CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 95 : Deal!


__ADS_3

"Anu, CEO, itu...." Taksa tergagap di depan pintu.


"Apa?" Rakhan tambah jengkel.


"Selamat siang CEO Rakhan," suara berat berwibawa terdengar dari belakang badan Taksa.


Tubuh Chayra seketika membeku. Kakek!


"Pak Bisma," Kata Rakhan sambil bergegas menyambut pak Bisma yang sudah berjalan memasuki ruangan.


Di belakangnya berjalan mengikuti Pak Aditya.


Perasaan Chayra sudah tidak enak. Apa maksud kedatangan kakek ke kantornya Rakhan? Tidak mungkin kan untuk menjalin kerjasama bisnis?


"Aku sudah lama mendengar kehebatan CEO Rakhan, ternyata memang bukan hanya sekedar berita," kata Pak Bisma semakin mendekat .


" Di usia muda namun sudah punya perusahaan yang bertaraf internasional," sambung beliau.


Bersama Rakhan, hidup Chayra pasti akan bahagia , sepertinya Rakhan sangat mencintai Chayra, batin Pak Bisma. Tapi Rakhan sudah bertunangan dengan Rhea dan Chayra juga sudah memiliki calon suami.


Ehm, ada apa ini kakek memuji Rakhan dengan begitu berlebihan, batin Chayra was was. Dia belum pernah mendengar kakek memuji orang lain seperti memuji Rakhan.


"Terimakasih, Pak," jawab Rakhan penuh rasa bahagia. Belum pernah dia merasa sebahagia ini di puji orang lain. Apalagi kalau tidak karena Pak Bisma yang memujinya. Calon kakek mertua!


"Silahkan duduk,Pak," Rakhan mempersilahkan Pak Bisma duduk di sofa di samping meja kerjanya.


"Saya hanya sebentar. Mau menjemput Chayra," balas Pak Bisma. "Tidak elok jika orang sampai mengetahui Chayra bersama laki laki lain," lanjutnya.


"Aku yang datang sendiri ke sini ,Kek," kata Chayra cepat. Dia tidak ingin kakek menyalahkan Rakhan atas kedatangannya ke kantor Rakhan.


" Aku hanya ingin bertanya keadaannya tentang video yang banyak beredar di internet," sambungnya lagi.


"Jika kamu ingin kuatir seharusnya mengkuatirkan keadaan Damon, calon suami kamu. Dia mendapatkan tiga jahitan di hidung dan lima jahitan di kepala," semprot Pak Bisma. "Beruntung dia tidak melaporkan kasus ini pada polisi," sambung beliau kesal.


Tiga jahitan di hidung dan lima jahitan di kepala? Chayra membatin kaget.


Dia semalam tidak terlalu memperhatikan karena buru buru masuk ke dalam mobil. Damon mengikuti dari belakang. Meski laki laki itu duduk di sebelahnya, dia tetap tidak memperhatikan nya.

__ADS_1


Pikirannya saat itu hanya satu, keluar secepatnya dari Hotel Minerva. Melihat puluhan kamera ponsel dan kamera DSLR tertuju ke arahnya, membuat dia ingin cepat cepat pergi.


Kamera DSLR adalah kamera yang di pakai fotografer profesional, karena menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik .


"Kamu harus berterima kasih pada Damon!" lanjut kakek yang mengagetkan Chayra dan Rakhan.


Berterima kasih? Buat apa? Rakhan mengernyit tak senang. Sudah syukur itu orang cuma kena tiga jahitan di hidung dan lima jahitan di kepala.


Jika dia mengerahkan tendangan terkuatnya, bukan jahitan lagi yang akan di terima, mungkin sudah terkapar di ruang ICU.


"Kakek menyarankan untuk di visum sebagai laporan kepada polisi. Tindakan ini tidak bisa di benarkan," kata Pak Bisma dengan pandangan tajam pada Rakhan .


"Saya siap bertanggung jawab, Pak," timpal Rakhan dengan suara tenang. "Kejadian kemarin saya lakukan dalam keadaan sadar. Saya tidak suka dengan cara Damon memperlakukan Chayra," jelasnya.


"Apakah begitu?" Pak Bisma mengarahkan pandangan pada Chayra berdiri di sebelah Rakhan.


"Iya, Kek," angguk Chayra. " Dia berusaha memegang tanganku dan aku tidak suka. Tapi dia terus memaksa," bebernya.


