
"Kak, bangun!" Seru Tiwi.
"Emm... Ayang udah selesai, ya!" Sahut Kak Gery seraya membenarkan posisi duduknya.
"Iya! Kakak sebaiknya istirahat di markas aja ya, kayanya Kakak kecapean, deh!" Seru Tiwi.
"Kakak gak apa-apa ko, kamu pasti udah lapar banget kan! maaf ya, gara-gara Kakak kamu jadi telat makan, sebaiknya kita ke roof top aja! Kakak akan suruh Jefri untuk antar makanannya!" Tutur Kak Gery sambil beranjak dan meraih tangan Tiwi.
Tanpa membantah lagi, akhirnya Tiwi mengimbangi langkah Kak Gery yang menyeretnya ke arah roof top.
"Tunggu sebentar ya!" Ucap Kak Gery seraya merogoh saku celananya untuk meraih hpnya dan menelepon Jefri untuk mengantarkan masakan yang dia buat tadi.
"Ha... rasanya udah lama banget aku gak ke sini," Batin Tiwi seraya menjelajah matanya ke sekeliling.
"Yang, Ayang pasti capek ya?" Tutur Kak Gery setelah memutuskan sambungan teleponnya.
"Capek itu relatif Kak, bahkan orang tidur aja masih harus berbalik karena lelah berdiam diri, apa lagi kita yang masih terjaga! yang jelas hari ini benar-benar sangat menyenangkan buat Tiwi, makasih ya... makasih karena Kakak masih menyimpan rasa itu dengan baik," Tutur Tiwi lirih.
Kak Gery mengelus tangan Tiwi yang tergeletak begitu saja di atas meja, dengan lembut Kak Gery mencium tangan mungil itu sambil memejamkan matanya.
"Makasih juga, karena kamu udah mau sabar nunggu Kakak, Yang..." Ucap Kak Gery tercekat saat Jefri mengantarkan makanannya.
"Permisi bos, makanannya mau langsung di taruh dimana ya?" Tanya Jefri setelah berhasil menghampiri.
"Oh, simpan di sini aja, Kak!" Sahut Tiwi seraya melepas tautan tangan Kak Gery
"Baik, Non!" Ucap Jefri sambil menata piring-piring berisi makanan di atas meja bosnya itu.
"Kamu boleh kembali Jef, makasih ya!" Tutur Kak Gery yang langsung di jawab anggukan kepala oleh pegawainya itu.
"Emm... aroma masakannya benar-benar tercium lezat, Tiwi coba sedikit duluan boleh ya!" Seru Tiwi tak tertahankan lagi, karena tergiur aroma lezat dari masakan yang Kak Gery buat.
"Makan semuanya juga boleh ko, ayo! tapi jangan lupa cuci tangan sama berdoa ya, Yang!" Sahut Kak Gery terkekeh melihat reaksi menggemaskan tunangannya itu.
"Tiwi udah cuci tangan ko! tinggal baca do'anya aja, Bismillah... selamat makan!" Tutur Tiwi seraya tersenyum manis melahap masakan yang terhidang di depannya.
"Kamu benar-benar menggemaskan, Yang! pelan pelan aja makannya, nanti kamu bisa tersedak!" Kekeh Kak Gery sambil mencoba mengelap ujung bibir Tiwi yang sedikit belepotan.
Tiwi hanya nyengir kuda sambil melanjutkan aktivitas makannya. Setelah merasa kenyang, Tiwi mengucap hamdalah dan mengusap perutnya layaknya anak kecil yang kekenyangan. Dan ternyata, hal itu berhasil membuat Kak Gery semakin gemas padanya.
__ADS_1
"Alhamdulillah... makasih ya, Kak! masakannya benar benar lezat. Tiwi jadi penasaran sama yang buat masakannya. Ko, bisa enak banget gini, ya? pantas aja, Resto ini gak pernah sepi pengunjung, ternyata selain ayam bakarnya yang terkenal, masakan kuah seperti ini juga gak kalah memanjakan lidah, ya!" Sanjung Tiwi.
"Syukurlah kalau Ayang suka! dan lagi, ini adalah masakan yang Kakak buat sendiri, Yang! Kakak membuatnya khusus buat Ayang," Sahut Kak Gery yang membuat Tiwi semakin kagum pada tunangannya itu.
"Ma Sya Allah, ternyata Kakak sangat berbakat memasak, ya! Tiwi baru tahu kalau Kakak bisa masak selezat ini! makasih ya," Sanjung Tiwi tulus.
"Ayang terlalu berlebihan, Kakak hanya sekedar menyalurkan hobi aja, ko! dulu, Kakak sering membantu Umi dan Nenek jika sedang memasak di dapur. Meski mereka selalu melarang Kakak membantunya, tapi Kakak gak pernah patah semangat untuk terus mengamati mereka saat sedang mengolah berbagai masakan. Hingga akhirnya, Kakak mengikuti kursus memasak demi mengasah bakat Kakak itu! Tapi sayangnya, itu gak berlangsung lama. Karena Kakak harus fokus dengan kuliah Kakak yang baru aja di mulai waktu itu," Tutur Kak Gery panjang lebar menceritakan.
