
""Bagaimana persiapan nya?" tanya Pak Bisma pada bawahannya yang bertugas sebagai EO wedding organizer pernikahan Chayra.
"Semua sudah seperti yang anda instruksikan ,Pak," jawab Pak Sabri.
Pak Bisma memandang berkeliling. Dekorasi di ballroom hotel itu sudah sesuai seperti yang beliau inginkan.
"Bagus," kata Pak Bisma puas. "Pastikan semua berjalan lancar tanpa ada gangguan," lanjut beliau memerintahkan.
"Siap Pak," sahut Pak Sabri.
Pak Bisma kembali melangkahkan kaki. Di belakangnya berjalan Pak Aditya.
"Bagaimana Chayra? Dia sudah selesai?" tanya beliau.
"Sudah, Pak. Nona Chayra sedang menunggu di dalam ruangan make up," jawab Pak Aditya.
"Bagus, Pastikan tidak ada orang yang masuk ke dalam ruangan itu," perintah Pak Bisma.
"Siap, Pak," sahut Pak Aditya.
Sementara itu di dalam ruangan makeup, Chayra duduk menunggu dengan wajah pasrah. Dia di temani oleh Om Rangga, adik beda ibu ayahnya. Om Rangga lah yang nanti akan menikahkan dia dengan Damon . Kata kakeknya, ayahnya meminta setengah saham Orang tua Grup.
Tentu saja kakeknya tidak mau. Karena setengah saham Orang tua Grup adalah milik Chayra.
Chayra hanya duduk diam mendengarkan kata kata kakeknya. Sejak terakhir kali bertemu Rakhan , dia sudah tidak perduli lagi dengan kehidupannya.
"Kamu tidak apa apa, Ra?" tanya Om Rangga. Beliau membungkukkan tubuhnya ke arah Chayra. Wajah beliau terlihat prihatin.
Bagaimana tidak prihatin, sudah lebih satu jam beliau duduk di hadapan Chayra, namun keponakan nya itu hanya diam saja. Wajahnya yang penuh riasan juga tak mampu menutup kesedihannya.
Memang Chayra bukan gadis yang banyak omong tapi dia juga bukan gadis yang pendiam.
"Baik, Om," jawab Chayra.
"Perusahaan Om sekarang sedang bekerja sama dengan perusahaan Rakhan," kata Om Rangga lagi.
"Maksud Om?" tanya Chayra tidak mengerti.
"Kamu tahu kan apa yang Om maksud?" jawab Om Rangga dengan tatapan penuh arti.
****
"Bagaimana keadaan di sana?" tanya Efron melalui telepon pada Edward. Anak buahnya itu hadir di acara pernikahan Chayra.
"Lancar ,Tuan," lapor Edward. " Saya dan yang lainnya tidak melihat satupun kehadiran CEO WT maupun anak buahnya," sambungnya lagi.
__ADS_1
"Pantau terus keadaan di sana. Jangan sampai ada yang terlewat," perintah Efron.
"Baik, tuan. Sekarang acara sudah di mulai. Nona Chayra sudah masuk ke dalam ruangan. Dia duduk di sebelah Damon," kata Edward memberitahu.
"Tidak perlu di laporkan secara detail," tukas Efron malas. Beliau teringat lagi dengan acara pernikahan Rhea yang gagal Minggu lalu.
"Siap ,Tuan," jawab Edward. " Nanti saya akan melaporkan yang penting Saja. Hei, apa itu?"
"Apa?" tanya Efron ingin tahu. Namun Edward tidak menjawab. Sambung telepon pun terputus secara tiba tiba.
Beliau menghubungi anak buahnya yang lain. Yang tersebar di setiap penjuru hotel tempat pernikahan Chayra. Tapi tidak ada satupun yang menjawab.
What's going on? Apa yang terjadi? batin beliau heran.
klek! Tiba tiba pintu ruangan kerja Efron terbuka dari luar.
"Om!" kata Rhea begitu dia muncul dari pintu yang terbuka.
"Ada apa?" tanya Efron sambil mengerutkan kening. Tidak biasanya Rhea datang menemuinya. Biasanya anak itu sibuk berduaan dengan mamanya. Seperti sedang merencanakan sesuatu.
Namun Efron tidak perduli. Beliau yakin selama Rhea masih menginginkan Rakhan, gadis itu dan ibunya tidak akan berani memberontak.
"Om sudah lihat live streaming acara pernikahan Chayra?" tanya Rhea sambil berjalan mendekati Efron dengan langkah bergegas.
