CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 69: Hari Yang Buruk


__ADS_3

"Aku mau kembali ke kamarku," sela Rhea. Bagaimana bisa dia tetap di sini dan di awasi tiga orang ini?


"Tetap di sini sampai aku kembali," tegas Rakhan.


"Tapi mama menungguku di kamar," balas Rhea cemberut.


"Kamu bersama Tante Aeleasha ?" tanya Rakhan memastikan. Tentu lah iya. Mana mungkin CEO Farras membiarkan anak semata wayangnya berpergian jauh seorang diri, katanya dalam hati.


"Iya, bersama mama. Sebenarnya papa juga mau ikut. Tapi sedang banyak kerjaan," jelas Rhea. Ternyata ada untungnya juga mama ikut, batinnya. CEO ini langsung merasa sungkan.


"Kamu kembali ke kamar tapi tidak boleh keluar sampai aku kembali," putus Rakhan.


"Oke," sambut Rhea cepat. Tanpa membuang waktu dia segera berlalu dari hadapan Rakhan.


"Mana ponsel Chayra," Rakhan berpaling pada Tom.


"Ini, CEO," Tom memberikan ponsel Chayra yang dari tadi di pegangnya.


"Kalian tetap berjaga di sini. Jangan sampai perempuan tadi pergi meninggalkan hotel," perintah Rakhan sembari memasukkan ponsel Chayra ke dalam kantong celana jeansnya.


"Baik ,CEO," kata Tom di sertai anggukan kedua rekannya.


Setengah jam kemudian, Rakhan sudah sampai di areal lab WT. Jun langsung mengarahkan Rakhan ke ruangan konferensi, yang berada di sebelah Lab. Di dalamnya telah berada seorang laki laki. Dia duduk terpekur. Wajahnya tertunduk.


Ruang konferensi biasanya di gunakan untuk tempat meeting atau pembekalan untuk karyawan.


Rakhan duduk di hadapannya. Dia menatap tajam laki laki itu. Namanya Michael Snow, seusia dirinya, jabatannya supervisor IT.


Awalnya dia mengelak telah memfoto visual Damon di dinding, kemaren pagi. Namun saat Jun memperlihatkan hasil rekaman CCTV di dalam lab, dia tidak bisa mengelak. Di dalam rekaman itu terlihat jelas dia sedang memfoto lalu mengirimkan nya pada seseorang. Kemudian setelah itu dia menghapus foto itu.


Dia terperanjat. Tidak menyangka. Kamera CCTV yang telah di rusaknya, bisa di perbaiki oleh Jun.


"Di mana dia sekarang?" tanya Rakhan setelah diam agak lama.


"Maksud anda siapa?" Michael bertanya lirih.


"Eouin Finn. Nomor telepon yang kamu kirim foto itu adalah nomornya Eouin," kata Rakhan. "Percuma mengelak, Jun sudah menyelidikinya!" tukasnya tak sabar.


Michael diam. Dia membuka mulut. Tapi tak bersuara. Beberapa detik kemudian, dia terkulai di kursinya.


"Hah," Rakhan menggeram kesal. Ciri khas anak buah Eouin. Lebih baik mati dari pada memberi informasi. Dia curiga jika sebenarnya Eouin bukanlah murni pebisnis.


"Ambil ponselnya, cari lokasi Eouin berada sekarang berdasarkan kontak terakhir," perintahnya pada Jun yang berdiri di sebelahnya.

__ADS_1


"Terus dia bagaimana?" tanya Jun bingung. "Kenapa lidahnya terjulur begitu?"


"Suicide ( bundir)," pungkas Rakhan singkat. "Beritahu keluarganya," dia berdiri dari kursi. "Aku mau balik ke hotel, begitu ada informasi beritahu aku," pesannya.


"Siap CEO," angguk Jun.


Sambil berjalan keluar, Rakhan mengeluarkan ponsel dari kantong celana. Dia menelepon Taksa.


Taksa yang sedang bergelung di atas ranjang terperangah saat mendengar ponselnya berdering. Dia makin tidak percaya saat melihat nama CEO Rakhan sebagai peneleponnya. Bukankah hari ini CEO akan menikmati hari berduaan saja bersama Chayra? Kenapa tiba tiba menelepon dia?


"Selamat pagi, CEO," kata Taksa menyapa dengan suara sopan.


"Kamu telepon Rhea Hadiyan, suruh dia ke resto di lantai satu, Elmer's cafe, sekitar 30 menit lagi," perintah Rakhan sambil terus berjalan.


"Rhea Hadiyan, CEO?" ulang Taksa bertanya. Dia merasa salah dengar. Bukankah Rhea Hadiyan berada di Jakarta?


"Dia di sini, di hotel ini," jawab Rakhan kesal. " Kamu telepon GM HRD, suruh dia untuk memecat Miku yamashita. Hari ini adalah hari terakhir dia bekerja di WT," sambungnya lagi.


"Miku? Kenapa CEO? Bukankah hasil kerjanya bagus? " tanya Taksa makin heran. Dia baru tidur beberapa jam tapi sudah ketinggalan banyak berita?


" Dia memberitahu Rhea jika aku dan Chayra menginap di hotel ini," sahut Rakhan. "Kamu juga siap siap, temani aku menemui Rhea di Elmer's cafe," lanjutnya.


"Baik, CEO," jawab Taksa.


