
Bangun dari tidur, langkah pertama yang di lakukan Rhea adalah menelepon Chayra. Kemaren , dari siang sampai dia beranjak tidur, dia terus menelepon Chayra. Tapi ponselnya di matikan.
Niat awalnya untuk datang ke apartemen sore kemaren, gagal karena di hadang segerombolan bodyguard yang di sewa oleh papanya.
Sampai sekarang pun,dia tidak di ijinkan untuk pergi. Sebagai ahli waris satu satunya dari keluarga Hadiyan,tidak aneh papanya begitu protektif.
"Sial," gerutu Rhea. Kenapa Chayra masih mematikan ponselnya? Selama ini Chayra tidak pernah mematikan ponselnya. Dia melarang. Dan Chayra mematuhinya.
*****
"Ini ,CEO," Taksa meletakkan setumpuk kertas hasil print out komputer di atas meja kerja CEO Rakhan. Dia sampai tidak tidur semalaman karena mengerjakan tugas yang di perintahkan CEO Rakhan sore kemaren.
CEO Rakhan mulai membuka selembar demi selembar kertas itu tanpa bicara. " Bingo ( tepat)!" kata nya sambil menutup lembaran terakhir kertas.Senyum sumringah di bibirnya terkembang. Dia sudah menduga, perusahaan keluarga Bryce bangkrut, karena ulah Jalled.
Tumpukan kertas yang ada di atas meja kerja CEO Rakhan, adalah hasil print out komputer yang berisikan detail trading ( perdagangan) online yang di geluti Jalled setahun terakhir ini.
Jalled melakukan trading online dengan deposito milyaran rupiah. Dan itu memakai uang perusahaan keluarga nya. Dia melakukan sejumlah pembelian forex dan crypto dalam dollar amerika, aset trading yang di perdagangkan dalam trading online tersebut.
Pada saat pasar mengalami over bought yaitu, kondisi di mana harga akan di prediksi turun, Jalled malah menjual forex dan crypto nya. Sepertinya, dia salah membaca pasar. Akibatnya, dia mengalami kerugian. Deposito di trading online melayang, dia juga harus membayar pinjaman pada fasilitas trading.
Aku akan memakai kesalahan Jalled untuk menekan dia, batin CEO Rakhan. Mungkin keluarganya belum tahu tentang hobi Jalled bermain trading online ini.
"Oh,ya , CEO, barusan saya mendapat email dari Nevada," Taksa mengusik lamunan CEO Rakhan. "Laporan hasil retina korban bernama Didi Riyadi,telah keluar," lapornya.
"Bagaimana hasilnya?" tanya CEO Rakhan.
"Para peneliti di Nevada, telah menyambungkan retina korban dengan sistem komputer. Terlihat bahwa korban memang di perintahkan oleh seseorang bernama Lio untuk mengikuti Rhea Hadiyan. Kemudian dari retina terlihat jelas,pertemuan korban dengan seseorang yang di panggil Bos di hotel Grand duke...." Taksa menceritakan secara lengkap email yang di terimanya.
Bos? Apakah itu sebutan untuk Eouin Finn? hati CEO Rakhan. "Sambungkan aku dengan Dr. Jeremiah," perintah nya. "Aku ingin bertanya sesuatu kepada dia."
Dr. Jeremiah Thompson adalah direktur utama pusat penelitian teknologi World Tech di Nevada.
"Baik ,CEO," angguk Taksa. Dia mengeluarkan ponsel dari saku kemeja lalu menekan nomor ponsel Dr. Jeremiah Thompson. " Sudah tersambung ,CEO," dia memberikan ponsel ke tangan CEO Rakhan.
(Semua percakapan di bawah ini, dilakukan dalam bahasa Inggris ya readers, karena otor ga mahir bahasa Inggris,jadi otor tulis dalam bahasa Indonesiaš¤)
" Dr. Thompson? Bisa anda katakan bagaimana rupa orang yang di panggil Bos oleh korban?" tanya CEO Rakhan.
"Baik, CEO Rakhan, dia berambut lurus, berwarna pirang, hidung mancung, wajahnya sangar .." kata Dr. Thompson melukiskan .
Eouin Finn! teriak CEO Rakhan dalam hati. Kenapa dia menyuruh anak buahnya untuk membuntuti Rhea? Bahkan dia sendiri juga datang ke sini, dahinya berkerut.
__ADS_1
"Okay, terimakasih Dr. Thompson," kata CEO Rakhan.
"Sama sama CEO Rakhan, senang bisa membantu anda," balas Dr. Thompson khidmat.
" Suruh Samuel untuk meretas komputer Grand Duke," CEO Rakhan berpaling pada Taksa, setelah dia mematikan telepon. "Cari di kamar mana orang yang bernama Eouin Finn menginap," perintahnya.
" Baik, CEO," angguk Taksa. Dia berjalan keluar ruangan.
Dreet...dreet .. ponsel CEO Rakhan di atas meja bergetar. Dari Reindra.
"CEO, unit apartemen Chayra terlihat sepi, saya juga tidak melihat dia keluar dari apartemen," lapor Reindra.
"Kamu yakin?"
"Yakin ,CEO. Kecuali hari libur, setiap jam 6 pagi, Chayra membuka gorden lalu jam 7 pagi, dia akan keluar apartemen untuk pergi kuliah," Sahut Reindra yakin.
