hati hati.
Aduh , bagaimana ini? batin Rhea gelisah.
"Eh iya," sahut Mama Rhea cepat. Sial, kenapa aku keceplosan?
" Chayra sudah Tante anggap anak sendiri. Apalagi Chayra sudah tidak punya mama. Tidak apa apa kan jika Tante menganggap kamu sebagai menantu?" kilah beliau untuk memupus kecurigaan Rakhan.
"Oh begitu," timpal Rakhan. Tapi kenapa dia merasa curiga pada Tante Aleasaa? Sepertinya mamanya Rhea ini menyembunyikan sesuatu.
Hfph, Rhea menarik nafas lega.
"Saya akan menelepon Taksa untuk mengantarkan dokumen saya ke sini," kata Rakhan mengalihkan pembicaraan. Dia mengeluarkan ponsel dari saku jasnya.
"Jangan," cegah Mama Rhea cepat. Bahaya jika Taksa ke sini. Bisa bisa dia melaporkan kejanggalan tentang pernikahan ini pada Rakhan, beliau membatin.
"Jangan?" timpal Rakhan heran. Kenapa Tante Aleasaa terlihat panik begitu? kata hatinya.
" Di kirim foto lewat pesan singkat saja, biar Taksa tidak repot, kasian dia," jawab Mama Rhea berkelit.
Baru sekali ini dia melihat Tante Aleasaa begitu perhatian pada Taksa.
"Coba kamu bicara sayang," kata Mama Rhea pada anaknya. Beliau sengaja memakai kata * sayang* untuk menghindari salah ucap nama.
Eh? Rhea berkerut. Kenapa sekarang aku yang harus menenangkan Rakhan? Jelas jelas aku sulit untuk berbohong, omelnya dalan hati.
"Sayang," panggil mama Rhea lagi. " Cepatlah, sebelum kantor KUA tutup," desak beliau.
"Hm, benar kata mama, kita tidak usah merepotkan Taksa. Persoalan ini harus kita sendiri yang tangani tanpa merepotkan karyawan ," kata Rhea dengan nada membujuk.
"Baiklah," ujar Rakhan setuju.
Saat dia hendak menekan nomor ponsel Taksa, Papa Rhea muncul dari pintu depan.
Papa? Rhea dan mamanya terbelalak kaget. Mereka saling bertukar pandang dengan panik. Tak menyangka .
__ADS_1
"Ada apa dengan kalian?" sergah papa Rhea kesal. " Seperti melihat hantu saja," gerutu beliau.
"Papa pulang karena mama tidak bisa di hubungi. Papa ingin tahu kenapa Rhea bisa tahu tahu muncul di kantor Rakhan lalu mengacaukan semuanya?" omel beliau lagi.
"Anu ,Pa, ada Rakhan di sini," kata mama Rhea cepat.
"Rakhan?" ulang papa Rhea tersadar. " Maaf Rakhan, Om tidak melihat kamu. Om minta maaf atas kelakuan Rhea tadi. Live streaming nya membuat malu kamu dan Chayra. Atas kejadian itu kamu tetap memutuskan untuk menikahi Rhea kan?" cecar beliau khawatir.
"Maaf Om, mungkin Om belum tahu jika saya di sini untuk membicarakan pernikahan dengan..."
"Papa ikut mama ke kamar yuk, biarkan saja kedua anak muda ini yang membereskan perihal pernikahan mereka," sela Mama Rhea sambil buru buru berdiri.
"Ayo, Pa," ajak beliau sembari menarik tangan suaminya. " Kita tinggal dulu ya," senyum beliau sembari memberikan isyarat mata kepada Rhea.
****
Dret...dret...ponsel Taksa yang masih berada dalam genggamannya , bergetar berulangkali. Seakan memaksa untuk di angkat.
Dia melirik nama penelepon di layar monitor ponsel. Dari Jun Shuimo. Kepala IT kantor pusat WT di Nevada, Amerika serikat.
"Ya? Apa?" teriak Taksa kaget begitu mendengar ucapan Jun di ujung sambungan telepon. " Are you sure? ( apakah kamu yakin?)" katanya menandaskan.
"Sure!" tegas Jun.
Robot itu menghilang dari lab IT Nevada, gumam Taksa begitu Jun mematikan sambungan telepon.
Bagaimana bisa? Bukankah pengaktifan nya dengan suara dan Irish CEO Rakhan? Apakah CEO tahu mengenai hal ini? batinnya.
Apakah jangan jangan yang membawa Chayra adalah robot itu atas perintah CEO? lanjutnya menduga duga.
Dia buru buru menelepon CEO untuk mengabari berita baru ini.
****
"Katakan pada Pak Bisma, aku pergi mencari Chayra," kata Damon dari jendela mobil yang terbuka.
"Anda mau kemana Pak?" tanya Kevin.
"Tentu saja mencari Chayra," jawab Damon kesal. Kenapa robot itu bisa membantah perintah aku? batinnya marah.
__ADS_1
Semua metode pengaktifan dan perintah sudah aku ubah dengan suaraku. Apa sekarang mereka bersama Rakhan? gumamnya bertanya tanya.
Apa Rakhan sudah menyabotase perintah aku kepada robot itu?