
Sepertinya dugaan Chayra, tak sampai semenit kemudian, Damon sudah mulai oleng dan sebuah tendangan Rakhan dengan telak mengenai dadanya. Dia pun tersungkur.
"Dia sudah kalah, ayo kita pulang," kata Rakhan sambil berjalan mendekati Chayra.
"Kamu tidak mau ikut dengan aku?" tanyanya begitu melihat Chayra diam saja.
"Tidak," geleng Chayra marah. " Kamu kembali saja pada Rhea," cibirnya sewot.
"Apa maksud kamu? Aku tidak mungkin kembali pada Rhea," jawab Rakhan heran.
"Apa kamu melihat video live streaming itu?" katanya begitu teringat ucapan Taksa.
"Kalau saja Arfan tidak memperlihatkan video itu, aku tak akan tahu," cibir Chayra. " Keliatan sekali kamu sangat menikmatinya."
"Apa Arfan tidak memperlihatkan video aku di masukkan ke dalam ambulans?" tanya Rakhan.
"Maksudnya?" Chayra balik bertanya.
Rakhan memberi isyarat pada Taksa untuk memperlihatkan video itu pada Chayra. Taksa mengangguk mengerti. Dia mendekati Chayra lalu memperlihatkan video yang ada di layar monitor ponselnya.
"Hah," Chayra menutup mulutnya. Dia kaget. "Kamu kenapa bisa begini?"
"Seharusnya kamu lebih percaya pada aku!" kata Rakhan kecewa. "Aku tidak mungkin tertarik sedikitpun pada Rhea," sambungnya pedas.
"Ya, aku minta maaf," ujar Chayra merasa bersalah. " Apa kamu bisa memberi tahu aku apa yang terjadi sebenarnya?" lanjutnya bingung.
"Aku..." bibir Rakhan berhenti mengeluarkan suara. Mendadak dia merasa pusing. Keringat dingin mengalir deras membasahi kemejanya. Pandangannya gelap. Telinganya tidak bisa mendengar suara.
"Rakhaaan!!" pekik Chayra begitu melihat tubuh Rakhan melayang hampir mencium aspal andai Taksa tidak sigap menahan tubuh bos nya itu.
"Rakhan kenapa? Kenapa tiba tiba pingsan?" tanyanya pada Taksa.
"Begini," ujar Taksa mulai bercerita. " Begitulah Mbak Chayra cerita nya," tutupnya kemudian.
"Apa?" seru Chayra. Antah kaget, marah dan sedih. Dia tak menyangka Rhea begitu kejam terhadap Rakhan . Demi memaksakan keinginannya pada Rakhan, temannya itu tega berbuat kejam.
"Terus bagaimana sekarang ?" tanyanya ingin tahu.
"Do you want hear the truth?" tiba tiba Rhea datang mengagetkan mereka.
"Rhea!" pekik Chayra marah. "Lihat apa yang sudah kamu perbuat pada Rakhan!" tunjuknya pada Rakhan yang tengah di pegang Taksa.
"Karena itu aku ke sini untuk bertanggung jawab," timpal Rhea acuh. Dia mengisyaratkan pada Edward Cullen dan dua orang anak buahnya untuk membawa Rakhan.
"Kamu tidak boleh membawa Rakhan!" cegah Chayra sambil berdiri di depan Taksa. Dia melebarkan tangannya untuk menghalangi Edward Cullen yang datang mendekat.
__ADS_1
"Do you want hear the truth?" ulang Rhea. "Jika Rakhan tidak di segera di obati, dia akan koma untuk selamanya," sambungnya.
"Apa?" kata Chayra lemas. "Apa yang sudah kamu berikan pada Rakhan?" ujarnya sambil menggoyangkan tubuh Rhea .
"Gas sarin," sahut Rhea. " Sekarang jangan halangi aku untuk membawa Rakhan pergi," sambungnya sambil menepiskan tangan Chayra yang masih terus menggoyangkan tubuhnya.
"Untuk apa kamu membawa Rakhan?" tukas Chayra.
"Hah ... pertanyaan bodoh. Tentu saja aku akan mengobati nya. Aku punya penawarnya," tandas Rhea.
"Aku tidak menyangka kamu memakai cara kejam seperti ini untuk mendapatkan Rakhan," tutur Chayra tak percaya.
" Kemana Rhea yang begitu baik hati. Kamu sembunyikan di mana dia," ujarnya dengan nada dramatis.
"Rhea yang dulu tidak ada lagi sejak kamu mengambil calon suaminya," timpal Rhea sinis.
"Bawa Rakhan!" perintah nya pada Edward Cullen yang tadi sempat terpaku di tempatnya berdiri karena di halangi Chayra.
