CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 85: Hanya Kamu Di Hati ku


__ADS_3

Setelah menunggu tidak karuan selama sekitar setengah jam, datang panggilan untuk melayani ruangan VIP. Pelanggan di sana ingin memesan menu. Pelayan perempuan itu bergegas menuju ruangan VIP. Saat dia melihat perempuan bule itu menatap buku daftar menu dengan wajah serius, dia tak dapat menahan rasa leganya. Sampai dia menghela nafas.


"Ada apa?" tanya Blossom. Nafas pelayan itu terdengar kencang di telinganya . Dia mendongak memperhatikan pelayan yang berdiri di samping kursi nya.


"Tidak apa apa, Nona," pelayan itu segera menjawab sembari memberikan senyum manis.


****


Sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan lobi Blue restoran. Rakhan turun dari mobil di ikuti Taksa dari pintu lainnya.


"Rakhan? It's you?" kata Blossom saat dia keluar dari Blue restoran. Mata birunya berkelip tak menyangka.


"Ya, apa kabar?" Rakhan balas menyapa. Dia tak menyangka setelah dua tahun dia bertemu kembali dengan Blossom.


Mantan pacar CEO, kata Taksa dalam hati.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Blossom dengan wajah merindu. Rakhan begitu tampan dan kaya. Sungguh bodoh dia bersedia meninggalkan laki laki itu demi uang satu juta dolar yang di berikan ayahnya.


"Baik, maaf aku tidak bisa lama," Rakhan berjalan melewati nya.


Rakhan berlalu begitu saja? Laki laki itu bahkan tidak menanyakan kabarku? Matanya juga biasa saat melihat wajah cantikku, batin Blossom kesal.


"Tunggu dulu," Blossom mencekal tangan Rakhan. Memaksa Rakhan menghentikan langkah.


Rakhan hampir mengibaskan tangannya. Tapi dia melihat Rhea dan mamanya yang baru keluar dari Blue restoran. Jadi dia membiarkan tangannya di pegang Blossom untuk melihat reaksi ibu dan anak itu.


"CEO?" kata Rhea kaget. Dia tidak menyangka akan bertemu Rakhan di sini. Matanya mampir ke tangan Rakhan yang tengah di pegang Blossom. Rasa cemburu menggelegak di dada. Berusaha dengan kuat di tahannya .


"Rakhan? Kamu ke sini juga?" tanya mama.


"Iya, Tante, ada janji sama rekan bisnis," jawab Rakhan sopan.


Eh? Rakhan kenal dengan Nyonya CEO? batin Blossom kaget. "Kamu kenal dengan Nyonya CEO?" dia tak tahan untuk tidak bertanya.


"Kamu kenal dengan Tante Aleeasa?" Rakhan balas bertanya.


"Iya, kami baru saja kenal. Aku di kontrak sebagai brand ambassador In Tech," jelas Blossom. " Kamu?" dia balik bertanya.


"Rakhan Ini calon menantu saya," mama Rhea yang menjawab.


"Hah? Ca...calon mantu?" mata Blossom terbelalak. Kaget. Juga shock. "Apakah dengan Rhea?" tanyanya lagi.


"Tentu saja," jawab mama tegas.

__ADS_1


"Tolong tangannya di lepas," kata Rhea mengingatkan.


"Eh, iya, maaf," Blossom buru buru melepaskan tangannya. Rakhan adalah calon suami Rhea? Tapi kenapa mereka terlihat kaku? Apakah mereka di jodohkan? hatinya menebak nebak.


Rakhan diam saja. Dia tidak ingin membantah. Dia tidak ingin mempermalukan Rhea dan mamanya di depan umum.


Wah, CEO di perebutkan dua perempuan cantik, hati Taksa bergumam iri.


"Maaf semuanya, aku tinggal dulu, " pamit Rakhan sambil tersenyum sopan.


Dia sudah tidak ada perasaan lagi padaku, sedih Blossom dalam hati. Dulu ketika dia memutuskan hubungan, laki laki di depannya itu terlihat kacau dan kalut. Sekarang Rakhan tampak tenang dan santai, justru dia yang sekarang terlihat menyedihkan.


"Tante dan Rhea juga mau pulang," balas Mama. " Mari, kami pulang dulu," pamit beliau sambil menarik tangan Rhea .


"Ma .." Rhea tidak ikhlas meninggalkan Rakhan dengan Blossom. Nampak jelas jika perempuan itu masih mencintai CEO.


Mama memberikan tatapan tajam yang memaksa Rhea untuk menurutinya.


