CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 115.


__ADS_3

Tami terus memberontak dan berteriak, keadaannya sekarang benar-benar sudah mirip orang yang hilang kewarasan. Dia terus menerus bergumam tak jelas dengan ocehan ancaman serta seringai di wajahnya. Mamih Tami hanya bisa terisak menyaksikan kondisi putrinya yang malang itu, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain berdoa dan pasrah.


"Hati seorang ibu mana yang tega melihat putri tersayangnya di dalam penjara, nak! tapi Mamih harus kuat, supaya kamu bisa merubah sikap egois dan ambisius mu itu, sayang!" Batin Mamih Tami sebelum akhirnya dia beranjak meninggalkan Tami di ruang tahanan.


Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya pintu ruangan tindakan terbuka. Ayah Tiwi langsung mencecar Dokter dengan pertanyaannya setelah menghampiri.


"Dok bagaimana keadaan putri saya? dia gak apa-apa, kan? Dia selamat, kan?" Cecar Ayah Tiwi setelah menghampiri Dokter.


"Untuk saat ini pasien masih, kritis! meski operasinya berjalan lancar, tapi pasien masih belum sadarkan diri! semoga saja ada keajaiban yang bisa membuat pasien segera sadar," Tutur Dokter.


"Ya Allah, kenapa harus cucu ku yang mengalami hal malang, ini! kalau Kakek bisa, biar Kakek aja yang gantikan kondisi kamu, nak!" Ucap Kakek Tiwi tak kuasa menahan kesedihannya.


"Pak! Bapak harus tenang! jangan terlalu emosional, Bapak juga harus menjaga tekanan darah Bapak biar gak ikutan drop!" Seru Ayah Tiwi menenangkan.


"Mas Ahmad benar, Pak! sebaiknya Bapak sekarang pulang aja sama Desi! biar Mia sama mas Ahmad aja yang nunggu Tiwi di sini!" Sahut Ibu Tiwi menimpali.


"Bapak gak mau, Mi! Bapak ingin menunggu cucu kesayangan Bapak di sini, Bapak gak akan tenang kalau belum liat dia siuman," Ucap Kakek Tiwi.


"Tapi, Pak! kita semua belum tahu kapan Tiwi akan sadar, jadi sebaiknya Bapak sekarang pulang aja, ya! lagi pula ini udah malem, nanti Mia pasti kabari Bapak kalau Tiwi udah siuman," Bujuk Ibu Tiwi


"Iya, Kek! Kakek pulang sama Desi aja ya, sekarang!" Sahut Kak Desi ikut membujuk.


Mau tidak mau, Kakek Tiwi akhirnya menurut karena dia sendiri juga sedang dalam keadaan kurang sehat. Sementara itu, di tempat lain. Umi Kak Gery baru saja mendapat berita sebuah kecelakaan dari salah satu karyawannya. Umi Kak Gery menjadi gelisah setelah beberapa panggilan teleponnya tak di jawab Kak Gery. Pasalnya, karyawan Umi Kak Gery bilang, lokasi kecelakaannya itu berada di alamat dimana Kak Gery terakhir mengabarinya untuk menemui Tiwi.


"Ya Allah, semoga Gery dan Tiwi baik-baik aja! lokasi kecelakaan yang Rena bilang tadi benar-benar sama persis dengan lokasi yang Gery bilang saat mau susul Tiwi! Ya Allah, semoga mereka berdua bukan korban dari kecelakaan itu!" Monolog Umi Kak Gery.


Setelah selesai mendapat penanganan, Tiwi segera di pindahkan ke ruangan perawatan VIP dengan berbagai alat medis yang menempel pada tubuh mungilnya. Ibu Tiwi benar-benar tidak kuasa menahan sedih saat menyaksikan kondisi Tiwi yang benar-benar memprihatinkan. Air matanya seolah tidak mau berhenti keluar saat menatap keadaan putrinya yang masih terbaring, tak sadarkan diri.


"Bu, Ibu harus kuat dan yakin! anak kita pasti sembuh, dia anak yang hebat dan tangguh, Bu!" Ucap Ayah Tiwi yang tak kalah sedih seraya mendekap istrinya.


"Tante, sebaiknya malam ini biar Gery aja yang berjaga di sini, Tante dan Om istirahat aja di rumah," Sahut Kak Gery.

__ADS_1


"Mana bisa! Tante gak mungkin bisa istirahat dengan tenang kalau Tiwi masih belum siuman! Tante akan disini sampai Tiwi sadarkan diri, Tante gak mau jauh jauh dari putri, Tante!" Lirih Ibu Tiwi terisak.


