CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 79: Aku adalah kekasih Chayra!


__ADS_3

Setelah selesai mata kuliah Pengantar Akuntansi 2, Chayra keluar kelas bersama Arfan. Mereka berjalan bersisian menuju perpustakaan. Ada tugas yang harus di serahkan besok. Chayra memutuskan untuk mengerjakannya bersama Arfan. Siapapun tahu, Arfan pemegang nilai tertinggi di jurusan Akuntansi.


****


Setelah menumpahkan kemarahannya di ruang rapat, Rakhan kembali ke ruangannya. Bayang bayang Chayra makan berduaan dengan laki laki lain masih memenuhi pikirannya.


"Jadwal setelah ini apa?" tanya Rakhan sambil duduk di kursi kerjanya.


"Meeting dengan calon mitra bisnis di Blue restoran, CEO," jawab Taksa yang berdiri di sebelah Rakhan. "Sekitar 30 menit lagi. Masih ada waktu jika anda ingin mampir ke Universitas Bumi Persada," sambungnya lagi.


"Kenapa aku ke sana? Aku tidak ada urusan di sana," tukas Rakhan tak suka.


"Maaf, CEO," Taksa buru buru menjawab. Melihat dari gelagat CEO yang marah marah tak jelas, dia beranggapan CEO sudah rindu pada Chayra. Atau tepatnya, sedang cemburu. Tapi malu mengakui.


"Mana proposal pengajuan proyek untuk ke perusahaan Mr. Bone?"kata Rakhan lagi.


"Ini CEO," Taksa meletakkan setumpuk dokumen di atas meja kerja Rakhan.


Baru saja Rakhan hendak membuka dokumen di bagian atas, ponsel nya yang terletak di samping botol mineral bergetar. Dari Reindra.


"Ada apa?" kata Rakhan sambil membolak balik lembar dokumen.


"Saya melihat Mbak Chayra dengan teman laki lakinya di....." Reindra memulai laporannya .


"Terus awasi," perintah Rakhan dengan suara tenang walau hati bergemuruh. Aku akan lihat siapa yang berani mengambil gadisku," batinnya geram. Dia memutus sambungan telepon.


"Siap,CEO," sahut Reindra. Dia mematikan sambungan telepon.


"Jadwal meeting dengan Mr. Bone di tunda," perintah Rakhan pada Taksa.


"Kenapa ,CEO?" tanya Taksa. Sial ini si Reindra, apalagi yang di laporkan nya? Wajah CEO jadi ungu begitu, katanya dalam hati.


Mengatur jadwal ulang dengan Mr. Bone tidak semudah membalik telapak tangan. Mr. Bone orangnya sangat detail. Dia harus mempersiapkan jawaban yang bisa memuaskan Mr.Bone, keluhnya lagi dalam hati.


"Apa masih perlu bertanya?" Rakhan menoleh. Wajahnya merah. Menahan rasa amarah di dada.


Deg! Jantung Taksa berhenti berdetak. Sepertinya ini masalah pelik. "Iya,iya ,CEO," cicitnya pelan.


"Kita pergi," Rakhan berdiri dari kursi.


"Baik, CEO," Taksa mengekor dari belakang.


*****

__ADS_1


Chayra dan Arfan memilih bangku di sudut jendela. Mencari tempat yang tenang untuk belajar. Mengerjakan tugas perencanaan perpajakan harus fokus,supaya tidak salah hitung.


Arfan meletakkan buku wajib manajemen perpajakan dan beberapa buku pelengkap di atas meja. Hasil dari pencariannya menjelajahi setiap sudut perpustakaan. Kemudian dia meletakan laptop di atas meja.


"Duduk sini," Arfan menepuk sofa di sebelahnya.


"Iya," Chayra menurut. Tidak mungkinkan dia duduk berjauhan dengan Arfan? Dia tidak punya mata batin yang bisa menembus laptop dengan duduk di seberang sofa.


Arfan menyalakan laptop lalu masuk ke program Excel. "Sekarang kita akan membuat laporan keuangan fiskal dan rekonsiliasi...." katanya sambil mengetik di atas keyboard laptop.


Chayra mendengarkan dengan serius.


"Kalau tidak ada yang di mengerti bisa ditanyakan," kata Arfan sambil melirik Chayra.


"Iya," Chayra menoleh. Mereka saling bertatapan.


Arfan merasa wajahnya merah. Dadanya berdebar kencang. Ini bukan pertama kalinya dia bertatapan dengan seorang gadis. Namun,hanya Chayra yang bisa membuat jantungnya berdebar.


"Sudah cukup saling bertatapan nya," sebuah suara bariton penuh rasa cemburu, disertai tarikan tangan Chayra menjauhi Arfan.


"CEO?" gumam Chayra kaget. Ada rasa rindu terselip di dalam hati .Terakhir kali mereka bertemu di rumah Kakek di Rochester dan setelah itu mereka tidak bersua lagi.