" Cari informasi ke apartemen nya," perintah CEO Rakhan. Mungkin dia masih sakit perut. Tertidur sampai sekarang. Kemaren sore, Taksa melaporkan kalau Chayra meminum obat nyeri haid,padahal tengah hamil muda. Laporan Taksa itu membuat dia tertawa.
Taksa percaya dengan omongan Chayra ketika acara di hotel Grand Duke waktu itu. Chayra mengaku tengah hamil muda untuk menghindari aku, batin CEO Rakhan ketika Taksa melapor.
"Caranya bagaimana, CEO?" tanya Reindra bingung. Selama ini dia hanya tahu menjaga keamanan kantor.
" Kamu pura pura jadi pengantar barang atau apa, masa hal sepele ini juga aku yang memberitahu?" kesal CEO Rakhan.
"Katakan mau ke lantai 9, unit 812, pesanan untuk Chayra Minara," kata CEO Rakhan menuntun.
"Siap, CEO," sahut Reindra lega. CEO Rakhan memberitahu nya cara mencari informasi.
Selang beberapa menit, pintu ruangan CEO Rakhan terbuka. Taksa masuk membawa informasi. Di ketahui kalau Eouin Finn benar telah menginap di Hotel Grand Duke. Dia memesan 2 kamar VVIP atas nama dirinya dan Lionel Rayyan. Tapi pada jam 3 pagi pada hari ini, dia dan Lionel Rayyan sudah cek out dari hotel.
Eouin sudah cekout dari Grand Duke? Dia pindah hotel? dahi CEO Rakhan berkerut.
Dia menelepon Samuel. "Sam, cari di seluruh hotel di Jakarta, apakah ada nama Eouin di sana," katanya melalui telepon.
"Baik,CEO," jawab Samuel.
Tak berapa lama,ponsel CEO Rakhan bergetar. Samuel mengabari jika nama Eouin Finn tidak terdaftar di semua hotel di Jakarta.
" Retas komputer bandara,cek apakah ada penerbangan mulai jam 4 pagi dengan manifes penumpang atas nama Eouin Finn," perintah CEO Rakhan lebih lanjut. Kemudian dia mematikan sambungan telepon.
manifes adalah daftar nama penumpang dan awak penerbangan.
__ADS_1
"Sudah jam 10 , CEO, saya harus menjemput Chayra di kampus," pamit Taksa.
"Kata Reindra, Chayra tidak terlihat keluar dari apartemen, coba kamu telepon ponselnya," kata CEO Rakhan memerintah.
"Iya, CEO," sahut Taksa. Dia mengeluarkan ponsel dari kantong kemeja. Dia memencet nomor telepon Chayra. Tidak tersambung. Dia memencet lagi. Tidak tersambung.
"Telepon nya tidak aktif, CEO," kata Taksa heran. Ponsel Chayra tidak pernah tidak aktif.
"Telepon Rhea," perintah CEO Rakhan. Perasaan kuatir mulai merebak di hatinya.
"Tapi saya tidak punya nomornya, CEO," kata Taksa pelan. Takut CEO Rakhan marah.
Benar saja, CEO Rakhan marah mendengarnya. "Kenapa hal sepele ini mesti aku juga yang memikirkan? Kamu tanya Sam sana,suruh dia meretas semua provider jasa telekomunikasi di Indonesia," kesal CEO Rakhan.
"I..i..iya, CEO," Taksa terbirit birit keluar.
Begitu Taksa keluar ruangan, ponsel CEO Rakhan bergetar. Dari Samuel.
"CEO, kalau anda tidak keberatan, bisa ke ruangan saya, saya ingin menunjukkan sesuatu kepada anda," kata Samuel begitu CEO Rakhan mengangkat telepon.
"Okay," CEO Rakhan mematikan sambungan telepon.
Ruangan IT berada satu lantai di bawah ruangan CEO. Karena Samuel adalah kepala departemen IT, maka dia punya ruangan kerja sendiri. Ruangannya terletak beberapa langkah dari lift.
"CEO," Taksa kaget ketika melihat CEO Rakhan memasuki ruangan Samuel. CEO Rakhan tidak pernah ke ruangan ini sebelumnya.
"Mari CEO," Samuel menengadah dari laptopnya.
"Apa yang ingin kamu tunjukkan?" kata CEO Rakhan setelah mendekat.
"CCTV di landasan pacu pesawat pribadi ,CEO," timpal Samuel. "Pada jam 4 pagi, sekelompok orang menaiki sebuah jet pribadi. Ada seorang gadis yang duduk di kursi roda. Saat hendak menaiki tangga, dia di gendong. Sepertinya, gadis itu sedang tertidur," Samuel menguraikan rekaman CCTV yang muncul di layar monitor laptop nya.
"Bisa kamu perjelas gambarnya?" pinta CEO Rakhan.
"Baik, CEO," Samuel melakukan yang di minta CEO Rakhan. Dia memperbesar tampilan video menjadi beberapa kali lipat dari ukuran semula.
Sekelompok laki laki itu tidak terlihat mukanya. Karena mereka naik tangga tanpa menoleh ke belakang. Tapi CEO Rakhan mengenali postur tubuh salah seorangnya. Itu Eouin, desisnya dalam hati.
"Fokuskan pada gadis yang ada dalam gendongan itu," pinta CEO Rakhan lagi.
Samuel menggeser kursor ke arah gadis itu lalu memperbesar tampilan gambarnya.
__ADS_1
Deg! Jantung CEK Rakhan serasa berhenti berdetak. Chayra?