"Biar kami saja yang menjaga Tiwi malam ini, nak sebaiknya nak Gery pulang aja! ini udah larut, kamu juga pasti lelah seharian ini," Seru Ayah Tiwi.


"Tapi, Gery juga ingin menjaga Tiwi, Om! dan lagi, sekarang Gery udah ingat semuanya! jadi Gery mohon, biarkan Gery juga menjaga Tiwi malam ini!" Ucap Kak Gery memohon.


"Tante tau, kamu juga pasti khawatir! tapi untuk malam ini, kamu pulang aja, nak! biar Tiwi kami yang menjaga!" Sahut Ibu Tiwi yang membuat Kak Gery tak dapat berucap lagi.


Kak Gery pasrah. Dirinya sadar, jika kecelakaan yang Tiwi alami hari itu memang salahnya. Dia benar-benar menyesali semua perbuatannya hari itu.


"Kenapa saat ingatan Kakak pulih, kamu malah terbaring lemah seperti ini, Yang! maafkan Kakak, Kakak udah membahayakan nyawa kamu untuk kesekian kalinya," Batin Kak Gery.


Setelah berpamitan, Kak Gery segera menuju lobi Rumah Sakit dan baru tersadar jika mobilnya masih tertinggal di parkiran Hotel sejak sore tadi.


"Astaghfirullah, mobilku kan masih ada di Hotel tadi, aku harus ke sana dulu sekarang!" Gumam Kak Gery bergegas pergi.


...****************...


"Aby kan udah bilang, kalau cuaca di sini pasti dingin! ayo kita istirahat di dalam, gak baik kalau berlama-lama diam di balkon terbuka seperti ini! nanti kamu bisa masuk angin lagi," Seru Kak Iman seraya merangkul istrinya masuk ke dalam Hotel yang telah dia sewa sebelumnya.


"By! aku ko, tiba-tiba inget Tiwi ya? apa karena aku belum ketemu dia beberapa hari ini, ya?" Tutur Tata menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya yang kini sudah merebahkan tubuh mereka masing-masing di atas tempat tidur.


"Bisa jadi! ya udah, sebaiknya kita istirahat aja sekarang! besok kalau Ayang masih kepikiran, Ayang bisa telepon si Tiwi langsung sekalian kita cari kedondong yang Ayang mau!" Tutur Kak Iman.


"Hm... ya udah deh, tapi kayanya aku udah gak minat buah kedondong lagi deh, By! kayanya sekarang lebih enak makan buah melon," Sahut Tata.


"Loh! berubah lagi ya ngidamnya? tapi kan kedondong nya belum Aby belikan," Ucap Kak Iman.


"Gak apa-apa, By! Lagi pula buah kedondong kan asem, jadi Tata ganti buah melon aja, deh!" Sahut Tata.


"Anak Aby ternyata bisa plin plan juga, ya! mirip banget sama Umi nya," Kekeh Kak Iman seraya mengelus perut Tata dan menciumnya gemas.

__ADS_1


"Ihh... Aby, ko bilangnya gitu sih! ya udah, kalau gitu Tata gak jadi pengen apa-apa, deh!" Rajuk Tata yang membuat Kak Iman semakin gemas melihat tingkah manjanya.


"Umi kalau lagi cemberut tambah cantik, deh!" Goda Kak Iman.


"Tau, ah! dasar nyebelin!" Ucap Tata seraya berbalik membelakangi Kak Iman.


"Maaf, deh Uminya anak Aby! Aby janji deh gak akan jahil lagi," Tutur Kak Iman seraya memeluk Tata dari belakang dan mencium kepalanya.


"Janji ya gak bikin kesel lagi!" Ucap Tata seraya kembali berbalik menghadap suaminya.


"Janji, dong! ya udah, kita tidur sekarang ya, selamat malam Uminya anak Aby, selamat malam juga anak Aby! baik-baik di dalam perut Umi ya, sayang!" Sahut Kak Iman yang membuat Tata semakin jatuh hati pada suaminya itu.


Tata menyunggingkan senyumnya, ketika Kak Iman mengecup pucuk kepalanya sebagai pengantar tidurnya malam itu, hingga akhirnya pagi pun menyapa.


Kak Iman yang sudah terbangun lebih dulu menyiapkan segelas susu hangat untuk istri tercintanya.


"Pagi, sayang! apa tidur kamu nyenyak, Hem?" Sapa Kak Iman seraya meletakkan segelas susu hangat yang baru saja dia buat untuk istrinya.


"Emm... Pag..." Sahut Tata tercekat seraya beranjak menghampiri kamar mandi.


"Yang! kamu gak apa-apa, kan?" Tanya Kak Iman khawatir.


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode 😘😘😘


__ADS_2