"Baik ,Nona," angguk Edward sambil kembali berjalan.
"Jangan bawa CEO," tolak Taksa begitu Edward menggapai tubuh Rakhan yang masih di pegang Taksa.
"Go away! ( pergi kamu!)," usir Edward sembari mendorong tubuh Taksa sampai terjatuh.
"Begitu Rakhan sembuh, dia tak mengingat kamu," seringai Rhea jahat.
*****
"Kenapa kamu menahan aku di sini?" tanya mama Rhea marah.
"Aku hanya ingin berdua dengan kamu," pungkas Efron.
Huh, laki laki sampah, dengus mama Rhea dalam hati.
"Aku punya teman yang bisa membuat kamu mengakhiri pernikahan kalian," kata Efron menawarkan.
Huh, jadi ini yang mau di katakan nya?" batin mama Rhea. "Aku tidak butuh," tolak beliau enggan.
"Siapa bilang aku mau mengakhiri pernikahan aku?" sambungnya tertawa. " Aku sangat mencintai Farras."
"Apa kamu tidak lihat tatapan Farras sewaktu berjalan meninggalkan cafe? Dia benci pada kamu , Aleasaa. Dia ingin segera mengakhiri pernikahan kalian," beber Efron berusaha menyadarkan mama Rhea.
"Itu menurut kamu. Menurut aku tidak," jawab mama Rhea bersikeras. Beliau yakin bisa mendapatkan maaf dari suaminya.
Mungkin dengan sedikit elusan jemari di atas ranjang, hati beliau berkata.
__ADS_1
"Jika kamu melakukan itu, aku jamin Rhea tidak akan mendapatkan obat itu," ancam Efron.
"Bukankah Rhea sudah mendapatkan obat penawar itu?" kata Mama Rhea mengingatkan.
"Iya, tapi dia belum mendapatkan obat untuk membuat Rakhan melupakan Chayra. Obat yang akan mengendalikan pikiran Rakhan agar selalu tertuju pada Rhea. Aku baru mengembangkan obat itu di pabrik perusahaan aku di Negara S," urai Efron .
"Dan obat itu baru akan aku berikan setelah kita menikah," sambungnya.
"Kamu pikir apa yang akan di perbuat Rakhan begitu dia tahu apa yang sudah di lakukan Rhea pada dia?" lanjutnya . "Rhea butuh obat pengendali pikiran itu!"
****
Chayra hanya bisa pasrah melihat Rakhan di bawa pergi oleh Rhea dan anak buahnya.
Taksa yang berusaha untuk terus menghalangi di tendang oleh Edward sampai tidak bisa bangun lagi.
"Anda tidak apa apa ,Pak?" tanya Chayra begitu mobil Rhea dan anak buahnya pergi meninggalkan mereka.
"Kaki ku sakit. Aku tidak bisa berdiri," jawab Taksa sambil mengeluarkan ponsel dari kantong kemejanya. Dia menelepon Reindra untuk menjemput nya.
"Kamu mau ikut?" katanya menawarkan tumpangan pada Chayra.
"Tidak ,Pak, terimakasih," kata Chayra menolak.
"Kamu mau pergi kemana?" tanya Taksa ingin tahu. "Apa kembali pada kakekmu?"
"Mungkin," sahut Chayra mengambang. "Rakhan sudah menjadi milik Rhea. Mungkin sudah takdirku mengikuti keinginan kakek," sambungnya pasrah.
"Kamu jangan sedih begitu," kata Taksa menghibur. " Tim biologi dari Nevada sudah sampai di sini. Mereka sedang menganalisa obat yang telah di berikan Rhea pada CEO. Begitu mereka menemukan penawarnya, kita tidak perlu lagi bergantung pada Rhea," imbuhnya.
"Aku rasa Tim biologi tidak perlu lagi mencari penawarnya, karena Rhea sudah memberikan nya," timpal Chayra.
"Tapi entah kenapa aku punya perasaan Rhea akan memberikan obat lain pada Rakhan," tuturnya menganalisa.
"Apa maksud kamu?" tanya Taksa terperanjat.
"Apa anda tidak mendengar perkataan Rhea tadi?" ujar Chayra balik bertanya.
"Yang mana?" tanya Taksa meringis menahan sakit. Di pukul berulangkali membuat badannya terasa libur dan perih. Sepertinya ada tulangnya yang retak.
"Kalimat begitu Rakhan sembuh dia tidak akan mengenali kamu lagi," jawab Chayra.
****
utk readers yg sdg berpuasa, selamat berpuasa ya🥰
__ADS_1