CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 54.


__ADS_3

"Wah... anak Ibu tumben udah wangi jam segini, mau pergi kencan ya?!" Seru Ibu Tiwi menggoda.


"Engga ko Bu, cuma di apelin aja!" Kekeh Tiwi.


"Memang nak Gery sudah sembuh ya?" Tanya Ibu Tiwi.


"Udah kayanya Bu, lagi pula kalau memang masih sakit, pasti gak akan bilang mau ke sini kan, Bu!" Tutur Tiwi.


"Hm... iya juga sih, syukur deh kalau memang sudah sembuh. Oh iya, Wi! sebentar lagi Kakek sama Kak Desi juga pulang, kamu tungguin mereka ya, Ibu mau angkat sisa jemuran dulu di belakang!" Seru Ibu Tiwi.


"Siap bos!" Sahut Tiwi sambil memberi hormat pada Ibunya.


Tak lama kemudian, Kakek dan Kak Desi tiba di rumah Tiwi. Kebetulan sore itu mereka membawa oleh-oleh yang cukup banyak, sehingga Kak Desi meminta Tiwi untuk membawakan beberapa kantong yang tertinggal di dalam mobilnya.


"Assalamu'alaikum," Ucap Kak Desi sambil masuk ke dalam rumah.


"Wa'alaikumsalam, wah Kakak bawa apa saja itu? kayanya banyak banget deh," Tutur Tiwi.


"Iya Wi, tolong ambilkan sisanya di dalam mobil ya!" Sahut Kak Desi.


"Ok! wih... Kakek sama Kak Desi belanja segini banyak buat bagi-bagi satu RT kali ya," Gumam Tiwi setelah tiba menghampiri mobil Kakeknya.


Setelah selesai membawa semua sisa belanjaan yang masih ada di mobil, Tiwi segera meletakkannya di ruang keluarga sesuai permintaan Kakeknya.


"Wi, habis beres-beres kamu ke kamar Kakek ya!" Seru Kakek Tiwi.


"Iya Kek, nanti Tiwi ke kamar Kakek deh," Sahut Tiwi yang masih membantu Kak Desi membereskan belanjaannya.


Setelah selesai membantu Kakaknya, Tiwi segera menghampiri Kakeknya di kamarnya. Ternyata saat itu Kakek Tiwi ingin memberikan oleh-oleh yang di belinya untuk Keluarga Kak Gery namun Kakek Tiwi


menginginkan Tiwi yang memberikannya langsung pada mereka.


"Sayang, Kakek mau minta tolong sama kamu ya!" Tutur Kakek Tiwi.


"Boleh, minta tolong apa, Kek?" Sahut Tiwi.


"Ini, kemarin Kakek teringat Baskoro dan keluarganya, kamu bisa kan berikan ini sama mereka!" Seru Kakek


Tiwi.


"Oh, gitu ya Kek! sebenarnya nanti malam juga Kak Gery mau ke sini ko Kek, apa nanti Tiwi Kasih sekalian aja ya!" Tutur Tiwi.


"Nak Gery mau ke sini ya? memangnya dia sudah sembuh?" Sahut Kakek Tiwi bertanya.


"Sepertinya begitu, Kek." Ucap Tiwi.


"Hm... syukurlah kalau memang begitu! ya sudah, nanti kamu titipkan saja sama nak Gery!" Seru Kakek Tiwi.


"Iya Kek, nanti Tiwi titipkan deh, kalau gitu Tiwi simpan bingkisannya dulu ya Kek!" Sahut Tiwi sambil

__ADS_1


beranjak.


Setelah terdengar suara Adzan, Tiwi segera bergegas Wudhu dan melaksanakan Sholat.


"Alhamdulillah udah Adzan lagi, aku Wudhu dulu ah," Gumam Tiwi sambil bergegas ke kamar mandi.


Setelah selesai melaksanakan kewajibannya, Tiwi segera bergegas ke dapur rumahnya untuk menyediakan beberapa suguhan untuk Kak Gery nanti.


"Kamu lagi apa, Wi? mau ada tamu ya?" Tanya Kak Desi.


"Iya Kak, sebentar lagi Kak Gery mau ke sini, jadi Tiwi siapin buat suguhannya, kebetulan tadi Kakek sama


Kakak bawa oleh-olehnya banyak banget, jadi Tiwi bisa suguhkan sekarang deh," Kekeh Tiwi.


"Dia udah sembuh ya? syukur deh," Sahut Kak Desi.


"Udah Kak! ya udah, Tiwi bawa ini ke ruang tamu dulu ya Kak!" Seru Tiwi.


"Hm... ya udah, Kakak juga mau ke kamar lagi deh," Sahut Kak Desi beranjak ke kamarnya.


