
Rakhan yang tidak menyangka atas serangan itu, terjatuh membentur dinding. Dia tidak sempat melawan dan untuk beberapa saat hanya bisa menangkis semua serangan Damon.
Beberapa orang yang berada dalam laboratorium itu tidak berani membantu. Mereka saling berpandangan.
Tadi begitu robot itu tidak melihat Chayra, dia berteriak memanggil nama gadis itu. Seluruh dinding dalam ruangan bergetar karena suaranya. Lampu lampu bahkan pecah berderai. Dia juga nyaris menghancurkan lab, jika Geoff tidak menjanjikan akan mendatangkan Chayra.
Chayra yang berjalan beberapa langkah di belakang Rakhan terhenyak kaget. Tingkah laku Damon yang bar bar membuat dia takut. Namun melihat Rakhan kewalahan menahan serangan Damon membuat dia kasihan.
Grrr....Damon mengaum. Dia sungguh marah. Serangannya yang membabi buta, sanggup di tahan oleh Rakhan. " Aku tidak boleh membiarkan laki laki ini berdiri dan berbalik menyerang," batinnya.
Damon menghentakkan jari jarinya. Sejumlah pisau keluar dari buku jari jarinya.
Buku jari adalah tulang sendi pada jari.
X men? batin Rakhan. Kenapa robot perawat manula jadi brutal begini?
Hah? X men? Chayra terbeliak.
X men adalah mutan yang bisa mengeluarkan benda tajam dari jari jarinya.
Hiat! Damon berteriak lalu menghentakkan sepuluh jarinya ke badan Rakhan.
Secara refleks, Chayra meloncat ke depan sambil mendorong Damon sekuat tenaga.
Damon terdorong beberapa langkah ke belakang,Chayra jatuh terjengkang menimpa Rakhan yang hendak berdiri. Dia menangkap tubuh Chayra lalu memeluknya erat.
Orang orang yang berada dalam ruangan saling berpandangan. Tersirat rasa kagum dalam pikiran karena ada seorang gadis muda yang berani melawan robot yang tengah mengamuk itu. Sekalian menampar rasa malu mereka. Karena tidak berani berbuat apa apa.
"Putri?" Damon berteriak. " Kenapa anda menghalangi saya?" dia melangkah maju.
Tanpa bicara, Rakhan menggeser Chayra ke arah belakang tubuhnya.
"Berani mendekat, aku patahkan tulang kaleng mu!" tegas Rakhan.
"Aku tidak takut!" balas Damon. Dia melangkah maju. Pisau yang berada di buku jari jarinya terhunus ke depan.
Tanpa menunggu Damon lebih dekat, Rakhan segera melakukan tendangan ap chagi. Yaitu tendangan ujung telapak kaki yang mengarah ke bagian kepala.
Kepala adalah bagian tubuh terlemah dari robot itu. Rakhan masih ingat ketika Damon mengatakan, jika kelak robot 081212 di persenjatai, bagian otak adalah satu satunya anggota tubuh yang tidak bisa di tambahkan senjata.
Bugh! Damon terhuyung. Tendangan Rakhan sangat kencang dan mematikan. Asap mulai keluar dari kepalanya.
__ADS_1
"CEO, sepertinya jaringan sirkuit kabel optiknya mengalami kerusakan," kata Geoff mendekat. Dia baru berani mendekat setelah memastikan Damon sudah di lumpuhkan.
Huh, minta ke Somalia juga ini, dengus Rakhan dalam hati. " Urus dia!" katanya getas.
"Baik, CEO," sahut Geoff. " Maaf tadi kami tidak membantu ..."
"Kamu tidak apa apa?" Rakhan mengabaikan Geoff. Dia memutar tubuhnya. Menghadap Chayra yang berdiri di belakangnya.
"Saya tidak apa apa," balas Chayra cepat. "Anda bagaimana? Robot itu memukuli anda dengan brutal," sambungnya kuatir.
"Jangan kuatir, aku punya manset kulit sintetis,"Rakhan memperlihatkan pergelangan tangan kanan yang di pakai untuk menangkis semua pukulan Damon. Lengan itu terlihat mulus tanpa cela.
Chayra menarik nafas lega.
Rakhan mengacak acak rambut Chayra dengan penuh kasih sayang.
Semua yang berada dalam ruangan terkesima. Mereka belum pernah melihat CEO terlihat penuh kasih sayang begitu.
"Maaf CEO, tadi kami tidak ..." semua orang yang berada di dalam ruangan itu datang mendekat. Chayra menghitung ada sekitar 10 orang .
"Kalian semua harus bersyukur Chayra tidak mengalami luka, jika iya, kalian semua aku pindahkan ke Somalia," potong Rakhan dingin.
"Ya, CEO, terima kasih," jawab salah seorang, di ikuti anggukan yang lain.
"Baik, CEO," angguk Geoff . Dia merasa lega, CEO tidak marah atas sikap pengecut mereka.
