CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 91: Apakah Rhea anak ku?


__ADS_3

"Heh!"


Sebuah panggilan tidak sopan menghentikan langkah kaki Chayra. Langkahnya terhenti di depan pintu kelas. Tanpa menoleh dia kenal suara siapa itu. Siapa lagi kalau bukan Rhea.


"Ada apa?" Kata Chayra menoleh.


"Kamu ini!" Rhea mengacungkan jarinya menunjuk Chayra dengan wajah marah. " Apa kamu senang dengan kelakuanmu semalam?"


"Kelakuan apa?" balas Chayra mengernyitkan dahi.


Beberapa orang mahasiswi yang melintas di depan kelasnya, berhenti melangkah. Mereka mengamati Chayra dan Rhea dengan serius.


"Kamu tidak tahu?" Rhea balas bertanya. " Gara gara kamu itu, saham perusahaan CEO Rakhan anjlok. Kalau kamu benar benar baik hati, kamu harus klarifikasi kejadian semalam karena ulah kamu ," sambungnya kesal.


"Sudah punya calon suami masih menganggu calon suami orang," cibirnya marah.


"Maksud kamu apa?" Chayra bertambah heran. "Apa perkelahian Damon dan CEO ramai beritanya di internet?" tanya nya mengira ngira.


"Iya, pakai nanya lagi," dengus Rhea. "Kamu itu membawa pengaruh buruk untuk CEO...."lanjutnya. " Heh, mau ke mana?" teriaknya kesal saat melihat Chayra pergi begitu saja. Meninggalkan dia bicara sendiri.


****


"Harga saham semakin turun ,CEO. Harga saham perlembar nya lebih rendah dari saat perusahaan go public dua tahun yang lalu," lapor Taksa sambil terus mengamati layar monitor ponselnya.


" Beberapa pemegang saham mulai melakukan cut loss," sambungnya kuatir.


Cut loss adalah menjual harga saham di harga yang lebih rendah saat ketika di beli. Tindakan ini di lakukan untuk mengurangi kerugian yang lebih banyak.


"Biarkan saja," balas Rakhan tak perduli. Dia hanya menjual 20 persen saham nya di lantai bursa. Dan 20 persen saham itu pun di miliki oleh khalayak ramai. Jadi tidak ada pengaruh apapun untuk perusahaan nya. Meski 20 persen saham itu di jual semuanya di pasar bursa!


****


"Ma," ujar Rhea begitu telepon nya di angkat mamanya. " Mama ada di mana?"


"Di cafe, dengan teman arisan mama," jawab mama Rhea. " Ada apa?"


"Aku ke sana ya?" kata Rhea sambil berjalan menuju areal parkir kampus, di mana mobilnya terparkir.


"Jangan," cegah mama Rhea spontan. "Kamu tunggu di rumah saja ya? Sebentar lagi mama pulang."

__ADS_1


"Kenapa tidak boleh?" tanya Rhea heran. " Biasanya mama tidak pernah melarang aku gabung dengan teman arisan mama," sambungnya makin heran.


"Bukan begitu sayang, mama juga ini mau pulang. Sudah dulu ya," kata mama Rhea seraya menutup telepon.


Dih! Rhea memonyongkan bibirnya. Mama benar benar aneh. Mama bahkan menutup telepon begitu saja tanpa menunggu dia mengucapkan iya.


Tingkah laku mama sangat mencurigakan, dia membatin. "Aku akan mampir ke perusahaan papa. Aku akan meminta team IT untuk memasangkan stingray ke nomor ponsel mama, hatinya mengambil keputusan .


Metode stingray adalah perangkat khusus penyadapan yang bisa menangkap frekuensi sinyal ponsel.


***


"Aku mau pulang dulu," kata mama Rhea seraya memasukkan ponsel ke dalam tas jinjing hermes nya. "Rhea sudah mau pulang," sambung beliau.


"Apakah Rhea anak kita?" tanya laki laki yang duduk di hadapan mama Rhea.


"Tentu saja tidak," kata mama Rhea tegas. "Rhea adalah anak Farras hadiyan. Dan akan tetap menjadi anaknya Farras," lanjut beliau lagi. " Mana serbuk yang aku pesan?" beliau menadahkan tangan.


"Ini," laki laki itu mengeluarkan sebuah plastik berisi serbuk berwarna putih ke atas meja.


