
"Kenapa diam saja di situ?" tegur CEO Rakhan dengan nada tidak sabar.
Sejak Chayra membuka pintu sampai sekarang, dia hanya berdiri mematung di depan pintu. Wajahnya terlihat bercampur baur ,antara bingung dan heran.
"Eh, iya, CEO," jawab Chayra. Dia berjalan mendekat ke meja kerja CEO Rakhan. Lalu berhenti di sebelah kiri nya. "Saya sudah bertanya pada Miku,katanya anda tidak pemilih makanan," sambungnya melaporkan. " Bagaimana kalau saya menyarankan menu dari miaw miaw cafe. Wrap style basil meat cheese dumplings dan scared scallops with honey lemon nya, rasanya juara," sarannya dengan mulut berliur.
Chayra sengaja menyarankan makanan kesukaannya , tidak mungkin kan CEO Rakhan memesan hanya untuk dirinya sendiri? CEO Rakhan pasti akan menyuruh dia memesan makanan juga.
" Ya ,sudah, pesankan satu ," kata CEO Rakhan sambil mulai membuka dokumen yang ada di atas mejanya. Ada beberapa dokumen penting yang harus di tanda tangani hari ini.
"Sa..satu? Hanya satu CEO?" tanya Chayra hati hati.
Seriously? CEO ini hanya menyuruh dia memesan satu menu saja?
"Iya, satu saja," tegas CEO Rakhan. "Wrap style 1 porsi dan seared scallops 1 porsi," lanjut nya. Dia membaca lembaran dokumen yang terbentang di meja nya dengan teliti.
Terus aku tidak di pesankan makanan? Chayra menjerit dalam hati. Meany! Dasar pelit!
"Baik CEO," sahut Chayra patuh. Terpaksa dia harus mencari restoran di sekitar sini yang menjual makanan dengan harga murah.
"Ada Betagros? Kalau ada pesan 1 botol ukuran 800 Mili," kata CEO Rakhan lagi.
Wah, CEO Rakhan minum Betagros? Chayra terperanjat kaget.
Betagros adalah salah satu merk kemasan air alkali.
Air alkali memiliki tingkat pH yang lebih tinggi dari air biasa. Memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya dapat memperlambat proses penuaan.
Karena memiliki banyak manfaat, air alkali yang di kemas dalam botol minuman, di jual dengan harga tinggi. Dan merk Betagros merupakan air alkali dengan harga selangit, karena botol minumannya di desain oleh desainer ternama dan bahan baku nya dari bahan kaca yang berhias mutiara.
"Baik CEO," kata Chayra . Lagi lagi CEO ini hanya memesan 1 botol minuman. Memang Mr. Stingy ini. Tuan pelit!
Saat Chayra hendak menelepon miaw miaw cafe untuk melakukan pemesanan delivery order, teleponnya berbunyi. Dari Rhea.
"Saya angkat telepon dulu ya," sebagai bawahan yang baik, Chayra meminta izin pada CEO Rakhan.
CEO Rakhan mengangguk. "Eit, mau kemana? " tegurnya begitu Chayra hendak merapat ke sudut jendela. Beberapa depa dari kursi kerja CEO Rakhan. "Terima telepon nya di sini saja," suruhnya .
__ADS_1
Depa adalah satuan panjang bentangan tangan dari ujung jari tengah tangan kiri sampai ke ujung jari tengah tangan kanan.
"Eh, iya, baik," kata Chayra. Dia berhenti menggerakkan kaki. Tetap berdiri di sebelah CEO Rakhan.
Chayra menekan tombol menerima panggilan kemudian menempelkan ponsel ke telinga kanannya. "Halo, Re," katanya pelan.
CEO Rakhan tetap serius menekuni dokumennya,tapi mengaktifkan telinga kirinya untuk menguping .
"Endoskopi? Tapi tidak apa apa kan?" lanjut Chayra membalas perkataan Rhea.
Endoskopi adalah tindakan peneropongan rongga hidung untuk memastikan penyebab mimisan. Pemeriksaan ini di lakukan oleh dokter THT.
"Kata dokter di klinik ini , hidungku terkena cedera mekanik. Akibat pukulan di hidung.Makanya terasa nyeri dan terjadi pendarahan di hidung. Tapi bisa sembuh dalam waktu singkat. Cuma papa ingin yang safety, jadi sekarang aku mau ke Rumah sakit untuk bertemu dokter THT," jawab Rhea menjelaskan. "Nanti kamu pulang ke rumahku ya, di jemput sopir papa," sambungnya lagi dengan nada memerintah.
"Kamu tidak usah memikirkan aku, kesehatan kamu lebih penting," sahut Chayra merasa tidak enak.
