CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 105: Siapa Anak Kita?


__ADS_3

"Mas Damon tidak boleh egois," balas Arfan. "Chayra tidak mencintai Mas Damon," sambungnya mengingatkan.


"Kamu tahu apa," tukas Damon dengan wajah beringas.


Arfan berhenti di tempat. Dia tidak menyangka jika Damon bisa bersikap sekasar itu padanya.


"Yang aku tahu Chayra sama sekali tidak mencintai Mas Damon," tegasnya setelah tersadar.


"Shut up ( tutup mulutmu)!" hardik Damon kesal.


"Ayo kita pergi," lanjutnya pada Chayra. Dia menarik tangan Chayra.


" Ingat ,aku yang di pilih kakek untuk menjadi suamimu. Bukan orang lain," bisiknya mengingatkan di telinga Chayra.


"Iya, tapi lepaskan tanganku," dengus Chayra tak suka. Dia mengibaskan tangannya yang di pegang Damon.


"Chayra!" panggil Arfan tak rela. "Kamu tidak perlu mengikuti Mas Damon," katanya lagi mengingatkan.


"Kamu pulang saja, aku tidak apa apa," sahut Chayra. " Terima kasih kamu sudah bersedia datang," lanjut nya.


"Tapi..." Arfan mencoba membantah.


"Aku tidak apa apa," timpal Chayra sambil tersenyum.


****


"Dimana?" balas Rhea cepat. Dia ingin tahu apa yang hendak di katakan orang tua itu padanya.


"Cafe bunga," pungkas Efron. "Satu jam dari sekarang," sambungnya lagi.


Rhea mengiyakan dengan cepat. Cafe itu terletak di pinggir kota Jakarta. Cukup sepi dan bukan cafe tongkrongan orang orang kelas atas. Kecil kemungkinan akan jarang bertemu orang yang dia kenal.


Tanpa membuang waktu, Rhea bergegas keluar dari kamarnya. Di bawah tangga, dia bertemu dengan mama.


"Kamu mau kemana?"


"Mama mau kemana?"


Pertanyaan itu serempak keluar dari mulut ibu dan anak itu.


"Aku mau bertemu teman," Rhea yang menjawab lebih dulu. " Di cafe bunga," jelasnya.


"Mama mau ke kantor papa. Karena papa akan sibuk di kantor, jadi mama akan mendatangi papa," kata Mama menjawab pertanyaan Rhea.


"Cafe bunga?" lanjut beliau mengernyit. "Di mana itu? Kenapa mama tidak pernah mendengar ada cafe bernama itu di seputar Jakarta," sambung beliau lagi.

__ADS_1


"Cafe di pinggir kota mam," jelas Rhea. "Teman aku ini ada sedikit masalah. Dia mencari cafe yang sepi supaya nyaman bercerita," tambahnya menjelaskan.


"Ya, sudah. Kamu harus hati ya, jangan pulang malam," sahut mama memberi izin.


"Mama juga hati hati," balas Rhea sambil mencium pipi mamanya sebelum pergi.


Mama mengangguk sebagai jawaban. Begitu Rhea keluar dari pintu depan, beliau segera menelepon Efron.


" Jika ingin bertemu aku, aku ada di cafe bunga," kata Efron sebelum mama Rhea mengeluarkan suara .


Cafe bunga? Mama mengernyit. Bukankah Rhea juga akan ke sana? " Apa kamu yang akan di temui Rhea?" tanya beliau curiga.


"Iya . Rhea yang menelepon aku. Seharusnya kamu sadar kenapa dia bisa tahu nomor telepon aku," tukas Efron.


Ponsel aku sudah di sadap! gumam mama Rhea gemetar.


Mama langsung menelepon laki laki itu, batin Rhea sambil membuka pintu mobilnya.


Aku harus segera bertemu orang itu sebelum mama ikut pergi ke cafe bunga, putus nya dalam hati.


Tak berapa lama,ponsel yang di taruh Rhea dalam tas hobonya berdering.


Rhea mengambil tas yang tergeletak di bangku sebelah nya. Dari Mama! katanya saat melihat nama yang tertera di layar monitor ponselnya.


Rhea tidak mengangkat telepon, batin mama gusar. Anak itu pasti ingin tahu apakah aku masih berhubungan dengan Efron. Aku harus lebih dulu sampai di cafe Bunga sebelum Rhea! tekad beliau.


