
"Kalau kamu tidak menyukai aku kenapa robot itu kamu beri nama Damon? Bukankah itu bukan nama yang umum," balas Damon .
Benar juga, kata Chayra dalam hati. Entah kenapa nama itu langsung melintas di otaknya saat melihat robot itu untuk pertama kalinya.
Dia merasa nama itu terasa akrab di telinga tapi dia lupa siapa orang pemilik nama itu.
Jika aku katakan tidak, Damon pasti akan marah, desis Chayra dalan hati.
"Ya, aku ingat kamu ,kakak baik hati yang duduk di sebelahku ketika kita berada di ketinggian London eye," kata Chayra dengan nada manis.
Padahal sebenarnya, dia benar benar sudah lupa pada laki laki yang duduk bersisian dengannya di London eye itu.
Jika kakek tidak memberi tahu nya, dia pasti tidak akan pernah ingat laki laki itu.
"Tapi itu sudah lama, aku juga sudah menyukai laki laki lain," sambungnya pelan. " Bisakah kita melupakan masalah perjodohan itu? Bisakah aku membalas Budi baikmu dengan cara yang lain?" lanjutnya menawarkan.
Hm, trnyata ini maksud terselubung Chayra, dengus Damon dalam hati. Bermanis manis bibir , membuat dia merasa di Awang Awang.
Ternyata ingin membatalkan perjodohan! "Tidak!" tegas Damon.
*****
"Ma," ujar Rhea menghentikan langkah mama. Dia duduk di ruang tamu dengan bertolak pinggang. Jelas sekali dia menungggu kepulangan mamanya.
"Nanti saja, mama sakit kepala," balas mama sambil berjalan melewati Rhea.
"Jika mama tidak mau cerita, aku akan mengatakannya pada papa," ancam Rhea. Dia memperlihatkan foto di ponselnya. Foto mamanya dengan Efron di cafe tadi.
"Hah," mama Rhea menghela nafas. " Apa yang kamu mau tahu?" tanya beliau. Walau sebenarnya beliau tahu, Rhea pasti ingin meminta kejelasan dari mamanya.
"Apa benar aku bukan anak papa tapi anak laki laki itu?" tanya Rhea cepat.
"Tidak sayang, kamu anaknya papamu, Farras Hadiyan . Laki laki itu hanya orang dari masa lalu mama, tidak ada hubungannya dengan kamu," jelas mama Rhea.
"Tapi katanya dari hasil DNA, aku adalah anaknya," tegas Rhea dengan perasaan galau.
"Itu pasti hasil rekayasa. Papa kamu adalah yang pertama dan terakhir buat mama. Mama tidak pernah berhubungan dengan laki laki lain," tegas mama Rhea.
"Jika kamu tidak percaya, kamu bisa tanya papamu, apa mama masih perawan di malam pengantin kami," tambah beliau menyakinkan.
__ADS_1
"Lalu bagaimana bisa laki laki itu menyakini kalau aku adalah anaknya?" tanya Rhea tidak percaya.
"Anak laki laki satu satunya, sedang koma di rumah sakit dan tipis harapan hidup, dia bertemu kamu dan berhalusinasi jika kamu adalah anak nya yang bisa menggantikan posisi anak laki lakinya yang tengah koma," beber mama Rhea menjelaskan.
Semoga Rhea puas dengan penjelasan ini, batin mama.
"Tapi bagaimana dia bisa merekayasa hasil tes DNA?" tanya Rhea masih meragu.
"Kamu lupa jika Efron adalah pemilik perusahaan Cloud inc. Dia juga lulusan fakultas kimia. Dia bisa membuat berbagai eksperimen sesuai kehendaknya," pungkas mama Rhea menyakinkan.
"Syukurlah, aku benar benar tidak ingin menjadi anaknya," sahut Rhea ketus. " Aku tidak suka laki laki itu. Di tambah lagi aku tidak suka menjadi anak haram,"sambungnya keras.
"Kamu memang anak dari papamu. Mama sudah tidak bertemu dia lagi sejak dia menikah dengan wanita pilihan keluarganya. Itu sudah 5 tahun sebelum mama bertemu dengan papamu," beber mama.
