CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 70: Ekspresi Wajahmu Kurang Menderita


__ADS_3

"Jika aku mengatakan nya maukah anda berjanji satu hal?" kata Rhea setelah berpikir keras.


"Kamu tidak punya hak untuk bernegosiasi dengan aku," tukas Rakhan sebal. Perempuan ini,sudah membuat masalah sekarang malah ingin mengambil untung.


"Baiklah," Rhea berdiri. " Saya mau kembali ke kamar, takut di cariiin mama," katanya beralasan.


"Tunggu," cegah Rakhan. " Katakan apa syaratnya."


What? Taksa terkaget. CEO bahkan merendahkan ego nya demi Chayra!


Hm...ternyata Chayra begitu penting bagi CEO, batin Rhea kesal. "Baiklah," dia kembali duduk. " Saya harap anda tidak membatalkan rencana pernikahan kita," katanya mengajukan syarat.


Wah, gadis ini sungguh luar biasa berani, kata Taksa dalam hati. Meminta menjadi istri CEO!


Sudah di duga, dengus Rakhan dalam hati. "Apa kamu mau menikah dengan orang yang sama sekali tidak mencintai kamu?" jawabnya tegas.


"Saya hanya meminta anda menepati janji yang sudah di sepakati dengan papa saya," sahut Rhea lugas. Huh, siapa suruh dulu berjanji mau menikah dengan aku? gumamnya pelan. Andai CEO ini tidak se charming ( menawan ) ini, dia juga tidak mau memaksa untuk menikah.


"Baiklah," jawab Rakhan cepat. Yang penting sekarang Chayra cepat di temukan.


CEO ini bahkan setuju dengan begitu cepat! geram Rhea dalam hati. Dia bahkan merelakan kebebasannya demi Chayra.


Apa sih kelebihan Chayra di bandingkan dia? Rhea merasa panas hati. Tapi, tak apalah berkat Chayra ,dia bisa menikahi CEO ini.


"Cepat katakan," desak Rakhan. "Tapi jika kamu ketahuan berbohong, siap siap menerima balasannya," ancamnya.


"Mereka menginap di Hot Spring hotel and Spa, beralamat di 2, youth center drive," kata Rhea memberitahu.


Hot Spring hotel and Spa? Rakhan mengerutkan dahi. Itukan hotel mewah di pinggiran Caliente, tempat yang ketat peraturannya. Tidak bisa membawa sembarang orang ke sana, meski tamu VVIP sekalipun. Apalagi ini membawa orang sebagai sandera.


"Kamu yakin Eouin menginap di sana?" tanya Rakhan menegaskan.


"Yakinlah," tukas Rhea. "Aku di suruh membawa Chayra ke sana. Tapi ini entah kenapa Chayra langsung di bawa ke sana," dia mengernyit.


"Suruh Jun selidiki hotel itu," perintah Rakhan pada Taksa.


"Baik, CEO," angguk Taksa sambil mengeluarkan ponsel dari dalam kantong kemejanya.


******


Chayra mengerutkan dahi. Eouin? Kenapa dia lagi? " Kenapa ? Culik aku?" tanyanya heran. "Bukannya kita sudah ada kesepakatan?" dia mengingatkan.


"Sudah tidak berlaku," dengus Eouin. "Kamu tak akan bisa membawa robot itu. Pengaktifan robot itu sudah di ganti dengan pindai iris Rakhan, jadi aku ingin menukar kamu dengan robot itu,"bebernya memberitahu.


Chayra tertawa mengejek. " Percuma! CEO tak akan sudi! Robot itu bernilai sangat tinggi, tidak sebanding dengan aku," katanya merasa geli.


"Dumb ( bodoh)!" Eouin menoyor kepala Chayra. "Kamu itu lebih berarti dari sebuah robot, bahkan dari seluruh nilai WT group," gelaknya.

__ADS_1


"Kamu waras?" Chayra ikut tergelak.


"Kita lihat," tandas Eouin marah. Dia merasa di remehkan oleh Chayra. "Telepon Rakhan," dia memberikan ponselnya ke tangan Chayra.


"Aku tidak tahu nomornya," tolak Chayra. Meski tahupun, dia tak akan mau menelepon Rakhan.


"Cari tahu nomor telepon Rakhan," teriak Eouin. Kepalanya mengarah ke ruangan lain di tempat itu.


"Oke , bos," seseorang balas berteriak.


****


"CEO, kata Jun di hotel itu tidak ada orang yang bernama Eouin Finn menginap. Dan dari kamera CCTV hotel juga tidak di temukan wajah Eouin," lapor Taksa setelah dia mematikan sambungan telepon.


"Kamu yakin Eouin menginap di sana?" Rakhan beralih pada Rhea.


"Aku tidak tahu apakah orang itu bernama Eouin," balas Rhea. " Dia tidak memberitahu namanya."


"Apa ini sebenarnya? "Rakhan mengangkat sebelah alis. " Ceritakan semuanya dari awal," sambungnya dengan tatapan tajam.


"Aku menelepon kakeknya Chayra untuk memberitahu keberadaan Chayra. Yang mengangkat telepon adalah asisten kakek. Lalu dia meminta aku mengantarkan Chayra ke hotel itu. Katanya mereka menginap di sana. Begitu sampai aku di suruh menelepon.." cerita Rhea.