Sementara itu di kamar hotel, Rhea berjalan mondar mandir. Mama yang duduk di sofa tengah menikmati makanan dari jasa room service mengernyitkan dahi. Heran dengan kelakuan anaknya.


"Tidak apa apa, Ma," sahut Rhea. Dia duduk di sebelah mama. Dia mengambil Nom nom burger di atas tray (nampan) yang di letakkan di atas Coffe table di depan sofa.


Dia mengunyah burger itu dengan cepat. Burger dengan isian daging sapi Kobe, lettuce dan keju slice seketika lenyap dalam mulutnya.


Mama tambah heran melihatnya. Tidak biasanya Rhea makan tanpa tata Krama begitu.


" Kamu lapar?" tanya mama prihatin. "Apa mau mama pesankan makanan lagi?"


Rhea melihat tray. Di sana terhidang bubur farro yang tengah di makan mama, ada keripik kentang, sosis bakar , air mineral dan Frozen grasshoper, yang boozy ( memabukan) dan minty ( daun mint)


Frozen grasshoper adalah sejenis minuman yang terdiri dari ice cream yang di blender ,cocktail (minuman beralkohol yang di campur dengan bahan bahan lain ) ,daun mint dan beberapa bahan lain.


"Tidak usah ma," sahut Rhea sambil mengambil segelas Frozen grasshoper. Dia meminumnya sampai habis.


"Jangan .." mama berusaha mencegah. Tapi sudah terlambat. Minuman itu mengandung alkohol. Rhea belum pernah meminumnya.


"Kenapa ma? Minuman ini enak. Rasanya segar dan hangat," tanya Rhea heran.

__ADS_1


"Tidak apa apa," geleng mama. "Hari ini kamu di kamar saja ya? Istirahat. Besok saja kita Chayra," bujuk mama . Bahaya ,jika membiarkan Rhea berkeliaran. Entah bagaimana efek cocktail itu pada diri Rhea, batin mama kuatir.


"Iya ,Ma," angguk Rhea. Dia juga tidak berniat kemana mana. Ancaman CEO tadi cukup membuatnya takut. Bukan takut di sakiti tapi takut tidak jadi di nikahi.


Tiba tiba ponsel Rhea yang tergeletak di atas nakas di samping ranjang berdering. Rhea berjalan mendekati nakas. Dari Taksa,gumamnya.


Dia mengangkat telepon. Dengan efisien dan tanpa membuang waktu, Taksa memberitahu jika dia di tunggu CEO Rakhan di Elmer's cafe dalam waktu 30 menit.


Bergulir ke tempat lain. Berjarak sekitar 15 ribu Km. Di ruangan kantor HRD, Miku gemetaran memegang surat pemecatan dirinya. GM mengatakan dia sudah melakukan kesalahan fatal untuk perusahaan. Kesalahan yang hanya bisa di maafkan dengan pemecatan.


"Kesalahan apa yang sudah aku perbuat?" tanya Miku berlinang air mata. Tidak ada surat peringatan. Langsung di pecat.


Nadya Mustika, sang GM diam. Dia juga tidak tahu apa kesalahan Miku. Dia tidak berani bertanya. Keputusan CEO tidak boleh di pertanyakan.


Aku punya banyak cicilan. Ada cicilan apartemen, cicilan berlian, cicilan tas, batin Miku bingung. "Huaaaa ...." dia menangis kencang.


Di waktu yang sama di Elmer's cafe. Rhea baru menghenyakkan pantat di kursi ketika Rakhan datang.


"Di mana dia?" tanya Rakhan tanpa basa basi. Dia duduk di hadapan Rhea. Sementara Taksa mengambil tempat di sebelahnya.


"Siapa?" tanya Rhea.


"Eouin," timpal Rakhan ringkas.


" Eouin siapa?" tanya Rhea lagi. Dia belum pernah mendengar nama itu.


"Ck," Rakhan berdecak kesal. "Jangan main main denganku," sambungnya ketus. "Orang yang membawa Chayra, dia itu Eouin, teman kuliahku dulu," lanjutnya tambah kesal.


"Oh...itu," Rhea berpikir sejenak. Nampaknya Chayra penting buat Rakhan. Mungkin dia bisa membuat kesepakatan.


Percakapan itu terhenti sejenak oleh deringan ponsel Rakhan. Dia mengeluarkan ponsel dari kantong celananya. Dari Jun.


Jun memberikan kabar buruk. Dari ponsel Michael tidak di dapatkan informasi apa apa. Seperti orang itu sudah menghapusnya. Rakhan menutup telepon dengan wajah muram. Dia beralih pada Rhea.


"Cepat katakan," desak Rakhan tak sabar. Saat ini hanya Rhea yang bisa memberikannya informasi.


*****


"Weh...bangun," sebuah suara terdengar di telinga Chayra di sertai gerakan menoyor kepalanya.


"Hmm..."Chayra bergumam. Dia membuka mata. Saat sadar, dia mendapati dirinya terikat di kursi. "Bisa sopan tidak?" gerutunya.


"Kalau kamu bisa di ajak kerjasama, aku akan memperlakukan kamu sebagai ratu," seringai laki laki yang berdiri di hadapannya.

__ADS_1


"Lepaskan aku dulu," pinta Chayra. Dia mengoyang goyangkan tangan. Berusaha melepaskan simpul tali yang mengikat tangannya.


Sial! Kenapa dia di culik lagi?


__ADS_2