Kecuali malam setelah seminggu pernikahan , sambung batin mama Rhea.
Bagaimana aku bisa terbaring di sebelahnya tanpa mengenakan pakaian? Apa saat itu laki laki sialan itu berbuat tidak senonoh pada aku? pikir mama cemas.
"Mama kenapa?" tanya Rhea melihat perubahan wajah mamanya. Dia merasa ada yang tidak beres.
"Tidak apa apa," balas mama cepat. Rhea tidak boleh curiga.
"Tadi kalau tidak salah laki laki itu mengatakan dia bisa membantu aku menjadi istrinya Rakhan," kata Rhea teringat perkataan Efron.
"Memangnya apa yang di katakannya?" tanya Rhea ingin tahu.
"Dia akan membunuh Chayra," ungkap mama memberitahu.
****
Selesai makan di cafe romantis yang berakhir dengan kegagalan misi Chayra, dia keluar dari cafe dengan wajah muram.
Damon menawarkan diri untuk mengantarkan pulang. Tapi Chayra menolak dengan halus. Dia tidak ingin membuat Damon merasa curiga.
"Ya sudah, hati hati," pesan Damon mengalah.
"Jangan kuatir," senyum Chayra. "Bukankah ada pengawal bayangan yang selalu mengikuti kemana aku pergi?" tandas nya.
"Itu semua demi keselamatan kamu,"balas Damon. " kamu bawa mobil sendiri atau di antara supir?" tanya nya sambil mengitari pelataran parkir cafe yang luas.
__ADS_1
Dia tidak melihat mobil Chayra terparkir di sana.
"Aku akan minta di jemput Pak Ming," balas Chayra.
Pak Ming adalah sopir pribadi Chayra. Tapi dia jarang memakai jasa Pak Ming, karena dia lebih suka membawa mobil sendiri. Namun malam ini dia butuh Pak Ming untuk menjalankan rencananya.
" Kamu pulang saja duluan, aku akan menunggu Pak Ming di lobi cafe," sambungnya dengan nada mengusir.
"Kamu tidak apa apa sendiri menunggu?" tanya Damon kuatir dan juga cemburu. Setiap mata laki laki yang memasuki Cafe semuanya tertuju pada Chayra.
Malam ini Chayra memang terlihat berbeda. Dia memakai gaun yang memperlihatkan lekuk tubuh dan memakai riasan wajah. Yang paling menggoda mata adalah bibirnya yang di pulas lipstik berwarna merah membara.
"Tidak apa apa, nah itu Pak Ming," tunjuk Chayra melihat mobilnya masuk ke dalam areal parkiran cafe.
Mobil berhenti tepat di dekat Chayra, Damon bergegas membuka pintu mobil.
"Naiklah," katanya yang di jawab dengan anggukan kepala Chayra.
Chayra masuk dan duduk di kursi belakang.
"Hati hati," pesan Damon sambil menutup pintu mobil Chayra.
"Terima kasih," kata Chayra sambil tersenyum manis. Saatnya menjalankan rencana B, batinnya.
****
"Apa? Membunuh Chayra?" mata Rhea terbelalak. " Apa bapak itu bisa membunuh orang?" tanyanya.
"Dia orang jahat, kamu jangan dekat dekat dengan dia," timpal mama cepat.
Membunuh Chayra? Kalau memang itu bisa membuat aku bisa menikah dengan Rakhan, aku juga tidak berkeberatan, kata hati Rhea.
"Kamu jangan berpikir macam macam," tegur mama cepat. Beliau cemas melihat kilatan jahat di mata Rhea.
****
Di dalam mobil, Chayra memakai ponsel yang di berikan Rakhan untuk membuka goggle map. Dia tidak menggunakan ponselnya sendiri karena dia yakin, ponsel itu pasti sudah di sadap.
"Kita ke daerah pinggiran kota Jakarta, Pak," pinta Chayra sambil menyebut nama tempatnya.
__ADS_1
Itukan lokasi perumahan elit, kata Pak Ming dalam hati. " Baik Nona," kata beliau tanpa banyak tanya.
Dengan bantuan goggle map, Chayra mengarahkan Pak Ming agar tidak tersesat dan tidak bisa di ikuti pengawal bayangan yang di sewa kakeknya.