Tak lama kemudian Kak Gery pun tiba di rumah Tiwi sambil membawa sebuah bingkisan berisi baju untuk Tiwi kenakan di acara undangan akhir pekan nanti.


"Assalamu'alaikum." Ucap Kak Gery.


"Wa'alaikumsalam, masuk Kak!" Seru Tiwi setelah membukakan pintu rumahnya.


"Alhamdulillah Tan, Tante sendiri bagaimana kabarnya?" Sahut Kak Gery.


"Alhamdulillah juga nak, kenapa masih panggil Tante sih, panggil Ibu aja ya!" Tutur Ibu Tiwi.


"Ah... iya Bu, maaf," Sahut Kak Gery tersipu.


"Kak, cobain makanannya ya! kebetulan tadi Kakek sama Kak Desi bawa oleh-oleh, cicipi ya!"Seru Tiwi sambil menyodorkan sepiring makanan ringan yang sudah dia tata sebelumnya.


"Iya Wi, nanti Kakak cicipi. Oh iya, ini ada titipan dari Umi untuk acara undangan akhir pekan nanti, semoga kamu suka ya!" Sahut Kak Gery.


"Wah, Umi nak Gery begitu perhatian sama Tiwi ya! terimakasih ya nak, tolong sampaikan salam ibu untuk beliau dan keluarga di rumah ya!" Tutur Ibu Tiwi.


"In Sya Allah nanti Gery sampaikan Bu. Oh iya, Om belum pulang ya, Bu?" Sahut Kak Gery.


"Oh iya, Ibu sampai lupa, Ibu tadi sebenarnya mau telepon Ayah. Ya udah, kalau gitu Ibu tinggal dulu ya nak, suguhannya di makan ya!" Tutur Ibu Tiwi sambil beranjak menghampiri kamarnya untuk menelepon sang suami.


"Iya Bu," Sahut Kak Gery.


"Sebenarnya ini bingkisan apa sih, Yang?" Tanya Tiwi.


"Buka aja Yang, terus kamu coba ya! Kakak pengen liat kamu mengenakannya sebelum akhir pekan nanti!" Seru Kak Gery.


Tiwi mengerutkan keningnya sambil membuka bingkisan tersebut. Setelah melihat isinya, Tiwi begitu kagum dan langsung berterimakasih pada Kak Gery.

__ADS_1


"Wah... cantik banget gaunnya, pasti harganya mahal banget ya, Yang?" Tutur Tiwi yang membuat Kak Gery


terkekeh.


"Umi itu paling tau mode, Yang! kalau masalah harga sih, kamu gak usah khawatir, karena gaun itu di buat dari butiknya Umi sendiri," Sahut Kak Gery terkekeh.


"Wah... Umi benar-benar hebat ya! selain cantik, Umi juga ternyata wanita Karir yang sukses ya!" Tutur Tiwi memuji calon mertuanya.


"Jangan terlalu memuji, Yang! itu semua hanya titipan dari Allah, kita harus tetap bersyukur atas apa yang


sudah kita miliki," Sahut Kak Gery memberi petuah.


"Iya Yang, kalau gitu Tiwi coba dulu gaunnya ya!" Seru Tiwi sambil beranjak ke kamarnya.


"Ok, Kakak akan tunggu kamu di sini!" Ucap Kak Gery.


Beberapa saat kemudian, Tiwi keluar dari kamarnya setelah selesai mengganti pakaiannya dengan gaun pemberian dari Umi Kak Gery.


"Ma Sya Allah, bidadari Surgaku cantik sekali," Sanjung Kak Gery.


"Ayang bisa aja, yang cantik itu gaunnya, bukan yang pake nya," Sahut Tiwi.


"Wah... anak Ibu cantik sekali pakai gaun ini, kamu dapat dari mana Wi gaun cantiknya?" Tutur Ibu Tiwi


menghampiri.


"Ini dari Umi Kak Gery, Bu!" Sahut Tiwi.


"Ma Sya Allah, benar-benar cantik nak, Umi kamu memang hebat ya, nak!" Tutur Ibu Tiwi.


"Alhamdulillah Bu, Umi memang sudah suka merancang gaun dari beliau duduk di bangku SMA, makanya beliau memutuskan untuk membuka butik setelah Umi lulus kuliah," Sahut Kak Gery.


"Wah, Umi benar-benar hebat ya, Kak!" Seru Tiwi.


"Iya, Wi! kamu harus segera berterimakasih sama Umi nak Gery ya!" Tutur Ibu Tiwi.


"Iya Bu, nanti Tiwi pasti berterimakasih sama beliau langsung ko!" Sahut Tiwi.


.


.


.


.


.


See you next episode... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2