CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 57: Dialah Yang Bernama Nino


__ADS_3

"Mau apa kamu?" suara seorang laki laki dengan aksen Melayu yang kental mengagetkan Chayra.


"Eh, tidak," Chayra segera menutup pintu kembali. Dia berusaha bersikap tenang ." Aku hanya ingin mencari Damon," katanya lagi.


"Damon tidak ada di sini," jawab laki laki itu. "Eh? Kamu kenal Damon?" dia terperanjat.


"Humanoid itu, aku menamainya Damon," jelas Chayra. Dia heran melihat keterkejutan di wajah laki laki itu. " Menurut mu, Damon yang mana?" selidiknya.


"Aku asal bicara," elak laki laki itu. " Kembali ke kamarmu, sudah larut malam," perintahnya.


"Bagaimana dengan Damon?Dia terluka karena aku," ungkap Chayra dengan rasa bersalah.


"Kembali ke kamarmu," laki laki itu menarik tangan Chayra. Membawanya kembali ke kamarnya. " Jangan keluar kamar jika tidak di panggil," dia menutup pintu lalu menguncinya dari luar.


Dasar orang aneh, gumam Chayra dalam hati.


Sejak laki laki itu membawa dia dan Damon ke sini, dia belum melihat Damon lagi. Dia langsung di kurung di kamar dengan seorang pelayan perempuan yang mengawasi.


Chayra melangkah menuju ranjang dan duduk di atasnya. Walau tidak terlalu jelas, tapi dia melihat seorang laki laki terbaring di atas ranjang dengan berbagai alat menempel pada tubuhnya. Alat alat itu tersambung pada beberapa mesin yang terletak di sisi kiri dan kanan bagian atas ranjang.


Siapa laki laki itu? tanya Chayra dalam hati.


*****


CEO Rakhan menatap plafon kamar hotel. Sejak meninggalkan penginapan Sparrow, dia masih memikirkan Chayra. Dia juga tak bisa memicingkan mata. Padahal ini sudah beranjak pagi .


Di lihat dari gelagat Eouin, sepertinya Chayra tidak bersama dia. Bagaimana Chayra bisa lepas dari cengkeraman Eouin? Siapa yang membantunya? Di mana dia sekarang? Argh...." dia meremas rambutnya.


Oh,iya, CEO Rakhan teringat. HPI microchip! Dia segera menelepon Dr. Thompson. Jika Chayra sudah meninggalkan Desa M, kemungkinan HPI microchip yang tertempel di casing ponsel Chayra sudah kembali aktif. Karena virtual cape hanya melindungi desa M.


Namun, jawaban dari Dr. Thompson membuyarkan harapan CEO Rakhan.


" HPI Microchip itu sudah terlepas dari induknya ,CEO," jawab Dr. Thompson. " Maksud saya, sudah di berada di meja mikroskop. Sudah di bedah, CEO," jelasnya lagi.


"Ok, thanks," CEO Rakhan mengakhiri pembicaraan dengan lesu.


"My pleasure ( dengan senang hati, ucapan terima kasih kembali ), CEO," jawab Dr. Thompson.


CEO Rakhan menutup telepon. Jadi HPI Microchip itu sudah berakhir di meja mikroskop peneliti nya Eouin. Pantas saja Ethan Joseph memberikan semua keterangan dengan begitu mudah. Sudah di atur oleh Eouin rupanya!


Otak CEO Rakhan mulai lelah. Matanya pun sudah menyerah. Tak menunggu waktu lama, diapun tertidur. Dia tertidur dengan sangat nyenyak, sampai ponsel yang berada di atas nakas di samping ranjang berdering nyaring beberapa kali tak sanggup membangunkannya.


Tumben, Taksa mengerutkan dahi. Sejak Chayra menghilang, CEO Rakhan tidak pernah tidak mengangkat telepon. CEO juga tidak turun ke bawah untuk menemui dia. Padahal sebelum masuk kamar dini hari tadi, CEO berpesan untuk bertemu di Coffe shop.


Taksa memutuskan untuk naik ke atas. Ke lantai 5 . Kamar khusus tamu VIP. Sesampainya dia di depan kamar CEO Rakhan, dia mengetuk pintu. Tak ada jawaban.


