
Seorang gadis berambut kecoklatan masuk ke dalam. Di iringi dua orang yang memiliki tampilan sebagai peneliti di laboratorium. Berbeda dengan dua orang yang berjalan di belakang nya yang menegakkan kepala, gadis itu berjalan dengan wajah tertunduk.
Langkah kaki gadis itu begitu pelan, membuat Eouin tidak sabar. Dia berdiri dari sofa lalu menarik gadis itu mendekat.
"Lift your head and looked me ( angkat kepalamu dan lihat aku)!" perintah Eouin.
Gadis itu mengangkat wajah. Tampak, sepasang mata Hazel, sebentuk hidung mancung, seulas bibir semerah buah Cherry.
Chayra, Taksa berdesis.
Deg, jantung CEO Rakhan serasa berhenti berdetak. Kucing kecil, gumamnya.
"See?" Eouin sumringah. Dia mengenali arti pandangan mata Rakhan. Gadis ini ternyata bernilai lebih di hati Rakhan. Bahkan dia belum pernah melihat temannya itu menatap Blossom dengan mata tak berkedip seperti ini.
"Gadis ini boleh Lo bawa pulang, tapi kasih tahu dulu akses pengaktifan robot," pinta Eouin tegas.
Wah, apa CEO akan memberikan akses itu pada Pak Eouin ini? batin Taksa bertanya tanya.
Sejak aku masuk kerja, dua tahun yang lalu, isu mengenai robot humanoid ini sudah tersebar luas di seluruh departemen. Seorang kepala IT dan seorang ahli robotika membawa lari sebuah humanoid dari lab World Tech di Nevada. CEO Rakhan sangat marah, dan mengerahkan semua sumber daya untuk menemukan dua orang itu. Dan sekarang, setelah menemukan robot yang di cari , apakah CEO akan melepaskannya demi gadis itu? Batinnya lagi.
"Gue mau ke duanya," tegas CEO Rakhan lagi. "Berikan keduanya sekarang, atau gue laporkan Lo ke polisi," ancamnya.
"Lapor polisi? Hahaha..." Eouin tergelak. Tawanya menggema. " Situ waras? Ini daerah kekuasaan gue, tak ada yang bisa masuk tanpa seizin gue," sambungnya setelah berhenti tertawa.
CEO Rakhan menimbang sebentar. "Gue pilih robot itu," putus nya .
What? Eouin terbeliak. Tak menyangka. Dia tak mungkin salah mengenali arti pandangan Rakhan pada gadis itu.Mungkin Rakhan perlu di beri sedikit gertakan, kata hatinya.
Eouin menggerakkan tangan kanannya , memberi isyarat kepada Boris yang berdiri di belakang Chayra.
Boris mengangguk. Dia mengambil sebuah tongkat kecil seukuran lidi dari kantong jas labnya. Di ujung atas tongkat itu terdapat tombol. Dia menekan tombol itu. Seketika Chayra melenguh kesakitan. Seluruh badannya seperti di tusuk jarum. Dia menggelepar dan jatuh terduduk di lantai. Meski terduduk di lantai, dia masih menggelepar gelepar.
"Siksaan ini akan berhenti, jika elo setuju," kata Eouin.
Ya, Tuhan! Taksa memicingkan mata. Adegan itu terlalu kejam untuk di saksikan.
CEO Rakhan tak bersuara. Tak juga memalingkan mata. Siksaan demi siksaan yang di terima Chayra di lihatnya dengan mata terbuka.
"Tingkatkan voltasenya," perintah Eouin lagi. Dia benar benar kesal melihat reaksi Rakhan. "100.000 volt!" teriaknya.
__ADS_1
Apa? Boris terperanjat. Dengan tegangan listrik setinggi itu, gadis ini bisa mati! Bukankah kata Pak Eouin, hanya untuk menakut nakuti CEO Rakhan?
Waduh, Taksa meringis dalam hati. Pak Eouin ini benar benar kejam!
"Oke, gue nyerah," putus CEO Rakhan. Dia merasa kasian pada gadis itu.
"Stop!" Eouin memberikan isyarat pada Boris.
Boris mengangguk dengan perasaan lega. Dia segera mengangkat jempolnya dari tombol di atas tongkat itu lalu memasukannya kembali ke dalam kantong jas laboratorium nya.
Curtis yang berdiri di sebelah Boris mengulurkan tangan, menarik Chayra untuk berdiri.
Chayra memandang ke arah CEO Rakhan. "Thanks," katanya tanpa suara. Dia hanya bisa menggerakkan bibir. Suaranya sudah habis karena tadi terus berteriak kesakitan.
CEO Rakhan mengangguk sebagai jawaban.
Thanks God! batin Taksa bersyukur. Dia membuka lagi matanya.
"Nih, ambil," Eouin mendorong Chayra ke arah CEO Rakhan yang masih duduk di sofa.