"Kamu juga penting , Ra," tandas Rhea. " Orang jahat itu gagal menyakiti aku, siapa yang bisa menjamin kalau dia tidak akan mengincar kamu? Kamu kan teman akrab aku," jeritnya kesal. "Kamu itu lemah,tidak bisa bela diri,kurus, kecil, gampang di intimidasi, dengan satu jari orang jahat itu bisa melukai kamu," tukasnya.
"Iya, iya, terimakasih atas perhatian kamu, sekarang aku lagi kerja, kamu juga mau ke rumah sakit, nanti aku kabari ya," Chayra segera mematikan sambungan telepon.
Berteman dengan Rhea memang harus tebal telinga. Setiap kalimat yang keluar dari mulutnya selalu tajam menusuk.
Begitu ada kesempatan untuk melunasinya, aku akan pergi sejauh mungkin dari Rhea, tekad nya dalam hati.
"Kenapa Rhea?" tanya CEO Rakhan begitu Chayra mematikan telepon.
Ha ? CEO ini ternyata menguping, Chayra menahan tawa dalam hati.
"Rhea di serang seseorang di jalan setapak di depan basemen parkiran apartemen," kata Chayra memberitahu. Lalu dia menceritakan semua yang di katakan Rhea melalui telepon.
"Oh," sahut CEO Rakhan pendek. "Jadi telepon pertama Rhea yang membuat kamu bengong di depan pintu tadi?" tanyanya ingin tahu .
Chayra mengangguk. " Tentu saja saya bingung CEO. Siapa yang berani berniat jahat pada Rhea? Apa tidak takut pada ayahnya Rhea?" jawabnya mengutarakan pikirannya.
"Mungkin saja karena status ayahnya, orang itu berani melukai Rhea," balas CEO Rakhan berpendapat. "Menurutku, untuk sementara waktu kamu menjauh dari Rhea," dia menyarankan.
"Menjauh dari Rhea?" ulang Chayra. Dia ingin, sangat ingin, tapi bagaimana bisa dia menjauh dari Rhea? Saat ini Rhea adalah dunia nya. Tanpa Rhea ,dia tidak bisa apa apa.
__ADS_1
"Kamu bisa tinggal di rumahku," cetus CEO Rakhan.
Apa? Mata hazel Chayra nyaris keluar. Bibir nya melongo.
"Bagaimana?" CEO Rakhan meminta jawaban.
"Ting...ting...gal di..di rumah an..anda?" gagap Chayra. "Apa anda berniat menjadikan saya wanita simpanan?" tanyanya cepat.
Aduh, Chayra menutup mulutnya. Bagaimana bisa kalimat tidak wajar itu keluar dari mulutnya yang penuh sopan santun? Kata kata itu keluar meluncur begitu saja dari bibirnya.
"Begitu ya?" CEO Rakhan tersenyum aneh.
"Apa kamu mau?" tanya CEO Rakhan lagi. Dia berdiri dari kursinya.
Mereka saling berdiri berhadapan. Jarak antara mereka hanya beberapa jengkal saja.
Deg...deg...deg! Jantung Chayra berdetak kencang. Belum pernah dia berdiri sedekat ini dengan seorang laki laki. Apalagi di tatap dengan begitu intens.
"Aku..." Chayra menundukkan wajah. Tidak sanggup saling bertukar pandang. "Kenapa anda menyuruh saya tinggal di rumah anda?" tanyanya pelan.
"Kenapa? Karena kamu itu punya hutang padaku, kalau terjadi apa apa padamu, siapa yang akan menanggung kerugian ku?" bisik CEO Rakhan di dekat telinga Chayra.
What? Chayra mengangkat muka. Kesal. Juga malu. Dia sudah berpikir jika CEO ini menyimpan perasaan padanya .Ternyata ini semua karena uang! Dasar Mr Stingyi!
"Sepertinya kamu kesal," senyum dingin CEO Rakhan ,seakan menertawai Chayra.
"Aku tidak.." Chayra menjawab cepat .
"CEO, Pengunduran diri Mbak Chayra..." Taksa yang membuka pintu seketika berhenti bersuara.
Dia tertegun melihat pemandangan yang tersaji di depan mata. Chayra dan CEO Rakhan berdiri begitu dekat. Mereka saling bertatapan. Bibir CEO Rakhan bahkan hampir menempel di pipinya Chayra.
Ada apa ini? Apa yang terjadi? Apa aku masuk pada waktu yang salah? Apa setelah ini aku akan di kirim ke Somalia?
Hati Taksa bertanya tanya penuh rasa kuatir.
"Apa tidak bisa mengetuk pintu ?"CEO Rakhan menoleh. Tatapannya dingin. Sedingin es abadi di Antartika .
__ADS_1
Fiks ,no debat. Aku akan ke Somalia! Gigil Taksa dalam hati.