CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 92: Aku akan mengajari kamu


__ADS_3

"Maaf Kakak tidak di ijinkan bertemu dengan CEO Rakhan tanpa perjanjian," tolak Sheila Nina, resepsionis WT Group.


"Baiklah, tolong sampaikan pesan pada CEO Rakhan kalau saya, Chayra Minara datang mencari," kata Chayra akhirnya. Dia terpaksa mengalah karena tidak ingin ribut dengan resepsionis itu.


"Mbak Chayra jangan pergi dulu," tahan Reindra cepat. Bahaya jika CEO turun dan tidak melihat Chayra, kata hatinya.


"Apa maksud Pak Reindra menahan kakak ini? Sudah jelas jelas, kakak ini tidak ada janji bertemu dengan CEO. Mana bisa sembarang orang bertemu dengan CEO," sela Sheila cepat.


"Mbak Chayra ini bukan sembarang orang," timpal Reindra. "Maaf mbak, Jangan pergi dulu, CEO akan turun sebentar lagi,"katanya pada Chayra.


"Jangan bercanda, mana mungkin CEO akan turun ke bawah untuk bertemu kakak ini," gelak Sheila.


Ting! Lift khusus CEO yang berada di seberang meja resepsionis terbuka. Rakhan melangkah keluar.


"CEO?" Ujar Sheila kaget. Mulutnya menganga lebar. Ternyata benar CEO turun sendiri ke bawah.


"Apa aku bilang?" balas Reindra dengan sikap jumawa. "CEO akan turun ke bawah untuk menjemput Mbak Chayra."


"Belum tentu. Mana mungkin CEO khusus turun ke bawah untuk menjemput kakak ini,"balas Sheila keras kepala.


Rakhan berjalan tambah mendekat.


"CEO," sapa Sheila dan Reindra serempak.


"Kamu," tunjuk Rakhan dingin.


"Ya, CEO?" ujar Sheila was was. Wajah Rakhan yang dingin membuat dia takut.


"Pergi ke HRD, ambil gaji kamu!" perintah Rakhan tegas.


"Jangan CEO," sahut Sheila mengiba. " Anda jangan memecat saya, apa salah saya.."


"Jika masih membantah, kamu akan kehilangan pesangon tiga bulan gaji" potong Rakhan.


"Kasihan juga," batin Chayra. Tapi ini urusan perusahaan Rakhan.


"Baik, CEO," kata Sheila akhirnya. Dia takut jika membantah justru akan merugikannya.


"Maaf ya, membuat kamu tidak nyaman," Rakhan berpaling pada Chayra. " Ayo," dia merangkul lengan Chayra dengan mesra.


"Si..siapa dia?" tanya Sheila heran.


"Kamu tidak melihat video viral semalam? Dia itu calon istri CEO," jawab Reindra.


Ucapan Reindra itu cukup keras untuk bisa di dengar Chayra . Wajah Chayra seketika memerah mendengarnya.

__ADS_1


"Kamu memang calon istri ku," bisik Rakhan mesra.


Ya, Tuhan! Sheila lemas di meja resepsionis. Ternyata dia menyinggung orang yang salah.


***


Setelah memasang stingray ke nomor ponsel mamanya, Rhea segera meninggalkan ruangan IT In Tech.


Dia juga berpesan pada Ture Bikes, kepala IT, untuk merahasiakan kedatangannya ke sana pada ayahnya. Kebetulan CEO Farras saat itu juga sedang tidak ada di perusahaan.


Kata Mila Anggraini, sekertaris CEO, ayahnya sedang meeting dengan klien di sebuah restoran.


Rhea sedang berjalan ke arah basemen parkiran mobil ,ketika notif di ponselnya berbunyi. "Ada yang menelepon mama," katanya dalam hati.


Dia segera menyalakan ponsel. Lalu mengklik notif pemberitahuan. Segera terdengar suara mama dan suara seorang laki laki. Suara laki laki itu tidak pernah di dengarnya.


"Jika aku bertemu Rhea, aku tidak akan mempermasalahkan pembayaran ," suara laki laki terdengar keras di telinga Rhea.


Laki laki itu ingin ketemu aku? Siapa dia? Rhea mengernyit. Suaranya juga belum pernah aku dengar, kata hatinya lagi.


"Jangan berani berani ketemu Rhea! Dia anaknya Farras dan tidak ada hubungannya dengan kamu!" bentak mama.


Seketika sambungan telepon terputus.