" Jangan lupa bayarannya. Double. Pil kejujuran juga belum aku terima bayarannya."


"Baik," ujar Mama Rhea sembari memasukkan plastik serbuk itu ke dalam tas jinjingnya. " Berapa nomor rekening?"


"Aku hanya ingin kamu," sambungnya sambil mengelus tangan mama Rhea yang berada di atas meja.


"Mimpi!" dengus mama Rhea sembari berdiri dari kursi. Dia mengibaskan tangannya.


"Apa yang akan di katakan Farras jika dia tahu istrinya bertemu berduaan di cafe dengan mantan pacarnya?" seringai laki laki itu.


"Kamu mengancam aku?"tanya mama Rhea dengan suara bergetar.


Tidak seharusnya aku menghubungi laki laki ini lagi. Tapi hanya dia yang punya obat obat yang aku mau, desis beliau dalam hati.


"Tidak," balas laki laki itu. Dia bangkit dari kursi. "Bukankah memang kenyataannya saat ini kita sedang bersama?"


"Kita hanya membicarakan bisnis, tidak lebih," tukas mama Rhea. " Kamu menjual obat dan aku membelinya ."


"Kamu salah. Tidak ada jual beli di antara kita. Aku tidak menerima bayaran," tandas laki laki itu.

__ADS_1


"Itu karena kamu tidak mau," jawab mama Rhea.


"Aku tidak mau perhitungan dengan kamu," kata laki laki itu dengan suara dalam penuh kerinduan.


"Sudah tidak ada apa apa di antara kita," tegas mama Rhea. " Kamu yang lebih dulu meninggalkan aku untuk menikahi perempuan lain," lanjut beliau mengingatkan .


"Aku tidak pernah mencintainya. Aku juga terpaksa menikah dengannya. Untuk mempererat bisnis keluarga," beber laki laki itu.


" Kamu tetaplah pemilik hatiku," imbuhnya seraya berusaha meraih tangan mama Rhea.


Mempererat bisnis keluarga dengan pernikahan. Apakah ini juga akan terjadi pada Rhea? Apalagi Rakhan sangat mencintai Chayra, batin Mama Rhea.


"Jangan omong kosong," ujar beliau sambil mengibaskan tangannya yang hampir berada dalam genggaman laki laki itu.


"Kalau pikiran kamu sudah waras, hubungi aku untuk pembayaran," sambungnya seraya mengambil tas jinjingnya kemudian melangkahkan kaki meninggalkan cafe.


Begitu mama Rhea menghilang dari pandangan, laki laki itu mengeluarkan ponsel dari kantong celana.


"Ada apa, Tuan?" suara seorang laki laki langsung terdengar begitu saluran telepon tersambung.


"Cari kesempatan untuk mengambil sampel DNA Rhea Hadiyan," perintah laki laki itu. " Aku ingin melakukan test DNA dengan dia ."


"Baik ,Tuan Finn," jawab Edward Cullen, laki laki yang berada di ujung sambung telepon.


***


Dreet...dreet...ponsel Rakhan yang berada di atas meja kerja bergetar. Rakhan melirik dari sudut mata. Reindra? Dahinya berkerut.


"Ada apa?" ucap Rakhan begitu dia mengangkat telepon.


"Ada Nona Chayra di bawah CEO. Tapi dia tidak bisa naik ke atas karena tidak punya janji bertemu dengan anda," lapor Reindra.


Sejak Chayra menghilang di bawa kabur oleh Eouin, pekerjaan nya sebagai penjaga keamanan kantor pun di pulihkan.


Chayra? Hati Rakhan bersorak gembira. " Tahan dia, aku akan ke bawah," perintahnya.


"Anda akan ke bawah?" ulang Reindra tak percaya. Selama ini CEO tidak pernah ke bawah untuk menemui seseorang. Bahkan jika orang itu adalah tamu penting perusahaan, batinnya heran .


"Iya," balas Rakhan sambil mematikan sambungan telepon. Dia berdiri dari kursi kerjanya.

__ADS_1


"Kamu tunggu di sini!" perintah Rakhan. "Kamu jangan membahas saham perusahaan yang anjlok di depan Chayra," pesan nya sambil melangkahkan kaki menuju pintu.


Tidak membahas saham di depan Chayra? Apa maksud CEO ,Chayra datang ke perusahaan? kata hati Taksa .


__ADS_2