Grrrr...ingin rasanya Rakhan memukul gadis yang duduk di hadapannya itu. "Kenapa kamu menelepon kakeknya Chayra?" tanyanya dengan menahan emosi.


"Karena Chayra bersama calon suamiku, apalagi," timpal Rhea sewot.


"Perjanjian kita batal, "tandas Rakhan.


"Go away ( pergilah)," Rakhan mengibaskan tangannya.


"Aku tak mau," Rhea tambah menempel.


Rakhan mengernyitkan dahi. Kenapa gadis ini menjadi tidak tahu malu begini?


Rhea menggosok gosokan tubuhnya pada Rakhan. Taksa yang duduk di sisi lain terkejut melihat Rhea. Dia tidak menyangka melihat Rhea begitu berani.


"Bawa gadis ini kembali ke kamarnya," perintah Rakhan. Dia mendorong tubuh Rhea menjauh. Ada aroma cocktail keluar dari mulutnya. "Apa yang kamu minum?" tanyanya.


"Segelas Frozen grasshoper," sahut Rhea. " Aku mau ke kamar jika anda yang mengantar," ujar nya manja.


"Cepat," desak Rakhan. Dia kesal melihat Taksa duduk terpaku begitu.


"Eh, iya,CEO," Taksa buru buru berdiri.


"Urus dia," perintah Rakhan lagi. "Setelah itu pergi ke ruangan kontrol, lihat CCTV hotel," perintahnya lagi.


"Siap ,CEO," angguk Taksa. Dia sedikit kewalahan memegang Rhea yang terus bergerak.

__ADS_1


Sepeninggal Taksa dan Rhea, Rakhan menelepon Jun. Dia meminta Jun untuk mengirim drone ke hot Spring hotel and Spa.


****


"Nomor telepon CEO Rakhan tidak bisa di temukan ,Bos" lapor Lio. Dia masuk sambil membawa laptop. Kemudian laptop itu dia letakkan di atas meja di depan sofa.


"Retas komputer WT, kirimkan foto Chayra dan sertakan nomor telepon aku di bawahnya," perintah Eouin.


"Baik ,bos," Lio mengeluarkan ponsel dari kantong celananya.


"Biar aku yang foto, " Eouin mengambil ponsel dari tangan Lio. " Kamu retas komputer WT saja," putusnya.


"Oke ,Bos," kata Lio. Dia memutar tubuh. Melangkah ke sofa yang terletak di dekat pintu.


"Angkat muka mu," perintah Eouin sambil mengarahkan ponselnya ke wajah Chayra.


"Iya," Chayra menurut. Dia tidak ingin membuat Eouin curiga. Dari tadi dia sibuk memutar kedua pergelangan tangannya supaya ikatan simpul talinya longgar.


"Ekspresi wajahmu kurang menderita," nilai Eouin. Dia memasukan ponsel Lio ke dalam kantong celana.


"Lalu apa mau mu?" tukas Chayra.


"Tenang saja, aku tidak akan membuatmu terluka," seringai Eouin. "Kamu keluar dulu," dia berpaling pada Lio.


"Oke, bos," ucap Lio sambil berdiri dari sofa dan langsung keluar. Semoga gadis itu baik baik saja, harapnya dalam hati.


"Di lihat dari dekat kamu lumayan juga," bisik Eouin di telinga Chayra. " Tidak heran Rakhan sampai tergila gila."


"Ngawur," tukas Chayra. " CEO tidak gila, aku lihat dia baik baik saja. Jangan sembarangan memfitnah."


Eouin tergelak. Gadis ini sungguh lugu dan menarik hati. Jika saja gadis ini tidak ada hubungan dengan robot itu, pasti akan di jadikannya kekasih.


"Rambutmu wangi," Eouin mencium pucuk rambut Chayra. Lalu dengan liar tangannya menyusuri bagian leher dan dada Chayra.


"Kamu mau apa?" Chayra bertanya panik. Apa orang aneh ini mau memperk**a aku?


"Take it easy ( santai saja)," timpal Eouin dengan nada menghibur. "Aku tidak akan menyakitimu. Aku justru akan membuatmu senang, " dia membelai dada Chayra. "Selama ini Rakhan selalu mengambil barang yang aku suka, sekarang bagaimana rasanya jika aku mengambil barang yang dia suka?" kekehnya di telinga Chayra.


"Aku bukan barang!" teriak Chayra kencang.Dia semakin kuat menggoyangkan kedua tangannya, setelah kedua tangannya terlepas dari ikatan, dengan sekuat tenaga dia menendang bagian selangka***n Eouin.


Argh...Eouin menjerit keras. Dia terbungkuk. Rasa sakit dari selangka***n menjalar hingga ke rongga perut. Rasa sakitnya seperti 3 tulang yang patah atau setara dengan melahirkan 160 anak.


"Rasain!" Chayra mencibir. Kemudian dia berdiri dari kursi lalu lari keluar rumah.


"Kejar dia!" teriak Eouin di sela sela rasa sakitnya.


Lio yang berada di kamar, mendengar teriakan itu. Dia segera berlari mengejar Chayra.

__ADS_1


****


Bagaimana nasib Chayra selanjutnya? ikuti terus novel ini ya readers ☺️


__ADS_2