Rhea menghubungi Ture Bikes. Dia mengirim nomor ponsel yang menghubungi mamanya. " Selidik nomor itu!" perintahnya pada Ture.


"Baik, Mbak," kata Ture.


Rhea mematikan sambungan telepon. Laki laki itu ingin bertemu aku, bahkan berani mengancam mama. Kenapa laki laki itu ingin bertemu aku? Kata kata mama juga membuat curiga. Apa mama menyembunyikan sesuatu?


****


"Kenapa kamu masih ada di sini?" kata Rakhan ketus saat melihat Taksa duduk di atas sofa di ruangan nya.


Eh? Taksa buru buru berdiri. "Maaf CEO, bukankah tadi anda menyuruh saya menunggu di sini?" tanya Taksa bingung.


"Sekarang kamu keluar. Dan jangan masuk sebelum aku telpon," usir Rakhan.


Sudah ku duga, kata Taksa meringis dalam hati. Begitu CEO bertemu Chayra, dia lupa segalanya.


"Baik, CEO," angguknya patuh. Jika CEO berduaan dengan Chayra sudah bisa di bayangkan mau apa mereka, dia membatin.


"Aku tidak menyangka kamu akan datang," kata Rakhan sambil bibirnya sibuk menciumi leher Chayra.


"Geli," Chayra mendorong wajah Rakhan jauh jauh. " Kalau kamu seperti ini aku tidak bisa bicara," katanya dengan wajah bersemu merah .

__ADS_1


"Baiklah, kamu mau bicara apa," timpal Rakhan dengan wajah serius.


"Apakah benar saham perusahaan kamu anjlok karena video kamu memukul Damon tersebar luas?"tanya Chayra.


"Kata siapa?" balas Rakhan.


"Dari Rhea."


"Jangan kuatir, itu hanya 20 persen saham yang tidak berarti," jawab Rakhan mengabaikan.


Perusahaan Rakhan di perkirakan bernilai 400 trilyun, Dua puluh persen dari 400 trilyun saja itu sudah ...,Chayra coba menghitung dalam hati.


"Kamu memikirkan apa?" tanya Rakhan ingin tahu. Wajah Chayra dengan ekspresi berpikir keras itu sangat imut di matanya .


"Sedang menghitung dua puluh persen dari total nilai perusahaan kamu," jawab Chayra .


"Tidak usah di pikirkan," balas Rakhan sambil mengacak acak rambut Chayra. "Jika semua pemegang saham yang dua puluh persen itu menjual sahamnya, aku akan membelinya dan menghadiahkannya untuk kamu," sambungnya santai


"Eh, tidak perlu repot repot," balas Chayra cepat. "Aku berharap perusahaan kamu baik baik saja. Dua puluh persen saham itu juga cukup berarti untuk kelangsungan perusa...."


"Kamu hanya memikirkan perusahaan," potong Rakhan kesal. " Kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan aku," dia cemberut.


"Kemaren malam, kamu bahkan bersedia pulang dengan Damon," sambungnya kecewa.


"Maaf ya, aku juga terpaksa. Karena jika aku pulang dengan kamu, aku takut kakek akan marah," jawab Chayra


"Kamu berhutang padaku," seringai Rakhan. "Tapi akan aku anggap lunas jika kamu menciumiku," sambungnya sambil tersenyum.


"Apa?" Mata Chayra terbelalak.


"Utang kamu yang 3 trilyun juga aku anggap lunas," kata Rakhan lagi.


"Tapi aku tidak bisa . Kamu kan tahu selama ini aku tidak pernah duluan mencium kamu," timpal Chayra dengan wajah memerah.


"Kamu bisa belajar," kata Rakhan sambil mendekatkan wajahnya . " Aku akan mengajari kamu."


"Belajar apa itu," tukas Chayra memonyongkan bibirnya.


Rakhan menatap bibir mungil yang sewarna buah chery itu. Dia menelan ludah. "Kalau tidak mau ya sudah. Tidak ada maaf untuk kamu," tandasnya kesal.


"Iya deh, iya," balas Chayra mengalah. Rasanya dia tak sanggup jika Rakhan marah padanya.


Dia mendekatkan wajahnya. Menjinjitkan kaki karena Rakhan jauh lebih tinggi. " Apakah kamu bisa menundukkan wajahmu?" pinta nya dengan suara pelan. Wajahnya semakin merah. Menahan malu.


"Ya," kata Rakhan dengan suara parau. Dia menundukkan wajah. Mendekatkan wajahnya pada wajah Chayra.

__ADS_1


__ADS_2