"Jangan pergi dulu," Blossom kembali menahan tangan Rakhan sesaat setelah Mama dan Rhea menjauh.


"Maaf Nona, kita ini sedang di depan pintu, akan menghalangi orang untuk masuk dan keluar," kata Rakhan mengingatkan dengan suara sopan.


"Aku ingin menjelaskan kejadian dua tahun yang lalu," balas Blossom. Dia memegang tangan Rakhan lebih erat.


"Tidak ada yang perlu di jelaskan,aku sudah buka lembaran baru. Ada hati yang harus di jaga," tukas Rakhan cepat. Dia mengibaskan tangannya yang di pegang Blossom.


Rakhan segera menoleh ke belakang. Dia melihat seorang perempuan berdiri di belakang Taksa. " Sayang," desisnya tak percaya.


Chayra diam. Dia tak menyahut.


****


"Ma, kenapa kita langsung pulang? Apa mama tidak takut jika Blossom mempengaruhi CEO Rakhan?" protes Rhea. Dia masuk ke dalam mobil dengan wajah memberengut. "Bagaimana jika CEO masih mencintai dia?" lanjutnya kuatir.


"Tenang saja, ayahnya Rakhan di pihak kita," jawab mama menenangkan Rhea. "Lagipula mana lihat Rakhan sudah tidak ada cinta pada dia," lanjut beliau yakin.


" Ya, Ma," kata Rhea. Sekarang cinta CEO pada Chayra! batinnya marah.


****


Taksa kaku di tempat. Pfuh, sekarang datang pawangnya, bagaimana CEO mengurusnya ini?


"Kenalkan, aku Blossom, " Blossom mengulurkan tangan ke arah Chayra.

__ADS_1


Blossom? Chayra terkesiap. Ternyata orangnya jauh lebih cantik dari pada yang di foto. "Chayra," dia menjabat tangan Blossom.


Sepertinya hati gadis ini yang harus di jaga Rakhan, batin Blossom berkata. Selera Rakhan lumayan juga, kata hatinya lagi.


"Maaf aku menganggu, permisi," kata Chayra sambil beranjak pergi.


"Tunggu dulu," Rakhan mengejar Chayra.


"Bagaimana dengan Mr Bone ,CEO?" tanya Taksa mengingatkan.


"Re Schedule," teriak Rakhan yang sudah menjauh.


What? Re Schedule? Ini sudah 2 kali re schedule! pekik Taksa dalam hati.


Memang dia gadisnya, kata Blossom sedih dalam hati.


*****


"Perkataan Blossom tadi jangan kamu ikuti," pesan mama.


Tadi saat di ruangan VIP blue restoran, dalam keadaan tak sadar karena sudah meminum blue ocean punch yang di campur pil kebenaran, Blossom menceritakan bagaimana awal pertemuan dia dengan Rakhan.


Mereka bertemu Lima tahun yang lalu di sebuah acara launching produk baru di New York. Rakhan sedang mempromosikan World Tech yang baru dia rintis bersama Eouin. Sedangkan Blossom yang baru merintis menjadi model, bekerja sampingan sebagai penjaga stand World Tech.


Blossom yang terpikat oleh ketampanan Rakhan terus mencari kesempatan untuk mendekati nya. Saat itu tiba ketika acara launching berakhir seminggu kemudian.


Dia membuat luka kakinya sendiri sehingga membuat Rakhan terpaksa mengantarkannya pulang ke apartemen.


Malam itu turun salju dengan sangat lebat. Seluruh jalanan tertutup salju tebal. Dia memaksa Rakhan untuk tinggal. Dan malam itu dia menyerahkan dirinya pada Rakhan.


"Kalau tidak ada jalan lain, aku tidak keberatan untuk melakukannya," Jawab Rhea yang langsung membuat mama melotot. Dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan CEO Rakhan.


"Awas kalau berani," mama melotot. "Mama akan mencari cara lain," sambung beliau tegas. Aku terpaksa mencari orang itu lagi, batin beliau.


***


"Tunggu ,sayang," Rakhan berhasil mengejar Chayra . Dia menarik tangan Chayra dan meraihnya dalam pelukan. " Kamu cemburu?" bisiknya.


"Siapa yang cemburu?" balas Chayra sambil melenguh.


"Itu cemburu," gelak Rakhan. "Hanya kamu di hatiku," rayunya seraya melayangkan ciuman ringan ke bibir Chayra.


"Gombal," Chayra cemberut. Tapi dia suka.

__ADS_1


"Kenapa kamu tiba tiba bisa muncul di Blue restoran?" tanya Rakhan heran.


...****************...


__ADS_2