CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 52: Kami menemukan Ethan Joseph!


__ADS_3

Peluru itu mengarah tepat ke arah Chayra. Dia membeku ketakutan . Pupil matanya membesar menatap peluru yang makin mendekat. Apakah di sini akhir hidupku? batinnya berteriak.


Ciatt...Damon menendang peluru itu kembali pada penembaknya. Kemudian dia merangkul Chayra, melindunginya dalam pelukan. " Ada aku," bisiknya di telinga Chayra ketika dia merasakan tubuh Chayra yang gemetar.


"Iy..iya," gumam Chayra. Ugh ..dia merasa sedikit kesakitan ,karena berada dalam dekapan erat tubuh besi Damon. Tapi jika dia meminta di lepaskan, dia takut akan terkena peluru atau benda tajam lainnya.


Satu peluru yang di tendang Damon mengenai si penembaknya. Tepat di pelipis nya. Dia langsung terkapar di tanah.


( Semua percakapan di kota ini di lakukan dalam bahasa Inggris ya readers ☺️)


"Pak, bagaimana ini?" tanya laki laki yang berdiri di sebelah temannya yang terkapar. " Robot itu hebat," gumamnya.


"Kita serang bersamaan," jawab Arthur Cony, sang pemimpin. " Aku yakin dia tak akan bisa menghindar," sambungnya lagi.


Kemudian, peluru, pisau, granat, panah, semuanya di lemparkan ke arah Damon secara serentak. Damon menendang pisau yang menyasar tangannya, menepis panah yang menuju badannya dan bergerak menghindar saat peluru hampir menyentuh kepalanya. Namun, granat terlepas dari pengawasan Damon, kemudian meledak didekat tubuh Damon.


Damon membungkukkan badan, membungkus tubuh Chayra dengan tubuhnya. Melindungi tubuh Chayra dengan tubuhnya.


"Damon .." Chayra berbisik lirih.


Damon diam tak bergerak.


"Damon..." Chayra berbisik lagi. " Jangan diam saja, jangan buat aku takut," desisnya lagi.


Damon tetap diam.


Tampaknya, ledakan granat itu sudah merusak sirkuit kabel optik dalam dirinya.


"Pak, sepertinya robot itu sudah di lumpuhkan," gumam laki laki yang berdiri di sebelah Arthur.


"Kita dekati perlahan, sambil berjaga jaga," putus Arthur.


Dua puluh orang laki laki berseragam tentara dengan wajah di tutupi masker berwarna gelap, berjalan maju ke arah Damon.


"Bagaimana ini," Chayra meringkuk ketakutan dalam dekapan tubuh Damon. Dia mendengar banyak langkah kaki berjalan mendekat.


"Tampaknya robot ini sudah mati, Pak," kata salah seorang tentara itu. Dia menusuk nusuk punggung Damon dengan senapannya.


"Bawa robot itu dan gadis itu juga," perintah Arthur. " Kita bawa ke lab eksperimen Bos," sambungnya lagi .


"Baik, Pak," kata tentara yang lain.

__ADS_1


Satu orang mengangkat lengan Damon di bagian kiri, seorang lagi mengangkat lengan bagian kanan. Orang yang berdiri di depan memanjangkan tangan hendak meraih Chayra .


"Tidak mau," Chayra memukul dan menendang orang yang berusaha menarik tangannya. "Help!!" teriaknya nyaring. Namun dia kalah tenaga, orang itu berhasil menarik dan memanggulnya di pundak. "Help!!" dia berteriak makin kencang.


"Percuma saja, semua orang di sini sudah kami larang keluar rumah," seringai Arthur di balik maskernya.


"Putri..." desis Damon lirih. Sesayup dia mendengar teriakan Chayra . Tulang besinya terasa goyah. Dia harus cepat memulihkan diri.


"Pak, robot ini.." tentara yang memegang lengan kiri Damon berhenti bicara.


Bugh! Damon menggerakkan lengan kiri dan kanannya secara serempak, menghempaskan dua orang tentara yang tengah memegangi lengannya. Mereka terlempar beberapa meter ke depan.


"What?" Arthur mendelik kaget. Secara refleks dia mengacungkan pistol, memuntahkan semua peluru ke arah Damon.


Damon menggoyangkan tubuhnya secara elastis menghindari semburan peluru yang mengarah padanya. Kemudian saat Arthur terperangah karena serangannya berhasil di patahkan, Damon bergerak cepat. Berlari dengan kecepatan angin mengejar tentara yang memanggul Chayra, menuju mobil yang di parkir di ujung jalan.


Setelah dekat, Damon menggerakkan kedua tangannya mengambil Chayra dari atas pundak tentara itu. Lalu memeluk Chayra dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya melayang ke wajah tentara tadi, memukulnya sampai pingsan.