Menonton live streaming pernikahan? Apa gadis ini bodoh? Apa aku terlihat seperti orang yang suka menonton acara seperti itu? dengus Efron dalam hati.
"Oh iya, aku baru ingat, ada Edward dan yang lainnya hadir dalam acara pernikahan itu," kata Rhea seakan tersadar.
"Apa mereka sudah memberitahu Om apa yang terjadi?" tanyanya ingin tahu.
"Apa yang terjadi?" Efron balik bertanya.
"Acara live streaming tiba tiba terputus. Tidak ada sinyal. Berita hot news di televisi juga mendadak terputus," jawab Rhea bingung.
"Aneh," ujar Efron bingung. "Mereka yang ada di pernikahan itu juga tidak bisa di hubungi. Sepertinya ada orang yang merusak sinyal internet dan sinyal telekomunikasi lainnya," pungkas beliau mengira ngira.
"Maksud Om?" tanya Rhea dengan dada berdegup. Tiba tiba perasannya menjadi tidak enak.
"Ada orang yang mengacaukan acara pernikahan itu. Orang yang menguasai teknologi dunia..." jawab Efron pelan pelan.
Orang yang menguasai tekhnologi dunia? batin Rhea sambil mengerutkan dahi. Sebuah nama sontak keluar dari benaknya.
"Rakhan!" teriaknya dan bersamaan nama itu juga meluncur dari mulut Efron.
"Apa menurut Om, Rakhan sudah mengingat semuanya?" tanya nya ingin tahu.
__ADS_1
"Seharusnya belum," geleng Efron.
Beliau bergegas menelepon anak buahnya yang bersiaga di basement villa tempat mereka tinggal.
"Keluarkan drone yang ada di dalam mobil, arahkan menuju WT tower," perintah beliau.
"Siap, Tuan!" kata Mike Morris, salah satu anak buah yang di telepon Efron.
*****
Begitu Chayra duduk di kursi di sebelah Damon, sebuah cahaya berkelebat menyambar tubuhnya.
"Siapa itu?" teriak Damon yang tersadar calon pengantinnya raib dari kursi yang ada di sebelahnya.
Semua yang hadir mendadak riuh. Untuk mengendalikan suasana, Pak Bisma memerintahkan untuk mematikan semua instalasi listrik dan mengacaukan sinyal telekomunikasi.
Listrik padam. Internet otomatis mati. Siaran live streaming terhenti. telefon juga tidak bisa di hubungi.
"Aku rasa benda yang membawa Chayra adalah robot humanoid itu," bisik Damon pada Pak Bisma yang kembali duduk di seberangnya. Pak Bisma pada hari ini bertindak sebagai saksi pernikahan di pihak Damon.
"Kurang ajar sekali robot itu!" geram Pak Bisma. " Apa rencana mu?" tanya Beliau ingin tahu.
"Aku akan mengacaukan sistem sinyal yang ada di dalam otak robot itu," kata Damon.
"Aku pergi sebentar ke ruangan istirahat, di sana ada laptop aku, Kek," lanjutnya.
"Baiklah, kamu pergi saja," perintah Pak Bisma. "Keadaan di sini serahkan saja pada kakek," sambung beliau.
"Terimakasih, Kek," jawab Damon sambil berdiri dari kursinya.
"Kamu jangan pergi dulu, Damon akan membawa Chayra kembali," pesan Pak Bisma pada Om Rangga begitu Damon pergi dari ballroom hotel.
"Ya, Pak," angguk Om Rangga mengiyakan. "Semoga Chayra cepat di temukan," lanjut beliau dengan wajah prihatin.
Rakhan sudah mengambil langkah tepat untuk membawa Chayra pergi, batin beliau.
****
Ugh... Chayra melenguh. Tengkuknya terasa sakit. Tadi dia tiba tiba di bawa pergi oleh sebuah benda yang bergerak dengan kekuatan kilat.
Saat dia hendak melihat siapa yang membawanya, sebuah tangan memukul tengkuknya sampai dia pingsan.
"Anda sudah sadar, Putri?" sebuah suara yang di kenalnya segera menyapa begitu dia membuka mata.
"Damon?" desis Chayra heran. " Apa sekarang kamu bertindak tanpa ada perintah?" tanyanya heran.
__ADS_1
"Aku yang perintahkan," ujar seorang laki laki yang suaranya begitu di kenal Chayra.
Mata Chayra terbelalak. Rakhan!