
"Kek, aku juga ingin bicara dengan CEO Rakhan," bisik Chayra di telinga Pak Bisma. " Ada banyak hal yang harus kami bicarakan," sambungnya meminta pengertian kakeknya.
"Kamu harus minta izin dulu dengan Damon," balas pak Bisma. "Dia sekarang adalah calon suami kamu," tegas beliau.
"Kakek tidak pernah bertanya padaku," balas Chayra . "Apakah aku bersedia menjadikan dia...."
"Sudah, Ra," potong Pak Bisma dengan nada tinggi. Beliau tidak ingin bertengkar dengan Chayra saat ini.
"Tapi, kek..." Chayra ingin membantah tapi tangannya di sentuh pelan oleh Rakhan. Memberikan isyarat meminta Chayra untuk diam.
" Calon suami kamu datang," kata Pak Bisma sambil menoleh ke belakang, di mana Chayra sedang berdiri. "Sini!" beliau mengayunkan tangan meminta Damon untuk mendekat.
"Kenapa juga kakek memanggil dia," gumam Chayra tak suka.
Hm...Rakhan berdehem. Dia berusaha tampil tenang.
"Pak Bisma," ucap Damon setelah dia berdiri di hadapan Pak Bisma.
"Sekarang panggil kakek," pinta Pak Bisma. " Kamu sebentar lagi akan menjadi suami Chayra."
"Baik, Kek," angguk Damon cepat. Dia menyapu wajah Rakhan yang tengah menatapnya dengan tatapan berpuas hati.
Rakhan berusaha menahan amarah di dada. Sikap Damon sangat merendahkannya. Bekas pegawainya itu bahkan tidak menyapa . Walau hanya untuk basa basi.
"Ayo kita ke sana dulu, menyapa para tamu," ajak Pak Bisma.
"Baik,Kek," angguk Damon. " Ayo," katanya pada Chayra sambil meraih tangan kiri Chayra.
"Kamu duluan saja," tolak Chayra sembari menjauhkan tangan kirinya dari tangan Damon. "Aku masih ada urusan!" tegasnya.
"Kalau begitu aku temani," putus Damon. Dia menghentikan langkah. Membiarkan Pak Bisma jalan di depan.
Chayra pasti ingin berbincang dengan Rakhan,bisik hatinya . Dia tak akan membiarkan hal itu terjadi.
"Pergilah," kata Rakhan pada Chayra sambil tersenyum lembut.
Benar kata Lio, Pak Rakhan mencintai Chayra. Cara dia menatap gadis itu tidak bisa berbohong. Bahkan tatapan itu tidak pernah di berikan pada Blossom," batin Damon.
"Tapi .." Chayra berusaha membantah .
__ADS_1
"Kakek menunggu kamu," potong Rakhan.
Chayra menatap ke depan. Dia melihat kakeknya tengah berdiri memandangnya. Menunggu dia datang mendekat. " Baiklah," katanya patuh.
Sementara semua mata yang berada di meja Papa Rhea menatap dengan intens yang terjadi di meja Rakhan.
Sepertinya gagal besanan dengan orang tua group, batin Pak Ravez kecewa. "Pak Bisma bahkan tidak menganggap Rakhan."
Rakhan dan Chayra saling mencinta, kata hati Tante Rauna. " Aku menginginkan dia sebagai menantuku. Dia sangat mudah di atur. Bukan Rhea yang manja dan keras kepala ini."
CEO di tolak oleh Pak Bisma, sepertinya kesempatanku terbuka lebar, hati Rhea berkata. Dia tersenyum sendiri. Tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.
Mama Rhea yang menyadari kebahagiaan anaknya, mengelus tangan anaknya dengan lembut. Seakan mengerti pikiran anaknya.
"Pak Bisma," cegat Papa Rhea begitu Pak Bisma berjalan melewati mejanya. " Selamat ya ,Pak, atas usia 100 tahun orang tua Group," kata beliau sambil mengulurkan tangan .
"Terimakasih," Pak Bisma menyambut uluran tangan Papa Rhea.
"Pak Bisma," Pak Ravez tidak ketinggalan untuk menyapa. Setor muka . Meski tidak bisa besanan semoga ada kesempatan untuk menjalin kerjasama bisnis.
"Terimakasih Pak Ravez," balas Pak Bisma.
Mereka membicarakan apa? kata hati Rakhan. Dia mengeluarkan headset dari kantong jasnya. Lalu memakainya di telinga.
"Hm...Saya sudah bertemu Rakhan. Dia seorang pebisnis yang handal," balas Pak Bisma. Jas yang di pakainya sudah cukup menggambarkan kondisi keuangannya, batin beliau.