"Wah... pantas aja masakannya bisa lezat banget! kapan-kapan ajari Tiwi masak juga ya, Kak!" Sahut Tiwi yang di balas anggukan dan senyuman merekah dari Kak Gery.
Tak terasa waktu pun berjalan begitu cepat, kini Kak Gery memutuskan untuk mengantar Tiwi pulang setelah melihat Tiwi yang sudah sangat lelah hari itu.
"Yakin mau langsung pulang?" Tanya Kak Gery.
"Iya Kak! Tiwi pengen cepet-cepet rebahan, besok aja ya kalau mau main lagi, sekalian fitting baju ke butik Umi," Sahut Tiwi.
"Ok, deh! makasih ya, Ayang pasti capek banget ya setelah membantu Santi di Resto!" Tutur Kak Gery.
"Tiwi senang ko bisa bantu Kak Santi, lagi pula pekerjaannya juga gak terlalu sulit, ko!" Sahut Tiwi.
Setibanya di rumah Tiwi, Kak Gery segera berpamitan karena Uminya meminta dijemput. Tiwi pun melambaikan tangannya saat Kak Gery melajukan kendaraan beroda empatnya itu.
"Ok! Yang, Kakak boleh minta satu hal gak sebelum pulang?" Tanya Kak Gery ragu-ragu.
"Apa, kak?" Sahut Tiwi balik bertanya seraya mengerutkan keningnya.
"Emm... gak jadi deh! kalau gitu Kakak pergi sekarang ya, Yang! Assalamu'alaikum," Ucap Kak Gery yang m membuat Tiwi mengerutkan keningnya.
"Wa'alaikumsalam, hati-hati Kak!" Seru Tiwi sambil melambaikan tangannya.
Keesokan harinya, Tiwi bersiap untuk pergi ke butik calon mertuanya. Kak Gery sendiri ternyata sudah siap sedari pagi menunggu pujaan hatinya memberi kabar. Setelah Tiwi memberi tahunya lewat chat, Kak Gery segera meluncur ke rumah tunangannya itu untuk menjemputnya dan pergi bersama menuju butik Umi Kak Gery.
"Udah siap, kan? yuk!" Seru Kak Gery seraya membukakan pintu mobilnya untuk Tiwi.
"Makasih," Ucap Tiwi seraya menyunggingkan senyuman manis di bibirnya.
...****************...
"Yang, jangan lama-lama ya, aku harus ke kantor lagi habis ini," Ucap Kak Haikal membujuk istri kecilnya supaya tak berlama-lama mencoba pakaian yang akan mereka kenakan di acara pernikahan Tata akhir pekan nanti.
__ADS_1
"Ish, Kakak gak sabaran banget deh, kalau memang Kakak sibuk pergi aja sana, Drina juga bisa fitting baju sendiri ko, lagi pula si Tiwi dan Kak Gery juga bakal ke sini sebentar lagi," Gerutu Andrina yang tak tahan dengan ocehan suaminya yang sok sibuk. Padahal Kak Haikal memang benar-benar sibuk hari itu, namun akhirnya dia mengalah dari pada istri kecilnya itu merajuk dan memberinya hukuman tidur di luar kamar mereka.
"Astaga, ok-ok! aku temani, deh! tapi jangan ketus gitu dong, nanti cantiknya ilang, tau!" Bujuk Kak Haikal seraya menggoda istrinya.
"Biarin, biar Kakak tambah gak suka sekalian!" Ketus Andrina yang entah mengapa selalu naik darah hari itu. Mungkin karena dia mau datang bulan, jadi dia sensitif sekali seperti yang dia alami saat ini.
"Loh, ko kamu ngomongnya gitu sih, mana ada aku gak suka sama istri sendiri, yang ada aku tambah cinta sama kamu, Yang!" Tutur Kak Haikal dengan nada yang di buat manja.
"Ihhh... lebay, deh!" Sahut Andrina.
"Ada apa ini? kalian ribut lagi ya, Drin?" Tegur Tiwi menghampiri bersama Kak Gery.
"Engga ko, Wi! oh iya, kalian juga mau fitting baju ya, tunggu selesai kita gak apa-apa kan?" Sahut Kak Haikal.
"Gak apa-apa ko, lagi pula Tiwi juga baru aja sampai, Kak! kalian coba lagi aja, gak usah buru-buru!" Tutur Tiwi seraya mendaratkan bokongnya di sofa empuk ruang fitting baju.
"Yang, Kakak panggil Umi dulu ya, sekalian ambil minuman buat kamu!" Seru Kak Gery beranjak ke arah sebuah ruangan yang di yakini ruangan kerja Uminya.
"Oke, makasih ya!" Ucap Tiwi seraya tersenyum.
.
.
.
.
.
Selamat Hari Raya Idul Adha bagi kalian yang merayakan... Minal Aidzin Walfa Idzin, Mohon maaf lahir dan batin ya... 🙏🏻
.
.
.
See you next episode 😘😘😘
__ADS_1