"Kangen?" Rakhan mengedip sebelah mata.


"Maaf, anda siapa ya?" tanya Arfan sedikit kesal. Momen berharga bersama Chayra di rusak oleh laki laki ini. Bagaimana dia tidak merasa sewot.


"Aku adalah kekasih Chayra," Rakhan mengalungkan tangannya di leher Chayra. Sebagai tanda kepemilikan.


"Kekasih Chayra?" ulang Arfan tak percaya.


Kekasih Chayra? Suara di dalam perpustakaan riuh.


Chayra menundukkan kepalanya. Malu. Ternyata kedatangan Rakhan ke perpustakaan ini membuat perpustakaan seketika sesak dengan para pengunjung. Dan mereka rata rata mahasiswi.


"Iya,kekasihnya," tegas Rakhan ."Ayo pergi," Rakhan mengandeng tangan Chayra.


"Tidak bisa, Arfan sedang menerangkan mata pelajaran perencanaan perpajakan," tolak Chayra cepat.


"Betul, Pak. Kami sedang belajar," Arfan mencoba mencegah walau di balas dengan tatapan tajam penuh intimidasi oleh Rakhan.


" Tidak perlu belajar dengan dia!" tukas Rakhan kesal. " Made Kastawa yang akan mengajari kamu," sambungnya yang membuat mata melotot belasan orang yang berada di dalam perpustakaan.


Hah, Made Kastawa? Chayra tidak bisa menahan rasa kagetnya. Made Kastawa adalah dosen luar biasa untuk mata kuliah perencanaan perpajakan. Beliau juga staff ahli di departemen pajak.

__ADS_1


"Kamu bisa?" tanya Chayra tak percaya.


Apa sih yang tidak bisa untuk CEO Rakhan? Apalagi ini untuk Chayra, batin Taksa.


"Apa sih yang tidak bisa untuk kamu?" goda Rakhan.


Chayra menundukkan kepalanya dalam dalam. Dia benar benar sangat malu. Tidak menyangka Rakhan akan merayunya di tempat umum begini.


" Kamu telepon Pak Made, minta beliau datang ke blue Restoran dua puluh menit lagi," perintah Rakhan sambil menoleh pada Taksa yang berdiri di belakangnya.


"Baik, CEO, "sahut Taksa meringis. Tadi dia bersusah payah mengatakan sejumlah alasan yang akhirnya berhasil membuat Mr. Bone setuju untuk menjadwalkan ulang rencana meeting dengan CEO Rakhan.


Sekarang alasan apa yang harus dia buat agar Pak Made bersedia untuk datang? Di karenakan jadwal beliau yang sangat padat, tidak ada orang yang bisa tiba tiba saja membuat janji dengannya di jam kerja. Bahkan termasuk keluarganya sendiri.


"Ayo," Rakhan menggandeng mesra lengan Chayra. Meninggalkan Arfan yang di landa rasa frustasi.


Mereka berjalan keluar. Orang orang yang tadi berkerumun seketika memberi jalan. Semuanya berbisik bisik penuh rasa iri. Bagaimana tidak iri? Kekasih Chayra ternyata seorang CEO muda yang tampan dan kaya.


"Kenapa kamu kesini?" bisik Chayra setelah mereka berjalan meninggalkan perpustakaan menuju tempat parkir mobil.


"Kangen," balas Rakhan sambil mencium sekilas pucuk kepala Chayra. Wangi strawberry yang manis.


" Bagaimana dengan Rhea .." Chayra berusaha mengingatkan Rakhan.


"Kenapa dengan dia?" timpal Rakhan acuh. Dia membelai pipi Chayra .


"Oh, God! Stop, jangan meraba raba wajahku lagi," gumam Chayra tak tahan.


"Oke," Rakhan berhenti membelai pipi Chayra. "Bagaimana kalau ini?" Dia mendaratkan sebuah ciuman di bibir Chayra. Bibir yang sangat manis.


Ya ,Tuhan! Taksa yang berjalan di belakang mereka ,buru buru memicingkan mata. Adegan percintaan di depan mata ini merusak sepasang matanya yang suci.


"Malu," Chayra mendorong Rakhan menjauh. "Ada Pak Taksa," bisiknya lirih.


"Saya permisi dulu,CEO," kata Taksa cepat. Dia tahu diri. Dia berjalan secepat kilat mendahului pasangan itu.


"Sudah tidak ada pengganggu," bisik Rakhan di telinga Chayra. "Kita bisa melanjutkannya lagi," sambungnya yang membuat muka Chayra memerah.


"Tapi ini di tempat um...argh..." mulut Chayra di bungkam oleh bibir Rakhan yang penuh gairah.


"Ehm....." seseorang berdehem. Yang membuat Rakhan melepaskan ciumannya.


****

__ADS_1


Maaf ya readers, otor telat untuk update di karenakan anak otor di rawat di rumah sakit karena sakit typus, dan sekarang masih dalam masa pemulihan.


__ADS_2