Chayra terdorong ke depan dan mengenai paha CEO Rakhan. Wajahnya tersuruk di antara dua paha CEO Rakhan. " Sorry," dia buru buru mengangkat wajahnya dan berdiri agak jauh.
Taksa mengangguk paham. Dia segera menarik tangan Chayra dan ketika sudah mencapai pintu, dia di cegat oleh Eouin.
" Siapa bilang dia boleh di bawa? Transaksi ini belum selesai," tukas Eouin tak suka.
"Sudah selesai," CEO Rakhan menempelkan sesuatu pada ujung jari telunjuknya, kemudian dia mengacungkan jari telunjuk dan ibu jari tangan kanannya ke arah Eouin, membentuk pistol. "Biarkan mereka keluar," perintahnya.
"Pak, itu di ujung jari CEO Rakhan di tempel kawat pijar bersuhu sekitar 5000 derajat Celcius, yang memancarkan sinar inframerah. Jika terkena mata akan langsung menembus retina dan mengakibatkan kebutaan. Jika terkena tubuh akan menyebabkan kanker," Boris segera memberitahu. Dia bicara melalui bluetooth yang terpasang pada lobang telinga kanannya.
Mata Eouin seketika melihat jari Rakhan. Dari ujung jari telunjuk Rakhan dia melihat sinar inframerah memancar keluar. Seperti yang di katakan Boris. Luar biasa!
CEO Rakhan menatap Eouin dengan tajam. Mata elangnya siaga. Telunjuknya tetap terarah pada Eouin. "Mau kena di bagian yang mana?" katanya dingin.
"Tuntun mereka keluar !" perintah Eouin pada Curtis. Dia memilih untuk mengalah.
"Baik, Pak," angguk Curtis. "Ayo, " katanya pada Taksa. Lalu dia berjalan meninggalkan ruangan.
"Langsung ke mobil dan keluar dari tempat ini," perintah CEO Rakhan pada Taksa yang masih berdiri di depan pintu.
__ADS_1
"Tapi CEO," Taksa berusaha membantah.
"Pergi!" teriak CEO Rakhan kesal.
"Baik ,CEO," Taksa menurut. Semoga anda tidak apa apa,doanya dalam hati. " Ayo, " dia menarik tangan Chayra mengikuti Curtis yang sudah lebih dulu pergi.
Eouin memanfaatkan kelengahan CEO Rakhan. Dia menggerakkan tungkai kanannya. Menendang ujung jari CEO Rakhan. Berusaha mengenai kawat pijar yang tertempel di sana.
CEO Rakhan secara refleks menghindar. Dia membuang tubuhnya ke samping sembari menyapu sebelah kaki Eouin dengan kakinya.
Eouin mengangkat sebelah kakinya kemudian memutar tubuh menghadap CEO Rakhan. Dia bersiap hendak melakukan serangan balik. Dia mengepalkan tangannya lalu menggerakkan nya memukul bagian terlemah dari wajah. Menuju rahang CEO Rakhan. Pukulan itu datang secara tiba-tiba. CEO Rakhan tidak sempat menghindar.
Bugh! CEO Rakhan terhuyung, sebelum mencium lantai.
Eouin menyeringai. Tidak sia sia dia belajar krav maga secara privat. Bisa menumbangkan Rakhan yang sudah sabuk hitam dengan 8 strip putih.
Krav maga adalah beladiri tangan kosong yang memiliki teknik brutal dan keras. Semua teknik yang penuh dengan kekerasan di pelajari untuk membela diri.
Sabuk hitam dengan 8 strip putih adalah tingkatan sabuk paling tinggi dalam taekwondo.
"Lo kalah," seringai Eouin.
"Belum," tukas CEO Rakhan. Dia buru buru berdiri lalu melakukan tendangan Dwi chagi. Dia memutar badan 90 derajat ke arah belakang lalu menyentakkan kaki ke arah perut perut Eouin.
Bugh! Eouin jatuh terpelanting.
Melihat Eouin jatuh, Boris mengeluarkan tongkat kecil dari saku jas labnya. Dia menekan tombol setrum lalu melemparkannya ke arah CEO Rakhan.
CEO Rakhan dengan sigap menghindar sembari mengacungkan jari telunjuknya ke arah Boris. Menyasar matanya.
Argh...Boris mengerang. Pandangan matanya mendadak putih berkabut. Dia meraba raba mencari dinding, lalu duduk bersandar dengan mata terpejam.
Melihat dua lawannya sudah terkapar, CEO Rakhan memutuskan meninggalkan ruangan itu.
"Damn!" teriak Eouin marah. Dia tak berdaya mencegah Rakhan. Dia masih terlalu lemas untuk berdiri.
"Pak, apa kita beritahu pihak keamanan untuk mencegat mereka?" tanya Boris begitu mendengar teriakan marah Eouin.
"Tidak usah, kamu urus saja matamu itu. Jangan sampai buta," tukas Eouin. "Tinggal gadis itu harapan kita," sambungnya berharap.
__ADS_1