Dia sungguh berbeda dengan ibunya, batin Pak Bisma. Saat Garvita menjalin hubungan dengan Farras, beliau tidak setuju. Karena saat itu perusahaan mereka sedang dalam persaingan. Garvita menurut padahal jelas jelas dia sangat mencintai Farras.


Tapi ,Damon seperti nya berbeda dengan Agung. Dia menolak usulan Pak Bisma untuk melaporkan Rakhan karena memikirkan Chayra.


Dia tahu Chayra sangat mencintai Rakhan. Dia tidak ingin dengan melaporkan Rakhan, Chayra akan membencinya. Sungguh laki laki yang besar hati, kata hati pak Bisma kagum.


"Dengan sikap dia seperti itu kenapa aku harus berterima kasih, Kek?" tanya Chayra sewot. Kakek ini di pelet apa sama Damon sampai segitu membelanya.


"Dia itu memikirkan kamu, Ra!" balas Pak Bisma gemas. "Dia tidak ingin kamu bersedih karena Rakhan masuk penjara akibat penganiayaan," sambung beliau.


Tidak sudah itu memasukan aku ke dalam penjara, Ferguso, Rakhan membatin. " Saya lebih rela masuk penjara daripada Chayra harus berterima kasih kepada dia," tukasnya.


"Ayo pulang, kamu sudah terlalu lama di sini," ujar Pak Bisma mengacuhkan Rakhan.


"Maaf ,Pak, bukankah Anda dulu pernah berjanji kepada saya,.jika Rhea.hadiyan sendiri yang membatalkan pertunangan, saya bisa bersama Chayra?" kata Rakhan mengingatkan.


"Iya, betul. Tapi saya tidak bisa menunggu lama lama," timpal Pak Bisma.


"Dua bulan!" tegas Rakhan. "Dalam dua bulan, Rhea Hadiyan akan memutuskan perjodohan dengan saya," janjinya dengan suara yakin.

__ADS_1


Dua bulan? Chayra mengerutkan dahi. Bagaimana cara Rakhan melakukannya? Kemaren saja Rhea hampir bunuh diri!


"Baiklah!" kata Pak Bisma. "Batas waktunya, tepat dua bulan di mulai dari hari ini," katanya lagi.


"Deal!" Rakhan menjabat tangan pak Bisma. Mereka saling berjabat tangan.


Chayra menatap dengan perasaan berkecamuk. Jika gagal, maka dia akan menikah dengan Damon!


"Taksa," panggil Rakhan begitu Pak Bisma, Chayra dan Pak Aditya meninggalkan ruangan CEO.


"Ya,CEO," kata Taksa mendekat. Entah kenapa perasaannya jadi tidak enak.


"Mulai besok, selama dua bulan ,kamu akan menjadi dosen tamu di fakultas ekonomi jurusan bisnis. Aku sudah mengatur Rhea Hadiyan sebagai salah satu mahasiswinya,". pungkas Rakhan panjang.


Apa? Mulut Taksa terbuka lebar. Dia kaget. Juga shock berat. Bagaimana bisa dia menjadi dosen tamu? Di salah satu universitas terkenal di Indonesia pula!


"Tugas Kamu,.harus membuat Rhea Hadiyan jatuh cinta sama.kamu. Waktunya dua bulan!" perintah Rakhan.


Apa?.Mulut Taksa masih terbuka lebar. Bagaimana bisa dia membuat Rhea Hadiyan jatuh cinta padanya? Dalam waktu dua.bulan pula! Apa CEO pikir membuat orang jatuh cinta seperti memanggang kue? tinggal makan?


****


Rhea memukul stir mobil dengan kesal. Mobil di depannya dari tadi tidak kunjung jalan. Mau melewati mobil itu juga tidak bisa, karena jalanan ini hanya cukup untuk satu mobil.


Tit!Tit!


Rhea membunyikan klason beberapa Kali. Dia sudah tidak sabar. Sebentar lagi jam pulang kantor , dia takut tidak akan bertemu dengan Rakhan.


Tok... tok ..


Seorang laki laki kekar berwajah bule mengetuk pintu mobil Rhea. Dia memberi gerakan jika dia adalah penumpang mobil yang di depan.


.


*****


Readers tersayang, maaf ya, otor telat update, di karenakan harus merapikan rumah yang baru.di renov.

__ADS_1


__ADS_2