
"Justru akulah yang lebih berhak, karena aku adalah calon suami Chayra," balas Damon tak mau kalah. Dia membalas ucapan Rakhan dengan berani.
Chayra menggenggam tangan Rakhan untuk menenangkannya.
"Tapi aku tidak mengakuinya," Chayra angkat bicara. "Aku ingin pulang bersama kakek," usir nya.
"Sekalipun kamu tidak mengakui, aku tetaplah calon suami kamu," Tukas Damon berbangga diri. "Kakek meminta aku mengantar kamu pulang," sambungnya seraya berusaha meraih tangan Chayra.
"Kamu tidak dengar, Chayra tidak ingin pulang dengan kamu," tandas Rakhan sembari menepis tangan Damon.
"Ayo pulang denganku," kata Damon mengabaikan Rakhan.
Rakhan menggertakan gigi. Laki laki ini sungguh kelewatan. Dengan marah dia mengayunkan tinju ke arah pelipis Damon.
Bugh! Damon yang tidak siap atas serangan itu terkapar di lantai basemen.
Chayra menutup mulutnya . Dia kaget. Tidak menyangka jika Rakhan akan memukul Damon.
Damon berdiri . Dia mengusap hidungnya yang berdarah dengan pergelangan tangan kirinya. " Hahaha," dia tertawa mengejek. " CEO Rakhan ternyata bisa bertindak brutal juga," seringainya.
"Untuk orang seperti kamu, aku tidak akan sungkan," balas Rakhan dingin.
"Apakah CEO tidak takut jadi trending topik di media sosial?" kata Damon menyindir. " Bisa menghancurkan reputasi Lo," sambungnya mengingatkan.
"Aku tidak perduli," Tukas Rakhan acuh. " Mulai sekarang kamu jauhi Chayra, kalau tidak aku tidak akan segan padamu," lanjutnya memberikan peringatan.
"Justru sayalah yang harus memperingatkan anda untuk menjauhi calon istri saya. Semua orang sudah tahu saya adalah calon suami Chayra," kata Damon mengingatkan.
"Aku akan minta kakek untuk membatalkan nya," balas Chayra cepat.
Dulu dia kabur dari rumah karena akan di nikahkan dengan paksa oleh ayahnya. Lalu sekarang bagaimana mungkin dia kembali akan di jodohkan oleh kakeknya?
"Coba saja. Kakek tak akan mau," timpal Damon dengan senyum misterius.
" Sekarang ikut aku," dia berusaha meraih kembali tangan Chayra.
Dasar orang bebal! Percuma bicara dengan orang seperti ini, geram Rakhan dalam hati.
Bugh! Rakhan mengayunkan tinjunya lagi.
Damon yang melihat datangnya kepalan tangan Rakhan menuju kepalanya dengan cepat menghindar.
Menyadari tinjunya mengenai angin, Rakhan mengangkat kaki kanan lurus ke atas, mengeluarkan jurus tendangan ap chagi. Jurus ini menyasar kepala lawan. Kemudian dia menggerakkan kakinya untuk menendang sekuat tenaga.
__ADS_1
Argh ...Damon terjatuh dan terlempar beberapa depa ke belakang. Tendangan Rakhan terlalu kuat untuk bisa di tahannya.
"Jauhi Chayra," kata Rakhan lagi. "Jika tidak, nasibmu akan berakhir di pemakaman," ancamnya.
Pak Rakhan ini memang bukan kawanku,batin Damon. Tapi, dengan adanya Pak Bisma di pihakku, dia bukanlah siapa siapa, batinnya lagi.
"Jelas?" Tegas Rakhan karena Damon tak juga bicara.
"Kita lihat saja nanti," balas Damon keras kepala.
"Masih kurang ya?" geram Rakhan. Dia bersiap siap untuk melancarkan jurus berikutnya.
"Rakhan..." desis Chayra. Dia memang tidak menyukai Damon. Tapi dia juga tidak suka melihat Rakhan berkelahi.
"Ayo aku antar pulang," kata Rakhan sambil meraih tangan kanan Chayra.
"Tapi..." Chayra berusaha membantah.
"Jangan perdulikan dia," imbuh Rakhan cepat. " Dia tidak pantas mendapatkan perhatian dari kamu."
"Bukan," geleng Chayra. " Lihat itu!" dia menunjuk ke arah luar basemen.
Rakhan mengikuti arah telunjuk Chayra. Dia melihat puluhan orang berkerumun di sana. Dan semuanya mengarahkan ponsel ke arah mereka!