Taksa bertambah kuatir. Dia memutuskan untuk mengetuk sekali lagi. Jika tidak ada sahutan dari dalam, dia akan memanggil bagian security untuk meminta kunci cadangan.


Tok...Tangan Taksa masih tertempel di daun pintu ketika pintu mendadak terbuka. Wajah CEO Rakhan tersaji di depan pintu dengan ekspresi kesal.


"Ada apa?" tanya CEO Rakhan dingin.


"Maaf ,CEO, karena anda tidak turun ke bawah untuk sarapan di Coffe shop, saya pikir..." jawab Taksa cepat. Dia tidak ingin disalahkan karena mengganggu istirahat CEO Rakhan.

__ADS_1


"Oh, itu," sela CEO Rakhan merasa sedikit bersalah. " Aku ketiduran," akunya.


"Saya ingin memperlihatkan sesuatu kepada anda," tiba tiba Taksa menerobos masuk.


CEO Rakhan terpaksa memindahkan tubuhnya ke samping untuk menghindari tubrukan Taksa.


" Coba CEO lihat," Taksa memberikan ponselnya pada CEO Rakhan setelah dia menutup pintu.


CEO Rakhan menerima ponsel Taksa. Dia menekan tombol play pada video yang ada di ponsel Taksa.


Video berdurasi 58 detik itu memperlihatkan langit cerah di sebuah tempat. Kemudian ada sesuatu yang berkelebat melayang di angkasa, hampir menyamai tingginya awan. Sesuatu itu seperti memeluk sebuah benda berkaki dua. Huh, video editan, gumamnya.


"Dari mana kamu mendapat video aneh ini?" CEO Rakhan memberikan kembali ponsel pada Taksa.


" Pak supir memperlihatkan video itu sekitar satu jam yang lalu, kemudian saya memintanya mengirimkan ke nomor saya, CEO," Jawab Taksa.


" Dini hari tadi, pak supir mendapatkan video ini dari saudaranya yang berada di Kota L," sambungnya lagi. " Pagi ini video ini sudah menjadi viral , di tonton jutaan kali di channel video berbayar, Orang orang berspekulasi itu adalah UFO," tutupnya.


Hah! CEO Rakhan ingin tertawa. Namun melihat wajah Taksa yang serius, dia tidak sampai hati. Dia akan membuktikan pada Taksa jika video ini adalah hasil editan.


" Coba sini lihat," CEO Rakhan mengambil ponsel Taksa lagi. Dia kembali memutar video itu, tapi membesarkan gambar sampai empat kali pembesaran, kemudian sampai pada bagian benda berkelebat itu dia menghentikan video.


What? Bola mata CEO Rakhan membesar. Di bagian bawah kaki benda itu samar samar dia melihat font calligraphic berbentuk huruf WT. Mirip dengan inisal huruf yang di ukir di bawah kaki humanoid 081212, sebagai tanda kepemilikan World Tech.


Font adalah model huruf yang memiliki gaya dan ukuran tertentu.


" Kirim video ini pada Samuel," CEO Rakhan menyerahkan ponsel itu pada Taksa. " Suruh dia cari lokasi pengambilan video itu, aku tunggu hasilnya dalam 5 menit," perintahnya lagi.


"Sekalian pesankan room service ," perintah CEO Rakhan lagi. " Aku mau mandi dulu," katanya sambil membuka pintu kamar mandi.


"Baik, CEO," sahut Taksa.


****


Chayra baru selesai sarapan di kamar,ketika pintu terbuka. Laki laki yang membawanya kemaren siang, masuk ke dalam kamar.


"Ikut aku," perintahnya.


"Kemana?" tanya Chayra. Meski dia tawanan di sini, dia tetap harus tahu mau di bawa kemana.


"Menemui robot itu," balas laki laki itu. " Dia menanyakan mu."


Damon sudah bangun? Chayra bergegas berdiri dari ranjang. Dia sangat gembira. Jika Damon bisa sembuh, Damon pasti akan melepaskan dia dari tawanan ini.