****"


"Tapi kamu tidak mencintai Mas Damon," pungkas Arfan bersikeras.


"Apa urusanmu? Orang yang di cintai Chayra juga bukan kamu!" bentak Damon kesal. Kalau saja Arfan bukan adiknya Lio, sudah dia singkirkan dari tadi.


"Bagi aku, yang terpenting Chayra hidup bahagia," balas Arfan cepat.


"Abaikan saja dia, ayo ikut aku pulang," ajak Damon.


Chayra mengangguk. Percuma juga melarikan diri. Karena pasti akan di temukan oleh pengawal bayangan itu.


Arfan hanya bisa menatap punggung Chayra yang berjalan menjauhinya. Darah mengalir dari kakinya. Dia merasa perjuangannya sia sia.


******


Dari dalam mobil yang di parkir di seberang rumah, Rhea memperhatikan dengan cermat mobil mamanya yang melaju kencang. Dia tersenyum miring. Dia memang sengaja membiarkan mamanya tiba lebih dulu di cafe bunga itu. Dia ingin tahu apa yang di sembunyikan mamanya.


***

__ADS_1


"Kakek, aku sudah tidak tahan lagi," kata Chayra sambil menghempaskan tubuhnya di kursi di seberang Pak Bisma.


"Kenapa kamu ingin melarikan diri?" tanya Pak Bisma tanpa memperdulikan kekesalan Chayra.


"Bukankah kakek seharusnya sudah tahu?" jawab Chayra sewot. " Aku tidak ingin menikah dengan Damon, dia laki laki jahat, dia..."


"Stop!" potong Pak Bisma sambil mengacungkan jari telunjuknya. " Jika kamu tahu kebaikan Damon, kamu akan menangis karena menyesal," sambung beliau ketus.


****


"Apa maksudmu mengajak Rhea untuk bertemu? Bukankah aku meminta waktu dua Minggu untuk membuktikan nya sendiri?" tandas mama Rhea sembari duduk di hadapan Efron.


" Dia menelepon aku dan mengajukan banyak pertanyaan. Aku tidak suka bicara banyak di telepon dan..."


"Kau!" potong Mama Rhea marah. " Jika bukan karena ingin membantu Rhea ,aku tak akan pernah sudi menghubungi kamu lagi!" sambung beliau kesal.


Semua ini karena Chayra! Anak itu sudah menggoda Rakhan, sehingga membuat Rakhan melupakan perjanjian perjodohan itu, geram beliau dalam hati.


"Rhea dalam kesulitan apa? Kenapa kamu tidak memberitahu dari awal?" tanya Efron kaget. " Bagaimana pun juga dia adalah anak kita. Aku bisa ..."


"Siapa anak kita?" potong Rhea dengan wajah sedingin es.


****


"Kebaikan apa yang sudah dia lakukan?" ujar Chayra ingin tahu. Sampai kakeknya tidak memperdulikan seberapa banyak keburukan Damon yang dia katakan.


"Kamu tahu kenapa kita waktu itu jalan jalan keliling Eropa?" kata Pak Bisma untuk mengingatkan Chayra.


"Kata kakek untuk menghabiskan masa liburan sekolah aku," jawab Chayra heran.


"Sebenarnya kami ingin menghibur kamu," timpal Pak Bisma.


"Menghibur? Maksud kakek apa?" tanya Chayra makin heran.


"Kamu didiagnosa terkena kanker sum sum tulang belakang, Kamu bisa sembuh dengan melakukan pecangkokkan sum sum tulang belakang. Tapi semua keluarga sudah di periksa, tidak ada satupun yang cocok dengan kamu," cerita kakek.


"Aku? Kanker Sum sum tulang belakang? Kenapa aku tidak ingat?" balas Chayra heran.


"Kami memutuskan untuk menghapus semua ingatan tentang operasi dan kemoterapi yang kamu lakukan sampai sembuh, " jawab kakek.


"Dengan sistem mind terapi , yaitu hipnotis dengan membuang semua pikiran yang tidak perlu membebani kerja otak," beber beliau.


"Lalu? Apa Damon yang mendonorkan sum sum tulang belakangnya?" tanya Chayra cepat. Dia seperti sudah meraba arah pembicaraan kakeknya.


"Ya," angguk Pak Bisma. " Dia tidak meminta bayaran, bahkan kakek tidak bisa menemukan nya. Kakek hanya bisa menitipkan kartu nama pada pihak rumah sakit. "

__ADS_1


__ADS_2