****
Dia melihat nama yang tertera sebagai penelepon. Edward Cullen?
"Halo," katanya dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
"Maaf menganggu malam malam ,Tuan," jawab Edward di ujung telepon. " Kami sudah mendapatkan informasi yang anda inginkan."
"Informasi apa?" balas laki laki yang di panggil Tuan oleh Edward Cullen.
"Tentang Damon! Dia berada di Jakarta. Dan dia sekarang bekerja sebagai direktur IT di perusahaan Orang Tua Group," sahut Edward. " Kami akan mengirimkan link berita nya ke ponsel anda," sambungnya lagi.
Damon? Tuan bangkit dari atas ranjang empuknya. Akhirnya dia menemukan juga laki laki itu.
Ting. Sebuah pesan masuk. Dari Edward Cullen.
Belum sempat dia membuka pesan itu, masuk lagi pesan yang lain.
Ting, Ting, Ting, setelah masuk sepuluh buah pesan, barulah ponselnya berhenti memberikan notifikasi pesan.
__ADS_1
Begitu banyak pesan. Dia mengerutkan dahi. Dengan rasa penasaran yang membuncah, dia segera membuka pesan pesan itu. Kesemuanya tersambung dengan link berita online. Dia mengklik link itu.
"CEO Rakhan berkelahi memperebutkan seorang perempuan? CEO Rakhan berebut calon istri laki laki lain? CEO Rakhan ternyata seorang pebinor!" dia membaca judul semua berita dari link yang muncul di layar ponselnya.
"Semua berita ini tentang Rakhan!" dengusnya kesal. " Apa urusanku dengan semua ini? Aku tidak perduli meski Rakhan berkelahi dengan buaya! dia mengomel omel. Apa maksud Edward mengirimkan nya padaku?
Dia segera menelepon Edward untuk meminta kejelasan.
"Mohon anda jangan membaca judulnya saja, Tuan," imbuh Edward.
"Bagaimana aku tidak membaca judulnya saja? Ini baru jam dua pagi. Aku tidak sedang ingin membaca berita gosip di internet," tukasnya sebal.
"Oh, maaf Tuan," jawab Edward. Aduh, semoga Tuan tidak marah atas kelancangan aku, doa nya dalam hati.
"CEO Rakhan itu berkelahi dengan Damon," kata nya memberitahu. "Berita itu sekarang sedang trending di media sosial ,Tuan. Menduduki peringkat pertama dalam pencarian di google. Menempati urutan pertama cuitan di Twitter. Videonya viral di berbagai platform media sosial," urainya menjelaskan.
Oh, begitu rupanya, dia tersenyum dalam hati. Ternyata Damon sedang berseteru dengan Rakhan memperebutkan seorang perempuan.
"Apa perintah anda untuk kami ,Tuan?" kata Edward.
"Tunggu aku di bandara. Aku akan sampai di sana selambat lambatnya pagi ini," putusnya memberikan perintah. Selain Damon, aku juga ingin berjumpa seseorang, batinnya.
"Baik, Tuan Finn," angguk Edward cepat. Ternyata Tuan Finn ingin turun tangan sendiri.
Tuan Finn menutup ponselnya. Dia tersenyum. Sejumlah rencana jahat seketika muncul di benaknya.
******
Rakhan duduk bersandar di kursi direkturnya. Sikapnya santai. Taksa yang tengah berdiri di hadapannya tak bisa melepaskan perasaan herannya.
Bagaimana CEO bisa begitu santai menghadapi berita ini? Apa CEO tidak mendengar apa yang barusan aku laporkan? kata hati Taksa bertanya tanya.
"Maaf , CEO, apa anda tidak ingin meredam berita ini?" tanya Taksa hati hati.
"Menurutmu? " balas Rakhan sembari menaikan sebelah alisnya.
"Berita ini sudah mengguncang harga saham kita di bursa saham pagi ini , CEO," kata Taksa lagi. " Harga saham kita di buka melemah pagi ini," dia melaporkan.
"Terus?" timpal Rakhan acuh.
"Keadaan ini akan sangat berbahaya seandainya investor marah, CEO," ujar Taksa lebih lanjut. " Jika mereka akan melakukan cut ...."
"Investor yang mana?" potong Rakhan tertawa geli. " Investor receh yang menguasai 20 persen saham ?"
__ADS_1
****
Maaf ya readers, otor telat up lagi. Di karenakan ada kesibukan di dunia nyata🙏