" Ayo," Rakhan mengamit Chayra. " Kita pergi, urusan sudah selesai."
"Hati hati CEO, Nona Chayra," kata Geoff, di iringi senyum manis semua orang.
Rakhan hanya mengangguk. Sambil menggandeng Chayra, dia keluar dari laboratorium.
"Apa Damon tidak apa apa?" tanya Chayra hati hati. Setelah mereka keluar dari kantor. Menunggu mobil yang akan mengantar mereka kembali ke hotel.
"Damon?" Rakhan mengernyit.
"Robot itu, aku menamainya Damon," jawab Chayra.
"Nama yang tidak bisa. Apa kamu menamainya karena ingat seseorang?" selidik Rakhan penuh rasa cemburu.
"Tidak," geleng Chayra. " Nama itu tiba tiba saja keluar dari bibirku," jawabnya cepat." Apa dia tidak apa apa? Aku juga tidak menyangka dia akan brutal seperti itu."
__ADS_1
"Nanti akan di periksa Dr Thompson, beliau kepala laboratorium di Nevada," jelas Rakhan. "Aku juga heran kenapa robot perawat manula berubah menjadi robot tempur begitu," sambungnya heran.
"Robot perawat manula? Damon sama sekali tidak terlihat seperti itu," timpal Chayra kaget. Lalu dia menceritakan keanehan yang ada Damon. Mulai dari Damon membawanya terbang keluar dari laboratorium Eouin sampai Damon bisa mengalahkan belasan tentara bersenjata.
Apa? Rakhan tersentak. Siapa yang telah merubah robot 081212? Apakah Damon dan Nino?
Dreet...dreet...ponsel Rakhan bergetar. Dia mengambil ponsel dari kantong celana. Dari Taksa.
Taksa mengabari kalau gadis yang mereka tinggalkan di penginapan Sparrow, telah di laporkan oleh pemilik penginapan pada polisi. Dan pemilik itu menunjuk Rakhan sebagai orang yang telah membawa gadis itu ke sana.
"Kamu siap siap, malam ini kamu balik ke Jakarta bersama Chayra," putus Rakhan sambil mematikan ponsel. Kemudian memasukan ke dalam kantong celananya.
Balik ke Jakarta? Kening Chayra berkerut. "Ada apa?" tanyanya pada Rakhan.
Rakhan menceritakan semua yang terjadi di laboratorium Eouin malam itu ,hingga dia harus membawa seorang gadis bersamanya.
" Di sini kamu tidak aman, kamu balik bersama Taksa," dia membelai rambut Chayra.Belaiannya terhenti begitu mobil yang akan mengantarkan mereka berhenti di depan. " Masuk," dia membuka pintu mobil, mempersilahkan Chayra masuk.
"Lalu kamu bagaimana?" tanya Chayra setelah mereka duduk di dalam mobil.
Kamu? Chayra tidak memanggilnya anda. Gadis ini tidak lagi berlaku kaku. "Jangan panggil kamu, panggil sayang," bisik Rakhan menggoda.
"Malu," balas Chayra menunduk.
"Aku akan di sini, mengamati sesuatu," timpal Rakhan. " Setelah itu aku akan ikut ke Nevada, robot itu hanya bisa aktif dengan ponsel kamu, tidak mungkin aku membiarkan orang lain memegang ponselmu," urainya lagi.
"Meski sudah di pindai dengan ponsel aku, Damon juga memindai iris ," kata Chayra mengingatkan. " Berarti aku juga ikut kamu ke Nevada," sambungnya.
Pindai iris? Rakhan menepuk kening . Tentu saja! Kenapa dia bisa lupa? Memang itu permintaannya pada Damon.
Rakhan mengeluarkan ponsel dari kantong celana . " Geoff, siapkan Damon. Malam ini aku akan membawanya ke Nevada," katanya lalu mematikan ponsel setelah Geoff mengiyakan.
*****
"Bos, ada laporan dari ATC, sebuah jet pribadi berinisal WT terbang menuju Nevada," lapor Lio melalui ponsel.
Setelah berputar putar di langit Desa M, Eouin kembali ke rumahnya. Dia tetap menyuruh Lio di laboratorium. Untuk memantau perkembangan. Karena kantor Clouds di kota L hanya kamuflase. Bisnis Eouin sebenarnya ada di laboratorium di Desa M .
"Suruh anak buah kita yang di Nevada untuk bersiaga," sahut Eouin. Dia mengucek ucek matanya. Baru saja dia hendak beranjak tidur, Lio sudah meneleponnya. Tapi dia tidak kesal karena Lio membawa berita baik.
" CEO Rakhan juga membawa gadis itu," lanjut Lio.
__ADS_1
Bagus! Eouin tertawa. Dia punya kejutan untuk gadis itu.
Kejutan apa itu ya readers? silahkan di baca bab selanjutnya☺️