Pak Bisma memujiku? batin Rakhan tak percaya.
"Anda bersyukur bisa menjadikan dia sebagai calon mantu," sambung Pak Bisma yang serta merta melenyapkan senyum Rakhan.
Pak Ravez terhenyak. Perkataan Pak Bisma sudah mengisyaratkan jika beliau menutup pintu untuk Rakhan.
"Betul, Pak," balas Papa di sertai senyum manis mama dan Rhea.
"Kami sebagai orang tua memang menginginkan seperti itu,tapi semuanya tergantung anak anak, bukankah begitu papa?" timpal Tante Rauna yang diikuti anggukan Pak Ravez .
Mama mendukung aku! hati Rakhan merasa lega.
Setelah itu terjadi percakapan basa basi di antara mereka sampai kemudian Pak Bisma pamit untuk menyapa tamu yang lain.
__ADS_1
Chayra dan Damon yang berdiri di belakang Pak Bisma juga mengayunkan kaki mengikuti sang kakek.
"Selamat ya atas perjodohan kamu," celetuk Rhea yang seketika menghentikan langkah Chayra.
" Terimakasih," balas Chayra. " Permisi Tante dan Om," pamitnya seraya menyuguhkan senyumnya yang termanis.
"Bagaimana jika kita lanjutkan perbincangan kita tadi, Pak Ravez?" kata Papa Rhea setelah Chayra dan Damon menghilang dari pandangan.
"Sekarang adalah acara ulang tahun orang tua Group. Tidak etis jika kita membicarakan urusan pribadi. Bagaimana jika kita cari waktu yang lain?" balas Pak Ravez menghindar.
Aku akan meminta penjelasan dari Rakhan dulu sebelum mengakhiri perjodohannya dengan Rhea. Perjanjian bisnis dengan In Tech juga tidak bisa di pandang sebelah mata nilainya investasinya, batinnya.
Rakhan mematikan earphone. Dia sudah tahu bagaimana langkah selanjutnya. Mama mendukung aku, tapi papa sedang menunggu. Papa tidak akan memutuskan sesuatu sebelum menimbang untung ruginya, kata hatinya lagi.
Acara selanjutnya membuat Rakhan merasa bosan. Dia duduk di kursinya dengan perasaan tidak tenang. Matanya terus mengikuti kemana Chayra melangkah.
Taksa melirik Rakhan diam diam. Kasian CEO. Ada banyak perempuan yang menginginkan CEO , tapi satu satunya gadis yang di cintai nya malah akan menikah dengan laki laki lain, batinnya Prihatin.
Begitu pembawa acara menutup serangkaian acara ulang tahun, Rakhan menarik nafas lega. Akhirnya acara yang membosankan ini berakhir juga.
Mata elangnya menangkap bayangan Chayra melangkah keluar di temani Damon. Sementara Pak Bisma pergi ke arah lain bersama Pak Aditya, asistennya .
"Kamu pergi ke tempat ayahku, ambil pin yang aku tempelkan di punggung sebelah kanan. Ambil diam diam, jangan sampai ayahku tahu," perintah Rakhan.
Apa? Mata Taksa terbeliak. Nyaris keluar. Bagaimana mungkin aku bisa mengambil pin itu tanpa ketahuan? Memangnya aku invisible man?
" Hm, anu CEO, bagaimana jika ayah anda bertanya tentang anda? Saya harus mengatakan apa? Bagaimana jika sebaiknya anda juga menyapa...." dia terpaksa berhenti bicara karena Rakhan sudah melangkah pergi.
Aduh, Taksa menyapu wajah nya dengan tangannya. Bagaimana ini? Berbeda dengan CEO Rakhan, Pak Ravez hanya ramah pada orang yang sederajat dengannya. Apalah arti dirinya ini, hanya remahan biskuit .
Tapi ini tugas dari CEO. Jika tidak di kerjakan , Somalia adalah tempat kerja baru aku, batinnya lagi. Dengan menguatkan mental, di melangkah mendekati Pak Ravez yang masih duduk di kursinya.
Sementara itu Rakhan melangkah bergegas mengikuti Chayra dan Damon. Mereka menuju lantai basemen, tempat mobil pak Bisma di parkir.
"Kamu tunggu di lobi saja, tidak usah sampai ke sini," kata Damon sambil meraih tangan Chayra.
"Lepaskan tanganmu!" seru Rakhan menghardik. "Chayra adalah gadisku, tak akan aku biarkan laki laki lain menyentuhnya!" sambungnya dengan nada marah.
****
__ADS_1
Maaf ya readers, otor telat update. Di karenakan otor sibuk warna Wiri🙏