Chayra berjalan mengikuti laki laki itu yang sudah lebih dulu keluar dari kamarnya. Mereka berjalan melewati lorong dan berhenti pada sebuah kamar yang berada di bawah tangga. Kamar yang tadi malam sempat dia buka. Kamar yang terdapat seorang laki laki terbaring dengan sejumlah kabel.


"Masuk," laki laki itu membuka pintu.


Chayra masuk ke dalam. Dia melihat Damon terbaring di sebuah papan di pojok kamar. Pantas, tadi malam dia tidak melihatnya.


"Putri," lambai Damon lemah.


Chayra datang mendekat. "Kamu tidak apa apa?" tanyanya.

__ADS_1


"Saya baik, hanya butuh sedikit pemulihan," balas Damon yang sertamerta membuat Chayra lega.


"Rongga dada kamu yang tertembus peluru bagaimana?" tanya Chayra lagi.


"Sudah aku perbaiki," sela laki laki itu. "Apa hubungan kamu dengan robot ini?" tanyanya curiga. " Siapa kamu?" matanya menatap Chayra tajam.


" Seseorang mengirim robot ini ke padaku," jawab Chayra cepat. " Kalau aku tahu begini jadinya, aku tak akan mau menerima paket itu," tukas nya. Siapa yang mau hidup terlunta lunta dan di kejar kejar orang orang yang begitu kejam?


"Siapa yang mengirimkan padamu?" tanya laki laki itu tambah penasaran.


"Aku tidak tahu, namanya Nino," balas Chayra.


"Apakah Nino Embara?" tanya laki laki itu memastikan.


"Aku tidak tahu, di paket itu hanya tertulis Nino, aku juga tidak kenal dengan dia. Aku tidak tahu kenapa dia mengirimkan robot itu padaku," timpal Chayra sewot. laki laki ini begitu banyak tanya.


"Kamu Chayra Minara?" tanya laki laki itu lagi.


"Iya," Chayra mengerutkan kening. " Dari mana kamu tahu namaku? Apa kamu Nino?" tunjuknya. Kalau memang orang ini Nino, dia akan memukulnya sekencang kencangnya. Melampiaskan semua kekesalannya. Semua deritanya karena orang yang bernama Nino.


" Dia yang bernama Nino," laki laki itu menunjuk laki laki yang terbaring di kasur dengan di tempeli selang.


****


"Samuel memberitahu jika video itu di ambil di Park place Villas, perumahan di pinggir kota L , kemaren siang," lapor Taksa memberitahu begitu CEO Rakhan keluar dari kamar mandi.


Park place Villas? Bukankah itu lokasi perumahan tempat tinggal Nino Embara? Apa humanoid itu pergi ke sana? CEO Rakhan menduga duga. "Terus?"


"Kata Samuel lagi, dia melihat ada asap yang keluar dari benda itu, kemungkinan benda itu akan terjatuh dalam radius 50 sampai 100 km dari perumahan itu," lanjut Taksa.


"Minta kantor cabang kita di Kota S meluncurkan drone untuk mencari benda itu, " perintah CEO Rakhan. " Makanan yang di pesan melalui Room service minta di bungkus saja, aku akan makan di mobil," sambungnya lagi.


"Baik, CEO," Jawab Taksa. " Kita akan kemana?" tanyanya.


"Akan ke Kantor cabang di Kota S, di sana ada heliport helikopter , " sahut CEO Rakhan sambil memakai T shirt. Semoga aku mendapatkan kabar baik,kata hatinya berharap.


Heliport adalah landasan untuk pendaratan helikopter.


"Siap, CEO," sahut Taksa cepat.


****


"Bos, dari kantor kita di Kota S, ada laporan, sebuah drone melintas menuju Park Place Villas, berlogo WT dengan font calligraphic," lapor Lio melalui ponsel.


Setelah mengamuk, Eouin kelelahan. Dia kemudian tidur di privat room dan masih berada di sana sampai saat ini.


"Drone milik World Tech," timpal Eouin. "Luncurkan juga drone kita menuju ke sana, ikuti kemana saja drone itu mengarah," perintahnya.


" Baik, Bos," sahut Lio cepat.


Menurut readers, siapa yang lebih dulu menemukan Damon dan Chayra?


CEO Rakhan atau Eouin?

__ADS_1


__ADS_2