"Tembak!" seru Arthur memerintah. Mereka tidak boleh kehilangan robot dan gadis itu, Bos pasti akan sangat marah.


Beberapa belas peluru melesat melebihi kecepatan udara. Menuju ke tempat Damon berdiri.


Damon segera menghentakkan kedua kaki, kemudian melayang dan terbang di angkasa. Dengan kecepatan penuh.


"Bos, robot dan gadis itu berhasil melarikan diri," Arthur terpaksa menelepon Eouin.


Eouin tidak menjawab. Dia melempar ponsel ke dinding. Sampai hancur. Robot itu pasti sangat hebat, pasukan Mercenaries saja bisa di kalahkan, desisnya dalam hati.


Para peneliti yang masih berada di dalam lab, mengkerut ketakutan.


"Bagaimana hasil penyelidikan microchip tadi?" tanya Eouin pada Curtis ,setelah amarahnya mereda.


" Microchip ini berisi data indentitas orang yang pernah bersentuhan dengannya. Di sini tertera identitas Ethan Joseph," Curtis menjawab. " Chip ini belum di patenkan, sepertinya masih dalam tahap pengembangan," lanjut nya lagi.


"Perusahaan mana yang membuatnya?" tanya Eouin lagi. Tekhnologi secanggih ini, pasti keluar dari hasil lab World Tech, gumamnya dalam hati.


"World Tech, Pak," sahut Curtis lagi.


Seperti dugaan ku, Eouin mendengus. Kenapa chip milik World Tech bisa berada di ponsel Chayra? Jika chip itu belum di patenkan dan bisa keluar dari lab world Tech, pasti pemilik satu satunya adalah Rakhan. Semua pertanyaan ini bisa di jawab jika dia bertemu Rakhan.


" Lio, buka identitas Ethan di internet, pastikan komputer world Tech bisa menjangkaunya," perintah Eouin.

__ADS_1


"Baik, Bos," sahut Lio yang masih setia di depan komputer.


Sementara itu di dalam ruangan CEO world Tech, CEO Rakhan baru saja menerima telepon dari Samuel, yang mengabarkan hasil penyelidikannya.


"Orangnya Eouin ternyata," desis CEO Rakhan setelah dia menutup saluran telepon.


Dia memencet tombol telepon di ponselnya. "Cari orang yang bernama Ethan Joseph," katanya begitu Taksa mengangkat telepon. " Detailnya,tanya Samuel," perintahnya lagi.


" Baik, CEO," kata Taksa lemah. Dia menatap tumpukan dokumen di atas meja. Dokumen itu bahkan belum sempat di sentuh, sekarang ada lagi tugas baru.


Setidaknya, tugas keluar dari kantor, hibur Taksa pada diri sendiri.


*****


"Apa kata ,Bos?" tanya Bowo setelah Ethan mematikan telepon. Dia melihat wajah temannya yang di liputi kebingungan.


"Bos menyuruh aku keluar, ke kantor," jawab Ethan masih bingung. "Padahal sebelumnya jelas jelas menyuruh kita untuk bersembunyi."


"Sudah, kerjakan saja," timpal Bowo. " Kamu tidak mau kan mengalami hal yang sama seperti Didi?" sambungnya lagi.


"Iya," angguk Ethan sambil mengambil jasnya.


Sejak kejadian Didi meninggal, dia dan Bowo tidak lagi pergi ke kantor. Eouin menyuruh mereka untuk bersembunyi. Beberapa pegawai yang bekerja bersama mereka juga di liburkan.


Lima belas menit kemudian, Ethan sampai di kantor. Sebuah ruko kecil dua tingkat. Kantor itu merupakan anak cabang perusahaan Eouin di Negara S, bergerak di konsultan IT.


Dulu pimpinan nya adalah Didi, begitu Didi tiada, Ethan di tunjuk Eouin untuk menggantikannya.


"Pak Ethan Joseph?" seorang laki-laki berperawakan tegap mendatangi Ethan.


"Ya?" Ethan berpaling. Tangannya menggantung di atas gagang pintu . Dia baru saja akan membuka pintu kantor.


"Ikut kami," Kata laki laki itu dengan suara tegas.


Orangnya sudah datang, batin Ethan. Kata Bos, menurut saja dan jawab semua yang di tanya. "Baik," dia mengangguk patuh.


Dia berjalan mengikuti laki laki itu menuju sebuah mobil yang di parkir di depan kantor.


"Kami menemukan Ethan Joseph, CEO," Taksa yang berada di dalam mobil menelepon CEO Rakhan.


__ADS_1


tolong di like ,vote dan komen novel terbaru otor ya readers ☺️, terimakasih🙏


__ADS_2